unknow

287 posts

unknow banner
unknow

unknow

@velisaaa___

가입일 Mart 2025
67 팔로잉50 팔로워
unknow 리트윗함
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, gue baru dengerin obrolan Vincent Verhaag dan Jedar di podcast dan ada beberapa hal yang bikin gue diem sebentar. Bukan karena dramatis. Tapi karena beda dari yang biasanya gue denger dari pasangan selebritis. Jedar bikin "pasal" buat rumah tangganya. Dan Vincent accept dan nurutin semua itu Isinya antara lain kalau aku marah kamu sabar. Kalau aku diam kamu harus peka. Kalau aku salah, kamu minta maaf lebih dulu. Di luar konteks kedengarannya satu pihak banget. Dan Vincent sendiri ngakui "agak NPD ya istrinya." Tapi yang menarik dia tetap accept. Bukan karena takut. Tapi karena dia baca pasalnya, setuju, dan nganggap itu bagian dari komitmen yang dia pilih. Dan pasal yang paling gue suka? Pasal 5 "Kamu boleh sukses setinggi langit. Tapi pulangnya tetap ke aku. Karena aku itu rumah, bukan alamat." Tapi yang paling bikin gue mikir bukan pasalnya. Tapi empat hal yang Jedar tetapkan sebagai garis merah sejak sebelum nikah dan ini nggak ada kompromi, nggak ada diskusi kalau udah kejadian. Narkoba cerai. Selingkuh cerai, harta jatuh ke istri. Judi cerai. KDRT cerai, harta dan hak asuh ke istri. Dan Vincent setuju bukan cuma di mulut. Tapi masuk ke perjanjian pranikah. Tertulis. Legal. Bahkan untuk El Barak anak Jedar dari pernikahan sebelumnya yang secara hukum bukan tanggung jawabnya Vincent masukin ke perjanjian bahwa dia akan tanggung jawab sama seperti anak kandungnya sendiri. Dan dalam keseharian ini bukan cuma omong kosong. Empat tahun menikah. Vincent bilang dia nggak pernah keluar malem tanpa istri. Nggak minum alkohol. Bukan karena dilarang tapi karena dia sendiri yang ngerasa "what am I doing here" setiap kali nyoba. "My target of having fun is at home." Dan waktu mereka sempat di titik paling berat baru nikah, COVID, uang hilang hampir Rp10 miliar kena penipuan, bayi baru lahir, susu nggak keluar karena istri stres mereka nggak sampai ke titik "mendingan pisah." Mereka cuma jadi jauh sebentar. Lalu balik lagi. Yang gue pelajarin dari cerita ini: Bukan soal pasalnya yang menguntungkan satu pihak. Bukan soal siapa yang lebih dominan dalam rumah tangga. Tapi soal satu hal yang jarang banget ada di pasangan manapun Aturan main yang jelas, disepakati dari awal, dan dipegang berdua. Banyak rumah tangga yang hancur bukan karena ketiadaan cinta tapi karena ketiadaan kesepakatan soal hal-hal yang nggak bisa dikompromikan. Jedar dan Vincent dengan semua keabsurdan pasal-pasalnya setidaknya tahu persis garis merahnya di mana. Dan Vincent tahu persis konsekuensinya kalau dia langkahi. Menua itu wajib. Bosen itu haram. Gampang diucapkan. Susah dijalankan. Tapi kalau lo udah nentuin dari awal bahwa bosan bukan pilihan bukan karena romantis, tapi karena sadar bahwa lo yang tua bareng orang itu, bukan anak-anak mungkin persepsinya beda.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
68
2.2K
11.6K
814.8K
unknow 리트윗함
unknow 리트윗함
ivy ⋆˚࿔
ivy ⋆˚࿔@eufrasiart·
gw ngetweet gamau kerja bukan berarti gw beneran gamau kerja. besok juga bakal bangun subuh, siap2, terus berangkat kerja... emg napa sih orang ngeluh doang diseriusin, daripada autoimun nanti 🙏
Indonesia
186
14.5K
36.4K
596K
unknow 리트윗함
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Unpopular Opinion. Saya menjawab berdasarkan analisis pribadi. Menurut saya jodoh adalah satu-satunya orang yang mampu untuk menerima kelemahan terbesar pasangan seumur hidup. Seringkali defenisi jodoh disebutkan sebagai orang terbaik. Maaf, saya tidak sepenuhnya setuju dengan statement tersebut. Pernyataan ini seperti mengartikan apabila tidak berjodoh artinya dia adalah orang buruk. Belum tentu. Diluar sana banyak kok pasangan berkepribadian baik, satu visi dan misi, sefrekuensi, financial stable, sudah matang, namun tidak berjodoh. Karena apa? Karena Tuhan tahu bahwa dia bukan orang yang mampu untuk menerima kelemahan terbesar pasangannya seumur hidup. Benar selama berpacaran mereka sudah saling mengenal kekurangan masing-masing, tapi kan itu hanya apa yang terlihat. Bagaimana untuk yang belum terlihat? Perjalanan sesungguhnya belum dimulai. Masing-masing individu masih berlomba menampilkan versi terbaik karena dalam fase mabuk asmara atau pacaran. Mari kita lihat case ini bersama-sama: Case 1, pria dengan sifat tempramen memiliki istri seorang Ibu rumah tangga. Mereka sudah menikah 45 tahun. Tidak ada perceraian hingga maut memisahkan. Apakah dia pasangan terbaik? Tentu tidak. Memang kebaikan apa yang bisa didapatkan dari pria tempramen? Tidak ada. Lalu mengapa mereka berjodoh? Karena hanya sang istri satu-satunya dari miliaran wanita di dunia yang mampu menerima kelemahan suami. Memiliki hati yang sabar dan sangat luas untuk bisa menghadapi suami setiap hari sampai maut memisahkan mereka, sehingga Tuhan mempersatukan mereka. Case 2, wanita dengan IQ 100 alias sedikit lemot menikah dengan seorang dokter. Perbedaan yang mencolok seperti film drama korea. Padahal mantan sang dokter adalah seorang pramugari. Lalu mengapa dia berjodoh dengan si lemot bukan pramugari? Sama seperti case 1, karena hanya sang dokter lah pria yang mampu menerima kelemotan istrinya untuk seumur hidup, sehingga Tuhan mempersatukan mereka. Walaupun setiap hari puyeng menghadapi istri, namun mereka tidak akan bercerai selain dipisahkan oleh kematian. Case 3, bagi pembaca yang sudah menikah mari melihat kembali kelemahan pasangan masing-masing. Jangan menggeneralisir seperti pemalas, tukang ngambek, itu adalah sifat umum. Tapi cek kembali kelemahan spesifik yang paling buruk. Apakah kamu sanggup bertahan? Tentu iya. Kemudian intropeksi kelemahan diri sendiri. Apakah pasangan sanggup menerima? Tentu saja sanggup. Jika tidak kalian pasti sudah bercerai. Ini hanya analisis saya pribadi, berdasarkan pengalaman diri sendiri, teman dan keluarga. Hal ini juga yang saya tanamkan ketika hubungan berakhir dengan mantan: pasti kedepannya bakal ada satu kelemahan terbesar dia yang nggak sanggup aku hadapi seumur hidup atau mungkin kelemahanku yang nggak sanggup dia hadapi, itulah mengapa kami nggak jodoh, huhhh baiklah.
Khanif Irsyad@khanifirsyad

