Imelda@mechnclgrl
As a fisikawan ini VALID
Sedari sekolah kita diajarkan fisika tuh kaya gini
ketemu soal → cari rumus → masukin angka → selesai.
Misalnya gini yah, ada suatu rumus dasar tentang gaya yaitu (F = m.a). Di sekolah, guru kita langsung ngajarin substitusi angka ke dalam rumus. Kita ga diajarin analisis seperti
“Ini gaya dari mana?”
“Kenapa arahnya begitu?”
“Kalau kondisinya diubah, hasilnya gimana?”
Padahal rumus F = m.a
Adalah sebuah cerita bahwa gerak benda akan berubah ketika diberikan sebuah gaya, dan perubahannya berdasarkan berapa besar massa bendanya...
End up di kelas fisika jadi kelihatan spt matematika mekanis. Padahal fisika berbeda dgn matematika, inti FISIKA adalah MODEL REALITAS ALAM. Harus belajar gimana analisis situasi dulu (free body, arah gaya, energi mengalir ke mana), baru rumus dipakai buat ngecek atau memperjelas.
Di jepang fisika jadi menyenangkan karena guru memakai konsep kehidupan sehari-hari.
Contoh simpel:
Untuk nyeritain materi GLBB (Gerak Lurus Berubah Beraturan) mereka memilih jelasin konsep "naik motor terus ngerem mendadak".
Itu sebenernya fisika apaa?? Apakah ada gaya gesek, percepatan, arah gerak, momentum berubah??
Nah hal itulah yang dianalisis, ketika sudah paham konsep maka siswa ga perlu hafal rumus udah tau harus menghitung seperti apa.
Tapi aku ga akan nyalahin guru guru fisika di Indonesia. Yang salah jelas pemerintah memberi gaji guru kecil bgt, belum lagi beban administrasi terlalu banyak. Guru jadi ga fokus bikin media pembelajaran yang baik dan juga fokus cari side hustle utk bertahan hidup.