Arif Kusuma

20K posts

Arif Kusuma banner
Arif Kusuma

Arif Kusuma

@arippkusuma

tidak semua yang kamu twit harus dilakukan dan tidak semua yang kamu lakukan harus di twit~

Katılım Temmuz 2009
742 Takip Edilen418 Takipçiler
Arif Kusuma retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Prof. Siti Zuhro peneliti senior politik dari LIPI dan BRIN baru bongkar sesuatu yang menurut gue paling jujur yang pernah disampaikan soal kondisi pemerintahan Prabowo sekarang. Bukan dari kubu oposisi. Bukan dari aktivis yang sudah punya agenda. Tapi dari akademisi yang bahkan pernah duduk langsung berhadapan dengan Prabowo dan mengakui sosoknya santun dan cerdas. Kenapa kritiknya makin keras dan makin vulgar? Prof. Siti tidak melihat ini sebagai sesuatu yang aneh. Justru ini adalah buah dari demokrasi yang sudah berjalan lima kali pilpres langsung sejak 2004. Rakyat merasa ikut memiliki. Pilpres bukan oleh MPR tapi oleh rakyat langsung. Maka pertanggungjawaban presiden memang kepada rakyat dan rakyat punya hak untuk bertanya, mengevaluasi, mengkritisi. Yang berbeda sekarang adalah mediumnya terbuka luar biasa. Tidak perlu institusi. Tidak perlu ormas. Satu orang dengan handphone bisa langsung menyuarakan kekecewaannya ke jutaan orang. Masalah utamanya: kesenjangan antara retorika dan realita: Di 100 hari pertama survei kepuasan Prabowo di atas 80%. Semua lembaga survei sepakat. Kenapa setinggi itu? Bukan karena program sudah berjalan. Tapi karena statement-nya menggembirakan. Keberpihakannya kepada rakyat terasa jelas dari cara dia bicara. Tapi begitu senjang kayak bumerang dia. Berbalik. Dan akumulasinya terjadi pelan-pelan. Setiap janji yang belum terwujud menambah lapisan kekecewaan. Sampai akhirnya yang keluar bukan lagi kritik yang halus tapi suara yang vulgar dan tanpa basa-basi. Soal kabinet yang terlalu besar: Prof. Siti menggunakan kalimat yang gue rasa paling tepat menggambarkan masalahnya: Kaya struktur tidak identik dengan kaya fungsi. Kabinet sebesar ini secara teori administrasi sangat sulit untuk efektif dan efisien. Dan yang terjadi kemudian adalah Prabowo selalu pasang badan untuk kelemahan kabinetnya mengambil semua tanggung jawab. Akibatnya semua pertanyaan publik kini mengarah langsung ke Prabowo. Bukan ke menteri terkait. Dan itu risiko yang diciptakan sendiri. Soal laporan ABS Asal Bapak Senang: Ini yang menurut gue paling serius dari seluruh diskusi. Ada kekhawatiran bahwa informasi yang masuk ke Prabowo sudah disaring terlalu rapi. Pintu masuk ke presiden disebut sangat terbatas berbeda dengan Jokowi yang pintunya lebih banyak. Hasilnya: Prabowo berpidato dengan narasi yang menggembirakan tapi tidak sesuai dengan kondisi di lapangan yang sudah diketahui publik lewat citizen journalism. Kalau sampai tidak terinformasikan mestinya istana kalau sayang Pak Prabowo sebagai presiden, lebih mengutamakan info yang kredibel. Yang betul-betul tidak menimbulkan senjang dengan publik. Dan publik sekarang tidak bisa dibohongi. Tidak ada yang bisa disembunyikan di era ini. Soal DPR yang diam: Prof. Siti mengingatkan satu hal yang fundamental dalam demokrasi: tidak mungkin ada pemerintahan yang sehat tanpa oposisi yang berfungsi. PDIP sendirian sama seperti PKS sendirian dulu di era SBY. Tidak efektif. Dan akibatnya fungsi pengawasan yang harusnya dilakukan DPR kini dilakukan oleh rakyat sendiri. "Wakilnya tidak jalan. Maka rakyat sendiri yang bersuara. Berpodcast sendiri. Merekam sendiri. Tidak takut, apa adanya