𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉

12.7K posts

𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉 banner
𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉

𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉

@berriescroffle

やっほー ! share the things i like, feel & randomly ramble about. irl name's 𝒘𝒂𝒇𝒂. (´。• ᵕ •。`)ノ*:・゚✧

榎並杏紗 Katılım Eylül 2021
529 Takip Edilen488 Takipçiler
𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉 retweetledi
Asura 🔥
Asura 🔥@Asura0599·
Data yang bilang Singapura itu investor terbesar Indonesia ternyata cuma ilusi. Uang itu sebenarnya modal taipan lokal yang diparkir di perusahaan cangkang nya di Singapura, lalu diputar balik ke Indonesia seolah-olah modal asing. 🌚 Tujuannya? Biar dapet insentif investasi, pajak rendah, dan anonimitas aja 🐧🐧 Para konglomerat ngeruk SDA pakai biaya operasional Rupiah (gaji buruh, alat), tapi ngejual hasilnya ke luar negeri pakai Dolar AS. Jadi, tiap kali Rupiah nyungsep dan Dolar naik, margin profit mereka auto-meroket tanpa perlu nambah produksi atau kerja keras. Kita meringis, mereka party. 🤣🤣🤣🤣 Monopoli kapitalnya udah nggak main-main. Cuma lima grup konglomerat (Sinarmas, Indofood, Wilmar, Sukanto Tanoto, Adaro) disebut menguasai lebih dari 40% perputaran uang di seluruh Asia Tenggara. Uang yang muter di kawasan ini pada dasarnya dikontrol sama segelintir elite doang.
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ada satu pengakuan dari akademisi yang menurut gue paling penting dan paling jarang diungkap secara terbuka tentang siapa yang sebenarnya mengendalikan ekonomi Indonesia. Setiap tahun kita merayakan data bahwa Singapura adalah investor terbesar di Indonesia. Tepuk tangan. Bangga. Wah, investor asing makin percaya sama kita. Tapi ada satu kemungkinan yang jarang dibahas: sebagian besar uang itu bukan uang Singapura. Itu uang kita sendiri yang pulang kampung pakai kostum bule. Modusnya bernama round trip investment. Begini caranya: pengusaha super kaya Indonesia eksploitasi sumber daya alam nikel, batu bara, sawit. Operasionalnya pakai rupiah. Gaji buruh pakai rupiah. Semua biaya produksi pakai rupiah kita. Tapi keuntungannya disisihkan dan ditransfer ke perusahaan cangkang di Singapura. Di sana uang itu "dicuci" jadi modal asing. Lalu dibawa balik ke Indonesia sebagai investasi asing alias FDI. Lima taipan terkaya Indonesia menurut riset yang dikutip narasumber menguasai lebih dari 40% perputaran uang di seluruh kawasan Asia Tenggara. Big Five-nya: Sinarmas Group, Indofood Group milik Antoni Salim, Sukanto Tanoto, Wilmar, dan Adaro milik Garibaldi Thohir. Dan ini bagian yang paling bikin emosi: produksi mereka pakai rupiah, tapi mereka jual hasilnya ke luar negeri dibayar dolar. Kalau kita mau beli balik dari mereka kita juga harus bayar dengan dolar. Artinya begitu dolar naik dari Rp17.000 ke Rp18.000 mereka otomatis untung. Tanpa kerja tambahan apapun. Sementara rakyat menjerit karena harga naik ada kelompok yang justru tepuk tangan karena keuntungan mereka otomatis melonjak. Kenapa Singapura jadi surga buat mereka? Pajak rendah. Identitas pemilik dilindungi tidak akan pernah diungkap siapa pemiliknya. Kepastian regulasi dikunci puluhan tahun. Dan yang paling penting tidak ada perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. Logikanya sederhana: