Enton Pilbentim

43.8K posts

Enton Pilbentim banner
Enton Pilbentim

Enton Pilbentim

@EntonPilbentim

Katılım Şubat 2024
143 Takip Edilen209 Takipçiler
Enton Pilbentim retweetledi
Lambe Waras
Lambe Waras@abu_waras·
Siapa yang bekingin Ade Armando sehingga kebal hukum, padahal sudah jadi tersangka dari tahun 2017, tapi malah diangkat menjadi Komisaris PLN di 2025? #TangkapAdeArmando
Lambe Waras tweet media
Indonesia
149
337
477
6.1K
Enton Pilbentim retweetledi
ET Hadi Saputra 🍉🦉🇮🇩🏴‍☠️
Restitusi Pajak yang semakin Rumit. Pemerintah baru saja menerbitkan aturan main baru, yaitu PMK 28/2026, yang mengatur soal pengembalian kelebihan bayar pajak (restitusi). Kalau kita baca sekilas, judulnya tampak manis: menjanjikan proses yang lebih cepat agar uang perusahaan tidak mengendap terlalu lama di kas negara. Namun, bagi saya, aturan ini justru menyimpan "ranjau" birokrasi yang cukup mengkhawatirkan. Mari kita bedah dengan bahasa yang lebih sederhana kenapa aturan ini perlu kita waspadai. Larangan Mengoreksi Diri Masalah paling besar dalam aturan ini adalah soal *restatement* atau penyajian kembali laporan keuangan. Dalam akuntansi, kalau perusahaan menemukan kesalahan di masa lalu, mereka wajib membetulkannya agar laporan menjadi akurat. Itu namanya jujur. Tapi, lewat PMK 28/2026 ini, pemerintah seolah-olah bilang: *"Kalau Anda melakukan koreksi (restatement), Anda tidak boleh lagi minta pengembalian pajak jalur cepat."* Ini adalah sebuah paradoks. Wajib Pajak dipaksa memilih: mau jujur sesuai standar akuntansi tapi uang restitusi tertahan lama, atau pura-pura tidak tahu ada kesalahan supaya uang bisa cair cepat? Aturan ini secara tidak langsung menghukum perusahaan yang ingin transparan. Batasan 5 Persen yang "Kejam" Aturan ini juga memasang pagar yang sangat sempit. Kalau ada koreksi laba atau rugi yang selisihnya lebih dari 5%, hak Anda untuk dapat jalur cepat langsung gugur. Bagi perusahaan besar dengan transaksi yang sangat rumit, angka 5% itu sangat kecil. Sedikit saja ada perbedaan pencatatan, selisihnya bisa langsung melampaui batas itu. Namanya "Penelitian", Rasanya "Pemeriksaan" Pemerintah memang menjanjikan hanya akan melakukan *research* (penelitian) dokumen saja, bukan *audit* (pemeriksaan) lapangan yang melelahkan. Namun, dengan syarat-syarat yang makin ketat dan kaku, proses "penelitian" ini sebenarnya tidak jauh beda beratnya dengan diperiksa habis-habisan. Ini seperti ganti baju saja, tapi isinya tetap sama. Apa Dampaknya Bagi Anda? Kebijakan ini berisiko menciptakan suasana "takut jujur" di dunia usaha. Pengusaha mungkin akan berpikir seribu kali untuk membetulkan laporan keuangan mereka karena takut status "Wajib Pajak Patuh" mereka dicabut. Padahal, laporan keuangan yang benar adalah pondasi bisnis yang sehat. Catatan Secara hukum, uang kelebihan bayar itu adalah milik Wajib Pajak, bukan milik negara. Jadi, prosedur administrasi seharusnya tidak boleh dipakai untuk menghalang-halangi pengembalian hak tersebut. Jangan sampai niat baik perusahaan untuk memperbaiki laporan keuangan justru dijadikan senjata untuk "menyandera" uang mereka sendiri. Negara harus adil: kalau memungut pajak ingin cepat, maka mengembalikan yang bukan haknya pun jangan dibuat berbelit-belit.
ET Hadi Saputra 🍉🦉🇮🇩🏴‍☠️ tweet media
Indonesia
2
6
17
2.4K
Enton Pilbentim retweetledi
Enton Pilbentim retweetledi
222 Mountains For 🇵🇸
222 Mountains For 🇵🇸@kafiradikalis·
...Bayangkan kalau umat Islam yg mengatakan ini dalam dimensi yg berbeda. Tapi karna yg mengatakan adalah Laskar Kristus maka mustahil rame. Pokoknya, no Islam no rame... (``,)
222 Mountains For 🇵🇸 tweet media
Indonesia
33
79
265
6.6K
Enton Pilbentim retweetledi
Patricia Marins
Patricia Marins@pati_marins64·
The UAE doubles down, risking the social contract On May 3rd, Iran confirmed that the United Arab Emirates (UAE) used fighter jets to bomb Iranian territory. This comes weeks after Iran downed at least four Chinese-made Wing Loong drones. At that time, Tehran was uncertain whether the drones belonged to the UAE or Saudi Arabia, as both operate the same model. Today, Iran confirmed that the UAE has fully entered the war, deploying both drones and manned aircraft. Until now, the Emirati regime had denied any offensive collaboration with the coalition. In the first week of the war, Abu Dhabi claimed it had not authorized the use of its soil or airspace for strikes against Iran. This proved to be a mere performance. As soon as Iran began targeting HIMARS positions on UAE soil, hundreds of American soldiers sought refuge in hotels across Dubai, Abu Dhabi, and Ras Al Khaimah. In recent weeks, the UAE has stopped hiding its collaboration with Israel. During the recent truce, Emirati officials attended a meeting in Israel alongside the Commander of CENTCOM. By doing so, the UAE sealed its role as Israel’s staunch ally, a stance that goes beyond military cooperation and is marked by a deep