dipertontonkan." Soal MBG dan Koperasi Desa yang perlu ditata ulang: Prof. Siti bukan menolak program-program ini. Tapi dia menyoroti satu masalah mendasar: semuanya top down. Koperasi Desa yang dananya diambil dari dana desa kepala desa tidak happy. Dan ketidakhappian kepala desa menjalar ke seluruh sistem kekerabatan di desa. MBG yang harusnya diprioritaskan untuk daerah 3T dan basis stunting justru dikasih juga ke Jakarta dan kota-kota besar yang tidak membutuhkan. "Apakah betul Jakarta harus dikasih MBG juga? Kota-kota di Jawa yang sudah besar? Kalau menurut saya itu tidak tepat sasaran." Dan soal Prabowo sendiri penilaian yang jujur: Prof. Siti tidak membenci Prabowo. Dia mengakui presiden ini cerdas, bacaannya luas, santun dalam pertemuan langsung. Tapi ada satu masalah yang tidak bisa diabaikan: Prabowo terkesan elitis. Tidak punya pengalaman hidup dalam kekurangan yang membuat seorang pemimpin benar-benar luwes dengan rakyat. Dan gaya komunikasinya yang menggebu seperti Bung Karno di era yang berbeda justru menimbulkan respons negatif. Karena orang menunggu implementasi bukan inspirasi. "Beliau ini eksekutif loh. Eksekutor. Tidak terlalu banyak sambutan tapi eksekusi. Pesan terakhir yang paling gue ingat: "Menuju Oktober 2026 sepatutnya pemerintahan Pak Prabowo memberikan relief yang konkret. Bukan kata-kata. Bukan pidato. Seeing is believing. Kata-kata sudah tidak cukup lagi." Dan soal ancaman menertibkan pengamat — Prof. Siti menjawab dengan tenang: Mengkritisi kebijakan yang merugikan rakyat itu wajib. Bukan makar. Bukan mendongkel. Tapi wajib. Itu modalitas kita membangun negara dengan kedaulatannya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
11
50
133
6.5K
Arif Kusuma retweetledi
Arif Kusuma retweetledi
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
Harga tiket di Traveloka NAIK setiap kali lo cek. BUKAN karena seat makin dikit dan orang udah pada beli, tapi ini algoritma. Gue cek tiket Jakarta-Bali kemarin. Rp850rb. Cek lagi 2 jam kemudian. Rp1.1jt. Pake HP temen? Balik ke Rp870rb. Mereka pake dynamic pricing buat maksimalin revenue. Kita bisa lawan algoritma mereka. Ini cara yang gue lakuin buat hemat tiket pesawat yang Traveloka gak mau lo tau:
Indonesia
203
6.1K
27.3K
1.5M
Arif Kusuma retweetledi
Humas_BMKG
Humas_BMKG@InfoHumasBMKG·
🚨 𝗛𝗢𝗔𝗞𝗦 𝗧𝗘𝗥𝗞𝗔𝗜𝗧 “𝗦𝗤𝗨𝗔𝗟𝗟 𝗟𝗜𝗡𝗘” & 𝗠𝗔𝗟𝗔𝗠 𝗧𝗔𝗛𝗨𝗡 𝗕𝗔𝗥𝗨 🚨 𝗕𝗠𝗞𝗚 𝗧𝗜𝗗𝗔𝗞 𝗣𝗘𝗥𝗡𝗔𝗛 merilis pernyataan atau peringatan dini seperti yang beredar terkait: ❌ terdeteksinya Squall Line ❌ ancaman badai ekstrem khusus malam 31 Desember 2025-1 Januari 2026 ❌ imbauan resmi BMKG dengan narasi tersebut Hingga saat ini, tidak ada rilis resmi BMKG yang menyatakan adanya fenomena Squall Line seperti yang disebutkan dalam unggahan tersebut. 📌 Perlu dipahami, setiap informasi cuaca dan peringatan dini BMKG hanya disampaikan melalui kanal resmi, seperti: • Website: bmkg.go.id • Media sosial: @infoBMKG • Aplikasi Info BMKG Masyarakat diimbau tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Selalu cek sumber resmi BMKG untuk mendapatkan info cuaca yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Bijak bermedia, saring sebelum sharing 🙏🏼 #InfoBMKG #SquallLine
Humas_BMKG tweet media
Indonesia
0
19
31
5.9K
Arif Kusuma retweetledi
Science girl
Science girl@sciencegirl·
Dinner at home through the decades 📹AI by vintagememories66
English
38
126
874
107K
Arif Kusuma retweetledi
Drone Emprit Official
Drone Emprit Official@DroneEmpritOffc·
