Random Warfare Worldwide@RWWReborn
Saat akun-akun cenblue sibuk "farming engagement" soal rudal dan drone, lalu mengolok-olok MANPADS yang dimiliki oleh negaranya sendiri, Indonesia, saya ingin menjelaskan tentang konsep ADS (air defence system) dan MDS (missile defence system) yang bersifat multi-layered, tapi...
Tapi sepertinya kebanyakan masyarakat Indonesia bahkan tidak mengetahui perbedaan antara roket dan peluru kendali atau rudal, dilanjutkan dengan ketidaktahuan terhadap jenis dari alutsista yang menggunakan roket dan rudal itu sendiri, termasuk berbagai jenis drone juga, jadi kita harus mulai dari dasar.
Di luar semua itu, Astros yang sedang menjadi "perbincangan panas" karena diolok-olok "jaraknya hanya 90 km", merupakan sebuah self-propelled MLRS (multiple-launch rocket system), yang menggunakan 32 roket HE-Frag kaliber 127mm, yang akan ditembakkan secara salvo (bergantian secara non-stop), untuk menggempur sebuah "grid" atau area yang sudah ditentukan. Salvo MLRS seperti ini terbukti efektif sebagai saturation attack, seperti saat pejuang Palestina, atau Houthi, meluncarkan serangan dengan Grad mereka, yang membuat multi-layered ADS dari unsur C-RAM Israel kewalahan.