고정된 트윗
mong
93K posts

mong 리트윗함

KALAP MAKAN SUSHI BERUJUNG KENA SALMONELLA🍣🏥
typus tubex 4 sampe pindah 2 RS & 2 klinik di 2 kota karna di kota pertama gada yg nyuruh ranap, padahal demam 2 minggu lebih sisanya badan menggigil karna kena GASTRITIS juga😭
sumpah sakit usus + lambung itu combo yg mematikan🥹


may@kembarancumong
pernah hampir meninggal karna apa?
Indonesia
mong 리트윗함

Waduh, kalau sampai keracunan salmonella berarti sushinya terkontaminasi, bisa karena storage yang kurang baik, atau pas handlingnya yang kurang higienis, harusnya restorannya diperiksa buat food safety.
Eh, ini Indonesya ya? Maaf ngelindur.
may@kembarancumong
KALAP MAKAN SUSHI BERUJUNG KENA SALMONELLA🍣🏥 typus tubex 4 sampe pindah 2 RS & 2 klinik di 2 kota karna di kota pertama gada yg nyuruh ranap, padahal demam 2 minggu lebih sisanya badan menggigil karna kena GASTRITIS juga😭 sumpah sakit usus + lambung itu combo yg mematikan🥹
Indonesia
mong 리트윗함
mong 리트윗함
mong 리트윗함
mong 리트윗함
mong 리트윗함
mong 리트윗함
mong 리트윗함
mong 리트윗함
mong 리트윗함
mong 리트윗함
mong 리트윗함
mong 리트윗함

@mukaikhlas Wonder woman dia mah. Org2 pada wondering dia woman or not 🫢
Indonesia
mong 리트윗함

mong 리트윗함
mong 리트윗함
mong 리트윗함
mong 리트윗함

One Piece x NBA Master Stars Piece figures have been revealed and are on display at NBA House Japan.
Features all characters from the One Piece x NBA promotional images.
May be ¥16500 each (~$103.51 USD).
More info to come!
#OnePiece




English
mong 리트윗함

Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran.
Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini.
Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan.
Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja.
Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya.
Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia.
Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”.
Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal.
Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;)
Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan.
Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa.
Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri.
Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok.
Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco
JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri
Indonesia




