SENTIMEN PUBLIK TERHADAP LEDAKAN DI SMAN 72 JAKARTA Tragedi ini jadi alarm pendidikan. Data 7–13 Nov ungkap pergeseran sentimen, dari simpati jadi kemarahan. Apa yang memicu reaksi masif ini? Yuk, simak datanya! By DE (@ismailfahmi)
Drone Emprit Official tweet media
Indonesia
1
9
12
2.1K
Arif Kusuma retweetledi
Drone Emprit Official
Drone Emprit Official@DroneEmpritOffc·
#KLUIVERTOUT: Blunder Sang Pelatih Hancurkan Mimpi Rakyat Indonesia? Tagar ini viral, menunjuk satu nama sebagai biang keladi: Patrick Kluivert. Kami bedah data untuk mengungkap mengapa taktik & sikapnya memicu amarah besar publik. Sebuah utas. 👇 By DE (@ismailfahmi)
Drone Emprit Official tweet media
Indonesia
3
12
14
9.1K
Arif Kusuma retweetledi
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi@ismailfahmi·
Purbaya Effect Studi ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik terhadap kebijakan dan kepemimpinan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, yang resmi menjabat sejak September 2025 menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Dengan memanfaatkan pendekatan analisis media sosial dan berita online, penelitian ini mengkaji dinamika opini publik selama periode 17 September hingga 7 Oktober 2025, sebuah fase transisi yang ditandai oleh sejumlah kebijakan kontroversial, termasuk penolakan terhadap kenaikan cukai rokok, pemangkasan anggaran daerah (Transfer Keuangan Daerah/TKD), serta efisiensi anggaran MBG. Data yang dikumpulkan mencakup lebih dari 88.381 mention dan hampir 690 juta interaksi lintas platform, dengan puncak perhatian publik tercatat pada 23 September (ultimatum pajak Rp60 triliun) dan 6 Oktober (konflik terkait pemotongan anggaran MBG).
Drone Emprit Official@DroneEmpritOffc

SENTIMEN PUBLIK TERHADAP MENKEU PURBAYA DAN KEBIJAKANNYA Baru menjabat, Purbaya curi perhatian dari ultimatum pajak sampai pemangkasan anggaran MBG. Respons publik beragam, antara yang antusias dan kritis. Gimana publik tanggapi kebijakan-kebijakan ini? By DE (@ismailfahmi)

Indonesia
2
63
327
38.9K
Arif Kusuma retweetledi
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi@ismailfahmi·
Analisis Intelijen Estimatif Berdasarkan Model CIA-Style Sherman Kent Krisis Kepercayaan Publik Terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Executive Summary Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghadapi krisis kepercayaan publik yang parah dan meluas, dipicu oleh serangkaian insiden keracunan massal di berbagai wilayah. Analisis ini menggunakan pendekatan intelijen estimatif (estimative intelligence) berdasarkan model CIA-Style Sherman Kent intelligence analysis framework, dengan mengkaji data media online dan sosial untuk memetakan situasi, mengidentifikasi faktor pendorong, dan memproyeksikan skenario masa depan. Bahan analisis berasal dari rangkuman percakapan media online dan media sosial periode 24 Sep–1 Okt 2025 (isu MBG), mencakup pola narasi, tema sentral, aktor, serta sebaran kanal. Data menunjukkan sentimen negatif yang sangat dominan, didorong oleh persepsi publik bahwa insiden ini bukan kecelakaan sporadis, melainkan hasil dari kegagalan sistemik dalam tata kelola, pengawasan, dan implementasi program. Kami menilai bahwa tanpa intervensi kebijakan dan komunikasi yang cepat, transparan, dan kredibel, program ini berisiko mengalami delegitimasi total, yang dapat merusak reputasi pemerintah secara signifikan. Skenario yang paling mungkin terjadi adalah "Status Quo Terkikis," di mana program berlanjut namun dengan tingkat kepercayaan publik yang rendah secara permanen.
