고정된 트윗
.
34.8K posts

. 리트윗함
. 리트윗함
. 리트윗함
. 리트윗함

Kalau lo umur 20-27, lo lagi hidup di fase paling undervalued: Indomie Era.
Ini fase di mana risk tolerance lo tinggi dan hampir setara dengan yang udah financial freedom.
Lo bisa:
- Tidur seadanya, besok ikut stand up meeting dgn muka normal
- Makan murah, tubuh bisa tetap produktif
- Klo bikin keputusan bodoh… dan masih bisa recover cepat
Sure, you lack money and skills.
Tapi lo punya satu hal yang orang umur 30-an akan bayar berapapun untuk dapetin lagi:
Total freedom and nothing to worry about. Waktu yang perfect untuk explorasi brutal hal-hal yang bikin lo penasaran.
Lo bisa quit, pivot, gagal, bangkrut dan comeback-nya cuma butuh indomie goreng sama wifi kos-kosan.
Kalau di umur segini lo main aman,
Bisa jadi lo mispricing terhadap hidup lo sendiri.
Karena masa ini ada expiry date-nya. Dan nggak ada yang akan kasih tau lo kapan dia habis.
Indonesia
. 리트윗함
. 리트윗함
. 리트윗함
. 리트윗함

Gue punya temen cewek namanya Amel.
Pintar, mandiri, dan waktu nikah semua orang bilang dia beruntung banget.
Suaminya kerja bagus
penghasilan oke,
sayang banget sama dia.
Dan karena semua itu Amel berhenti kerja.
Ngapain capek-capek, suami gue udah cukupin semua.
Gue nggak bilang apa-apa waktu itu.
Karena secara logika masuk akal.
Tahun pertama sampai ketiga
semua baik-baik aja.
Amel ngurusin rumah.
Suami cari duit.
Hidup terasa lengkap.
Tapi pelan-pelan gue mulai notice sesuatu.
Amel yang dulu berani berpendapat mulai jarang ngomong kalau beda pendapat sama suaminya.
Amel yang dulu spontan mau nongkrong sekarang selalu nanti tanya suami dulu.
Dan waktu gue tanya "Mel, lo nggak kangen kerja?"
Dia jawab "Kangen sih.
Tapi nanti suami gue ngerasa nggak dibutuhkan."
Tahun kelima semuanya berubah.
Kantor suaminya kena efisiensi besar-besaran.
Di-PHK tanpa pesangon yang cukup.
Dan tiba-tiba satu penghasilan yang selama ini jadi satu-satunya sumber kehidupan mereka, hilang.
Amel mau balik kerja.
Tapi gap-nya udah 5 tahun. Industri udah berubah. Koneksinya udah banyak yang putus.
CV-nya terasa ketinggalan zaman.
Dan yang paling berat bukan soal keuangannya tapi soal dynamic yang berubah di dalam rumah tangga mereka.
Suaminya yang tadinya provider tiba-tiba merasa kehilangan identitas.
Dan Amel yang tadinya dependent tiba-tiba harus jadi tulang punggung tanpa persiapan apapun.
Dua orang yang saling sayang tapi nggak siap untuk skenario yang seharusnya mereka antisipasi dari awal.
Dan ini yang gue pelajarin dari cerita Amel.
Punya penghasilan sendiri bukan soal nggak percaya sama suami.
Bukan soal "gue harus mandiri karena suami gue pasti selingkuh."
Bukan soal emansipasi yang dipaksain.
Tapi soal satu hal sederhana yang sering kita lupa
Dunia ini nggak berjalan sesuai rencana.
Dan lo nggak bisa mendelegasikan seluruh ketahanan hidup lo ke satu orang.
Suami yang baik bisa kena PHK.
Suami yang sehat bisa tiba-tiba sakit.
Suami yang setia bisa burnout dan berubah.
Dan kalau di titik itu lo nggak punya apa-apa atas nama lo sendiri bukan rekening, bukan skill, bukan network lo nggak punya pilihan.
Dan ketiadaan pilihan itu yang paling berbahaya bukan karena lo miskin, tapi karena lo jadi terpaksa bertahan di situasi yang harusnya bisa lo tinggalkan.
Amel sekarang udah balik kerja.
Prosesnya nggak mudah dan nggak cepat.
Tapi dia bilang satu hal ke gue yang gue inget sampai sekarang
Gue bukan nggak percaya sama suami gue.
Gue cuma nggak mau jadi orang yang nggak punya pilihan kalau hal yang nggak gue inginkan terjadi.
Punya penghasilan sendiri bukan ancaman buat rumah tangga.
Itu justru salah satu fondasi yang bikin rumah tangga bisa bertahan karena dua orang yang saling backup jauh lebih kuat dari satu orang yang nanggung semuanya.
R.A. Kartini udah bilang ini lebih dari 100 tahun yang lalu.
Dan kita masih debatin hal yang sama.
YAPPINGFESS@yappingfess
yap! apa cuma aku yang apa apa selalu dibeliin cowo aku 🥹🥹 ternyata cewe ga harus punya pengasilan sendiri kalo cowonya bener 🥰
Indonesia
. 리트윗함

