Dis

24.1K posts

Dis banner
Dis

Dis

@Parwadis

Das Paradise

Katılım Eylül 2012
302 Takip Edilen557 Takipçiler
Dis retweetledi
Citayem Union
Citayem Union@curbmyname·
> nolak offer perusahaan luar negeri, milih TURUN gaji demi bantu negara > hasilnya: dituntut 22,5 tahun penjara tanpa bukti aliran dana emang kaga usah lagi dibantu ini negara
Ibrahim Arief@ibamarief

Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)

Indonesia
67
5K
10.4K
188.5K
Dis retweetledi
MANTO
MANTO@KangManto123·
Netizen : sejak kapan makan bisa bikin jadi pintar tanpa belajar... Wamen Stella : sejak Wowo jadi presiden 😭🫰
MANTO tweet media
Indonesia
272
4.2K
17.4K
201.2K
Dis retweetledi
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Kandidat komen terbaik versi Puskas Award.
SobatMiskinTV tweet media
Indonesia
71
2.3K
10.1K
94.5K
Dis retweetledi
piee
piee@noopiieeeeee·
Orang itu obsesi menjadi presiden, bukan pemimpin. hanya fokus memuaskan diri serta pendukungnya. bukan mensejahterakan rakyat kenapa Beliau sering mencalonkan diri menjadi Presiden..??? Ternyata kekalahan beliau sebagai capres di periode sebelumnya merupakan teguran alam supaya Indonesia tidak jatuh dalam Kediktatoran halus ala ala beliau. apakah sudah terlambat, jikalau dibandingkan kedua Capres pemilu yang lalu. Beliau merupakan yang paling parah dalam merugikan negara mau itu langsung atau tidak langsung. Atur ajaa deeeh...💃🫰
tempo.co@tempodotco

Dari Moskow, Prabowo Lanjut Lawatan ke Paris Bertemu Macron

Indonesia
230
2.9K
7.9K
270.5K
Dis retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
EH ANJINGGGG😭😭😭😭😭
muklas tweet media
Indonesia
425
8.9K
45.1K
537K
Dis retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
beliau bukan sembarang beliau, menjelaskan ham dalam satu paragraf singkat.
Indonesia
110
3.7K
8.5K
157.3K
Dis retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
News Update: BGN Habiskan Rp 1,5 Miliar buat Beli Sikat dan Semir Sepatu Kalau dilihat dari kebutuhan, menurut kamu gimana? 👀
tempo.co tweet mediatempo.co tweet media
Indonesia
2.7K
6.5K
19.1K
874.5K
Dis retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
ini orang, gara-gara ketauan gak bisa bedain swasembada pangan dan swasembada beras, pake analogi induk ayam. Salah lagi. Trus, sialnya, karena terdesak, pake analogi gaji guru. Salah lagi. Katanya gak relevan bandingin gaji terendah guru 60- 600 ribu rupiah di Indonesia dengan gaji guru tertinggi di Jepang. Padahal, gaji terendah di Jepang antara 250 Yen/bulan atau 4 juta yen pertahun. Gaji guru terendah di Jepang kisaran 20-30 jutaan. Tertingginya ya bisa 80 jutaan perbulan. Gak bisa berargumen, pake analogi salah, ganti analogi salah. Gara-gara siapa? Gara2 bang @feriamsari lah, bikin orang ini salah terus. Pake bilang sayang segala.
Indonesia
183
854
2.4K
96.4K
Dis retweetledi
Dandhy Laksono
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono·
@fahrisalam Kalau benar efisiensi, ini yang bisa dilakukan: 1. Nginap di gedung KBRI. 2. Atau di rumah dinas duta besar. 3. Dubesnya nginap di akomodasi yang lebih murah. Gak usah berdalih alasan keamanan. Kalau KBRI gak aman, ya tutup aja. Soal marwah, setelah ART-BoP, marwah apa lagi?
Indonesia
73
3.2K
8.6K
175.1K
Dis retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
PESBUK ANJINGGGGGG😭😭😭😭😭
muklas tweet media
Indonesia
604
5.7K
37.4K
580.5K
Dis retweetledi
sunda struggle
sunda struggle@sundastruggle·
sikap
sunda struggle tweet media
Filipino
137
811
4.1K
101.3K
Dis retweetledi
Jhon Sitorus
Jhon Sitorus@jhonsitorus_19·
Bukan karena kita tidak mampu, tapi emang tidak niat saja. Ini soal prioritas, sayangnya "pendidikan yang maju" ada di daftar "kapan-kapan aja".
Jhon Sitorus tweet media
Indonesia
136
5K
18.3K
380.7K