Mas Har

15.1K posts

Mas Har banner
Mas Har

Mas Har

@antozz

just be share 4 u

Jakarta Katılım Eylül 2008
1.8K Takip Edilen2.3K Takipçiler
Mas Har retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
"Anda bisa menipu semua orang untuk sementara waktu, dan sebagian orang untuk selamanya. Namun, anda tidak bisa menipu semua orang untuk selamanya" (Abraham Lincoln) Jika ada persidangan atas Laporan Polisi anda kepada saya, pak Jokowi, anda harus datang. Tidak bisa mangkir. Kemarin-kemarin anda bisa mangkir. Tetapi untuk Laporan Polisi yang anda buat dengan nama saya, persidangan akan membuat anda HARUS HADIR sebagai saksi pelapor. Dan, atas 709 dokumen yang disita oleh POLDA dan disiapkan menjadi barang bukti, saya sudah siapkan lebih dari 2.000++ pertanyaan yang harus anda jawab secara langsung, tidak bisa diwakilkan. Dan persidangan WAJIB terbuka, sehingga 280 juta rakyat akan mendengarkan jawaban anda atas 2.000++ pertanyaan saya atas 709 dokumen itu. Dan saya pastikan, butuh sekitar 4 tahun sidang bahkan lebih untuk menyelesaikan 2.000 pertanyaan itu. Belum lagi pertanyaan saya terhadap 130 saksi yang meringankan anda. Saya sebagai tersangka, berhak untuk bertanya kepada mereka di persidangan nanti, dan mereka WAJIB menjawab semua pertanyaan saya. Setiap saksi akan saya tanya tiga hari tiga malam sampai saya puas. Saya sudah menduga siapa saja mereka: orang-orang yang mengaku-ngaku sebagai teman kuliah, teman KKN, teman SD, SMP, SMA, Guru-guru, Dosen-dosen, saya sudah membuat daftar siapa saja mereka, sudah saya buat profil mereka, sudah saya investigasi mereka, dan dengan ilmu Neuroscience saya sudah bisa mengidentifikasi jawaban dan penjelasan apa yang dicangkokkan di otak mereka. Saya pastikan saya akan bikin mereka terkencing-kencing dengan ribuan cecaran pertanyaan saya, selama berhari-hari, selama bertahun-tahun. Dan pada satu titik di antara hari-hari sidang itu, KEBENARAN yang semurni-murninya, sejelas-jelasnya, seterang benderangnya, tentang Ijazah anda, juga masa lalu anda, juga siapa sebenarnya anda, akan terbuka. Jika anda tidak mencabut Laporan Polisi anda, mari kita siapkan kesehatan fisik, kesehatan mental, kesehatan otak, dan kesehatan jiwa, untuk menjalankan persidangan, yang akan saya buat sangat panjang dan sangat lama, sangat rumit, sangat complicated, sangat menghabiskan dana negara, dan sangat membuat siapapun Lansia dengan penyakit Autoimun berat, tak akan sanggup menghadapinya. Anda menuduh saya dengan pasal bukan main-main. Pasal dengan ancaman hukuman 6 tahun, 8 tahun, 12 tahun. Artinya anda ingin menghancurleburkan, menghabisi hidup saya, itulah kekejaman dan kejahatan yang luarbiasa dilakukan oleh mantan Presiden kepada rakyatnya yang bertanya atas sebuah Dokumen Publik: Ijazah Presiden. Karena itu, dengan segenap kekuatan batin, kekuatan jiwa, kekuatan otak dan kecerdasan saya, akan saya hadapi anda di pengadilan, jika memang anda ingin pengadilan terjadi. Ingat, Laporan Polisi anda yang buat, maka, anda pak Jokowi, HARUS HADIR!
Dokter Tifa tweet mediaDokter Tifa tweet media
Indonesia
555
1.6K
4.5K
72.2K
Mas Har retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Penghinaan paling sadis, paling brutal, paling biadab dari Fufufafa alias Gibran, tanpa tedeng aling-aling, straight to the head, kepada Presiden Prabowo Subianto. Alih-alih ditakedown, pelaku bukan saja dibiarkan. Malah diberi jabatan Wapres.
