Jonathan Evert

72 posts

Jonathan Evert banner
Jonathan Evert

Jonathan Evert

@jonathan_evert

Katılım Ekim 2025
0 Takip Edilen0 Takipçiler
Jonathan Evert retweetledi
Deoxide ™
Deoxide ™@TitaniumDeoxide·
Kenapa Otak Tidak Bisa Melupakan Orang Yang Pernah Berhubungan Intim Denganmu. Nah ini dia: 1. Oksitosin saat intim itu menciptakan attachment tanpa izin kamu dulu. 2. Sentuhan pertamanya masuk ke dalam memori permanen, yg tidak bisa di hapus meskipun sudah bertahun-tahun 3. Otak merekam aroma dan suara sekaligus, itulah kenapa pada lagu tertentu yang kamu dengar tiba-tiba buat perasaan jd gak karuan (sesak). 4. Semakin sering, maka semakin dalam ikatannya, kayak kecanduan yg gak ada obatnya. 5. itulah kenapa move on dari orang yang pernah berhubungan intim denganmu jauh lebih menyiksa dari pada putus biasa. nah..ada yg merasakan hal yang sama kah? 😁
Indonesia
36
253
1.4K
108.5K
Jonathan Evert retweetledi
dil
dil@byrob10x·
ternyata, peperangan sama orang tua tuh sesuatu yang nggak perlu kita menangin
Indonesia
103
671
3K
71.6K
Jonathan Evert retweetledi
Suskesorg
Suskesorg@Omsuskes·
Ada satu petugas ATC di Palu. Beliau jadi malaikat bagi banyak orang. Nama nya Anthonius Gunawan Agung. Kerjaannya kelihatan biasa. Duduk di menara. Ngatur pesawat datang dan pergi. Bukan pejabat. Bukan orang terkenal. Waktu gempa besar 2018, landasan kacau. Orang orang panik. Pilot minta izin lepas landas secepatnya. Dia bisa aja turun duluan. Nyelametin diri. Tapi dia memilih tetap di atas. Nunggu sampai pesawat terakhir bener bener lepas landas. Beberapa menit kemudian, menara roboh. Dia tidak sempat keluar. Puluhan orang di pesawat itu pulang hidup hidup. Namanya baru dikenal setelah dia tidak ada. Kita sering kira pahlawan itu yang viral. Padahal banyak yang kerjanya diam diam. Efeknya, seumur hidup orang lain. Rest In Peace 🫡
Suskesorg tweet media
meisha@meishato

