syu

466 posts

syu banner
syu

syu

@damnlavyu

hell o

Katılım Şubat 2024
139 Takip Edilen11 Takipçiler
syu retweetledi
cewe pusing
cewe pusing@cewekpusink·
cewe pusing tweet media
ZXX
107
7.6K
31.6K
238.5K
syu retweetledi
Txt dari Drama Sosmed
Txt dari Drama Sosmed@fuhrerniq·
🚨JUST IN! TWEET INI AKAN MENGUMPULKAN SEGALA INFORMASI DEMO MAHASISWA TRISAKTI 19/06/2026 HARI INI. SEGALA INFORMASI AKAN DIPERBARUI MELALUI KOLOM KOMEN TWEET INI. STAY SAFE UNTUK SEMUA YANG TURUN KE JALAN. KAWAN JAGA KAWAN‼️ PANJANG UMUR PERJUANGAN‼️
Txt dari Drama Sosmed tweet media
Indonesia
97
6.4K
15.5K
309.5K
syu retweetledi
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
Baik astrio felligent maupun bahtra banong, keduanya sudah keok di depan publik. Citranya sebagai jubir parpol sudah hancur. Dan keduanya di-skakmat oleh siapa? Ya, oleh MAHASISWA S1 AKTIF. Yang satu oleh mahasiswa aktif UGM, sedang yang satunya oleh S1 UI. Atas sepak terjang kedua jubir yang memalukan itu, berikut dua saran kami untuk partai penguasa @Gerindra: 1. Ganti jubir kalian. 2. Mundur sebagai parpol penguasa. Terbukti, bahkan kedua jubir kalian tak sanggup membela gagasan-gagasan kalian dengan baik, sekalipun itu ditayangkan di layar kaca dan disaksikan oleh jutaan rakyat Indonesia. Lawan bicaranya juga seorang mahasiswa, gimana kalo mereka menghadapi para pakar? Bagaimana kalo jubir-jubir kalian dicecar oleh para ahli?? Kesimpulannya, antara memang kedua jubir kalian yang gak kompeten, atau memang gagasan-gagasan kalian yang terlampau jelek. Kami tahu, kalian sebetulnya juga sadar kalau implementasinya jelek, hanya saja kalian wegah untuk kehilangan pundi-pundi korupsi, dan terlalu malu untuk mengakui bahwa kalian gak becus menjadi penguasa.
MBG Jelek tweet mediaMBG Jelek tweet media
Indonesia
75
1.5K
5.1K
111.5K
syu retweetledi
Rustam 🕊️
Rustam 🕊️@RstmBcl·
Di Mulai dari Malang Ketua DPRD Kota Malang, Ibu Amithya RS menerima aspirasi Rakyat dan TEGAS akan memberhentikan Program MBG di Kota Malang yg mencederai kepercayaan rakyat terhadap Pemerintah Malang sdh yang lain kapan Berhentikan MBG 🔥🔥🔥 #salamwaras
Indonesia
410
7.2K
19.7K
341.8K
syu retweetledi
Dimar
Dimar@dimarsasongko98·
Lo bilang mahasiswa UI cuma bisa kritik tanpa solusi. Mahasiswa BINUS buka laptop, bangun solusi. Keren. Tapi lo lupa satu hal. MBG , program yang lo bela , dikelola negara, bukan mahasiswa UI. Hasilnya: a. 20 ribu kasus keracunan sepanjang 2025. b. Ombudsman temukan 4 potensi maladministrasi. c. Kejaksaan Agung tangkap pimpinan BGN atas dugaan korupsi Juni 2026. d. Anggaran Rp335 triliun dipangkas. e. Pengelolaan diserahkan ke SPPG milik TNI dan Polri. Itu bukan solusi. Itu laptop yang meledak di tangan rakyat. Lo bilang demonstran cuma bawa spanduk, bukan solusi. Betul. Tapi lo tidak bilang kenapa mereka turun. Mereka turun karena negara yang punya anggaran, punya kekuasaan, punya seluruh sumber daya ,tetap gagal menyuap rakyat dengan makanan yang tidak meracuni. Kritik bukan lawan dari solusi. Kritik adalah prasyarat solusi. Tanpa audit, tidak ada perbaikan. Tanpa tuntutan, tidak ada akuntabilitas. Tanpa demonstrasi 1998, tidak ada reformasi. Laptop lo yang paling canggih pun tidak berguna kalau yang pegang kontraknya TNI dan Polri. Lo bilang sejarah lebih mengingat pencipta solusi dibanding penyampai tuntutan. Sejarah mengingat Munir. Bukan karena dia buka startup. Sejarah mengingat Marsinah. Bukan karena dia pitch ke investor. Sejarah mengingat mereka karena berani menuntut ketika yang berkuasa tidak mau mendengar. Negara tidak dibangun hanya dengan inovasi. Negara juga dibangun dengan keberanian berkata: ini salah, dan harus dipertanggungjawabkan. Siapa yang ngajarin lo bahwa diam adalah solusi?
Muii muii@G3nX_files

