Andhika Y

3.2K posts

Andhika Y banner
Andhika Y

Andhika Y

@dhikaaaaY

Katılım Haziran 2019
339 Takip Edilen79 Takipçiler
Andhika Y retweetledi
карина ☁️💙
Om ku direktur di perusahaan ban terkenal di Indo, terus pas mudik kmren aku & suami stay di rumah beliau. Lagi ngobrol2, beliau bilang udah bikin perusahaan kecil lg buat anaknya (sepupuku ini blm lulus kuliah) dan nama anaknya udah jadi komisaris 😭 Sepupuku ini pdhl lagi demen2nya konseran k-pop & nonton anime 😆😆 Tapi memang anaknya pinter, pengen lanjut sekolah lgsg di Jepang (dia udah lolos N brp gt), but i can see her future is already bright. I, too, wish to be able to provide a good education, safety net & wealth to my offspring. So they can pursue whatever they want without worrying if they can afford a food for the next day (like i used to be)
Indonesia
83
2.4K
21.3K
518.2K
Andhika Y retweetledi
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Td mba pijetnya anakku cerita, sekolah anaknya dia dulunya kekeh ga nerima MBG. Jd masih konsisten catering sekolah. Tp tadi pas ketemu dia cerita, skrg sekolah anaknya terpaksa pakai MBG. Sekolahnya sampai didatangi kepolisian juga. Dan gongnya Kepolisian bilang kalo ga pakai MBG nanti kegiatan sekolah yg butuh izin ga bakal dikasih alias dipersulit Cooy MBG udh sampe segitunya kalo ditolak. Kaget banget aku pas denger. Ya ini mah namanya dipaksa semua harus pake MBG cc:thread
Indonesia
424
11.6K
37.1K
806.9K
Andhika Y retweetledi
dee
dee@femalesrage·
allahumma inni as'aluka pekerjaan dengan gaji minimal 20 juta, lingkungan kerja sehat, bos baik, flexible working hours, wfa aamiin
Indonesia
64
14.8K
48.4K
409.8K
Andhika Y retweetledi
Lily
Lily@busanonni·
Aku berdoa semoga Allah ringankan semuaaaaaaaa yang lagi kita jalaninn
Indonesia
13
429
1.1K
14.1K
Andhika Y retweetledi
sora
sora@cfeeaddct·
sora tweet media
ZXX
71
5.2K
19.2K
149.6K
Andhika Y retweetledi
ara
ara@soutyra·
sudah tertulis di Lauhul Mahfudz, bahwasanya setiap langkah perjalanan hidup kita, dengan siapa kita kenal, dengan siapa kita berteman, dengan siapa kita berjodoh, dan kapan ajal kita tiba. jadi jangan khawatir dengan perjalanan hidup kita, nikmati semua prosesnya.
Indonesia
109
9.6K
35K
478.7K
Andhika Y retweetledi
˚.༘⋆ 𝓷𝓪𝓷𝓪
˚.༘⋆ 𝓷𝓪𝓷𝓪@__sweetycandyy·
suka banget sama kalimat ini: "seburuk apa pun halaman sebelumnya, langkahmu tetap masa depan. tugasmu hanya menjadi baik, bukan sempurna. hanya perlu menjadi lebih baik dari hari kemarin, bukan lebih baik dari orang lain"
Indonesia
19
780
2.1K
34.7K
Andhika Y retweetledi
✶
@mendadaknih·
Ternyata ga pernah cerita sama siapapun itu ngaruh banget sama cara kita ngomong ya, jadinya kalo ngomong belibet & susah ngejelasin
Indonesia
786
13.7K
64.5K
1M
Andhika Y retweetledi
zá
@noirzaa·
Allah tau kamu sedang mencemaskan masa depanmu, tapi Allah juga ingin kamu tau bahwa tidak perlu dicemaskan. Karena jalan hidupmu sudah di tetapkan oleh Sang Penulis sekenario terbaik.
Indonesia
11
624
1.9K
23K
Andhika Y retweetledi
𝐒𝐰𝐚𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚 ♡
Untuk kamu yang berproses tanpa sponsor orang tua, semoga bahumu kuat dan rezekimu dilancarkan.
Indonesia
6
150
436
10.4K
Andhika Y retweetledi
ᗰ ᘔ K ᑌ ᑎ
ᗰ ᘔ K ᑌ ᑎ@KuntoAjiW·
Semoga yang baca ini, diberi jalan keluar, untuk masalah kecil maupun besar ruwet sulit. Yang sepertinya sudah mentok. Diberi secercah cahaya. Untuk bisa diselesaikan. Amin.
Indonesia
459
12.3K
32.1K
444.1K
Andhika Y retweetledi
veleryn
veleryn@velerynx·
isi kepala setiap malem: ekonomi orang tua 🧠 masa depan diri sendiri
Indonesia
137
405
1.1K
14.7K
Andhika Y retweetledi
paw
paw@marrooenn·
segaenak itu ya lahir di keluarga yang ga pernah ngajarin buat bisa terbuka ataupun ngeluh, sampe sekarang semua nya di pendem sendiri, kadang sakit pun ga berani ngomong.
Indonesia
292
1.5K
4.4K
59.1K
Andhika Y retweetledi
Schaa
Schaa@theultramilkkk·
Titik terendah Gen Z : ‘nyari duit tambahan kemana lagi ya?’
