Kaelia Rembulani

8.4K posts

Kaelia Rembulani banner
Kaelia Rembulani

Kaelia Rembulani

@cakeastasy

── ୨୧ ₊˚ for my present and future selves!

chigiri nagi ! ♡” Katılım Mayıs 2019
784 Takip Edilen835 Takipçiler
Kaelia Rembulani retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
muklas tweet media
ZXX
17
2.1K
5.7K
36.2K
Kaelia Rembulani retweetledi
kKAMI
kKAMI@kami_kissah·
Sender. Chatnya
kKAMI tweet mediakKAMI tweet media
Indonesia
53
5.1K
27.4K
236.9K
Kaelia Rembulani retweetledi
Mas Hara
Mas Hara@Hnirankara·
Jahat banget anjing. Digaji pake duit rakyat tapi semena-mena ke sipil. Kontol!
Mas Hara tweet media
Indonesia
102
4.4K
14.1K
124K
Kaelia Rembulani retweetledi
Marie🧚
Marie🧚@glitchu__·
The pictures I upload Me everyday
Marie🧚 tweet mediaMarie🧚 tweet media
English
38
10.1K
38.7K
403.3K
Kaelia Rembulani retweetledi
Txt dari Kuliner
Txt dari Kuliner@txtdrkuliner·
Selain S3 marketing, S3 PR juga ni orang. 😭😭😭
Txt dari Kuliner tweet media
Indonesia
29
1.6K
15.9K
239.5K
Kaelia Rembulani retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
KAK😭😭😭😭
muklas tweet media
156
779
6.2K
100.8K
Kaelia Rembulani retweetledi
bil
bil@jiejaemjen·
seumur hidup (beneran) gapernah samsek nanyain hasil snbp, snbt, mandiri org lain even temen DEKET pun karena mnrt gua kalo ada kabar baik pasti mereka blg, kalo engga yaudah gausa ditanya kita cuktaw aja even gausah semangatin tbtb kalo ga diminta!!
Indonesia
14
769
6.2K
70.2K
Kaelia Rembulani retweetledi
di dalam matamu
di dalam matamu@kutemukanAku·
@SosmedAnu see? hidup tuh berbuat baik aja, kebaikan itu akan kembali ke kita, meski bukan dari orang yang kita perlakukan baik. pun sebaliknya. orang berbuat jahat ke kita ya biar aja, nanti juga dia dijahatin lagi sama orang lain. kaga usah ngotorin tangan sendiri💅🏻
Indonesia
13
509
5.1K
90K
Kaelia Rembulani retweetledi
Phoenix
Phoenix@sodaqueee·
Ya Allah manifest jadi orang tua yang settle secara mental & financial biar kalo punya anak bisa support pendidikan+karirnya
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, Safiera cewek Indonesia yang SMA di Korea pakai beasiswa, lanjut S1 double major ilmu komputer dan bisnis teknologi di kampus riset top Korea, publikasi jurnal ilmiah tahun ketiga, nulis buku Kimchi Confessions tentang kehidupan nyatanya merantau baru ngobrol sesuatu yang menurut gua adalah salah satu obrolan paling penting yang perlu didengar oleh perempuan muda Indonesia sekarang. Dan gua mau mulai dari kalimat yang paling nyakitin yang pernah dia terima dari teman sekolahnya sendiri. "Ngapain belajar capek-capek, bukannya nanti nikah juga digituin?" Safiera bilang waktu itu dia bingung mau jawab apa. Tapi sekarang setelah dia ngelewatin semua yang dia ngelewatin SMA di Korea, kuliah double major, publikasi jurnal, nulis buku dia punya jawaban yang sangat jelas dan sangat tidak bisa dibantah. Perempuan yang tidak berpendidikan tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dia merugikan anak-anaknya. Karena ibu adalah madrasah pertama. Sekolah pertama yang pernah dimasuki setiap manusia di muka bumi adalah pangkuan ibunya. Dan ibu yang tidak berpendidikan akan melahirkan generasi yang tidak berpendidikan. Bukan karena anaknya bodoh tapi karena fondasinya tidak dibangun dengan benar dari awal. Dan ini bukan opini Safiera semata. Ini fakta yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh data pendidikan global. Tingkat pendidikan ibu adalah prediktor terkuat dari tingkat pendidikan anak jauh lebih kuat dari pendapatan keluarga, fasilitas sekolah, atau bahkan tingkat pendidikan ayah. Tapi gua mau mundur dulu dan cerita soal perjalanan Safiera karena ini yang bikin semua pemikirannya punya bobot yang beda dari sekadar teori. Safiera bukan anak kaya yang tinggal di Jakarta dengan akses ke semua fasilitas. Keluarganya naik turun secara ekonomi. Tapi orang tuanya punya satu prinsip yang tidak pernah diganggu gugat apapun yang terjadi dengan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak tidak boleh dikompromikan. Ketika ekonomi lagi di titik paling bawah, prioritas tetap sekolah dan les dan lomba. Karena kata orang