cari duit sebanyak-banyaknya dari Indonesia, bawa ke Singapura, dan di sana kamu dilindungi. Selama ini tidak diubah Singapura akan terus jadi investor nomor satu di Indonesia sampai kiamat. Kelompok ini juga melakukan political funding ke partai-partai politik. Tidak ada bukti tertulis tapi semua orang yang paham ekonomi politik tahu denyutnya ada. Itulah kenapa kalau pemerintah mau pajaki mereka dengan pajak besar selalu ada yang namanya ewuh pekewuh. Dan kelompok ini paling masif dan paling makmur justru di era pasca-SBY, terutama era Jokowi. Kenapa? Omnibus Law. Undang-undang yang cacat dari awal dan kecacatan itu yang mereka manfaatkan untuk ekspansi kapital ke seluruh Asia Tenggara. Bedanya dengan era Soeharto: dulu konglomerat diasuh oleh kekuasaan. Mereka dikendalikan, dipagari, tidak bisa seenaknya. Pasca reformasi terbalik. Konglomerat yang mengasuh pemerintah. Era Orde Baru, konglomerat masuk istana tapi masih di pagar. Pasca reformasi, mereka sudah di dalam, bikin pagar sendiri, ngatur semuanya. Dan ini yang paling mengkhawatirkan untuk situasi sekarang: ketika pemerintah mulai serius dengan agenda transparansi audit tambang, NGO minta data, mahasiswa minta keterbukaan itu mengganggu rasa aman kelompok ini. Reaksinya? Tarik dana yang sudah ditanam di Indonesia. IHSG turun terus. Rupiah melemah. Dan civil disobedience yang muncul di masyarakat bisa jadi termasuk belanja isu yang dikehendaki oleh pemain-pemain besar ini. Kalau rakyat sudah tidak percaya pada pemerintah, situasi kacau mereka bisa eksploitasi lebih banyak lagi. Tidak ada keamanan, ambil saja, ambil saja. Stabil mereka profit. Rusuh mereka tetap profit. Itulah kapitalisme super. Potensi kerugian negara dari praktik ini diperkirakan lebih dari Rp500 triliun itu baru dari estimasi pajak yang mereka bayar di Singapura dibanding yang seharusnya masuk ke Indonesia. Nilai sebenarnya di belakang jauh lebih besar dari itu. Solusinya sudah jelas: investigasi round trip investment, audit berdampak dengan sanksi pengembalian dana, dan ubah undang-undang investasi supaya modal asing harus benar-benar asing bukan uang Indonesia yang dicuci di luar lalu dibawa balik. Prabowo punya pengalaman hidup di kawasan itu cukup lama dan tahu praktik ini. Tapi sampai sekarang ini baru sebatas belanja masalah. Belanja isu. Kapan akan dieksekusi tergantung siapa yang menentukan prioritas. Dan pertanyaan terakhir yang paling mengerikan: apakah ada kaki tangan kelompok ini di dalam pemerintahan Prabowo sekarang? Jawabannya: sepertinya tahu karena Prabowo sudah bergaul dengan keluarga Cendana puluhan tahun dan sudah hafal pola-polanya. Artinya Prabowo mungkin tahu siapa mainin apa. Tapi apakah dia akan, atau bisa, bertindak itu pertanyaan yang sampai sekarang belum ada jawabannya. selama Indonesia merayakan Singapura sebagai investor nomor satu tanpa pernah bertanya berapa persen dari uang itu sebenarnya milik orang Indonesia sendiri yang dicuci lewat Marina Bay kita akan terus jadi negara yang dieksploitasi oleh dirinya sendiri. Bukan dijajah asing. Tapi dijajah oleh segelintir keluarga sendiri yang lebih nyaman menyimpan kekayaan negara di luar negeri daripada membangun negaranya. Dan setiap kali rupiah melemah, BBM naik, dan rakyat menjerit ada segelintir keluarga yang justru otomatis lebih kaya tanpa perlu berbuat apa-apa.