UI Menciptakan Pengkritik melahirkan politisi, BINUS Menciptakan pengusaha Melahirkan Pencipta. Tidak semua kampus mencetak lulusan dengan cara berpikir yang sama. Ada kampus yang membentuk mahasiswanya untuk menjadi politisi dan memegang jabatan dalam pemerintahan. Ada kampus yang membentuk mahasiswanya untuk menjadi pengusaha sukses melahirkan sesuatu yang baru dan bermanfaat untuk rakyat. Perbedaan itulah yang terlihat antara kultur yang berkembang di Universitas Indonesia (UI) dan BINUS. UI sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat aktivisme mahasiswa terbesar di Indonesia. Mahasiswanya terbiasa berdiskusi tentang politik, demokrasi, kebijakan publik, ketimpangan sosial, dan berbagai isu kenegaraan. Dari rahim UI lahir banyak politisi, aktivis, birokrat, menteri, anggota DPR, hingga tokoh pergerakan nasional. Dari rahim BINUS lahir banyak pengusaha teknologi, bisnis, inovasi, kewirausahaan, startup, dan ekonomi digital. Mahasiswa BINUS lebih sering berbicara tentang produk, aplikasi, investasi, kecerdasan buatan, dan peluang pasar dibandingkan dinamika politik praktis. Mahasiswa UI lebih sering berbicara tentang kekuasaan, bagaimana cara menggapainya, bagaimana cara meraihnya agar masa depan mereka cemerlang, salah satunya adalah dgn berpura2 bela rakyat. Perbedaan kultur tersebut terlihat jelas ketika menghadapi sebuah masalah. Ketika harga pangan naik, mahasiswa UI : Menuntut harga BBM jangan naik. Menuntut penggunaan APBN tidak boros. Menuntut harga sembako turun. Menuntut harga hasil panen petani naik. Menuntut Program Makan Bergizi Gratis dihentikan. Jika harga gabah naik, harga beras berpotensi naik. Jika harga beras turun, petani berpotensi menerima pendapatan lebih rendah. Jika subsidi BBM diperbesar, anggaran negara harus bertambah artinya pemborosan. Jika program MBG dihentikan, salah satu pasar terbesar bagi hasil pertanian, peternakan, dan UMKM pangan justru hilang. Ironisnya, kontradiksi seperti ini jarang dibahas di atas mobil komando. Sementara mahasiswa BINUS : Ketika melihat harga pangan mahal, mereka berpikir bagaimana memangkas rantai distribusi. Ketika melihat produktivitas petani rendah, mereka berpikir bagaimana menerapkan teknologi pertanian. Ketika melihat lapangan kerja kurang, mereka berpikir bagaimana menciptakan perusahaan baru. Ketika ada persoalan ekonomi, mahasiswa UI memilih cara kekerasan dengan turun ke jalan membawa tuntutan. Kelompok kedua justru membuka laptop dan mencoba membangun solusi. Tentu tidak semua mahasiswa UI seperti itu dan tidak semua mahasiswa BINUS seperti ini. Namun secara umum, kultur yang berkembang memang mengarah ke sana. Akibatnya, tidak mengherankan jika demonstrasi mahasiswa yang menuntut harga BBM tidak naik, harga sembako turun, harga hasil panen petani naik, dan Program Makan Bergizi Gratis dihapus lebih sering lahir dari lingkungan yang kultur politiknya kuat dibanding kultur kewirausahaan dan teknologi. Masalahnya, ekonomi tidak berjalan berdasarkan slogan. Tidak mungkin harga hasil panen petani naik sementara harga pangan terus turun tanpa ada peningkatan produktivitas. Tidak mungkin subsidi terus diperbesar tanpa memikirkan sumber anggaran. Tidak mungkin APBN hemat jika subsidi di perbesar. Tidak mungkin kesejahteraan petani meningkat jika pasar yang menyerap hasil pertanian justru dikurangi. Di sinilah terlihat perbedaan cara berpikir yang dibentuk oleh kultur kampus. Kultur aktivisme menghasilkan amarah dan kemampuan mengkritik tanpa solusi. Kultur inovasi menghasilkan kemampuan memecahkan masalah dengan solusi. Kultur politik melahirkan demonstran dan politisi. Kultur kewirausahaan melahirkan pencipta lapangan kerja. Kultur perlawanan melahirkan tuntutan. Kultur teknologi melahirkan solusi. Indonesia membutuhkan keduanya. Namun yang perlu diingat, negara tidak bisa dibangun hanya dengan kritik dan tuntutan. Jalan raya tidak dibangun oleh demonstrasi. Pabrik tidak dibangun oleh spanduk. Lapangan kerja tidak lahir dari pengeras suara. Kemajuan bangsa lahir dari inovasi, investasi, produktivitas, dan keberanian menciptakan sesuatu yang baru. Mungkin karena itulah kita jarang mendengar lulusan startup sukses berkata, "Mari turun ke jalan." Mereka biasanya berkata, "Mari kita bangun solusinya." Dan dalam jangka panjang, sejarah sering kali lebih mengingat para pencipta solusi dibanding para penyampai tuntutan.

