Fakhrul Ramadhan
91.3K posts

Fakhrul Ramadhan
@Fakhruldan
ok





TERNYATA INI ALASAN RUPIAH DIBUANG ASING (MELEMAH) SEDERHANA, BI CETAK REKOR BELI SBN, DI ERA PRABOWO SAJA LEBIH DARI 500T PEMBELIAN OBLIGASI YG DIKELUARKAN KEMENKEU SBN DIKELUARKAN KEMENKEU UTK BIAYAI MBG, KOPDES, DINAS LN BI DAPAT DUIT DARIMANA? PRINTING MONEY DARI PERURI, ISTILAHNYA KANTONG KANAN, KANTONG KIRI, ASING SADAR, BUANG SBN, BAWA KABUR DOLLAR, RUPIAH SEMAKIN MELEMAH. DAN SEPERTINYA BELUM SELESAI NIH CYCLE NYA Sebelum masuk ke angka, perlu dipahami satu prinsip dasar: ketika bank sentral membeli surat utang pemerintah dalam skala besar dan berulang, itu bukan kebijakan normal. Itu adalah sinyal bahwa pasar tidak cukup menyerap SBN yang diterbitkan, dan pemerintah membutuhkan "pembeli darurat" untuk menjaga agar mesin utangnya tetap berjalan. Inilah rekam jejak BI membeli SBN, khusus sejak Prabowo dilantik Oktober 2024: Desember 2024 (akhir era transisi): BI telah membeli SBN sebesar Rp169,5 triliun sepanjang 2024, terdiri dari Rp62 triliun di pasar primer dan Rp107 triliun di pasar sekunder. Ini sudah jadi batu loncatan yang besar sebelum tahun berganti. April 2025: Hingga 22 April 2025, BI telah membeli SBN Rp80,98 triliun, terdiri dari Rp54,98 triliun melalui pasar sekunder dan Rp26 triliun melalui pasar primer. Juni 2025: Hingga 17 Juni 2025, total pembelian SBN BI mencapai Rp124,33 triliun, dengan Rp87,04 triliun melalui pasar sekunder dan Rp37,29 triliun melalui pasar primer. Agustus 2025: Hingga pertengahan Agustus 2025, BI membeli SBN lebih dari Rp186 triliun, mayoritas melalui pasar sekunder sebesar Rp137,80 triliun. September 2025: Per 16 September 2025, BI telah membeli SBN di pasar sekunder senilai Rp217,1 triliun. November 2025: Per 12 November 2025, BI melaporkan total pembelian SBN mencapai Rp273,9 triliun, termasuk pembelian untuk debt switching. Desember 2025 (akhir tahun): Selama tahun 2025, BI membeli SBN pemerintah senilai total Rp332,1 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp246,6 triliun dilakukan melalui skema debt switching. Januari 2026: Hingga 20 Januari 2026, pembelian SBN oleh BI mencapai Rp23,69 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp13,21 triliun. Maret 2026: Hingga 16 Maret 2026, BI telah membeli SBN sebesar Rp86,16 triliun di pasar sekunder. 2026 (keseluruhan rencana): Nilai debt switching yang direncanakan mencapai Rp173,4 triliun, setara dengan nilai SBN yang jatuh tempo pada tahun 2026. REKAP TOTAL SEJAK PRABOWO MENJABAT Jika dijumlahkan, hanya dalam kurun Oktober 2024 sampai akhir 2025 (sekitar 14 bulan pertama era Prabowo), BI membeli SBN sebesar lebih dari Rp500 triliun jika digabungkan antara sisa 2024 dan sepanjang 2025. Rinciannya: sekitar Rp169,5 triliun di 2024, lalu Rp332,1 triliun di 2025. Dengan target debt switching 2026 sebesar Rp173,4 triliun, dalam kurang dari 2 tahun menjabat, total paparan BI di SBN pemerintah bisa mendekati Rp700 triliun lebih. Per akhir April 2026, total kepemilikan BI di SBN yang dapat diperdagangkan mencapai Rp1.796 triliun atau setara 26,6 persen dari total SBN beredar. INI bukan angka kecil. BI kini menjadi pemegang SBN terbesar, mengalahkan perbankan nasional dan jauh di atas asing. Yang paling mencolok adalah lahirnya kebijakan burden sharing. BI dan Kementerian Keuangan sepakat membagi beban bunga SBN melalui mekanisme burden sharing, di mana masing-masing menanggung setengah, untuk mendanai perumahan rakyat dan Koperasi Desa Merah Putih. KALAU BAHASA PERBANKAN , INI SEPERTI SUDAH SISTEMIK, YANG ARTINYA TIDAK HANYA 1, 2 SISTEM YG TERHUBUNG. THE WHOLE SYSTEM. SEPERTI KARTU YG DIJAJARKAN, SAAT SATU RUNTUH SEMUA AKAN IKUT RUNTUH. SAAT ADA YG JATUH, IT GONNA HIT US HARD, HARDER THAN WE HAVE BEEN THROUGH SEHAT2 +62, SOMETHING BIG WILL HAPPEN























