xpct.

128.7K posts

xpct. banner
xpct.

xpct.

@0expctation

reduce ur expectation to zero.

Katılım Aralık 2016
2.3K Takip Edilen1.6K Takipçiler
xpct. retweetledi
Habis Nonton Film
Habis Nonton Film@HabisNontonFilm·
Confirmed! Ryan Adriandhy sedang mempersiapkan naskah untuk film kedua NA WILLA. Kabarnya di sekuel ini, lebih banyak menggali sisi hubungan Na Willa dengan ayahnya. Mari kita doakan agar lancar!
Habis Nonton Film tweet mediaHabis Nonton Film tweet media
Indonesia
115
873
8.4K
192.9K
xpct. retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
GAK LUCU SAMA SEKALI SUMPAH! INI BAHAYA BANGET! Gue jelasin ya, sambil marah-marah. Istana balon yang kempes mendadak bisa menyebabkan anak terperangkap di dalam situ dan mengalami KEKURANGAN OKSIGEN. IYA OKSIGEN! Tau kan apa yang akan terjadi kalo kekurangan oksigen?! Nah GAK CUMA ITU! Masih ada risiko kesehatan lain yaitu: - Trauma kompresi (compression injury) karena berat material yang roboh bisa menekan dada, perut, atau leher anak, menyebabkan kesulitan bernapas lebih parah (traumatic asphyxia) atau bahkan patah tulang rusuk. - Cedera kepala, leher, atau tulang belakang yang dapat terjadi saat struktur tiba-tiba jatuh, anak bisa terbentur atau terjepit. Kalo sampe cedera di bagian tubuh itu, ada risiko gangguan saraf bagi anak yang terjebak di sana. - Panik dan trauma psikologis. Anak kecil yang terjebak akan sulit untuk berteriak keras di bawah material tebal, sehingga penyelamatan tertunda. Ini bisa menimbulkan stres berat, bahkan gangguan psikologis jangka panjang. DAH! Semoga gak ada yang niru-niru kaya gitu! GAK LUCU!
Yuk Berisik@sharpandshark

DETIK-DETIK TRAGEDI: Ketika 'Kenakalan' Berubah Menjadi Bahaya Maut 🚨🚨🚨 ​"Video ini bukan sekadar tentang anak nakal, tapi tentang potensi bahaya fatal yang sering kita sepelekan. ​Terlihat jelas bocah tersebut tertawa sambil menyayat dinding balon. Padahal, istana balon sangat bergantung pada stabilitas tekanan udara. Begitu bocor, material berat tersebut akan mengempis dan bisa mengurung anak-anak di dalamnya.