Gimana tanda kalo dia adalah jodoh kita? Rasa tenang. Bukan perasaan yg menggebu2, tapi ada perasaan tenang yg aneh. Seperti pulang ke rumah setelah lama pergi. Seolah kita yakin, kalo dia jodoh kita. Bukan cuma cocoklogi. Selanjutnya, kita jg ngerasa jadi diri sendiri. Gak ada yg namanya kepura2an. Gak selalu jaim di depan dia. Gak ada kekurangan yg ditutupi. Dgn jodoh, topeng itu jatuh dgn sendirinya. Tanda lainnya, kalo diskusi sm dia kerasa beda. Sekalipun beda pendapat atau berdebat. Marah, tapi gak pengen menyakiti. Capek, tapi gak pengen pergi. Ego kita gak lebih besar dari kemauan utk ngejaga hubungan. Kalo kita ketemu dia, bawaanya pengen jadi versi yg lebih baik, bukan karena dituntut. Tapi, kehadirannya bisa menginspirasi utk terus tumbuh lebih baik. Katanya, jodoh itu tenang, aman, dan mendorong ke arah lebih baik. Ketemu jodoh itu ibarat menemukan bagian diri yg hilang. Dan ketika bersama seolah tubuh kita jadi lengkap. Ini kesimpulan yg saya dapatkan, dari hasil ngobrol sm orang lain dan ngerasainnya sendiri.

Indonesia
5
235
954
174.5K
unknow 리트윗함
Tararraraa
Tararraraa@ravenxlaww·
Kalau gua sendiri bedainnya gampang, dia konsisten apa enggak. KARENAA Social Exchange Theory menjelaskan bahwa setiap orang akan mengevaluasi hubungan dari cost dan reward. Intinya teorinya gini, dia cuma mau dapet sesuatu dari hubungannya atau sama-sama ingin membangun hubungannya? Yang cuma penasaran: – nyari reward cepat (attention, validation) – effort rendah, gampang mundur kalau ‘cost’-nya naik (ketemuan yuk? nggak dulu) Yang serius: – willing invest lebih (waktu, energi, komitmen) – tetap stay walaupun ada ‘cost’ (effort, kompromi, delay gratification) Kalau ada temen kamu yang curhat “aku tuh udah kasih segalanya buat dia, udah gatau lagi aku harus kasih apalagi, kenapa dia masih begitu ke aku”, PLIS CERAMAHIN TEMENNYA DAN SURUH MOVE ON JANGAN SAMPE DIA HARUS KE PSIKOLOG GRGR ORANG GABUT. Oiya netapin ekspektasi dari awal juga boleh banget loh, saling terbuka kalau hubungan kalian tuh lagi PDKT atau lainnya.
Matchamocha@Matchamochaay

Guys cara bedain orang yang cuma penasaran sama yang beneran mau serius tuh gimana ?

