
Breaking: Purbaya curiga ada kebocoran besar di balik restitusi pajak tahun 2025 yang mencapai Rp360 triliun, sehingga memerintahkan audit mendalam oleh Kemenkeu dan BPKP untuk mendeteksi fraud dan pemberian restitusi kepada pihak yang tidak berhak.
Wiwit Handayani
21.4K posts

@_WiwitHanda
give peace a chance .

Breaking: Purbaya curiga ada kebocoran besar di balik restitusi pajak tahun 2025 yang mencapai Rp360 triliun, sehingga memerintahkan audit mendalam oleh Kemenkeu dan BPKP untuk mendeteksi fraud dan pemberian restitusi kepada pihak yang tidak berhak.

Motor listrik berlogo BGN, Kepala BGN sebut pengadaan dialokasikan di Anggaran 2025 untuk Kepala SPPG.

Potret: Prabowo Cium Kening Bayi Anak Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon



Truk TNI diduga terlibat kecelakaan, seorang wanita meninggal dunia Kecelakaan maut terjadi di Jalan Utan Jati, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Seorang wanita berinisial AM (51) meninggal dunia di lokasi kejadian. Menurut saksi di sekitar Pasar Segar Kalideres, truk yang diduga terlibat sempat berhenti, namun kemudian melanjutkan perjalanan. Dugaan keterlibatan kendaraan dinas TNI kini sedang diselidiki. Polda Metro Jaya menyatakan tengah berkoordinasi dengan Den POM TNI untuk memastikan fakta di lapangan. Bukti rekaman CCTV menjadi kunci dalam mengungkap kejadian ini. cr. jakbar.news


FAKYU IGRS


antek² asing


Naudzubillah mindzalik. Level delusional CEO embege ini sudah di tahap lebih dari sekadar memprihatinkan. 🙂

@prabowo @setkabgoid @KemensetnegRI Secara formal, protokol kepresidenan sangat ketat: ● Tamu kehormatan (Kaisar Jepang) harus duduk paling dekat dengan Presiden. ● Seskab secara hierarki adalah jabatan setara eselon II (bukan menteri). Biasanya tidak menduduki kursi utama di meja kepala negara bersama tamu asing tingkat tinggi. ● Pembelaan pihak Istana: dalam setting working lunch atau jamuan informal, Presiden boleh memilih orang kepercayaan untuk duduk dekat (kepraktisan briefing real-time). Namun, optics-nya memang bermasalah di mata publik. Teddy naik sangat cepat dan sangat dekat dengan Prabowo, sehingga posisinya terlihat “terlalu menonjol”. Ini memicu persepsi bahwa loyalitas pribadi mengalahkan prosedur negara. Prioritas protokol dalam jamuan kepala negara dengan monarki biasanya: Kepala Negara → Tamu Kehormatan → Menteri Luar Negeri / pejabat setara → delegasi teknis. Anak presiden yang tidak memiliki jabatan publik tidak seharusnya menduduki posisi utama di meja kenegaraan, apalagi mengapit langsung Kaisar. Ini menciptakan optics yang buruk: acara negara terlihat seperti “acara keluarga” atau “family gathering”. Padahal ini adalah diplomasi tingkat tinggi yang mewakili martabat negara, bukan urusan pribadi.