Indonesia
94
1.7K
6K
287.3K
xpct. retweetledi
Si Juki
Si Juki@JukiHoki·
Trotoar di Indonesia emang harusnya begini. Teduh dan langsung bisa mengakses berbagai kegiatan ekonomi. Asal gak dipake parkir motor aja sih
Si Juki tweet media
Indonesia
88
506
3.2K
308.9K
xpct. retweetledi
Ify Alyssa
Ify Alyssa@ifyalyssa·
Sumpah X tuh kayak beda dunia lagi ya 😂
Indonesia
142
119
3K
110.2K
xpct. retweetledi
è.
è.@1998ur_·
Mungkin setelah ini Mark bakalan balik ke Kanada dan menjadi rakyat biasa😔😔😔
Indonesia
453
7.3K
37.7K
660.6K
xpct. retweetledi
sosmed keras
sosmed keras@sosmedkeras·
sosmed keras tweet media
ZXX
32
319
5.8K
131.7K
xpct. retweetledi
𝕯𝖚𝖗𝖊𝖓
SEKARANG Private Jet jadi TREND MENTERI EFISIENSI hanya tuk jelata .
𝕯𝖚𝖗𝖊𝖓 tweet media𝕯𝖚𝖗𝖊𝖓 tweet media𝕯𝖚𝖗𝖊𝖓 tweet media
Indonesia
44
3K
7.6K
105.2K
xpct. retweetledi
Aurelia V
Aurelia V@senjatanuklir·
Aurelia V tweet media
ZXX
9
543
5.7K
31.8K
xpct. retweetledi
𐙚Dorippu
𐙚Dorippu@andori·
Alhamdulillahh lancar operasi vasektomi 🎉 MasyaAllah Suamiku terkeren😭🥹💗
𐙚Dorippu tweet media
𐙚Dorippu tweet media
Indonesia
672
3.8K
27.9K
3.4M
xpct. retweetledi
Indonesian Pop Base
Indonesian Pop Base@iPopBase·
Ariel Noah as Dilan in the trailer for ‘Dilan ITB 1997’: “Terima kasih, Soeharto.”
Indonesian Pop Base tweet mediaIndonesian Pop Base tweet media
Indonesia
164
332
3.6K
595.4K
xpct. retweetledi
Phoenix
Phoenix@sodaqueee·
Ya Allah manifest jadi orang tua yang settle secara mental & financial biar kalo punya anak bisa support pendidikan+karirnya
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, Safiera cewek Indonesia yang SMA di Korea pakai beasiswa, lanjut S1 double major ilmu komputer dan bisnis teknologi di kampus riset top Korea, publikasi jurnal ilmiah tahun ketiga, nulis buku Kimchi Confessions tentang kehidupan nyatanya merantau baru ngobrol sesuatu yang menurut gua adalah salah satu obrolan paling penting yang perlu didengar oleh perempuan muda Indonesia sekarang. Dan gua mau mulai dari kalimat yang paling nyakitin yang pernah dia terima dari teman sekolahnya sendiri. "Ngapain belajar capek-capek, bukannya nanti nikah juga digituin?" Safiera bilang waktu itu dia bingung mau jawab apa. Tapi sekarang setelah dia ngelewatin semua yang dia ngelewatin SMA di Korea, kuliah double major, publikasi jurnal, nulis buku dia punya jawaban yang sangat jelas dan sangat tidak bisa dibantah. Perempuan yang tidak berpendidikan tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dia merugikan anak-anaknya. Karena ibu adalah madrasah pertama. Sekolah pertama yang pernah dimasuki setiap manusia di muka bumi adalah pangkuan ibunya. Dan ibu yang tidak berpendidikan akan melahirkan generasi yang tidak berpendidikan. Bukan karena anaknya bodoh tapi karena fondasinya tidak dibangun dengan benar dari awal. Dan ini bukan opini Safiera semata. Ini fakta yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh data pendidikan global. Tingkat pendidikan ibu adalah prediktor terkuat dari tingkat pendidikan anak jauh lebih kuat dari pendapatan keluarga, fasilitas sekolah, atau bahkan tingkat pendidikan ayah. Tapi gua mau mundur dulu dan cerita soal perjalanan Safiera karena ini yang bikin semua pemikirannya punya bobot yang beda dari sekadar teori. Safiera bukan anak kaya yang tinggal di Jakarta dengan akses ke semua fasilitas. Keluarganya naik turun secara ekonomi. Tapi orang tuanya punya satu prinsip yang tidak pernah diganggu gugat apapun yang terjadi dengan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak tidak boleh dikompromikan. Ketika ekonomi lagi di titik paling bawah, prioritas tetap sekolah dan les dan lomba. Karena kata orang tuanya kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tapi kami bisa mewariskan pendidikan. Dan dari situ Safiera dan kakak-kakaknya semua perempuan, semua beasiswa luar negeri, semua jurusan STEM membuktikan bahwa investasi itu benar. Safiera mulai ikut lomba matematika dari kecil. Dari situ dia ketemu kakak kelasnya yang SMA di Korea. Dari situ dia daftar beasiswa yang sama. Dan dari situ dimulailah perjalanan yang kata Safiera sendiri tidak pernah dia bayangkan seindah dan seberat itu secara