Indonesia
227
2K
9K
167.5K
Andhika Y retweetledi
Mr™️▫️
Mr™️▫️@wesmove·
Sholat lah guys Sholat adalah impian jutaan orang yang sudah meninggal
Indonesia
69
6.4K
42.5K
305.8K
Andhika Y retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Prof. Feri Latuhihin ekonom yang sudah setahun lalu memprediksi dolar akan tembus Rp17.000 ketika belum ada yang percaya baru bicara lagi. Dan kali ini lebih keras, lebih konkret, dan lebih mengerikan dari sebelumnya. Gue mau rangkum dan kritisi semuanya termasuk pertanyaan yang menurut gue paling penting: para ekonom sudah kasih saran, tapi apakah pemimpinnya mau dengar? Atau yang kasih saran justru akan disebut antek antek asing? Prediksi yang sudah terbukti dan peringatan baru yang lebih keras: Setahun lalu Feri bilang dolar akan tembus Rp17.000. Banyak yang tidak percaya. Sekarang dolar sudah di Rp17.300. Sekarang dia memperingatkan skenario yang jauh lebih buruk: dolar bisa tembus Rp25.000 kalau kondisi fiskal tidak segera dibenahi. Bukan angka yang dia lempar sembarangan. Dia punya hitungan. Soal angka pertumbuhan ekonomi dan ini yang paling mengejutkan: Purbaya marah-marah ke World Bank karena World Bank bilang pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,7%. Purbaya klaim angkanya jauh lebih tinggi dari itu. Feri bilang sesuatu yang sangat mengejutkan: "Saya bilang 4,7% sudah bagus. Kalau menurut saya bisa 0%." Kenapa? Karena ketika Feri cross check angka pertumbuhan 5,11% versi BPS dengan indikator lain khususnya pertumbuhan kredit perbankan angkanya tidak cocok. Untuk mencapai pertumbuhan 5,11% kredit perbankan harusnya tumbuh minimal 11%. Kenyataannya: kredit tumbuh di bawah 8%. Feri perkirakan pertumbuhan riilnya mungkin di sekitar 4% saja. Dan Moody's serta Fitch sudah men-downgrade outlook ekonomi Indonesia dari stable menjadi negatif. Artinya lembaga rating internasional pun tidak percaya dengan angka yang pemerintah klaim. Soal defisit APBN dan ini yang paling mengkhawatirkan: Feri memaparkan data yang sangat konkret: Defisit APBN Januari: Rp35 triliun.Defisit Februari: Rp135 triliun.Defisit Maret: Rp240 triliun. Kalau dianualisasi secara linear defisit sudah setara 3,72% dari GDP melampaui batas 3% yang menjadi patokan fiskal. Dan di saat yang sama harga minyak dunia naik karena perang. Subsidi BBM membengkak. Inflasi berpotensi double digit. Jatuh tempo utang tahun ini saja sekitar Rp888 triliun ditambah bunga Rp99 triliun. Itulah mengapa Feri menduga dua Dirjen Kemenkeu yang dicopot Purbaya kemungkinan memang tidak setuju dengan arah kebijakan bukan karena sabotase sembarangan, tapi karena mereka melihat angka-angka yang tidak memungkinkan untuk terus mempertahankan spending sebesar sekarang. Soal MBG dan ini yang paling tegas: Feri mengucapkan sesuatu yang menurut gue perlu didengar keras-keras oleh siapapun yang masih berargumen bahwa MBG adalah investasi: "Mohon dikasih tahu kepada Pak Presiden bahwa kalau MBG itu dianggap investasi itu bohong besar." Investasi yang sesungguhnya adalah infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan. Atau investasi non-fisik yang menghasilkan produktivitas jangka panjang: pendidikan dan riset dan pengembangan. Makan siang bukan investasi. Makan siang adalah konsumsi. Dan konsumsi yang dibiayai utang itu bukan membangun masa depan. Itu memakan masa depan. Feri menghitung bahwa untuk MBG yang benar-benar targeted ke yang membutuhkan cukup Rp10 triliun per tahun. Bukan Rp335 triliun. Dan sisa Rp325 triliun itu seharusnya bisa jadi buffer fiskal atau dialokasikan ke investasi yang benar-benar menghasilkan produktivitas jangka panjang. Soal class menengah yang semakin tergerus: Dari 57 juta kelas menengah di 2019 sekarang tinggal 47 juta. Turun 10 juta orang dalam kurang dari 10 tahun. Dan tabungan rata-rata kelas menengah yang dulu Rp3 juta per orang sekarang sudah mendekati nol. Mereka tidak lagi makan tabungan. Mereka sudah mulai makan