diplomatic rupture with Saudi Arabia. The UAE now finds itself in a geopolitical sandwich: Iran to its front, Saudi Arabia at its rear, and Qatar, with whom relations were only recently restored, at its side. This posture, dictated by Abu Dhabi, is extremely dangerous on economic, military, and social levels. The UAE was built on a Social Contract: the government provides wealth, security, and world-class services in exchange for absolute political loyalty. This contract depends on a strong economy; as long as prosperity is guaranteed, most citizens accept foreign policy decisions, even if they disagree with them. Currently, the greatest social risk is religious, the fear that the alliance with Israel will be perceived as a betrayal of Islam. To mitigate this, Abu Dhabi invests heavily in the narrative of Moderate Islam and coexistence (exemplified by the Abrahamic Family House), attempting to reframe the alliance as a tool for peace rather than war. All this occurs while the UAE maintains one of the world’s most sophisticated internal surveillance systems, ensuring any organized dissent is neutralized before it gains momentum. The UAE has decided to bet everything against Iran, but why is this a high-stakes gamble? Because no one expects regime change in Iran anymore. On the contrary, the Iranian government appears solid. This is where Abu Dhabi’s strategy begins to threaten its own survival. The UAE is now Iran’s primary target. In a possible second phase of the war, the scale of the Iranian retaliatory strike will be devastating now that they have confirmed Emirati jets are bombing Iranian facilities. Even looking toward the future, this move may be the final nail in the coffin for everything the UAE has built. Full article: open.substack.com/pub/global21/p…
Patricia Marins tweet media
English
98
834
2.3K
140.1K
Enton Pilbentim retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Innalillahi wa Inna ilaihi rojiuun. Saya baru dapat postingan Fufufafa yang ini. Sejahat dan sebrutal ini penghinaan Fufufafa kepada Presiden @prabowo dan putranya mas Didiet. Kita sudah tahu siapa pemilik akun Fufufafa ini, tidak usah tedeng aling-aling. Kenapa dibiarkan oleh negara?
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
81
347
849
19.2K
Enton Pilbentim retweetledi
stafsus Colonial⚔️🛡️
Bude bude femi yang ngajarin kalian zina konsen, membenci rumah tangga, aborsi, jadi budak korporasi dll itu juga menyesal kok Mereka cari teman aja buat di panti jompo 🤣🤣🤣
stafsus Colonial⚔️🛡️ tweet media
Indonesia
3
9
55
1.6K
Enton Pilbentim retweetledi
Mas P1yu🍉🇮🇩
Mas P1yu🍉🇮🇩@Piyusaja2·
Habib Rizieq tanggapi pernyataan Prabowo 'kabur aja ke Yaman', ini akibat Jenderal Baliho
Indonesia
130
710
2.4K
94K
Enton Pilbentim retweetledi
Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi·
Karyawan yang gajinya UMR dipajakin sama negara. Gaji pejabat dan anggota DPR pajaknya ditanggung oleh negara. Keadilan sosial bagi seluruh pejabat Indonesia.
Indonesia
61
1.9K
3.7K
31.1K
Enton Pilbentim retweetledi
Nunaaa ❤️🖤
Nunaaa ❤️🖤@semurbetawi_·
Di thread jd ajang istri2 curhat soal kelakuan suami, mertua dan ipar nya. Tp pas ada laki2 bikin thread soal aib istri, laki2 milih ngumbar kebaikan istri2 nya.... Pantesan wkt itu ada konten para suami ditanya nyesel ga nikah? Jawabannya semua bilang enggak.
Nunaaa ❤️🖤 tweet mediaNunaaa ❤️🖤 tweet media
Indonesia
24
82
413
20.3K
Enton Pilbentim retweetledi
stafsus Colonial⚔️🛡️
Perempuan gila kek gini yang sebenarnya bikin kata SEPAKAT itu efektif Apa yang mau di debat? Statistik menunjukkan, motif pembunuhan terbanyak itu dendam Asmara (perselingkuhan, hamil diluar nikah dll) no 2 Ke 3 ekonomi Kalian dilarang berzina malah ngamuk Kan tolol
stafsus Colonial⚔️🛡️ tweet mediastafsus Colonial⚔️🛡️ tweet media
Indonesia
2
7
26
1K
Enton Pilbentim retweetledi
Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi·
Program unfaedah dan mubazir. MBG lebih sering tak dimakan sebab mamanya udah beri bekal dari rumah. Dan dari gaya berpakaiannya mereka ini sepertinya anak2 dari keluarga mapan.
Indonesia
141
559
1.7K
71.3K
Enton Pilbentim retweetledi
alfatih@
alfatih@@alfatih212426·
Dubes Iran Kunjungi HRS.. bisa di usir nih HRS ke Yaman harap maklum termul antek Asing Aseng anti Yaman .. instagram.com/reel/DX3nrv_zn…
Indonesia
0
0
2
31
Enton Pilbentim retweetledi
Abu Hanan
Abu Hanan@hanan052020·
Karena patokan lu barat sih, dulu gelap dengan jaman dark ages nya.. Sebaliknya, Islam tdk demikian. Sebutlah Zubaidah binti Ja'far (w. 831 M), dikenal dengan karya infrastrukturnya, termasuk membangun saluran air untuk peziarah di Mekah. Mundur lagi ke belakang, ada tabi'in perempuan terkemuka, Imam Malik meriwayatkan hadits darinya, Ayahnya Sahabat Nabi SAW terkemuka, yakni Sa'ad bin Abi Waqqas. Perempuan tsb adalah Aisyah binti Sa'ad bin Abi Waqqas, seorang perempuan ahli fikih/hadis terpercaya dari Madinah.
7Dream Forever@nanadream00