tuanya kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tapi kami bisa mewariskan pendidikan. Dan dari situ Safiera dan kakak-kakaknya semua perempuan, semua beasiswa luar negeri, semua jurusan STEM membuktikan bahwa investasi itu benar. Safiera mulai ikut lomba matematika dari kecil. Dari situ dia ketemu kakak kelasnya yang SMA di Korea. Dari situ dia daftar beasiswa yang sama. Dan dari situ dimulailah perjalanan yang kata Safiera sendiri tidak pernah dia bayangkan seindah dan seberat itu secara bersamaan. Korea itu bukan seperti di drama. Safiera bilang ini dengan sangat tegas dan sangat perlu didengar oleh siapapun yang punya romantisasi berlebihan tentang Korea dari tontonan K-drama atau K-pop. Teman-temannya di Korea itu naturally gifted banyak yang memang lahir dengan kapasitas kognitif luar biasa. Tapi yang membuat mereka benar-benar menakutkan bukan kecerdasan bawaannya. Yang menakutkan adalah disiplinnya. Ketika Safiera pulang ke Indonesia liburan, teman-temannya di Korea malah masuk bimbel. Ketika Safiera main, mereka belajar. Dan ketika Safiera baru mulai belajar dua minggu sebelum ujian dengan penuh persiapan ada teman Korea-nya yang belajar dua hari tapi tetap lebih bagus hasilnya karena fondasi mereka sudah dibangun selama bertahun-tahun tanpa henti. Dan dari tekanan lingkungan sekeras itulah Safiera menemukan sesuatu yang sangat berharga dia tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuannya sampai dia dipaksa oleh lingkungan untuk mendorong batas itu. Itu yang dia sebut sebagai hadiah terbesar dari pengalaman Korea. Bukan gelarnya. Bukan jaringannya. Bukan pengalamannya tinggal di luar negeri. Tapi kenyataan bahwa dia sekarang tahu ternyata dia bisa lebih dari yang dia kira. Dan dari sini Safiera kasih tiga hal yang menurut dia paling menentukan keberhasilan dalam belajar dan ini berlaku untuk siapapun, bukan hanya pelajar beasiswa. Yang pertama adalah mental baja. Bukan kecerdasan. Bukan bakat. Tapi kemampuan untuk tidak menyerah waktu gagal, waktu nilainya jelek, waktu teman-teman lebih bagus. Daya juang itu lebih penting dari IQ karena IQ tidak bisa berkembang kalau orangnya berhenti sebelum mencapai batasnya. Yang kedua adalah disiplin. Dan Safiera bilang sesuatu yang sangat mengena dia lebih takut sama orang yang disiplin dan kerja keras daripada orang yang pintar. Karena orang pintar yang tidak disiplin sering berhenti sebelum potensinya keluar sepenuhnya. Tapi orang yang mungkin tidak sepintar dia tapi konsisten dan disiplin mereka secara mengejutkan bisa melampaui si genius yang tidak punya etos kerja. Yang ketiga adalah time management berbasis prioritas. Safiera bilang dia belajar untuk membedakan mana pelajaran yang butuh 20 persen effort tapi menghasilkan 80 persen hasil dan mana yang butuh effort lebih besar. Tidak semua hal perlu diperlakukan dengan intensitas yang sama. Yang penting adalah tahu mana yang paling menentukan dan fokuskan energi terbesar ke sana. Dan tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke cewek pintar di Indonesia soal jodoh dan nikah dan apakah pendidikan tinggi tidak justru mempersulit mencari pasangan Safiera jawabnya sangat cerdas dan sangat tidak minta maaf. Dia bilang perempuan yang mengejar pendidikan tinggi sebenarnya sedang melakukan seleksi alamiah terhadap calon pasangannya. Laki-laki yang minder melihat perempuan berpendidikan tinggi itu bukan kerugian bagi perempuan. Itu informasi gratis bahwa dia bukan orang yang tepat. Karena kalau dari awal dia sudah tidak mendukung semangat belajar pasangannya, bagaimana dia akan mendukung semangat belajar anak-anaknya nanti? Dan dari perspektif agama pun Safiera punya jawaban yang sangat kokoh. Nabi Muhammad bilang menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Farida. Wajib. Bukan anjuran. Bukan opsional. Wajib. Dan ada bidang-bidang ilmu yang secara spesifik harus diisi oleh perempuan kedokteran kebidanan, pendidikan di sekolah perempuan, dan sebagainya. Jadi perempuan yang tidak berpendidikan bukan hanya merugikan dirinya dia meninggalkan kekosongan yang tidak bisa diisi oleh siapapun selain dirinya.