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
224
1.5K
4K
56.6K
Mas Har retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Innalillahi wa Inna ilaihi rojiuun. Saya baru dapat postingan Fufufafa yang ini. Sejahat dan sebrutal ini penghinaan Fufufafa kepada Presiden @prabowo dan putranya mas Didiet. Kita sudah tahu siapa pemilik akun Fufufafa ini, tidak usah tedeng aling-aling. Kenapa dibiarkan oleh negara?
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
219
1.6K
5.4K
156.6K
Mas Har retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Seandainya ada sidang Ijazah Jokowi Tentang IP ini tentu jadi salah satu bagian yang bakal saya cecar kepada pak Jokowi di ruang sidang, jika memang ada sidang Bukan hanya soal keganjilan 3 nilai IPK yang berbeda yang diklaim sebagai nilai milik Joko Widodo IPK pertama dengan nilai IPK <2,00 adalah nilai yang dinyatakan Joko Widodo sendiri di tanggal 29 Juni 2013. IPK kedua dengan nilai IPK 3,05 dinyatakan oleh Bareskrim tanggal 22 Mei 2025 iPK ketiga dengan nilai IPK >2,5 dinyatakan oleh Rektor UGM tanggal 28 November 2025 Maka dengan senang hati saya akan menyiapkan 200an pertanyaan seputar IPK ini, jika memang ada ruang sidang kasus Ijazah. Pelapor, saya pastikan hadir. Jika tidak, dia tidak lebih dari seorang Penipu.
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
396
1.2K
3.4K
63.6K
Mas Har retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Jumat, 1 Mei 2026, Di hari libur Hari Buruh Internasional, saya, dr. Tifa, tetap melangkah ke POLDA Metro Jaya untuk menunaikan kewajiban lapor yang ke-23 kali. Kesibukan menyelesaikan tahap akhir S3, membuat saya hanya bisa Wajib Lapor di akhir Minggu atau hari libur. Ini bukan sekadar rutinitas. Ini adalah catatan tentang bagaimana hukum di negeri ini, dijalankan dengan sangat menyedihkan. Melalui Penyidik Kamneg Unit 5, saya mendapatkan informasi bahwa berkas perkara yang kira-kira setinggi 5 meter telah dikembalikan dari Polda ke Kejaksaan. Sebelumnya, berkas tersebut dikirim ke Kejaksaan pada 13 Januari 2026. Namun berdasarkan ketentuan hukum acara pidana, ketika berkas dikembalikan oleh Kejaksaan, penyidik wajib melengkapi dan mengirimkannya kembali dalam waktu maksimal 14 hari. Faktanya, pengiriman ulang baru dilakukan pada 17 April 2026. Artinya: Terjadi keterlambatan yang signifikan Berpotensi melanggar ketentuan prosedural Dan menimbulkan pertanyaan serius tentang akuntabilitas penegakan hukum Lebih dari itu, proses ini telah berdampak nyata: Status hukum yang menggantung berbulan-bulan Menjadi Tahanan Kota dengan Wajib Lapor berbulan-bula. Pencekalan ke luar negeri Menghasilkan Tertundanya ibadah Haji dan Umroh dan tugas-tugas keilmuwan profesional Tekanan psikologis yang tidak ringan Yang lebih memprihatinkan, situasi ini telah memperkeruh ruang publik: Masyarakat dipertentangkan, pecah belah adu domba oleh para Termul dan Buzzer, energi bangsa terkuras dalam konflik yang tidak produktif. Dalam negara hukum, kekuasaan seharusnya tunduk pada aturan, bukan sebaliknya. Saya tidak berbicara tentang siapa benar atau salah secara personal. Saya berbicara tentang prinsip: Bahwa hukum tidak boleh dipaksakan. Bahwa prosedur tidak boleh dilanggar. Bahwa warga negara berhak atas kepastian dan keadilan. Saya katakan hari ini Jika Ijazahnya terbukti asli, maka Jokowi sangat jahat, membiarkan anak bangsa bertikai bertahun-tahun. Menghabiskan, dana negara bermiliar rupiah, energi rakyat yang terkuras. Jika Ijazahnya terbukti palsu, sungguh saya kehilangan kata-kata untuk menyebut dia.