give me your most ridiculous lore

Indonesia
145
6.4K
33.1K
1.1M
Jonathan Evert retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
jujur gw suka banyak trend yang diciptakan di gen Z sekarang ini.. - trend lari dibandingkan ke clubbing - trend minuman yang sehat, less sugar dsb.. - trend naik transportasi umum - trend mereka yang ‘gak gila kerja’ masih mikirin kesehatan mental - trend mereka yang berani speak up di kantor - trend wedding no resepsi!! menghapus gengsi apalagi ya...
Indonesia
49
357
2.2K
109.5K
Jonathan Evert retweetledi
RisangP
RisangP@rsngprad·
90% meeting cuma buang waktu. Duduk satu jam, bahkan lebih, tapi ga ada keputusan nyata yang keluar Di dunia kerja, ini kerasa banget. Lo dateng di meeting pagi-pagi, semua orang ngomong serius, penuh ide dan insight… tapi begitu meeting selesai, lo sadar ga ada yang dieksekusi. Angka dibahas, campaign direncanain, tapi eksekusi molor. Meeting bolak-balik, keputusan ditunda, semua cuma "nanti dibahas lagi". Dan yang paling parah? Kadang meeting itu bikin lo merasa "sibuk" padahal output lo minim. Lo tau rasanya ga? Duduk, merhatiin, nyatet, tapi kerjaan ga kelar. Dan di akhir hari, lo pulang dengan rasa bersalah karena ga maju satu langkah pun. Ironisnya, orang-orang kadang merasa produktif karena mereka hadir di meeting, padahal yang terjadi hanyalah drama korporat. Meeting seharusnya jadi alat untuk mempercepat keputusan, bukan ritual buat terlihat sibuk. Dan kalau lo ga hati-hati, skill, kreativitas, dan hasil kerja lo bisa stagnan selama bertahun-tahun. Gw pernah, ikut meeting yang topiknya "review content Instagram", tapi 40 menit ngobrolin font dan emoji. Sementara campaign penting molor seminggu. Itulah bedanya sibuk sama produktif.
Indonesia
27
127
474
68.6K
Jonathan Evert retweetledi
Ella Jayagia 🇮🇩
Ella Jayagia 🇮🇩@Jayagia_·
Bukan cuma gak tahu, sebagian besar orang Indonesia juga ditipu. Saat aku kecil mengonsumsi susu kental manis itu hal baik dan menyehatkan. Sebagai keluarga ekonomi rendah, orang tua sampai mengusahakan membeli yang kalengan kecil semata-mata supaya anaknya sehat dan memenuhi program 4 sehat 5 sempurna. Lalu belakangan ramai berita para ahli yang bilang bahwa susu kental manis bukan susu, melainkan perisa susu yang mengandung gula kisaran 40-50%. Aku yakin korbannya bukan cuma aku, tapi jutaan anak-anak Indonesia. Pelaku industri enak tinggal mengubah branding, kata "susu" dihilangkan. Tinggallah "kental manis". Mereka gak bisa diseret ke pengadilan. Ya siapa juga yang kuat melawan elit berduit wkwkwk. Warisannya abadi di tubuh-tubuh calon diabetes Nusantara. Gokilnya itu dulu siapa loh monyet-monyet yang meloloskan? Racun kok dikasih ke anak bangsa. Kan koplak, ya. 🗿 Ini juga berlaku ke makanan lain yang food fraud. Sosis sapi, padahal gak dari daging. Atau saus tiram yang kandungan tiramnya di bawah 5% wkwkwk. Apalagi keju yang kebanyakan "bukan keju".
gastronusa@gastronusa

Fakta ngeri: mayoritas orang Indonesia gak tau batas maksimal konsumsi gula harian mereka