bersamaan. Korea itu bukan seperti di drama. Safiera bilang ini dengan sangat tegas dan sangat perlu didengar oleh siapapun yang punya romantisasi berlebihan tentang Korea dari tontonan K-drama atau K-pop. Teman-temannya di Korea itu naturally gifted banyak yang memang lahir dengan kapasitas kognitif luar biasa. Tapi yang membuat mereka benar-benar menakutkan bukan kecerdasan bawaannya. Yang menakutkan adalah disiplinnya. Ketika Safiera pulang ke Indonesia liburan, teman-temannya di Korea malah masuk bimbel. Ketika Safiera main, mereka belajar. Dan ketika Safiera baru mulai belajar dua minggu sebelum ujian dengan penuh persiapan ada teman Korea-nya yang belajar dua hari tapi tetap lebih bagus hasilnya karena fondasi mereka sudah dibangun selama bertahun-tahun tanpa henti. Dan dari tekanan lingkungan sekeras itulah Safiera menemukan sesuatu yang sangat berharga dia tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuannya sampai dia dipaksa oleh lingkungan untuk mendorong batas itu. Itu yang dia sebut sebagai hadiah terbesar dari pengalaman Korea. Bukan gelarnya. Bukan jaringannya. Bukan pengalamannya tinggal di luar negeri. Tapi kenyataan bahwa dia sekarang tahu ternyata dia bisa lebih dari yang dia kira. Dan dari sini Safiera kasih tiga hal yang menurut dia paling menentukan keberhasilan dalam belajar dan ini berlaku untuk siapapun, bukan hanya pelajar beasiswa. Yang pertama adalah mental baja. Bukan kecerdasan. Bukan bakat. Tapi kemampuan untuk tidak menyerah waktu gagal, waktu nilainya jelek, waktu teman-teman lebih bagus. Daya juang itu lebih penting dari IQ karena IQ tidak bisa berkembang kalau orangnya berhenti sebelum mencapai batasnya. Yang kedua adalah disiplin. Dan Safiera bilang sesuatu yang sangat mengena dia lebih takut sama orang yang disiplin dan kerja keras daripada orang yang pintar. Karena orang pintar yang tidak disiplin sering berhenti sebelum potensinya keluar sepenuhnya. Tapi orang yang mungkin tidak sepintar dia tapi konsisten dan disiplin mereka secara mengejutkan bisa melampaui si genius yang tidak punya etos kerja. Yang ketiga adalah time management berbasis prioritas. Safiera bilang dia belajar untuk membedakan mana pelajaran yang butuh 20 persen effort tapi menghasilkan 80 persen hasil dan mana yang butuh effort lebih besar. Tidak semua hal perlu diperlakukan dengan intensitas yang sama. Yang penting adalah tahu mana yang paling menentukan dan fokuskan energi terbesar ke sana. Dan tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke cewek pintar di Indonesia soal jodoh dan nikah dan apakah pendidikan tinggi tidak justru mempersulit mencari pasangan Safiera jawabnya sangat cerdas dan sangat tidak minta maaf. Dia bilang perempuan yang mengejar pendidikan tinggi sebenarnya sedang melakukan seleksi alamiah terhadap calon pasangannya. Laki-laki yang minder melihat perempuan berpendidikan tinggi itu bukan kerugian bagi perempuan. Itu informasi gratis bahwa dia bukan orang yang tepat. Karena kalau dari awal dia sudah tidak mendukung semangat belajar pasangannya, bagaimana dia akan mendukung semangat belajar anak-anaknya nanti? Dan dari perspektif agama pun Safiera punya jawaban yang sangat kokoh. Nabi Muhammad bilang menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Farida. Wajib. Bukan anjuran. Bukan opsional. Wajib. Dan ada bidang-bidang ilmu yang secara spesifik harus diisi oleh perempuan kedokteran kebidanan, pendidikan di sekolah perempuan, dan sebagainya. Jadi perempuan yang tidak berpendidikan bukan hanya merugikan dirinya dia meninggalkan kekosongan yang tidak bisa diisi oleh siapapun selain dirinya.

Indonesia
19
3K
17.1K
297.3K
xpct. retweetledi
unmag
unmag@unmagnetism·
buat podcast2, pagi2 ambyar dan acara sejenis TOLONG JANGAN UNDANG ORANG YANG NGERASA MIRIP ALM VIDI ALDIANO ITU
Indonesia
146
728
9K
199.8K
xpct. retweetledi
Jawafess
Jawafess@jawafess·
Lur 😭
Jawafess tweet media
161
1.3K
6.8K
90.8K
xpct. retweetledi
Tuan Utan
Tuan Utan@Tuanrajaharimau·
Ada 3 jenis Solat y mampu merubah hidup, 1. Tahajjud 2. Solat Qabliah Subuh 3. Solat Dhuha Kita istiqamah buat ya. Buat kerana Allah.
Indonesia
32
7K
34.8K
284.1K