Indonesia
16
1.8K
10.5K
176.4K
Kaelia Rembulani retweetledi
lia cihuyyyyyy
lia cihuyyyyyy@cheolwansyah·
@tanyakanrl Pokoknya kalo dia udah tepuk tangan = enak banget enak enak 😀 = enak tp b aja maap ye = gaenak bentar ye = tuh makanan dianiaya
Indonesia
55
462
12.7K
148.7K
Kaelia Rembulani retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
NAMA TIMNYAA😭😭😭😭
muklas tweet media
Indonesia
110
1.3K
21.6K
320.9K
Kaelia Rembulani retweetledi
Kukuh Adi D.
Kukuh Adi D.@kukuhya·
April mop bukan budaya kita. Budaya kita ngelupain perbuatan pelaku SA, ngelupain perbuatan koruptor atau ngelupain perbuatan pelanggar HAM.
Indonesia
14
1.5K
3.7K
42K
Kaelia Rembulani retweetledi
gara
gara@anggarasamvdr·
🙂
gara tweet media
QME
182
9.9K
30.5K
352.5K
Kaelia Rembulani retweetledi
kiel²⁶ | free tag ⊹ 🪄𓈒
next jd ortu gw suruh anak gw ikut talent scouting, iup, mandiri, utbk, ptln dll apapun yang dia mau! gsh mikir biaya, lu pilih top 1!!!! lu ratakan!!!! #wasiat
Indonesia
77
7.2K
26.6K
243.9K
Kaelia Rembulani retweetledi
Sunzase | OPEN WAITING LIST
This is exactly why I’ve been on this for 2 years. 😤 Every single pore was built layer by layer. Used oils to get that deep dimension, then went in with pastels to really punch up the texture (especially for that raw skin grit).
Sunzase | OPEN WAITING LIST tweet mediaSunzase | OPEN WAITING LIST tweet mediaSunzase | OPEN WAITING LIST tweet mediaSunzase | OPEN WAITING LIST tweet media
Sunzase | OPEN WAITING LIST@sunzase

#portofolio

English
444
2.1K
23.7K
926.7K