sejujurnya kl hubungan km sehat dan respect each other, hal ini ngga bakal terjadi sih.
kl dia sayang km, hrsnya gabakal ngelakuin hal-hal yg bikin worry & questioning your self worth.
hubungan hrsnya bikin km merasa aman & nyaman, bukan malah berusaha ga cari tau karena takut.
cila@toxipc
sepenasaran penasarannya lu jangan cek akun pasangan lu. jangan liat dia follow siapa, like foto siapa atau apapun itu kalau lu masih mau hidup waras.
Indonesia
. 리트윗함

Kayaknya gue… lagi perlahan keluar dari mode bertahan hidup ya? 🥹
Hal-hal kecil yang dulu biasa aja, sekarang malah kerasa enak banget. Kepanasan terus masuk kamar yang ada Kipas nya aja beuh nikmat. Sarapan risol sama teh anget, nikmat. Sholat sama ngaji yang terasa adem lembut, nikmat. Abis sapu pel liat lantai kinclong wangi, nikmat.
Kayaknya hampir tiap hari kepikiran, “Ya Allah, kenapa nikmat dari-Mu tuh bisa senikmat ini sih…” 😇
Indonesia
. 리트윗함
. 리트윗함

Aku pribadi:
- Tidur sepanjang hari (fase stress berat)
- Mulai olahraga, jogging, gym (stress relief)
- Makan makanan sehat (mengubah pola makan)
- Memperbaiki pola tidur, gak begadang (biar bisa bangun pagi dan menghirup udara segar saat jogging)
- Mulai menuliskan hal-hal yang bikin stress di buku tulis.
- Memetakan permasalahan, mencari akar masalah, merumuskan langkah selanjutnya.
- Bikin timeline penyelesaian masalah dan membayangkan secara spesifik pelaksanaannya.
- Melanjutkan fase hidup sehat sambil melaksanakan semua perencanaan.
Stress itu respons tubuh dan mekanisme pertahanan diri terhadap kejadian yang dianggap sebagai ancaman, bahaya, ataupun tekanan.
Bagiku, stress menjadi alarm alamiah untuk aku harus bertumbuh dan mencari cara agar tidak lagi dalam keadaan bahaya.
Ibarat mau jalan ke suatu tempat, tetapi ada batu besar yang menghalangi. Perlu cara untuk tetap sampai ke tempat tersebut. Batu besar itu merupakan stressor, cara mencapai tujuannya merupakan stress relief. Jadi, alih-alih menghindar, menghadapi masalah justru membuat aku tidak stress.
cya@moowinterus
Serius nanya,Kalau ada orang yang nggak suka rokok, nggak minum alkohol, dan nggak main judol, biasanya kalau lagi stres atau frustasi mereka ngapain ya?
Indonesia
. 리트윗함

sedikit tips buat yang suka ngopi di kafe:
jangan langsung pesen "es kopi susu satu" tanpa nanya.
coba biasain tanya ke baristanya mereka pake biji kopi apa.
soalnya jenis kopi itu pengaruh banget ke perut.
kalo lu punya lambung sensitif, mending cari yang arabika.
kadar kafeinnya lebih rendah dibanding robusta, jadi lebih aman dan nggak bikin deg-degan parah.
daripada asal pesen terus malah kumat..
CMIIW
YSPSFAGSIL Updates 🅴@QUEERAUSAHAAN
Gw hampir meninggal waktu minum kopi kenangan btw 💔💔💔
Indonesia
. 리트윗함