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
213
660
2.5K
26.3K
Mas Har retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Otak Tidak Dirancang untuk “Perang 365 Hari” 1. Ketika seseorang berada dalam konflik terus-menerus, tekanan hukum, tekanan sosial, serangan psikologis oleh para termul, otak masuk ke mode survival. Ada 3 sistem utama yang bekerja: a. Amygdala (alarm emosi) Mendeteksi ancaman (real atau psikologis). Amygdala menjadi hiperaktif dalam konflik panjang Membuat kondisi selalu “siaga”, curiga, dan tegang Dalam kondisi 365 hari konflik: Amygdala menjadi overdrive, menghasilkan kelelahan emosional b. HPA Axis (Hypothalamus–Pituitary–Adrenal) Ini sistem stres utama tubuh. Sistem ini menghasilkan kortisol (hormon stres), yang berguna untuk pertarungan jangka pendek Tetapi berbahaya secara jangka panjang. Jika berlangsung lama: dalam kondisi Kortisol tinggi terus Sistem imun turun Energi mental habis c. Prefrontal Cortex (logika & kontrol diri) adalah Pusat yang mengatur keputusan rasional dan pusat pengendalian emosi. Dalam stres berkepanjangan: Fungsinya menurun, maka orang akan ebih emosional, lebih mudah menyerah, sulit berpikir jernih. 2. Fenomena: “Learned Helplessness” (Ketidakberdayaan yang Dipelajari) Ini konsep penting dalam neuroscience & psikologi. Ketika seseorang sudah berjuang lama, sudah mencoba berbagai cara, tetapi hasilnya tidak berubah Otak mulai menyimpulkan: “Apa pun yang saya lakukan, tidak ada gunanya.” Ini bukan kelemahan mental. Ini adalah adaptasi otak untuk menghemat energi. Akibatnya: Motivasi turun drastis Emosi menjadi datar atau meledak-ledak Muncul keinginan untuk “mengakhiri konflik dengan cara apa pun” 3. Pada kasus Rismon, seperti yang disampaikan mantan Pengacaranya, Khozinudin yang bercerita di sosmed bahwa Rismon sudah berulangkali menangis dan mengeluh cape, yang akhirnya membawanya pada keputusan meminta restorative justice dan meminta Jalan Damai? Secara neuroscience: Menangis adalah mekanisme pelepasan stres, mengaktifkan parasympathetic system (sistem tenang) Dengan menangis tubuh mencoba “reset” Keputusan seperti meminta restorative justice, bisa dilihat sebagai: “Switch dari mode fight → surrender/escape” Otak memilih: Menghentikan penderitaan Mengurangi beban energi Menghindari kerusakan lebih lanjut 4. Pertarungan ini bukan Sekadar Psikologis Ini Fisik Yang sering tidak disadari: Konflik panjang = kelelahan biologis Gejalanya bisa: Lelah ekstrem walau tidak kerja fisik Sulit tidur / tidur tidak nyenyak Brain fog (sulit fokus) Emosi tidak stabil Bahkan depresi ringan hingga berat Karena: Otak dan tubuh sudah “overheat” terlalu lama. 5. Sistem saraf manusia punya batas. Bahkan tentara di medan perang pun: Mengalami burnout PTSD Collapse mental setelah periode tertentu Konflik hukum/sosial yang panjang bisa setara secara neurologis dengan medan perang psikologis. 6. Refleksi Lebih Dalam (yang Jarang Dibahas) Ada satu hal penting: Dalam konflik panjang, yang sebenarnya terjadi bukan hanya “pertarungan eksternal” tetapi juga: “perang antara mempertahankan identitas vs mempertahankan kelangsungan diri” Pada titik tertentu, otak memilih: hidup lebih penting daripada menang 7. Kesimpulan Neuroscience Yang terjadi pada pertarungan jangka panjang adalah: Neurobiological burnout akibat prolonged stress conflict Dengan komponen: Amygdala overactivation Kortisol kronis Prefrontal cortex melemah Learned helplessness Emotional collapse → surrender decision: ---- Setelah 365 hari Pertarungan TROY vs JOKOWI Siapa yang untung? Yang untung adalah Pengacara Jokowi, bayaran mahal, argo muter terus, modal konpres, bicara santun di media (dan selalu minta kisi-kisi pertanyaan kepada host) Kedua adalah Para Termul Buzzer, pesanan serangan ke Troy tiada henti. Bombardir dari segala lini dengan bayaran mingguan. Media-media yang panen berita ijazah terus 24 jam sepanjang 365 hari. Pak Jokowi bagaimana? Penyakit Autoimun makin parah dan berat. Nyeri berkepanjangan. Organ-organ makin failure. Jadi, Mau dilanjut atau STOP ini?