Ismail Fahmi tweet mediaIsmail Fahmi tweet mediaIsmail Fahmi tweet mediaIsmail Fahmi tweet media
Indonesia
12
97
288
13.4K
Arif Kusuma retweetledi
Drone Emprit Official
Drone Emprit Official@DroneEmpritOffc·
SENTIMEN PUBLIK TERHADAP MBG MBG digagas untuk atasi stunting, tapi kini viral karena keracunan massal. Dari triliunan anggaran hingga ribuan korban, percakapan publik memanas di semua platform. Bagaimana publik merespons polemik program ini? By DE (@ismailfahmi)
Drone Emprit Official tweet media
Indonesia
6
41
52
11.3K
Arif Kusuma retweetledi
HRD BACOT
HRD BACOT@hrdbacot·
Selamat pagiii. Berikut yaaa SKB tiga menteri untuk Libur Nasional dan Cuti Basamo. Semoga bermanfaat Source: kemenkopmk.go.id/sites/default/…
HRD BACOT tweet mediaHRD BACOT tweet media
Indonesia
230
2.8K
6.5K
578.4K
Arif Kusuma retweetledi
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi@ismailfahmi·
Analisis Intelijen Strategis Program Makan Bergizi Gratis Analisis Berdasarkan Kerangka Strategic Intelligence McDowell Analisis ini disusun menggunakan Drone Emprit AI yang mengolah data pemberitaan dari media daring dan percakapan publik di media sosial, kemudian dianalisis dengan Kerangka Strategic Intelligence McDowell (2009). 1. Definisi Masalah (Problem Definition) Isu Utama/Pertanyaan Strategis: Analisis ini bertujuan untukmenjawab pertanyaan: "Bagaimana persepsi publik dan liputan media online terhadap implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta apa implikasi strategis dari isu-isu yang muncul terhadap keberlanjutan program, reputasi pemerintah, dan stabilitas sosial?" Fokusnya adalah pada kesenjangan antara tujuan mulia program dengan realitas pelaksanaannya yang sarat masalah. Domain Masalah: Isu ini bersifat multidimensional dan saling terkait, mencakup: o Sosial & Keamanan Publik: Krisis kesehatan akibat keracunan massal yang berulang, mengancam keselamatan anak-anak sebagai kelompok rentan dan menimbulkan kecemasan di kalangan orang tua. o Politik & Tata Kelola: Reputasi Presiden Prabowo Subianto dan pemerintahannya dipertaruhkan. Efektivitas Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga pelaksana dipertanyakan, serta munculnya tekanan dari legislatif (DPR) dan masyarakat sipil. o Ekonomi: Alokasi anggaran masif (Rp71 triliun) yang penyerapannya rendah, dugaan korupsi melalui "dapur fiktif", dan dampak program terhadap UMKM lokal yang seharusnya diberdayakan. o Hukum: Potensi tuntutan hukum dari korban keracunan dan investigasi terhadap dugaan penyelewengan dana serta malpraktik dalam penyediaan makanan. Indikator strategis...
Ismail Fahmi tweet media
Indonesia
10
224
644
33K
Arif Kusuma retweetledi
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi@ismailfahmi·
Drone Emprit Notes #1 - Senin, 15 September 2025 Analisis Framing Media: Pelantikan dan Gebrakan Awal Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Analisis ini mengkaji pembingkaian media (framing) terhadap pelantikan dan kebijakan awal Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, terutama terkait kebijakan injeksi likuiditas Rp200 triliun dan kontroversi publik yang menyertainya. Dengan mengintegrasikan kerangka analisis framing Robert Entman (1993) dan kategorisasi isu-aktor Murray Edelman (1993), penelitian kualitatif ini membedah data dari berbagai platform yang mencakup berita online, media sosial (Twitter, Facebook, TikTok), dan YouTube untuk mengidentifikasi pola narasi yang dominan dan bersaing. Hasil analisis menunjukkan tidak adanya narasi tunggal, melainkan fragmentasi framing yang tajam berdasarkan jenis dan platform media. Media arus utama dan ekonomi cenderung membingkai isu sebagai tantangan teknokratis (Opportunity with Threat), fokus pada potensi pertumbuhan dan risiko kebijakan. Sebaliknya, media kritis/alternatif membingkainya sebagai ancaman terhadap keadilan sosial (Threat), memposisikan Purbaya sebagai Villain yang berpihak pada konglomerat. Polarisasi paling ekstrem terjadi di media sosial: TikTok secara dominan membangun citra Purbaya sebagai Hero yang tegas dan solutif, sementara Twitter menonjolkan isu moral dan personal, membingkainya sebagai Villain yang arogan dan menciptakan Crisis kepercayaan. Implikasi dari fragmentasi ini signifikan: pembingkaian yang terpolarisasi ini berisiko menyederhanakan isu kebijakan fiskal yang kompleks menjadi pertarungan citra personal, mengikis evaluasi publik yang berbasis kinerja, dan menciptakan 'gelembung realitas' (reality bubbles) yang menghambat dialog publik yang konstruktif. Pada akhirnya, kepercayaan publik terhadap aktor dan kebijakan ekonomi menjadi rentan terhadap narasi emosional yang dominan di platform masing-masing, bukan pada analisis substantif. Langkah analisis...