Indonesia
24
305
1.1K
63.7K
syu retweetledi
Steve Hanke
Steve Hanke@steve_hanke·
Indonesian President Prabowo’s $15B FREE school meals program is causing budget strain. If that's not bad enough, it's been the source of food poisoning and corruption. PRABOWO IS LOSING FISCAL CONTROL. THAT IS CREATING A CONFIDENCE PROBLEM AND A SINKING RUPIAH.
Steve Hanke tweet media
English
394
13.8K
20.1K
815K
syu retweetledi
syu retweetledi
bia
bia@bersuwara_·
depresi but seengganya gw ngga oon
bia tweet media
Indonesia
96
23K
53.3K
499.5K
syu retweetledi
arawr
arawr@flllowiee·
Cape banget ak
arawr tweet media
Indonesia
132
46.4K
104.3K
846.2K
syu retweetledi
ً
ً@wtffrio·
quiet prayer
ً tweet media
Español
0
653
2.2K
38.3K
syu retweetledi
cewe pusing
cewe pusing@cewekpusink·
"jangan terlalu nerima apa adanya, nanti beneran ga dapet apa apa" SEPAKATTTTT
Indonesia
192
7.6K
30.8K
374.9K
syu retweetledi
bilek
bilek@rasabersalahhh·
bilek tweet media
ZXX
176
5.9K
22.2K
173.4K
syu retweetledi
paw
paw@marrooenn·
banyak orang lagi silent struggle. keliatannya fine, ketawa, jalanin hari kayak biasa. padahal deep downnya lagi capek-capeknya bertahan. so be kind, always. kita ga pernah tau seberapa berat dunia seseorang hari ini.
Indonesia
403
10K
20.7K
317.8K
syu retweetledi
gerald
gerald@geraldyoo_·
.
gerald tweet media
ZXX
335
2.6K
9.5K
103.2K
syu retweetledi
Hello
Hello@Hallokakq·
Ya Allah berikan hamba offering letter pada bulan Juni 2026 Di perusahaan impian ya Allah Aamiin
Indonesia
17
701
3.5K
32.5K
syu retweetledi
R
R@hiro1233548·
mantra hari ini: "aku hebat, aku cantik, aku kuat, aku baik, aku manis, aku full effort, aku bisa apa-apa sendiri, aku luar biasa"
Indonesia
5
360
1.2K
14.8K
syu retweetledi
va🌻
va🌻@vantexlhk·
ya allah semoga bulan juni ini dapet notif email offering and dapet surat cinta ini 🥹🥹
va🌻 tweet mediava🌻 tweet media
Indonesia
66
515
3.3K
46.5K
syu retweetledi
Dear Self.
Dear Self.@Dearme2_·
Claim it, NOW.
Dear Self. tweet media
English
58
1.3K
13K
179.3K
syu retweetledi
amélie
amélie@ephhemere·
may this type of love find me
amélie tweet mediaamélie tweet mediaamélie tweet mediaamélie tweet media
English
197
24.2K
129.2K
3M