Merah Gelap retweetledi
Merah Gelap
13.5K posts

Merah Gelap retweetledi
Merah Gelap retweetledi

Berharap semoga penggalan judul berita ini tidak dijadikan pembenaran untuk tidak saling membantu. Jangan sampai kita membentuk pola pikir yang pamrih.
"Ah, ngapain dibantu, ujung-ujungnya pasti berterima kasih ke pemerintah."
Akibatnya, kita jadi apatis satu sama dengan lain.
Jejak digital.@ARSIPAJA
Indonesia
Merah Gelap retweetledi

Yang viralin netijen, bukan prabowo dasco
Yang pressure di lapangan warga aek nobara yang ditilep uangnya, bukan prabowo dasco
Jejak digital.@ARSIPAJA
Indonesia
Merah Gelap retweetledi

Mengentaskan kemiskinan, absen. Menjalankan keadilan sosial, absen. Menegakkan hukum, absen. Mencerdaskan kehidupan bangsa, absen. Membuka 19 juta lapangan kerja, absen. Memelihara fakir miskin dan anak terlantar, absen.
Giliran menarik pajak, HAADDDIIIIIIIIIIIIRRRR!!
salam4jari@salam4jari
Kreatif bener negara kalau soal narik pajak 👍
Indonesia
Merah Gelap retweetledi

Sumpah serem bgt anjir. Soal kasus Ibam, ada cerita menarik yang ditulis di Tempo:
“Saya diminta membuat pernyataan yang mengarah ke atas, dengan ancaman bahwa jika saya tidak bisa membuat pernyataan seperti itu, perkara ini akan diperluas,” kata Ibam dalam konferensi pers di sebuah restoran di Jakarta Pusat, Selasa, 21 April 2026.
"Tidak ada. Saya tidak bisa membuat apa-apa karena memang tidak ada fakta yang mengarah ke atas," ujar Ibam.
Setelah itu, mereka menjawab, "Oke, akan kami proses"... Tiga minggu kemudian, Ibam menjadi tersangka.
SEREM ANJIR. Kayak gini dilawan pake narasi patriotisme-nya Ibam atau Ibam ga nerima duit juga susah kalo emang awalnya udah niat menjarain.
tempo.co/hukum/ibrahim-…
Indonesia
Merah Gelap retweetledi
Merah Gelap retweetledi
Merah Gelap retweetledi

Difasilitasi Bang Dasco, Suster Natalia Bertemu Dirut BNI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026), Dana Umat Katolik Paroki Aek Nabara Rp 28 M dijanjikan akan dikembalikan Paling cepat Rabu Besok.
Terima kasih Bang @bang_dasco 🙏
Indonesia
Merah Gelap retweetledi

Tonton kepanikan pejabat saat upaya mengkambinghitamkan Ibam runtuh di sidang 👇🏼
Masukan netral Ibam, dipelintir pejabat jadi Chromebook, sambil bilang itu arahan Ibam.
Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang.
Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar.
Dan kami sudah pasti tidak bisa bayar, Rp16,9 miliar itu dari salah paham surat saham, dan hanya "patut diduga" tanpa adanya bukti aliran dana sama sekali.
Tapi kebenaran sudah terungkap lewat fakta-fakta di persidangan.
Dari semua kebenaran yang terungkap, perkara Chromebook untuk kasus Ibam ini sebenarnya sederhana.
Ibam sebagai konsultan, sudah netral, profesional, tanpa kewenangan, tanpa kuasa, namun dikambinghitamkan pejabat-pejabat yang terlibat dalam pengadaan.
Kita tentu berharap proses hukum berjalan secara adil, jernih, dan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan.
Namun tuntutan 22,5 tahun yang tidak masuk akal dan penuh ketidakadilan seperti menampar harapan kami tersebut. Kekuatiran kami terhadap adanya kriminalisasi terstruktur semakin dalam.
Kini harapan kami tertumpu pada teman-teman sekalian yang membaca pesan kami.
Tolong, suarakan ketidakadilan ini.
Kepada Presiden Prabowo, kepada Komisi III DPR, kepada siapapun yang kita tahu punya kepedulian dan kemampuan menyediakan perlindungan hukum dari kriminalisasi.
Sembilan hari menuju putusan. Kita masih bisa jadikan perkara ini preseden baik bagi semua profesional yang ingin berbakti bagi negara dengan keahlian mereka.
Bahwa tetap bisa ada perlindungan hukum dari kriminalisasi bagi seluruh pekerja pengetahuan yang ingin bantu Indonesia.
Indonesia
Merah Gelap retweetledi
Merah Gelap retweetledi
Merah Gelap retweetledi
Merah Gelap retweetledi