Indonesia
34
674
3.9K
119.6K
unknow 리트윗함
sarah ayu
sarah ayu@sibiwl·
"kenapa harus sama yang paham agama?" bayangin puasa 30 hari yang cuma ada setahun sekali aja masih MOKEL secara sadar. gimana diuji harta, tahta dan godaan dunia yg jauh lebih besar?
Indonesia
143
7.7K
30.8K
398.3K
unknow 리트윗함
dunia kegelisahan
dunia kegelisahan@IndonesiaFedera·
SIAPA YANG MENANGGUNG NAFKAH WANITA? 1. Sebelum menikah : ayahnya 2. Setelah menikah : suaminya 3. Jika bercerai atau suaminya wafat : anak laki-laki / cucu laki laki ( dari anak laki laki) 4. Jika tidak ada anak/ cucu laki laki : kembali ke ayah / atoknya 5. Jika ayah/ atoknya sudah wafat: saudara laki laki 6. Jika tidak ada : kerabat dari pihak ayah ( keponakan laki laki, paman, sepupu laki laki, meskipun ia punya penghasilan sendiri Sementara itu wanita tidak dibebani kewajibkan menafkahkan siapapun, meskipun Ia punya penghasilan sendiri Jika ada kesalahan silahkan koreksi🙏
Indonesia
444
7.1K
39.8K
1.7M
unknow 리트윗함
A y u
A y u@ketikanrandom·
Setara itu bukan harus sama pendidikannya, tapi nyambung cara berpikirnya. Bukan harus dari background yang sama, tapi punya value dan prinsip yang sejalan. Dan bukan soal siapa, kerja dimana, tapi seberapa luas cara dia ngelihat dunia, bisa saling mengisi & bisa saling tumbuh.
Indonesia
117
7.8K
21.7K
326.9K
unknow 리트윗함
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Dan gw mau jawab jujur tanpa nyalahin siapapun. Kenapa perempuan yang financially independent justru sering nyantol ke cowok yang tidak setara secara finansial atau bahkan tidak terlalu berusaha? Jawabannya bukan karena mereka bodoh. Bukan karena mereka tidak tau diri. Tapi karena ada kebutuhan yang tidak bisa dibeli dengan uang yang mereka hasilkan sendiri. Perempuan yang sudah bisa urus dirinya sendiri secara finansial kebutuhan paling dasarnya sudah terpenuhi. Tagihan bisa dibayar sendiri. Makan bisa sendiri. Liburan bisa sendiri. Jadi yang mereka cari dari hubungan bukan lagi stabilitas finansial. Yang mereka cari adalah rasa aman secara emosional. Kehadiran. Perhatian. Seseorang yang genuinely hadir buat mereka. Dan di sinilah ironisnya. Cowok yang finansialnya kuat dan ambisius sering terlalu sibuk. Terlalu fokus ke karir. Terlalu terdistraksi. Secara tidak sadar memperlakukan hubungan seperti item di to do list yang bisa ditunda. Sementara cowok yang mungkin tidak setara secara finansial justru punya lebih banyak waktu dan energi emosional untuk hadir. Lebih perhatian. Lebih bisa dengerin. Lebih bisa bikin perempuannya ngerasa dilihat dan didengar. Dan perempuan yang capek berjuang sendirian seharian pulang ke rumah butuh seseorang yang hadir. Bukan seseorang yang impressive di atas kertas tapi tidak pernah beneran ada. Tapi ini yang perlu digarisbawahi. Ada bedanya antara cowok yang memang tipe hadir secara emosional dengan cowok yang keliatan hadir tapi sebenernya sedang mencari kenyamanan dari perempuan yang sudah mapan. Yang pertama hubungan yang bisa tumbuh bersama. Yang kedua hubungan yang perlahan menguras si perempuan. Finansial. Emosional. Atau keduanya. Dan ini realita di Indonesia yang perlu dibicarakan lebih jujur. Banyak perempuan yang kuat di luar tapi di dalam tetap punya bagian dari dirinya yang ingin diurus. Yang ingin diprioritaskan. Yang ingin ada seseorang yang bilang 'udah gw yang handle, lo istirahat aja.' Itu bukan kelemahan. Itu manusiawi. Dan sayangnya kebutuhan itu kadang membuat mereka mengabaikan red flags yang kalau dalam kondisi kepala jernih mereka sendiri yang akan lihat pertama kali. Independent women bukan tidak butuh siapapun. Mereka cuma butuh sesuatu yang berbeda. Dan tidak semua orang bisa kasih itu.
Bardan - Digital Marketer@bardanslm

mengapa saya perhatikan independent women banyak nyantol ke mokondo??? apa karna independet women tidak merasa butuh uang lagi, jadi waktu dan perhatian lebih berharga dari itu semua? bagaimana menurutmu???

