Andhyta

46.4K posts

Andhyta banner
Andhyta

Andhyta

@Afutami

Not on the platform—away indefinitely.

Jakarta Capital Region Katılım Haziran 2009
388 Takip Edilen83.2K Takipçiler
Andhyta
Andhyta@Afutami·
Kalo saya punya kontrol terhadap itu semua, saya prefer itu nggak terjadi. Saya cuma mba-mba biasa yang bareng tim bikin ringkasan aja, bukan influencer dan gapernah mau jadi influencer juga, apalagi jadi politisi. ‘Keuntungan’ kan tergantung subjektivitas ya Mas, buat saya yang Mas sampaikan tadi malah ‘kerugian’. Semoga bisa dipahami.
Indonesia
5
0
38
5.7K
William Wijaya | Bapak Microism Indonesia
Saya yakin 100% kalau di tanya siapa figur2 yang berperan di 17+8, 5 besar ada nama kamu. Random sampling aja di X, itu kan dengan sendirinya sudah terbentuk. Meskipun ga merasa, tapi media, foto, dokumentasi, pergerakan semua terafiliasi dengan figur kamu. Sampling aja cba kalau ga percaya.
Indonesia
3
0
33
6.7K
Andhyta
Andhyta@Afutami·
Logika netizen: kalo foto di depan logo kementerian atau abis ketemu birokratnya, berarti join kementerian tersebut (?) Kalau kayak gitu, gue udah pindah-pindah kementerian puluhan kali bjir. Terus yang bilang ‘cairrr cairrr’ itu gue penasaran, maksudnya lu baru cair karena menggiring opini orang? Guys, mulai berpikir untuk diri sendiri yuk. Lu berharga, atensi lu berharga. Jangan mau dikeruhin sama orang lempar cerita isapan jempol tanpa verifikasi apapun. Udah Senin, mendingan balik kerja, atau fokus ke keluarga, atau kalau puasa ibadah dulu. Kasian biaya emosi otak lu ngabisin lebih dari 10 detik buat cerita isapan jempol.
Indonesia
128
253
1.3K
285.1K
Andhyta
Andhyta@Afutami·
@darth_shideous @malakaprojectid Alhamdulillah, 100% sepakat Mas. Saya nggak capable di gerakan jadi tolong jangan taruh harapan apa-apa. RT 100000x. Saya malah siap dukung siapa yang capable di depan (ini bukan sarkas).
Indonesia
3
1
25
12.5K
Darth Doctor
Darth Doctor@darth_shideous·
@Afutami Gw sering dirujak tiap reply mengenai "kapabilitas" org2 spt mbak @Afutami / spt Ferry. Di tweet mana gw lupa, krg lbh gw bilang "lagian knp menaruh harapan ke Ferry / @malakaprojectid ?" Emang dia siapa? Punya kapabilitas apa? Trus Afu ini jg emg siapa? Kan gak capable jg
Indonesia
3
2
16
15.1K
Andhyta
Andhyta@Afutami·
@wijayawilliam31 Keuntungan apa Mas kalau boleh tau? Yang ada saya terus-terusan dirundung. Lagian baca liputan Tempo deh, saya malah gapengen jadi figur apaan itu geli bjir saya peneliti sukanya di belakang.
Indonesia
6
3
53
15K
William Wijaya | Bapak Microism Indonesia
Ketika mengajukan tuntutan 17+8 kan Afu memegang peranan sebagai delegasi tersebut. Konsekuensinya ya sudah pasti akan menjadi figur pergerakan 17+8, makanya harus hati2 ketika berada pada momen tersebut. Sekarang begini, Anda kan mendapat spotlight alias keuntungan dari Atensi atas momen tersebut, sedangkan orang yang menaruh harapan di 17+8 ini tidak mendapatkan apa apa. Wisenya sih, lebih bijak untuk menjadi Figur Harapan dalam Momen tertentu ya. Saya yakin 100% spotlight dari 17+8 lebih banyak memberikan keuntungan sebagai personal branding Afu di banding kerugian karena X itu ga grassroot.
Indonesia
5
3
96
15.9K
Andhyta
Andhyta@Afutami·
@banasspatiii Demo itu hak jadi rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan ke penguasa bro, biasa aja. Jauh sebelum kemaren juga gue beberapa kali demo sebagai warga. Semua bisa paralel namanya juga mengusahakan, kenapa lu ngatur-ngatur. Kalo ketemu birokrat ya itu buat kasih masukan teknis.
Indonesia
2
0
0
996
Andhyta retweetledi
R.
R.@kangrozin·
I’ve known @Afutami for 16 years, so it puzzles me to see her described with words I’d never associate with her. To me, she’s simply a politically naive person who unwittingly walked into a very turbulent vortex. That naivete has landed her in trouble now, but..