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
95
252
981
11.8K
Mas Har retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
365 hari TROY VS JOKOWI Yang kami hadapi bukan sekadar konflik biasa. Selain melawan mantan Presiden yang menguasai banyak duit, konflik ini memiliki pola psikologis yang sangat spesifik: Kombinasi antara kekuasaan, penyangkalan, dan kebutuhan untuk tetap terlihat benar di mata publik. Bertarung dengan orang yang sadar salah itu masih ada titik masuk: logika, rasa malu, atau hukum. Tetapi bertarung dengan orang yang tidak merasa salah, justru menganggap dirinya benar, bahkan merasa berhak menghukum orang lain, seperti yang sudah dia lakukan terhadap Bambang Tri dan Gus Nur, Hasilnya adalah level pertarungan yang paling melelahkan secara mental dan eksistensial. Dan ketika lawan kami ini Jokowi, maka perhitungannya bukan hanya tentang individu, tetapi tentang: Sistem kekuasaan Jaringan kepentingan dan narasi publik yang dibentuk secara masif: memfitnah, membully, membunuh karakter, dan mencaci-maki. Itulah mengapa ini terasa seperti pertarungan 365 hari tanpa henti. Karena yang kami lawan bukan hanya orang, tapi struktur realitas yang dia bangun di sekitar dirinya. Hikmah 365 hari yang kami temukan adalah: Pertarungan paling berat bukan melawan orang kuat. Tapi melawan orang yang menipu, berbuat jahat, tidak merasa salah dan masih percaya diri meyakini dia pernah kuliah di tempat yang bahkan dia tidak tahu seperti apa tempat itu sesungguhnya, Dan tetap ingin menang, bahkan bukan sekedar itu, dia tetap ingin menghukum orang lain. Selama 365 hari ini, itulah pertarunganku. Aku tidak sedang melawan kekuasaan. Aku sedang melawan kebebalan yang merasa dirinya adalah kebenaran. Seseorang yang menipu, tidak merasa bersalah. Seseorang yang berbuat jahat, tapi merasa jadi korban. Dan yang paling berbahaya, dia ingin menang, sambil menghukum orang yang mengungkapnya. 365 hari, semoga Allah melindungi dan menjaga kami.
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
213
629
2.1K
20.9K
Mas Har retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Budi Arie sebut Isu Ijazah Jokowi tidak substantif alias tidak penting Kalau memang tidak substantif, ngapain Jokowie laporkan saya dkk ke POLDA tanggal 30 April 2025 setahun lalu. Nah malah jadi makin terang-benderang, kan Ijazahnya abal-abal, 709 dokumen dengan riwayat pendidikannya morat-marit, malah lalu sejarah keluarganya pun jadi ikut diubek-ubek. Saya mengingatkan Pak Jokowi sama dengan saya mengingatkan Rismon si Omon-Omon: Kalau punya Ijazah palsu itu diem, sssttt jangan berisik! jangan sok petetang-petenteng, Jangan sok lopar-lapor malah akhirnya urusan makin blangsak ngga keruan. Saya memang punya kepentingan meneliti Ijazah Jokowi untuk menegakkan kebenaran, bukan untuk menghina ataupun merendahkan. Kalau punya Ijazah asli, ya tinggal ditunjukkan saja, beres. Ngapain pakai lapor polisi segala. Nah kan jadinya ambyar. Jadi kelihatan skripsi palsunya, transkrip palsunya, koran KR palsu, KKN palsu, Registrasi palsu, foto-foto palsu dll dkk malah jadi keumbar-umbar. Hal sama terjadi pada Si Omon. Koar sama gertak sini, teriak-teriak, lha malah kebongkar Ijazah palsu bahkan surat kematian palsu. Soal surat kematian palsu itu betul-betul ngga habis pikir. Moon Mon.
