Fitria Mayrani
8.4K posts


Warga twitterland eh X-land, ada salam dari Pempek Tunu. Ini pempek yang rasanya jarang ditemui di luar Palembang. Sebab memang cara bikinnya beda sedikit. Cara dimasaknya pun dari adonan mentah langsung ditunu/dipanggang di atas bara api.
Makannya? dibelah bagian tengahnya, diisi ebi dan kecap manis plus cabai kl suka pedes, bisa langsung di-hap. Atau disiram pake cuko juga bisa. Bon Appétit! (alhamdulillah udah bisa Bahasa Perancis sikit)

Indonesia

@unmagnetism SANGAT MUNGKIN asal nggak terpapar gadget. Anakku nggak HP-an dan nggak nonton TV. Sejak dari embrio dibacakan buku sampe sekarang dia umur 5 tahun.
Indonesia

punya anak yg hobi baca buku adalah cita citaku
tapi di era gempuran sosmed dan gadget gini masih mungkin ga yaaa
Mala@snurmalas_
Anak gue nanti ga perlu dipaksa suka membaca. Setiap hari dia tumbuh dengan melihat orang tuanya dekat dengan buku. Anak gue juga ga perlu mencari pelarian ke mana2, semoga saat dunia terasa bising, dia selalu bisa menemukan ketenangan dalam buku.
Indonesia

Ada banyak buku yang sudah mengangkat kisah pembantaian di Auschwitz, namun di buku ini sudut pandang yang diambil adalah anak-anak. Tepatnya pertemanan antara Bruno dan Shmuel.
Bruno adalah anak dari seorang ayah yang menjadi salah satu orang kepercayaan Hitler, sementara Shmuel adalah anak yang terjebak di Kamp Auschwitz yang merupakan kompleks kamp konsentrasi dan kamp pemusnahan terbesar yang dibangun dan dioperasikan oleh Nazi Jerman selama Perang Dunia II.
Jutaan orang Yahudi dan kelompok minoritas lainnya dibantai di sini.
Salah satu buku yang menyayat perasaan :( ada yang pernah baca?

Indonesia
Fitria Mayrani 리트윗함

@bintik_ Ya Allah sedihnya 😭😭😭😭 Yang tabah ya Bintik family 😭😭😭
Indonesia

@ndiakmal @ridoarbain Memang, aku pernah minum juga. Waktu itu aku dikasih obat ini karena batuknya mengganggu sampe nggak bisa tidur dan aktifitas.
Indonesia

@ridoarbain @mayranee iya hrus resep dokter tapi obat ini beneran ampuh buat ngilangin batuk..
Indonesia

@ndiakmal @ridoarbain Kodein harus resep dokter karena tergolong narkotika.
Indonesia

@Omnduut @messr_bergdorf Pasti Universitas Malahayati. Kawan aku sikok tejaring di FK sano 😁
Indonesia

Tadi ketemu @messr_bergdorf dan tiba-tiba aja ngobrolin jurusan yang dulu diambil saat kuliah. Sejak kecil, saya gak pernah kepikiran ambil Teknik Informatika. Dulunya pingin jadi dokter (ehe standar sekali). Sayangnya, karena buta warna parsial, mimpi itu harus dibuang segera.
Masih ingat dulu saat SMP dan "divonis" oleh dokter mata buta warna, omongan dokternya aku masih ingat betul. "Nah, mulai sekarang, arahkan cita-citanya yang tidak membutuhkan persyaratan bebas buta warna, ya."
Sakit, terlebih di SMA sempat dapat undangan FK di salah satu kampus swasta di kota sebelah.
Trus, kepingin banget jadi diplomat. Udah ngincar jurusan HI dan sayangnya di Palembang tidak ada. Dulu ikut SPMB incar HI di Universitas Indonesia. Dan gagal dengan sukses. Agak nggak tahu kemampuan diri memang lol.
Ujungnya terdampar di kampus swasta jurusan Tek.Informatika. Trus keinget transkrip akademik ini, takjub juga dulu bisa survive walau dengan IPK seadanya. Mana mata pelajarannya pada serem gini dan sebagian udah blank gak ingat mempelajari apaan dulunya haha.
Buat adik-adik yang kemarin gak diterima di kampus incarannya, tetap semangat! dan usahakan pilih jurusan yang benar-benar sesuai di hati, ya.