Eh perempuan baru bisa akses pendidikan formal itu baru abad 20 awal dan lu kaget yg megang nobel mostly cowok. Nah sekarang lu liat statistik gender mana yg mendominasi pendidikan formal sekarang

Indonesia
10
88
375
12.9K
Enton Pilbentim retweetledi
History Speaks
History Speaks@History__Speaks·
This is completely organic and not at all weird!
History Speaks tweet media
English
86
890
4.8K
140.9K
Enton Pilbentim retweetledi
MinDos
MinDos@dosenkesmas·
Kejadian dulu, diperbaiki kemudian Viral dulu, ditindaklanjuti kemudian Kejadian dulu, diperbaiki kemudian Viral dulu, ditindaklanjuti kemudian Kejadian dulu, diperbaiki kemudian Viral dulu, ditindaklanjuti kemudian Kejadian dulu, diperbaiki kemudian Viral dulu, ditindaklanjuti kemudian Bahkan tetap ada yg ga diperbaiki atau ditindaklanjuti... Alasannya? 1. Anggaran dipangkas 2. Ga ada anggaran 3. Ga ada dalam perencanaan 4. Emang yaudah gitu aja..
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91

Kenapa plang sekolah tidak kunjung diperbaiki? "tidak ada alokasi anggaran."

Indonesia
2
71
114
2.4K
Enton Pilbentim retweetledi
Ryan Dawson
Ryan Dawson@RyLiberty·
Better than porn
English
1K
4K
50.4K
3.6M