Indonesia
81
1.9K
6K
175.3K
Jonathan Evert retweetledi
Remote Work 🇮🇩 Career Advisor
Remote Work 🇮🇩 Career Advisor@learn_withFarah·
Pressure adalah sebuah privilege. Iya, kamu tidak salah baca. Banyak orang ingin ada di posisi kamu di dunia kerja. Tapi belum diberi tanggung jawab sebesar itu. Orang yang bilang, “Aku capek banget. Pressure-nya tinggi.” Tapi diam-diam, mereka adalah orang yang: • Dipercaya pegang proyek penting • Jadi decision maker • Punya target besar • Punya visibility tinggi • Dipercaya untuk deliver hasil Pressure itu tanda kamu dipercaya. Tidak semua orang diberi beban. Karena tidak semua orang dianggap mampu. Yang jadi masalah bukan pressure-nya. Tapi cara kita melihat pressure itu sendiri. Kalau kamu anggap pressure sebagai ancaman, kamu akan sering defensif. Kalau kamu anggap pressure sebagai privilege, kamu akan naik level. Growth SELALU datang dengan rasa tidak nyaman. Kalau semuanya terasa mudah, mungkin kamu tidak sedang berkembang. Tapi sedang ada di ruangan yang salah. So next time kamu merasa tertekan, tanya ke diri sendiri: Apakah ini beban? Atau ini bukti bahwa aku sedang dipercaya di industri ini?
Indonesia
18
344
1.3K
48.3K
Jonathan Evert retweetledi
RisangP
RisangP@rsngprad·
Jangan pernah bilang bos atau klien lo salah. Itu cara tercepat bikin mereka benci lo. Pernah ga, lo yakin banget cara lo lebih efektif… tapi bos atau klien maunya beda? Gw pernah ngalamin ini. Klien gw pengen sampai ke A lewat cara 123. Padahal gw tau jelas, kalau pakai cara 345, hasilnya bisa lebih cepat dan efisien. Refleks pertama gw pengen bilang: “Cara Bapak/Ibu itu salah, harusnya begini.” Tapi gw sadar, begitu kata “salah” keluar, game over. Mereka bakal defensif, bukan soal ide lagi, tapi soal harga diri. Akhirnya gw ubah pendekatan: - Gw jelasin plus-minus cara 123 - Gw bandingin dengan proyeksi hasil cara 345 - Gw kasih opsi, bukan maksa Lalu gw biarin mereka yang mutusin Hasilnya? Klien tetap merasa dihargai, walaupun akhirnya mereka pilih jalan 123. Yes, pilihannya sendiri haha. Itu momen gw belajar: Di dunia kerja, cara terbaik untuk “melawan” adalah dengan tidak melawan. Bukan soal siapa yang menang argumen, tapi siapa yang bisa bikin hasilnya maksimal.
Indonesia
7
139
770
40.3K
Jonathan Evert retweetledi
Dayat Piliang (;)
Dayat Piliang (;)@dayatpiliang·
Jujur, aku kagum betul sama ini negara. Ada rakyat mengkritisi program pemerintah dengan cara-cara baik dan memberikan saran baik, enggak didengar. Malah dicibir habis-habisan dalam setiap pidato presiden. Giliran ada Ketua BEM salah satu Universitas di Indonesia mengkritisi dengan menyurati PBB dan menggalakkan istilah "Maling Berkedok Gizi" dalam panggung-panggung organisasi, eh malah mendapat teror sana sini sampai orang tuanya ketakutan. Dan, yang bikin makin takjub, Istana malah merespon: makanya kalau kritik pakai etika. Woi, itu rakyat lu kena terror karena kritis menyuarakan aspirasinya. Malah ditanggepin begitu. Jadi ya enggak heran kenapa orang kritis di negeri ini selalu diterror kepala babi, bangkai ayam, di lempar telur busuk, dan di lempar bom molotov, orang negaranya saja tidak bereaksi apa-apa terhadap pelaku terror pada mereka yang keras bersuara. Katanya kritik sebagai vitamin, tapi nyatanya?
Indonesia
290
18.7K
42.3K
711.9K
Jonathan Evert retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Perhatiin temenmu kalau dia cerita dia habis tidur lamaaa banget, bangun, tidur lagi... Ajak ke luar rumah, ajak ngopi. Ajak nyari angin. Ajak liat yang ijo-ijo. Orang yang pikirannya lagi penuh, depresi, SALAH SATU coping mechanism-nya adalah tidur yang lama. Mentalnya perlu diselamatkan.
Indonesia
188
2.4K
12.9K
434.8K
Jonathan Evert retweetledi
RisangP
RisangP@rsngprad·
Kalau lo ga bisa jelasin kerjaan lo ke orang awam, berarti lo belum ngerti-ngerti banget. Gw pernah diminta jelasin kerjaan gw ke nyokap. Dan gw gagal. Gw pake istilah teknis, bahasa kantor, singkatan yang cuma dimengerti orang satu tim. Dia cuma senyum dan bilang, “Jadi intinya kamu ngapain sih?” Dan itu bikin gw mikir. Kalau lo ga bisa bikin hal kompleks jadi simpel, mungkin karena lo sendiri masih belum benar-benar paham. Kebanyakan dari kita pinter ngomong ribet. Tapi justru orang yang beneran ngerti, biasanya bisa bikin semuanya terdengar gampang. Coba deh, jelasin kerjaan lo ke orang yang ga ngerti industri lo. Kalau mereka bisa paham, berarti lo bener-bener ngerti.
Indonesia
83
388
3.6K
206.4K
Jonathan Evert retweetledi
Milan
Milan@EntodGoodBye·
Ngelama-lamain balas chat yang konteksnya disengaja itu nggak bikin kamu nambah keren. Aku kasih tau kalo nggak tau.
Indonesia
40
283
1.6K
67.6K
Jonathan Evert retweetledi
Kang Defor🇮🇩
Kang Defor🇮🇩@dewafortunaa·
jangan pernah blokir media sosialnya. lihatlah bagaimana hidupnya berjalan, meski bersama pasangannya, jangan lari rasakan sakitnya, menderitalah hingga akhirnya kamu sembuh dengan sendirinya.
Indonesia
152
657
2.9K
104.6K
Jonathan Evert
Jonathan Evert@jonathan_evert·
Kita telah sering direndahkan. Puas telinga mendengar kesombongan dunia! Harapan tak boleh mati disini! itu nilai yang telah kau ajarkan padaku. Jelas, kesempatan kedua selalu ada!
Indonesia
0
0
0
33