Kita sendirilah yang akan mendapat faedah dari semua amalan kita. Maka jangan pernah menyesal atas perbuatan baik yang pernah dilakukan!
Karena sesungguhnya transaksi perdagangan kita adalah dengan Allah yang takkan pernah menyia-nyiakan balasannya.
﴿وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۙهُوَ خَيْرًا وَّاَعْظَمَ اَجْرًاۗ﴾
"Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya."
البر لا يبلى و الإثم لا ينسى و اللّه لا ينام, فكن كما شئت كما تدين تدان.
"Kebaikan tidak akan musnah, dosa tidak akan terlupa, dan Allah tidak akan tidur, maka jadilah seperti apa yang kamu suka, sebagaimana kamu berbuat maka seperti itu pula kamu akan dibalas."
“Tidaklah seorang pun diantara kalian melainkan hanya seorang tamu dan hartanya hanyalah barang pinjaman. Seorang tamu pasti akan pergi dan barang pinjaman akan dikembalikan kepada pemiliknya (yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala).”
Jangan bersedih ketika sesuatu yang paling engkau cintai luput dari genggamanmu.
Jadikan ayat di atas sebagai kaidah bahwa keindahan yang hilang, akan datang dengan sesuatu yang lebih indah dari sebelumnya.
“... Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu dan Dia akan mengampuni kamu." (QS. Al Anfal: 70)
Jangan kamu tanyakan kepada orang Yaman, "kenapa di negara mu nggak ada perayaan tahun baru?"
Atau kamu akan ditanya balik, "memang sekarang tanggal berapa?"
قال مالك بن دينار
كل جليس لا تستفيد منه خيرًا فاجتنبه
Berkata malik bin dinar:
Setiap perkumpulan yang tidak ada faedah kebaikan nya, maka tinggalkanlah