Indonesia
6
37
171
16.1K
unknow 리트윗함
Bapak2
Bapak2@BapakKerja·
penyebab fatherless, tolong perhatiin ini ya pak.. - adanya budaya patriarki yg kuat, bapak hanya cari nafkah, urusan ngasuh anak hanya sama ibunya - bapak kerja lembur terus, gada Waktu sama anak, ga ada bonding yg kebentuk - bapak kerjanya jauh dari keluarga, jarang ketemu - tuntutan ekonomi/finansial, jadi keterlibatan domestiknya minim - bapak tiba2 meninggal.. - bapak ngelakuin KDRT, jadi kehilangan sosok bapak ideal - bapak ga cari tau cara pengasuhan, jangan hadir secara fisik doang pak, harus hadir emosional jg
Bapak2@BapakKerja

News: Indonesia Peringkat 3 Fatherless Country di Dunia

Indonesia
65
2.2K
7.1K
209.8K
unknow 리트윗함
P
P@PikamonID·
Manifesting:
P tweet media
English
153
1.1K
3K
35.7K
unknow 리트윗함
vyooo
vyooo@vyowiz_·
Ini serius, cewek sekarang rata-rata lagi asik sendiri, royal sama diri sendiri, bisa beli apa-apa sendiri, kemana-mana cuma bawa temen cewek buat nongkrong. Jadi kalo lo mau masuk, pastikan lo itu bukan beban yang cuma modal pertanyaan : "udah makan belum sayang"
Indonesia
151
6.4K
23.3K
353.7K
unknow 리트윗함
Coach Kei
Coach Kei@KeiSavourie·
Nikah itu gak cuma butuh cinta. Harus ada komunikasi, kerja sama, toleransi, bersikap nice, dan saling menghargai. Karena pasangan nantinya akan jadi teman kamu seumur hidup. Teman cerita, teman makan, teman jalan, teman julid, teman ngopi, teman mengurus anak, teman berbagi senang dan sedih dalam hidup. Jangan terburu-buru. Salah pilih bisa bikin kamu ngerasa kesepian karena gak ada sosok teman hidup yang baik.
Indonesia
5
459
1.4K
35.8K
unknow 리트윗함
P
P@PikamonID·
“Anak-anak ga mungkin bisa belajar mencintai kalau dia nggak tahu caranya dicintai”
Indonesia
80
2.7K
12.4K
230K
unknow 리트윗함
michie
michie@cocachele·
gue yakin banget akan jadi golongan manusia yg (kalopun) nikah “just to legalize it” gue gamau nikah krn mau lanjutin keturunan, dibiayain hidup, dijodohin, atau alesan apapun selain pengen hidup bareng “my person” soulmate gue, my life partner. kayanya selain itu mending single
Indonesia
42
3.2K
12.8K
204.4K
unknow 리트윗함
muezza
muezza@runtuhq·
ternyata ketika kita mulai mandiri secara financial dan emotional, cara kita melihat hubungan juga ikut berubah. bukan karena kita jadi sombong, tapi karena kita mulai sadar kalau hidup sudah cukup penuh dengan tanggung jawab. jadi rasanya gak masuk akal aja kalau hubungan justru malah menambah beban pikiran. dulu mungkin kita pernah ada di fase takut sendirian. sampai akhirnya kita memaklumi banyak hal yang sebenarnya gak pantes dimaklumi, hanya agar hubungan itu tetep ada. tapi pas kita sudah belajar berdiri di kaki sendiri, ada sesuatu yang berubah dalam cara kita memandang orang lain. kita gak lagi melihat hubungan sebagai sesuatu yang harus dipertahanin dengan segala cara. 🌻
Indonesia
245
1.5K
3.8K
91.1K
unknow 리트윗함
Griffin
Griffin@griffinarks·
ada satu peraturan penting tidak tertulis dalam relationship yang mungkin sering di sepelekan, yaitu : “beritahu dia sebelum dia mengetahuinya. jika dia sudah bertanya terlebih dahulu, pastikan yang keluar dari mulutmu bukanlah sebuah kebohongan.”
Indonesia
38
1.4K
3.5K
79.4K