Hkg retweetledi
Hkg
1.2K posts

Hkg retweetledi

BBC menemukan bukti bahwa pasukan Israel sengaja menembak anak-anak Palestina — lebih dari 60% ditembak di kepala atau dada.
(Video tahun 2025 #melawanlupa)
Indonesia
Hkg retweetledi
Hkg retweetledi
Hkg retweetledi
Hkg retweetledi
Hkg retweetledi
Hkg retweetledi

Orang tua dulu:
- kerja.
- dapet income.
- bisa beli rumah.
- beli kendaraan.
- bisa nyekolahin anak.
Gue sekarang:
- kerja, side hustle, freelance.
- masih numpang ama orang tua.
- kebanting inflasi.
- dunia sedang kacau.
- hidup kok gini amat.
- apa-apa ini anjng.
- meninggal.
Domba.Eth@DombaEth27
Selamat hari Senin.
Indonesia
Hkg retweetledi
Hkg retweetledi

Dos niños solitarios de #Sudán llorando en la tumba de su madre diciendo: "Mamá, estoy cansado, ¿por qué no quieres? Tengo hambre, nos dejamos solos"😱😭💔💔💔🔻
🙏 Por favor, comparte la publicación para que el mundo pueda ver el tamaño del desafío contra niños pequeños inocentes en Sudán. 🇸🇩
#Save_Sudan
#FreeSudan
#GazaSudanSamePai
Español
Hkg retweetledi

Makanya woyy jangan pada sibuk ngurusin embegeh, noh laut nya kecolongan ‼️
Temuan sampah diduga dari luar negeri di perairan Indonesia memicu kekhawatiran publik. Asal sampah tersebut masih dalam penyelidikan, sementara desakan muncul agar pemerintah segera mengusut tuntas dan memperketat pengawasan laut demi melindungi lingkungan dan kedaulatan negara.
yang tau info lengkapnya komen ya gaess 🙏
Indonesia
Hkg retweetledi
Hkg retweetledi
Hkg retweetledi
Hkg retweetledi
Hkg retweetledi
Hkg retweetledi

Tak sejengkal pun tanah Gaza tersisa dari ledakan bom dan senjata berat. Hancur lebur sepenuhnya. Dan ini berlangsung bertahun-tahun tanpa perlawanan.
Lebih dari 70.000 orang tewas. Lebih dari 20.000 nyawa anak direnggut hidupnya.
Iran baru hanya beberapa bulan menyerang Israel dalam situasi membalas serangan (perang), tapi mereka meratap mengemis pembelaan dan empati dunia.
Sungguh bangsa yang pengecut..!!.

Indonesia
Hkg retweetledi

LEBIH BAIK DIPENJARA DARIPADA MENGAKUI HAL YANG TIDAK SAYA LAKUKAN!" REFPIN (20 THN)
Refpin Akhjana Juliyanti (20), warga Dusun V Tran Pangkalan, Desa Pangkalan, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, kini tengah berjuang mencari keadilan. Mantan pengasuh anak (babysitter) ini menjalani sidang perlawanan di Pengadilan Negeri Bengkulu setelah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penganiayaan terhadap anak seorang anggota DPRD Kota Bengkulu.
Kronologi Kasus Kasus ini bermula saat majikan Repfin menemukan memar kecil pada tulang kering betis sang anak. Atas temuan tersebut, istri anggota DPRD tersebut melaporkan Repfin ke Polresta Bengkulu. Status hukum Repfin meningkat drastis; ia yang awalnya dipanggil sebagai saksi, langsung ditetapkan sebagai tersangka pada panggilan pertama. Kejanggalan Penetapan Tersangka Kuasa hukum Repfin, dipimpin oleh Abu Yamin, SH., dkk, melayangkan keberatan atas prosedur penetapan tersangka yang dinilai prematur. Beberapa poin krusial yang diangkat meliputi:
Minim Saksi: Tiga saksi yang dihadirkan penyidik Unit PPA Polresta Bengkulu memberikan keterangan serupa, yakni tidak ada satu pun yang melihat atau mendengar Repfin melakukan pencubitan atau kekerasan. Interpretasi Visum: Tim hukum menilai hasil Visum et Repertum tidak bisa menjadi bukti tunggal kekerasan oleh kliennya. Visum tersebut hanya menyatakan adanya memar, namun tidak dapat membuktikan penyebab spesifik atau pelaku di balik luka tersebut.
Prinsip di Atas Segalanya Pihak pelapor dikabarkan sempat menawarkan perdamaian dengan syarat Repfin harus mengakui perbuatannya. Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah. Hingga proses persidangan berlangsung, Repfin tetap konsisten pada pernyataannya bahwa ia tidak pernah melakukan penganiayaan. Bagi Repfin, berada di balik jeruji besi jauh lebih terhormat daripada harus membenarkan fitnah dan mengakui kesalahan yang tidak pernah ia lakukan. Sumber: @untungsr25
Indonesia
Hkg retweetledi
Hkg retweetledi