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
246
986
2.8K
39.6K
Mas Har retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Saya tidak heran jika nanti muncul Ijazah Jokowi lengkap dengan watermark, emboss, bahkan lintasan stempel di atas jas hitam. Gampang bikin itu. Apalagi blanko ijazah tahun 1985 sudah disiapkan sehingga bakal lolos Uji Carbon Dating. Target mereka adalah: dr Tifa dan Roy Suryo dipenjara Untuk memberi efek jera kepada orang lain agar jangan usik lagi soal Ijazah bodong Jokowi. Apalagi soal pendidikan Gibran. Maka yang terjadi bukan Gibran End Game. Tapi Rismon End Game. Perang Rismon selesai. Balik habitatnya, kumpul sesama Ternak. Catatan untuk kejadian Rismon: Jadi orang baik di Indonesia itu lelah, banyak risiko, dan penuh ancaman. Apalagi jika kebaikan itu ternyata cuma usaha menutupi kejahatan memalsukan ijazah Yamaguchi.
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
462
1.1K
3K
81.7K
Mas Har retweetledi
doelpaten
doelpaten@doelpaten·
Peter Gontha: Kalau ijazah Jokowi asli, jahat sekali... Karena telah membiarkan rakyat di bawah gontok2an, saling hujat, saling tuding, saling lapor, bahkan ada yg dipenjara Sbg seorang negarawan, harusnys diperlihatkan Kalau palsu sih dimaklumi, sambung Peter Gontha lagi..! Hati2 diseruduk termul lho..!!
Indonesia
268
1.5K
3.5K
93.4K
Mas Har retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Mas Roy, @KRMTRoySuryo2 Tinggal kita berdua sekarang berdiri di garis ini. Bukan karena yang lain tidak peduli, tapi karena tidak semua kuat menahan beban yang sama. Ancaman semakin nyata. Tekanan datang dari segala arah. Menghimpit hingga terasa habis nafas. Kadang bukan hanya tentang apa yang kita hadapi di luar, tapi juga pergulatan di dalam diri, lelah, ragu, bahkan rasa sepi yang tak terjelaskan. Tapi kita tahu satu hal yang tidak boleh runtuh: kebenaran itu sendiri. Perjalanan ini tidak pernah mudah. Dan mungkin memang bukan untuk semua orang. Hanya untuk mereka yang bersedia tetap berdiri, bahkan ketika banyak orang memilih berpaling dan meninggalkan medan ini. Kalau hari ini terasa semakin berat, itu bukan tanda kita harus berhenti. Itu tanda bahwa apa yang kita buka, semakin dekat ke inti. Mas Roy, kalau suatu saat langkah terasa goyah, ingatlah, kita tidak pernah benar-benar berdua. Ada sejarah yang mencatat, ada nurani yang menyaksikan, dan Gusti Allah boten nate sare. Selama niat ini lurus, selama kita tidak menjual kebenaran, maka kita tidak sedang dibuat kalah, kita sedang ditempa. Dan bila harus berjalan sampai ujung, maka biarlah kita dikenal bukan karena kemenangan, tetapi karena kita tidak pernah mundur. Karena pada akhirnya, kebenaran tidak butuh banyak orang. Ia hanya butuh sedikit tetapi yang tidak menyerah. Dan semoga yang sedikit itu kita.
