めろん (on thesis era)

22.2K posts

めろん (on thesis era) banner
めろん (on thesis era)

めろん (on thesis era)

@Meroo_Maru

妖はじ art dump acc | 20↑ | Heavy retweet | Multishipper, mostly 🐦‍🔥⭐️🈵 | 🔄👌| You can say hi, request, or if u wanna chat on my wavebox 💕 ↓ (I won't bite)

Katılım Mayıs 2025
164 Takip Edilen403 Takipçiler
めろん (on thesis era) retweetledi
瀬口 泉 Izumi seguchi
瀬口 泉 Izumi seguchi@tokyo_mono·
※公式とは関係の無いファンアートです 幼少期妄想
瀬口 泉 Izumi seguchi tweet media瀬口 泉 Izumi seguchi tweet media
日本語
6
1.3K
22.9K
282.8K
めろん (on thesis era) retweetledi
Frieren
Frieren@insomniaczs·
Frieren kalo punya syopi:
Frieren tweet media
safi@sakarepmu_1

@insomniaczs Frieren itu kita ya, suka cek out barang yang gak penting 😭

Filipino
94
2.9K
12.1K
197.1K
めろん (on thesis era) retweetledi
dujdao™️
dujdao™️@dujdaoinwza·
แม่หญิงเทียนหยด #oc #rkgk
dujdao™️ tweet media
ไทย
1
94
420
3.5K
めろん (on thesis era) retweetledi
人生
人生@2Jinsei_·
毎週楽しい時間をありがとうございました! #地獄楽二期感謝祭
人生 tweet media
日本語
0
185
1.2K
7.8K
めろん (on thesis era) retweetledi
f
f@fathiyaaf·
Negara yg dikit2 pake AI ga akan paham konsep kerja kreatif
Bayu Aji Bandoro@bayuajibandoro

Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam. Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain. Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya. Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang. Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti. Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah. Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia. Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual. Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun. Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya. Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan. Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta. Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini. Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi? Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.

Indonesia
8
2.2K
6.2K
62K
めろん (on thesis era) retweetledi
zan 💥
zan 💥@zanzimez·
writing smart characters when you’re stupid
zan 💥 tweet media
English
133
12.3K
80.5K
614.3K
めろん (on thesis era) retweetledi
ちゃねる
ちゃねる@ch_o_o_nl·
🖼🍵でショタ🈵かいてきたヨ❗❗ この中にあるのは全てあたしの絵だヨ❗❗
ちゃねる tweet media
日本語
0
5
48
351
めろん (on thesis era) retweetledi
森坊moribo(多忙)
森坊moribo(多忙)@Moribo____·
ん?
森坊moribo(多忙) tweet media
日本語
2
595
4.8K
29K
めろん (on thesis era) retweetledi
しゃふ.
しゃふ.@shahunoko·
ドヤ猫らんちゃん
しゃふ. tweet media
日本語
1
3
59
665
めろん (on thesis era) retweetledi
トリ
トリ@runrunpiia·
本誌ロイヨル、何万回読んでも矢印の結論がこれで号泣※個人の見解
トリ tweet media
日本語
0
761
10.8K
106.8K
めろん (on thesis era) retweetledi
苺小町
苺小町@komachi_15_·
明治😈
苺小町 tweet media
日本語
0
10
149
1.3K
めろん (on thesis era) retweetledi
あひる33
あひる33@ahiru333333·
初めて描いた!てんせい #ようはじFA
あひる33 tweet media
日本語
0
5
70
559
めろん (on thesis era) retweetledi
ステラ
ステラ@stella_tws·
たかはし先生‼️
ステラ tweet media
日本語
0
30
278
1.9K
めろん (on thesis era) retweetledi
三椏
三椏@Mitumataa·
三椏 tweet media三椏 tweet media三椏 tweet media
ZXX
0
24
229
1.8K