Indonesia
28
296
775
41.7K
𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉 retweetledi
hywnnkw
hywnnkw@heywannaknoww·
selemah-lemahnya perlawanan adalah melawan dalam pikiran, tidak membenarkan ketimpangan, ketidakadilan, sistem yg eksploitatif, selalu merasa ada yg salah ketika teman ada yg tidak makan, ada yg tidak merasa aman pulang, ada yg hak-hak hidupnya dirampas. karena pada akhirnya cuma kita yg kita punya.
hywnnkw tweet media
Indonesia
5
798
1.3K
12.8K
𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉 retweetledi
listyantidewi
listyantidewi@listyantidewi·
Pernah dengar metode gamifikasi dalam pembelajaran? Banyak orang mengira bahwa jika siswa terlihat antusias, sering mengklik, mendapatkan poin, naik level, atau bersaing di leaderboard, maka mereka pasti belajar dengan lebih baik. Padahal, engagement tidak sama dengan learning. Jika perhatian siswa tersita oleh poin, badge, animasi, ranking, atau hadiah, sebagian sumber daya kognitif justru digunakan untuk memahami "permainan" daripada memahami konsep yang dipelajari. Aktivitas mental ≠ aktivitas belajar. Seorang siswa bisa sangat aktif mengejar skor tetapi tidak membangun pemahaman konseptual yang mendalam. Contoh: -Murid berlomba menjawab kuis Kahoot secepat mungkin. Fokus utama menjadi "siapa tercepat?" Bukan "mengapa jawaban itu benar?" Hasilnya sering meningkatkan performa kuis atau kemampuan "bermain" jangka pendek tetapi tidak selalu meningkatkan retensi informasi/pengetahuan jangka panjang.
Indonesia
20
64
218
5K
𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉 retweetledi
hot cocoa
hot cocoa@bismillahyuk_·
INFO AKSI #DEMO MAHASISWA, BESOK SENIN 15 JUNI 2026‼️ Aksi #demo ada di beberapa kota mulai dari Jakarta, Semarang, Sumatera, dll. Kemungkinan menyusul aliansi mahasiswa/rakyat lain. (banyakpun yg masih melakukan konsolidasi dari berbagai kota lainnya) #IndonesiaGelap (1/2)
hot cocoa tweet mediahot cocoa tweet mediahot cocoa tweet mediahot cocoa tweet media
Indonesia
249
13.2K
24.2K
592.1K
𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉 retweetledi
irene
irene@lovecobalts·
aku emang gakbisa turun ke jalan tapi aku bisa bikin desain lucu :)
irene tweet mediairene tweet media
Indonesia
98
9.3K
31.6K
238K
𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉 retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
MBG haram menggunakan anggaran pendidikan, Senin 15 Juni 2026 kita bersidang di MK.
Indonesia
145
7.9K
26.7K
285.8K
𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉 retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
RESET PENDIDIKAN -TREAD-
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
13
1.6K
3.9K
48.9K
𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉 retweetledi
a
a@aenaheinm·
ini harusnya pas demo dibikin spanduk yg gede gasih 🤔 #BEMUI
a tweet media
Indonesia
93
8.5K
36.6K
310.1K
𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉 retweetledi
elzgatza
elzgatza@liogtttscrp·
draft terbaru negara fiksi, mungkin??
elzgatza tweet media
Indonesia
50
10.8K
30.2K
250.3K
𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉 retweetledi
dimsums🍏²⁶ KUWAT
dimsums🍏²⁶ KUWAT@psychollogay·
oh Indonesia… the potential you have without this corrupted governments… i yearn for u every seconds…
English
39
13.9K
34.6K
293.4K
𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉 retweetledi
Arya
Arya@arkuyyy·
rekan-rekan semua, sebagai tanggung jawab moril profesi, kantor kami AMALGAM Law Office berencana akan memberikan layanan pendampingan hukum GRATIS bagi para demonstran yg berangkat aksi pada Jum’at, 12 Juni 2026 ini di Jakarta (jika ada yg membutuhkan) tapi kami juga harus mengakui bahwa manpower dan resource kami terbatas. sehingga, apakah ada rekan-rekan sejawat lawyer atau kantor hukum yg berkenan untuk beraliansi bersama kami dalam hal ini? if so, please reach me out thanks in advance!
Indonesia
92
12.2K
22.5K
393.8K
𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉 retweetledi
biyaa
biyaa@jenoplushiee·
adek gw kelas 3 SD 👦🏻: ada demo ya? sebenernya demo apa sih? 👩🏻: demo menghentikan MBG 👦🏻: kali ini aku setuju soalnya MBG ga enak #MenujuIndonesiaBangkrut
Indonesia
151
11.7K
55.8K
407.5K
𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉 retweetledi
wnicapek
wnicapek@wnicapekk·
Barisan seadem ini dianggap ancaman. Sakit ni negara😞
Indonesia
133
15.9K
66.5K
445.1K
𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉 retweetledi
Arjuna Arkana ☀️【PANDAVVA】
Sejujurnya gue gak tau ini tulisan akan mengarah ke mana, hanya pikiran random jam 2 pagi setelah melihat demo seharian tadi. If you have time silakan baca or feel free to skip. Gue tumbuh besar di lingkungan yang sekitarnya penuh dengan kemiskinan. Gue sendiri berasal dari keluar yang biasa-biasa saja, mungkin hanya sedikit lebih beruntung dari yang lain. Orang-orang hidup dengan serba kekurangan. Boro-boro punya tabungan atau rencana masa depan, besok pun belum tau gimana caranya dapetin makan. Segala macam cara dilakukan untuk bisa dapat uang tambahan. Dulu kalo pagi suka ada tetangga nenek-nenek, namanya Romlah, sering datang ke rumah bawa jualan kayak jajanan kue atau gorengan, kalo siang ke sore dia lanjut pergi ke sawah. Beliau rajin banget, tapi anak-anaknya pun tetap harus putus sekolah. Ada juga ibu-ibu tetangga yang buka jasa cuci baju, namanya Bu Sop. Orang di kampung gak punya mesin cuci jadi nyucinya masih dikucek sendiri manual. Beliau meninggal dunia karena penyakit kronis dan tidak punya biaya untuk rutin berobat. Pengangguran ada banyak, yang putus sekolah banyak, yang sampai ke perguruan tinggi cuma sedikit sekali. Semuanya terhambat masalah ekonomi. Semuanya terjebak dalam kemiskinan struktural. Yang hidupnya nyaman dan berkecukupan bisa dihitung jari. Gue termasuk yang berkecukupan, tapi tetap ga bisa seenak jidat minta macem-macem ke orang tua. Kalo pengen sesuatu biasanya harus nabung uang jajan sekolah dan beli sendiri. Gue udah gak tinggal di lingkungan tersebut, tapi sampe sekarang gue selalu ingat betapa susahnya kehidupan orang-orang di sekitar gue dulu. Sekeras apapun mereka berusaha dan bekerja mereka gak akan bisa keluar dari kemiskinan tersebut. Entah karena keterbatasan ilmu, kemampuan, atau akses ke informasi dan kesempatan. Mereka gak punya kemampuan untuk mengubah nasib atau memperbaiki kehidupan. Mereka gak tau musti ngapain. Mereka cuma bisa pasrah. Mereka gak peduli siapa yang jadi pemimpin karena buat mereka, siapapun pemimpinnya toh hidup mereka ya begitu-begitu aja. Di setiap masa pemilu, siapa yang bisa ngasih imbalan itulah yang akan dipilih. Mereka gak punya pilihan lain selain menerima. Mereka adalah golongan yang rentan dimanipulasi dan dimanfaatkan. Memang zaman sekarang orang sudah punya smartphone bahkan di daerah. Tapi teknologi tersebut tidak seimbang dengan kemampuan memilah informasi dan berpikir kritis. Belum lagi banyaknya media yang dikontrol, disensor, dan buzzer di mana-mana. Kita, yang punya akses ke pendidikan yang lebih baik, yang mampu berpikir kritis, yang mengerti apa yang sedang terjadi di atas sana, yang bisa melihat kebohongan dan tipu muslihat, adalah wakil mereka. Suara kita adalah suara mereka. Perjalanan mungkin masih panjang, kita mungkin masih butuh banyak belajar, tapi gapapa pelan-pelan aja. Gue tau sangat mudah untuk merasa frustrasi dan putus asa di situasi seperti ini, tapi kita gak bisa buang harapan. Bareng-bareng yok. ---------- Even if I have to die, I will use the only voice I have to make some noise.
Indonesia
160
10.4K
23K
275.6K
𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉 retweetledi
Duolingo Indonesia
Duolingo Indonesia@Duolingo_IDN·
bantu aku jawab dong....
Duolingo Indonesia tweet media
Indonesia
1.5K
9.5K
36.8K
867.5K
𝐁𝖎𝖊𝖑: 🍉 retweetledi
TXT DARI JAKARTA
TXT DARI JAKARTA@txtdrjkt·
TXT DARI JAKARTA tweet media
ZXX
254
28.5K
62.5K
629.5K