Lagi-lagi seorang pekerja kreatif pembuatan website profil desa di Kabupaten Karo, Sumut, jadi terdakwa kasus korupsi. Kasus ini mirip dengan perkara Amsal Sitepu, seorang pekerja kreatif yang didakwa melakukan korupsi pembuatan video profil desa, yang kini telah dibebaskan.
Namanya Toni Aji Anggoro, seorang pekerja kreatif yang divonis pidana penjara 1 tahun serta denda Rp 50 juta, dengan subsidair (pengganti) 2 bulan penjara, pada Rabu, 28 Januari 2026. Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Medan, Toni merupakan terdakwa kasus pembuatan website desa tahun anggaran 2020 sampai 2023 di Kecamatan Mardinding, Kecamatan Juhar, Kecamatan Laubaleng, dan Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo.
Ia didakwa turut serta melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan saksi Jesaya Perangin-angin (dilakukan penuntutan secara terpisah), dengan Pasal 35 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2009 tentang Tipikor. Kasus Toni ini membuat sejumlah massa aksi mendatangi Pengadilan Negeri Medan di Jalan Pengadilan, Kota Medan, pada Senin (20/4). Mereka menuntut pembebasan Toni, sebagaimana Amsal Sitepu.
Dalam isi tuntutan aksi, mereka menyebutkan bahwa Toni tidak memiliki kewenangan dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Ia tidak mengelola dana desa dan hanya menerima honor teknis sebesar Rp 5.710.000 dari anggaran proyek Rp 10 juta. Mereka pun minta pemecatan jaksa dan hakim yang dinilai mengkriminalisasi Toni Aji Anggoro.
📸: Dok. kumparan/Amar Marpaung.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | videonews | R120 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Indonesia
Merah Gelap retweetledi

Yang penasaran dengan artikelnya apa:
Kasus penangkapan Yohanes Flori; petani 57 tahun yang dituduh menebang pohon di kawasan konservasi saat membangun rumah di tanah yang ia yakini sebagai warisan leluhur; nyaris tak pernah masuk percakapan publik.
Bukan karena kasusnya kecil. Justru ini potret konflik lama: antara hukum negara dan hak masyarakat adat yang terus berulang di Indonesia.
Selama lebih dari setahun, prosesnya berjalan dari penangkapan, penahanan, sidang demi sidang—hingga akhirnya ia divonis bebas. Dan hampir tak ada yang menulis.
Bukan karena tidak penting, tapi karena tidak viral.
Floresa@floresadotco
Kami berjalan bersama Yohanes Flori melewati hari-hari paling berat dalam hidupnya: sejak ia ditangkap tahun lalu hingga divonis bebas pada 10 April. Mengapa kami memutuskan menulisnya saat tak ada media lain di Ruetng yang mau? Baca selengkapnya di sini: floresa.co/dari-redaksi/8…
Indonesia
Merah Gelap retweetledi

🚨 BREAKING: China Just Shocked the World with This Bold Move!
China has banned businessmen from profiting off education for kids aged 6–15 😳
No more private school money-making.
No more treating education like a business.
Authorities say: “Children are not a revenue model.”
The goal?
✔️ Reduce family pressure
✔️ Make education more equal
✔️ Kill the profit-driven school system
This decision is now going viral globally and raising one big question:
👉 Should other countries do the same?

English
Merah Gelap retweetledi
Merah Gelap retweetledi
Merah Gelap retweetledi