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
839
2.1K
7.6K
100.2K
Mas Har retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
PERNYATAAN DR TIFA Saya tegaskan bahwa saat ini saya tidak termasuk dalam barisan pihak yang menginginkan pemakzulan Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, apabila terdapat gerakan, pernyataan, atau aktivitas apa pun yang menggunakan nama maupun foto saya untuk tujuan tersebut, maka hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan dan tanpa izin saya. Sikap saya dalam perjuangan ini jelas dan tidak pernah berubah: MENEGAKKAN KEBENARAN. Itulah landasan saya dalam upaya mengungkap fakta terkait ijazah Joko Widodo serta menelusuri riwayat pendidikan Gibran Rakabuming Raka. Namun perjuangan saya bukan perjuangan politik, dan sekali lagi saya tegaskan, tidak berada dalam agenda pemakzulan Presiden Prabowo Subianto. Saya berdiri sebagai peneliti dan aktivis, bukan politisi, bukan oposisi, dan tidak menjadi bagian dari manuver kekuasaan mana pun. Apa yang saya lakukan adalah bagian dari komitmen moral dan intelektual: tegak dalam gerakan Amar Makruf Nahi Munkar. Karena bagi saya, kebenaran tidak tunduk pada kekuasaan, dan keadilan tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan.
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
163
747
2.9K
45.7K
Mas Har retweetledi
Barish 🇲🇨🇵🇸
Barish 🇲🇨🇵🇸@as_siglie·
(Viralkan ini....) ini ! Pernyataan yang Bener dan Jujur. Hanya di Indonesia, rakyat memakmurkan para Pejabat.. !
Indonesia
19
353
506
3.5K
Mas Har retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Rismon pas masih sahabatan sama kita, wajahnya ada ganteng-gantengnya ya. Begitu temen sama Andi Azwan, Farhat Abbas, dll Ngnghkhkzhzawrts....krik krik
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
187
250
1.4K
35.3K
Mas Har retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Dear Rismon, Ingatkah kamu, Tanggal 15 April 2025. Ruang 109 Fakultas Kehutanan UGM. Kita duduk bertiga: aku, kamu, dan dan mas Roy Suryo. Pertama kali tiga pasang mata kita dan tiga pasang tangan kita, menyaksikan dan memegang Skripsi Palsu milik Joko Widodo. Hari itu bukan sekadar hari pertemuan pertama. Hari itu adalah titik mula sebuah perjalanan yang tidak ringan, bahkan mungkin terlalu berat untuk manusia biasa. Dan sejak hari itu, kita bukan lagi sekadar rekan seperjuangan. Kita menjadi tiga sahabat. Aku dan Mas Roy, menganggapmu bukan hanya partner dalam mencari kebenaran, tapi adik kami sendiri. Ada rasa ingin menjaga. Ada rasa percaya yang tumbuh tanpa dibuat-buat. Ada keyakinan bahwa kita bertiga adalah satu barisan kecil yang tak akan terpisahkan. Aku masih ingat caramu berbicara waktu itu, penuh keyakinan, penuh api. Seolah kita semua adalah bagian dari barisan kecil yang ditakdirkan untuk menyalakan terang di tengah gelap yang sudah terlalu lama dibiarkan. Kita tertawa. Kita berdiskusi. Kita merancang langkah-langkah. Dan di antara semua itu, tidak ada sedikit pun keraguan bahwa kita berada di sisi yang benar. Tapi Rismon, jalan yang kita pilih ternyata bukan jalan lurus. Ia berkelok. Ia gelap. Ia penuh jebakan. Dan yang paling menyakitkan, kadang bukan musuh di depan yang melukai, tapi perubahan arah dari mereka yang dulu berjalan di samping kita. Ada satu bagian dari perjalanan ini yang sampai hari ini masih mengganjal, dan jujur saja, itu yang paling membuat hati ini terasa berat. Tentang ijazah Yamaguchi itu. Tentang surat keterangan kematian yang dikabarkan lawan