English
29
264
3.9K
399K
Andhyta
Andhyta@Afutami·
Terakhir, untuk yang menagih tuntutan 17+8. Benar, yang menyusun ringkasan tuntutan adalah sekelompok orang, dan lo nggak merasa memiliki. Ya gapapa juga, tiap individu berhak mikir sendiri. Tapi paham kan itu dokumen ringkasan TUNTUTAN. Artinya kalau dia nggak terpenuhi, ya TANGGUNG JAWAB pemerintahnya gak sih??? Menuntut penguasa itu adalah HAK setiap warga, kalian juga boleh lho menuntut kapan aja. Misal lu menuntut orang tua lu sesuatu, terus mereka gak kasih, lah ya terus salah lo (?) Lo berhak menuntut, yang tanggung jawab memenuhi adalah pihak yang punya kuasa dan sumber daya. Lagian kita lanjut memantau/mengamplifikasi kesararan masyarakat di tiap topiknya kok lewat IG. Sekali lagi, hanya karena lu gak lihat, bukan berarti sesuatu gak terjadi. Penasaran gimana rasanya kalau kalian juga cobain ambil tanggung jawab dikit, alih-alih lempar horizontal mulu. We’re all just doing our best, man, am just as frustrated (iya pake bahasa Inggris juga hak gue, mau apa lu). Masukan mah hayu, gue gak antikritik, siap aja belajar tanya orang yang kenal gue. Tapi yang lu lakuin itu bullying norak and I’m standing up to my bullies.
Indonesia
84
58
306
242.7K
Andhyta
Andhyta@Afutami·
Yang masih bingung ‘membersamai’ itu artinya apa karena nggak familiar sama kerja-kerja lembaga seperti Think Policy, sejak 2019 kami melakukan 4 hal: (1) pelatihan kebijakan publik untuk topik kompleks seperti keadilan iklim dan juga kemampuan berpikir kritis/problem solving, (2) memfasilitasi/menjembatani antar kementerian untuk berdialog di topik lintas sektor (percaya atau nggak, kadang sulit kementerian saling koordinasi di level kerja/bukan level politik), (3) melakukan edukasi publik di isu kebijakan seperti yang selama ini bisa lihat di IG dan YT, dan (4) melakukan riset solusi/rekomendasi kebijakan yang bisa diimplementasikan untuk menavigasi tantangan dan realita lapangan. Kegiatan kami lakukan melalui hibah ataupun kontrak kompetitif. Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, ajak ngobrol aja IRL. Nggak ada yang gue tutup-tutupi karena semua yang kami kerjain ini halal dan biasa aja. Hanya karena sesuatu nggak familiar buat lo, nggak otomatis sesuatu itu jahat. Thank you buat Mas Mbak yang udah ikut kontribusi suara/opini waras ya, saya gaperlu disukai, cuma kalo difitnah gini ya males aja.
Indonesia
11
22
156
51.3K
Andhyta
Andhyta@Afutami·
Sekali lagi: kerja-kerja saya tidak berada di domain 'politik', tapi di domain 'kebijakan publik' (berbeda)—sehingga tidak bisa disamakan dengan rekan-rekan lain yang selama ini bergerak dengan aspirasi suatu hari dipilih atau menjabat melalui proses politik. Sebagai peneliti, untuk rekomendasi itu bisa dijadikan basis kebijakan ya memang perlu disampaikan ke institusi terkait, baik melalui dialog maupun ruang publik. Kerja ini juga tidak saya lakukan sendiri, tapi dengan membangun organisasi profesional dengan tim yang direkrut berdasarkan merit dan kompetensi untuk menyusun berbagai analisis dan membangun kanal kolaborasi tersebut. Terakhir: saya nggak ada hubungan kerja apapun dengan Ferry Irwandi dan Malaka Project. Silakan tagih akuntabilitas masing-masing ke orang yang tepat.
Indonesia
13
6
64
30K
Andhyta
Andhyta@Afutami·
