๐ป
5.2K posts




โJelek banget endingnya,โ saya sempet baca ada yang comment gitu tentang film Tunggu Aku Sukses Nanti. Penilaian itu kayaknya karena yang comment berharap Arga (@ArditErwandha) akhirnya bisa memenangkan kompetisi sukses antar keluarga. Bisa lebih sukses, lebih kaya, bisa ngebeli omongan orang yang nyakitin hati. Heroik ya. Tapi kenyataannya endingnya nggak gitu. Saya justru suka banget sama endingnya. Menjelang akhir, ada momen yang membuat Arga seolah dituntun melihat lebih dalam apa yang sebelumnya hanya tampak di permukaan, hingga dia bisa melampaui kata-kata yang sebelumnya dirasa menyakiti hati. Dalam kompetisi, banyak yang mikirnya cuma ada 2 kategori, yaitu kalah atau menang. Padahal ada kategori 3. Apalagi ini kompetisi sukses antar keluarga. Kategori 3? Iya. Kategori 3 adalah kita dengan sadar memilih keluar dari kompetisi, berhenti berkompetisi. Hop, wis cukup. Hanya dengan begitu barulah kita bisa sesungguh-sungguhnya menang.

BREAKING: Qatar has declared force majeure on LNG contracts through May 2026, canceling obligations to customers in Italy, Belgium, South Korea, and China. Qatar is one of the world's largest LNG suppliers, accounting for 20% of global LNG production.

BREAKING: Iran confirms it has no interest in a reciprocal assassination against Trump because no weapon it could possibly build, not even nukes, could do more harm to the US than the current president. Iran actually sees Trump as a major asset ๐

Pernah lihat analis saham menarik garis, lalu menulis angka dan huruf dalam chart mereka? Ada namanya Elliot Wave Theory. "Elliott Wave Theory was developed by Ralph Nelson Elliott in the 1920s. Elliott found that financial markets have characteristic movements that repeat in perpetuity. He called these movements "waves," due to the troughs and peaks that present themselves in a cyclical up-and-down fashion." *** Image credit: Elliott Wave Tricks That Will Improve Your Trading thebalancemoney.com/elliott-wave-tโฆ













Rakyat Filipina: Nyiapin diri supaya siaga dalam kondisi darurat energi. Rakyat Korea Selatan: Nyiapin diri buat mengatasi sulitnya bahan bakar. Rakyat Jepang: Nyiapin diri untuk menghadapi krisis dan harga minyak yg naik. Rakyat Indonesia: Nyiapin amal baik jika sewaktu-waktu dipanggil Tuhan.