kita. Hal-hal yang, aku tahu, membuatmu berada dalam posisi yang tidak mudah. Mungkin kamu merasa terancam. Mungkin kamu merasa sendirian. Mungkin kamu takut. Tapi justru di situlah, seharusnya kamu kembali ke kami. Mengapa kamu tidak bicara. Mengapa kamu memilih diam, lalu berbalik arah? Padahal sejak awal, kita berjalan bukan sebagai orang asing. Kita berjalan sebagai tiga sahabat. Aku dan Mas Roy sudah menganggapmu sebagai adik, yang seharusnya bisa datang kapan saja, membawa beban seberat apa pun, tanpa takut dihakimi. Kalau memang di masa lalu ada yang pernah keliru, kalau pernah ada kebohongan, kalau pernah ada langkah yang salah, itu bukan akhir dari segalanya, Rismon. Tidak ada manusia yang bersih tanpa cela. Dan tidak ada masalah yang benar-benar buntu, jika kita hadapi bersama, dengan jujur. Kita bisa cari jalan keluar. Kita bisa berdiri bersama. Kita bisa memperbaiki, apa pun itu. Tapi yang terjadi, justru sebaliknya. Kamu memilih jalan sendiri. Kamu menjauh. Dan pada titik tertentu… kamu berdiri di sisi yang berseberangan. Bahkan kamu sekarang memusuhi kami. Dan di sinilah pertanyaan itu tak bisa lagi aku tahan: Mengapa kamu berkhianat? Bukan hanya kepada kami. Bukan hanya kepada persahabatan yang kita bangun dengan tulus… Tapi juga kepada begitu banyak orang yang menggantungkan harapan pada perjuangan ini. Pada rakyat. Pada kebenaran yang seharusnya kita jaga bersama. Apakah semua ini sepadan, Rismon? Apakah rasa takut itu lebih besar daripada nilai kebenaran yang dulu kamu perjuangkan dengan penuh keyakinan? Aku tidak menulis ini dengan amarah. Aku menulis ini dengan luka. Karena kehilangan seorang lawan itu biasa. Tapi kehilangan seorang adik dalam perjuangan, itu jauh lebih dalam rasanya. Namun satu hal yang harus kamu tahu, Kebenaran tidak pernah berubah, meski manusia bisa. Dan pintu untuk kembali pada kebenaran, tidak pernah tertutup. Seberat apa pun langkah yang sudah kamu ambil, selama masih ada keberanian untuk jujur, selalu ada jalan pulang. Jika suatu hari nanti kamu kembali melihat ke belakang, ingatlah satu hal: Kita pernah menjadi tiga sahabat. Kita pernah berdiri di titik yang sama, dengan hati yang bersih, dan niat yang lurus. Tak akan bisa dihapus oleh apa pun. Aku, dr Tifa, menulis ini untukmu, Rismon, dengan pilu yang tak terucap.
Dokter Tifa tweet mediaDokter Tifa tweet mediaDokter Tifa tweet media
Indonesia
516
1.3K
5K
233.9K
Mas Har retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Rismon mau Restorative Justice lagi sama pak Jusuf Kalla? Nanti kalau dilaporkan Tito Karnavian, Muhammad Nuh Al Azhar juga mau Restorative Justice juga? Mereka yang bolak-balik dicaci maki gila-gilaan oleh si Omon. Panjang kali pun daftar koplak kau, Mon, Mon. youtube.com/live/wnm-vKupf…
YouTube video
YouTube
Indonesia
83
315
1K
56.6K
Mas Har retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
ANALISIS EVOLUSI WAJAH “JOKO WIDODO” 1980-1985 DENGAN MODEL INTEGRATED CRANIOFASCIAL & FORENSIC AGE PROGRESSION ANALYSIS Oleh Tifauzia Tyassuma Neuroscience Behavior, Neuropolitika Berdasarkan foto yang diakui sebagai foto Joko Widodo Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM Angkatan 1980, dengan foto ini ditempel pada lembar pendaftaran Klub Pecinta Alam FKT UGM Mapala Silvagama. Dengan metode Integrated Craniofascial and Forensic Age Analysis maka saya membuat simulasi foto ini berdasarkan perubahan anatomi, biologi, dan morfologi yang menghasilkan proyeksi foto sebelah kanan. Apa saja yang menyebabkan wajah