Indonesia

@eLAmaravati Kalau suami melarang hobiku maka dia juga harus berhenti melakukan hobinya 😎
Indonesia

Ngomong-ngomong tentang membeli buku, saya pernah menikah dengan lelaki yang tidak suka membaca dan kerap marah kalau saya membeli buku, padahal tidak memakai uang dia.
Ketika kontrak kerja saya habis dan belum mendapatkan pekerjaan baru, setiap hari dia ngomel, "Kamu tuh membebani aku aja. Cari kerja, dong."
Maka dengan terpaksa saya menjual koleksi buku-buku yang ratusan itu, buku-buku yang saya beli sebelum menikah dengannya.
Saat itu belum marak internet dan jual beli online, maka saya menjual buku-buku itu di pasar. Setiap hari, saya berjalan dengan membawa tas berat berisi buku-buku yang akan dijual. Kadang laku beberapa, kadang tidak sama sekali. Hasil penjualan buku itulah yang kami pakai untuk makan.
Jadi, ketika mengatakan ingin punya pasangan yang suka membaca atau paling tidak pasangan yang tak melarang saya membeli buku, barangkali itu adalah respons dari trauma.
Usaha saya dalam mencari tempat berlindung: lelaki penyayang yang tak pernah merundung.
Indonesia

Eh tapi aku pernah baca buku yang ketara banget ada iklannya hehe. Kisah motivator sukses yg ngajakin 3 orang keliling Eropa dan perjalanan itu disponsori oleh satu brand. Salah satu dari sedikit buku yang aku kasih bintang 1.
`@lisaawrites
books are so cool because there are NO FUCKING ADS IN THEM
Indonesia
Fitria Mayrani 리트윗함

Ini edukasi bagi yang punya motor supaya gak mudah di curi orang .
Kunci ganda ( cakram) masih belum aman , karena motor masih bisa di angkat pencuri .
Lebih aman bisa pakai kunci cakram alarm , karena roda selain terkunci , juga akan bersuara alarm nya apabila ada yg menggerakkan motor nya .
Tetap waspada , sekarang terlalu banyak kriminalitas.
Sc: ig/pvst.official
Indonesia

@Dsinathrya Orang gagah, tinggi, ramah dan murah senyum ini termyata bisa ngamuk juga wkwkwwkwk
Indonesia
Fitria Mayrani 리트윗함
Fitria Mayrani 리트윗함

Lu pernah gak nge-layout buku 280 halaman dalam waktu sehari? Enggak sempat tidur, enggak mandi, makan di depan laptop, udah kayak dikejar setan. Anak lu demam tapi lu cuma bisa ngasih obat dan membiarkan dia tidur di kamar karena lu harus kerja.
Belum?
Nah, jangan ngomong soal "halal" membajak buku dengan dalih kapitalisme. Enggak usah sok anti-kapitalis kalau lu enggak pernah mikir tentang nasib para buruh, kaum proletar di industri buku.
Dengan membajak buku, lu cuma ingin mengeruk keuntungan sebesar mungkin dengan modal sekecil mungkin. Bahkan lebih parah dari kaum kapitalis karena lu MENCURI.
Indonesia
Fitria Mayrani 리트윗함

Rajin baca buku juga berasosiasi dengan penurunan risiko kematian
Iya bener, risiko kematian
Cukup 30 menit per hari aja
Penelitian di jurnal Social Science & Medicine melibatkan 3.635 orang dewasa, menemukan bahwa mereka yang rutin membaca buku minimal 30 menit per hari punya risiko kematian 20% lebih rendah dibanding yang tidak membaca buku.
Reads with Ravi@readswithravi
The antidote for brain rot is books. The antidote for brain rot is books. The antidote for brain rot is books. The antidote for brain rot is books. The antidote for brain rot is books. The antidote for brain rot is books. The antidote for brain rot is books.
Indonesia