Sampai hari ini, banyak masukan berbeda tentang apakah saya perlu 'membalas' berbagai tuduhan di Twitter. Ada yang bilang ini cuma kebencian yang tidak perlu dikasih perhatian. Memang serba salah. Kalau saya respons, pasti ada yang menganggap saya defensif. Tapi kalau saya diam, pembingkaiannya semakin kemana-mana. Yang saya bisa bilang: percayalah kalau saya adalah kritik terbesar diri saya sendiri, jauh dari pembelaan atau antikritik. Saya terima bahwa setelah ini bisa jadi tetap akan ada yang mempermasalahkan diksi saya yang tidak menapak tanah, atau mempertanyakan mana suara saya ketika A, B, C, dan D terjadi. Saya berdamai dengan fakta bahwa saya tidak bisa memenuhi semua ekspektasi tersebut. Alih-alih, saya sangat setuju agar tidak ada penokohan. Tidak perlu ada panggung yang direbut, tapi ini waktunya kita membangun lebih banyak panggung, saling mendukung berbagai jejaring, komunitas, dan lembaga yang ada di barisan terdepan. Saya malah malu—karena meskipun "The Jakarta 4" (Delpedro, Khariq, Syahdan, dan Muzaffar) sudah bebas, masih banyak yang nasibnya naas hanya karena bersuara. Malu kalau saya dengan berbagai privilese ini malah sibuk berperang cuitan satu per satu. Saya juga malah geli kalau dikira "juru selamat" atau si paling hebat. Semoga dengan visualisasi jam pasir di atas menjadi jelas bahwa saya percaya bahwa keseluruhan ekosistemnya harus berdaya, bahwa gerakan harus rimpang. Kita sepakat dalam hal ini. Saya tidak punya insentif apa-apa untuk jadi 'terkenal', saya cuma satu sekrup yang setiap hari susah payah menjaga harapan (untuk diri sendiri) sementara dunia semakin gelap.
Indonesia
4
15
116
46.3K
Andhyta
Andhyta@Afutami·
Betul, hari Rabu lalu saya bertemu dengan seorang Eselon 1 di Kementerian ESDM. Beliau adalah Prof. Erani, seorang ekonom institusi, akademisi, dan teknokrat sejak lama. Saat ini beliau menjabat sebagai Sekjen tapi sudah lama di pemerintahan. Kami membahas tentang tantangan-tantangan birokrasi, termasuk perlunya 'kerangka transisi energi bersih yang berlandaskan keadilan iklim dan antargenerasi’ untuk energi terbarukan di Indonesia, serta eksplorasi kegiatan pembangunan kapasitas untuk para ASN di Kementerian ESDM. Pertemuan ini tidak 'spesial', karena sebagai peneliti kebijakan publik/ekonomi lingkungan, ini memang salah satu bagian inti dari pekerjaan saya. Sejak 2013, saya berinteraksi dengan banyak institusi dan para birokrat K/L. Dalam beberapa bulan terakhir saja, kami sudah bertemu dengan setidaknya 6 orang Eselon 1 dan 13 Eselon 2 di 12 Kementerian/Lembaga. Tidak ada yang saya publikasikan secara khusus bukan karena menutupi apa-apa, tapi ya ini bagian dari proses bekerja bahkan kami jarang sekali teringat foto (kalau seorang dokter setiap ketemu pasien, apakah foto setiap kali?). Saya bukan pula politisi muda mengincar kursi, tidak punya kepentingan bertemu penguasa untuk caper ke kabinet, paling ya mempresentasikan analisis. Biasanya kami akan mempublikasikan ketika 'milestone' sudah tercapai, misalnya sebuah hasil riset sudah selesai, atau implementasi kegiatan sudah berlangsung di akun resmi organisasi.
Andhyta tweet mediaAndhyta tweet mediaAndhyta tweet mediaAndhyta tweet media
Indonesia
147
210
1.3K
634.8K
Andhyta
Andhyta@Afutami·
@cimonjek_phd Menurut saya, kritik penting banget dalam berdemokrasi, seberapapun berat baca banyak spekulasi dan insinuasi beredar. Tapi saya lebih pilih ini daripada hidup dalam sensor dan kekangan :’
Indonesia
3
7
90
17.5K
Andhyta
Andhyta@Afutami·
Soal rate card: aku memang sempat dibantu oleh agency bernama PositiVibe dalam handling request pembicara 2021-2023, khususnya untuk ‘brand’ dan acara komersil yang mengundang narasumber/pelatihan berbasis keahlian. Tapi hampir semua dari mengisi acara gapake kok :’)
Ravio Patra@raviopatra

Menurut gue disingenuous banget post begini nirkonteks ketika tau ada bola liar “influenser kasih ratecard terkait gerakan 17+8”. Gue udah pernah ngundang >5x Afu untuk kegiatan masyarakat sipil, ga pernah dikirimi rate card. Punya rate card is NOT an inherently bad thing.

Indonesia
27
89
418
315.4K
Andhyta
Andhyta@Afutami·
@parto_hap Siaaap ini bener-bener penting banget buat terus didorong dan dikawal ke depan.
Indonesia
0
0
1
3K