Ismail Fahmi tweet media
Indonesia
3
16
51
11.1K
Arif Kusuma retweetledi
Drone Emprit Official
Drone Emprit Official@DroneEmpritOffc·
Ketika sejarah disangkal, publik bersuara. Thread ini menyajikan analisis percakapan publik soal pengakuan atas pemerkosaan massal 1998: siapa yang dibela, siapa yang dikritik, dan apa tuntutan masyarakat? By DE (@ismailfahmi)
Drone Emprit Official tweet media
Indonesia
3
9
37
2.6K
Arif Kusuma retweetledi
oka ➐
oka ➐@daraprayoga_·
Sekarang bisa posting lari tanpa harus lari
Indonesia
718
2.3K
21K
1.4M
Arif Kusuma retweetledi
0%
0%@deskypea·
tutorial ngecounter kalimat "gak ada yang nanya" :
Indonesia
1.4K
3.3K
51.4K
4M
Arif Kusuma retweetledi
Heri
Heri@herinuryana·
JANGAN JUAL DATA BIOMETRIK CUMA BUAT 800K! Gila, ini kita hidup di zaman apa sih?! Masa iya, demi duit receh 800 ribu lo rela kasih data biometrik lo ke perusahaan asing?! Lo pikir ini kaya jual akun game yang kalau ilang bisa bikin baru? Nggak, men! Ini retina lo, bagian dari tubuh lo, yang nggak bisa diganti kayak password atau KTP! Sekali bocor, SEUMUR HIDUP LO NGGAK PUNYA PRIVASI LAGI! Lo tahu nggak, negara-negara maju udah banyak yang BLOKIR Worldcoin (WLD) karena sadar bahaya data biometrik ini? Eropa dkk mereka semua NGGAK MAU AMBIL RESIKO. Tapi apa yang dilakukan WLD? Mereka pindah ke negara berkembang yang rakyatnya lebih gampang dibujuk cuma dengan recehan! Kita dijadiin kelinci percobaan, bro! Lo pikir mereka peduli sama lo? Enggak! Mereka cuma mau ngumpulin data sebanyak-banyaknya sebelum semua orang sadar bahaya ini! Dan lo pikir ini cuma soal keamanan data? SALAH BESAR! Bayangin kalau 5-10 tahun lagi, semua akses ke bank, rumah sakit, kendaraan, bahkan kehidupan sosial lo harus pakai verifikasi retina. Eh, tapi lo udah jual data retina lo ke WLD. Dan mereka? Udah ngejual lagi ke pihak lain yang lo bahkan nggak tahu siapa. Lo pikir masih bisa hidup normal?! Kebayang nggak kalau nanti tiba-tiba ada orang lain yang bisa akses rekening lo, asuransi lo, atau bahkan identitas lo dalam sistem? Lo kehilangan semua hak lo sebagai manusia di dunia digital karena identitas lo udah dipakai orang lain! Dan lo nggak bisa apa-apa karena biometrik nggak bisa di-reset atau diganti! Lo nggak bisa bilang, “Eh, saya korban!” karena di mata sistem, lo bukan lo lagi! Ini bukan teori konspirasi, ini REALITA yang sedang terjadi! Negara-negara maju udah sadar, makanya mereka nolak. Tapi kita? Kita malah jual murah demi 800 ribu! Lo mau jadi gembel digital di masa depan? Mau jadi manusia tanpa akses ke sistem? Mau nyesel pas semuanya udah terlambat? JANGAN JUAL DATA BIOMETRIK LO! Itu harga diri lo, itu identitas lo, itu masa depan lo. Lo lebih berharga🤡🤡🤡
Indonesia
31
547
2.4K
140.1K