seseorang berubah dalam lima tahun? Joko Widodo yang ini jika memang benar masuk UGM tahun 1980, dengan kelahiran 1961 maka usia saat itu adalah 19 tahun, secara fase biologi dari late adolescence (remaja dewasa) menuju usia 24 tahun, atau fase early adulthood (dewasa muda). Artinya dalam lima tahun masa pubertas akhir menuju fase maturase penuh hormon androgen. Apa yang terjadi pada anatominya? Pada masa ini terjadi perubahan tulang wajah atau craniofacial remodelling, Dimana mandibula atau rahang bawah memanjang ke depan, dengan gonial angle atau sudut rahang menjadi lebih tegas. Dampak wajah akan berubah dari oval lembut menjadi lebih maskulin dan terdefinisi. Zygoma atau tulang pipi akan sedikit lebih menonjol, midface menjadi lebih terangkat. Wajah terlihat lebih “berisi struktur”, bukan sekadar kurus. Menton atau dagu lebih protrusive (lebih maju), lebih tegas karena pertumbuhan tulang dan jaringan lunak di area dagu. Dalam kurun waktu lima tahun hormon testosterone meningkat dengan efek terjadi penebalan tulang wajah, dan pembesaran otot masseter (otot kunyah). Terjadi perubahan jaringan lunak sehingga lemak subkutan di pipi berkurang, dan wajah terlihat lebih “kering” dan tegas. Ekspresi berubah dari: remaja: netral/polos menjadi dewasa: lebih “berisi makna” (confidence / kontrol emosi). Ekspresi neurologis menunjukkan tatapan mata lebih fokus akibat otot orbicularis oculi lebih aktif. Secara neuroscience seseorang dalam lima tahun, Prefrontal cortex berkembang signifikan, kontrol emosi & sosial meningkat. Rambut tetap tebal akibat hormon androgen di puncak optimal Analisis yang saya lakukan bukan satu metode tunggal, tetapi gabungan beberapa pendekatan ilmiah yang biasa dipakai dalam forensik, biologi, dan antropologi, yaitu: 1. Craniofacial Growth Analysis atau Analisis pertumbuhan tulang wajah 2. Forensic Age Progression atau Rekonstruksi wajah berdasarkan pertambahan usia.Biasanya dipakai oleh: Kepolisian atau Ahli forensic, untuk memprediksi bagaimana wajah berubah dari waktu ke waktu. 3. Biological Aging Analysis (Human Developmental Biology), kemudiah yang sangat penting 4. Morphological Facial Analysis atau Analisis bentuk dan struktur wajah), dan 5. Neurofacial Expression Analysis atau Analisis ekspresi berbasis perkembangan neurologis, mencakup Perubahan ekspresi akibat kematangan otak. (Penjelasan lebih lengkap pada buku saya berikutnya: JOKOWI'S DARK FILE). Dengan paparan saya di atas, maka dengan melihat kedua foto ini, anda bisa menarik simpulan, jika wajah Joko Widodo Ketika “diterima” di Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980 adalah foto yang sebelah kiri, maka ketika dia “wisuda” 5 tahun kemudian, wajah yang akan tampil di foto adalah seperti pada foto sebelah ini. Bukannya wajah entah siapa dengan kacamata, bibir tebal, dan kumis dicomot sembarangan. ----- Sungguh, perkembangan ilmu dan teknologi Abad 21 mengakibatkan tak ada siapapun makhluk hidup bisa menyembunyikan kebohongan, melakukan rekayasa, manipulasi, apalagi dengan cara amatiran macam cara yang dilakukan Pasar Pramuka.
Dokter Tifa tweet mediaDokter Tifa tweet media
Indonesia
172
543
1.9K
59.7K
Mas Har retweetledi
🅱🅰🅶🅾🅽🅶
🅱🅰🅶🅾🅽🅶@RagilSemar·
Kalau kita ngomong pemakzulan atau impeachment, biasanya lalu counter , "ntar wakilnya dong yang naik. Berabe" Saudara2, Impeachment itu BISA SEPAKET. Dua2nya. Supaya gak ada lagi Republik "Pokoknya Ada". Yang kita belum punya itu : KEKOMPAKAN. ORANG BAIK JANGAN DIAM !
Indonesia
240
3.1K
6.3K
67.2K