hutang. Dan Feri menyebut satu indikator yang sangat mengkhawatirkan: omset pegadaian sedang melonjak luar biasa. Ketika orang menggadaikan barang untuk kebutuhan sehari-hari — itu bukan tanda ekonomi yang baik-baik saja. Soal BI yang tidak bisa berbuat apa-apa: Feri menjelaskan dilema yang sangat real yang sedang dihadapi Bank Indonesia: Kalau suku bunga dinaikkan untuk melawan inflasi dan menjaga rupiah ekonomi yang sudah lemah akan tambah terbebani. Kredit macet naik. Investasi turun lebih dalam. Kalau suku bunga diturunkan rupiah makin melemah dan inflasi makin tidak terkendali. "BI tidak bisa melakukan apa-apa. Naikkin salah, nurunin salah." Dan intervensi di pasar valas untuk menjaga rupiah cadangan devisa tidak tanpa batas. Kalau outlook ekonominya memang buruk intervensi itu seperti menggarami lautan. Soal komentar terhadap Purbaya dan ini yang paling kontroversial: Feri mengucapkan sesuatu yang sangat bold: bahwa menurut dia Purbaya tidak paham soal ekonomi. Contoh yang dia berikan: ketika perbankan mengalami undisbursed loan kredit yang sudah disetujui tapi belum dicairkan senilai Rp2.735 triliun, Purbaya justru mengucurkan tambahan dana dari BI sebesar Rp227 triliun. Logika Feri: kalau bank sudah kelebihan likuiditas yang tidak bisa disalurkan menambah likuiditas lagi adalah seperti menuangkan air ke ember yang sudah penuh. Itu bukan solusi masalah kredit. Itu memperburuk excess liquidity yang justru bisa memperlemah rupiah lebih jauh. Gue tidak akan menghakimi apakah Feri 100% benar soal ini. T api pertanyaan teknisnya valid dan layak dijawab secara publik oleh Kemenkeu. Dan inilah pertanyaan yang paling fundamental: Para ekonom Feri Latuhihin, Mahfud MD, Feri Amsari, berbagai pengamat lain sudah memberikan saran yang konkret, berbasis data, dan bisa diverifikasi. Saran yang konsisten: rasionalisasi MBG, ramping kabinet, perbaiki kepastian regulasi, prioritaskan investasi produktif, jaga fiskal dari defisit yang melebar. Dan apa respons dari lingkaran pemerintah? Orang yang kritik MBG disebut tidak nasionalis. Orang yang mempertanyakan kebijakan ekonomi disebut tidak mendukung presiden. Dan siapapun yang mengutip data dari lembaga internasional seperti World Bank atau IMF bisa dengan mudah diberi label antek asing. Dari nonblok menjadi goblok kata Feri mengutip kritik terhadap kebijakan luar negeri. Dan label yang sama bisa dikenakan pada kebijakan ekonomi: dari mendengar para ahli menjadi memusuhi para ahli. Indonesia punya banyak ekonom yang kompeten. Punya data yang bisa dibaca. Punya pengalaman sejarah termasuk bagaimana Habibie menyelamatkan ekonomi di 1998 dengan tiga langkah berani yang gue sudah bahas sebelumnya. Yang kurang bukan nasihatnya. Yang kurang adalah keberanian untuk mendengar nasihat yang tidak menyenangkan dan keberanian untuk mengambil keputusan yang menyakitkan jangka pendek demi kepentingan rakyat jangka panjang. Dan selama nasihat para ekonom direspons dengan label "antek asing" sementara rupiah terus melemah, defisit terus membesar, dan kelas menengah terus tergerus Kita semua yang menanggung akibatnya. Bukan para pejabatnya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
120
1.2K
2.4K
259.8K
Andhika Y retweetledi
Griffin
Griffin@griffinarks·
berhenti sejenak, dan sekarang taruh tanganmu di dada terus bilang : “Ya Allah apapun yang sudah terjadi, entah kemarin ataupun hari ini, bagilah ruang ikhlas yang luas untuk menerima semuanya, cukupkanlah diri ini agar tidak menyalahkan siapapun.”
Indonesia
30
1.4K
3.4K
44.6K
Andhika Y retweetledi
gara
gara@anggarasamvdr·
udah 7 tahun aja nih🥹
gara tweet media
Indonesia
232
3.5K
22.5K
259.6K
Andhika Y retweetledi
unmag
unmag@unmagnetism·
pria tanpa uang hanya dicintai ibunya
Indonesia
258
1.4K
5.2K
122.7K
Andhika Y retweetledi
Imelda
Imelda@mechnclgrl·
Privilege hidup sesesungguhnya 1. Gak punya hutang 2. Gak ada masalah keuangan 3. Punya waktu untuk orang tersayang 4. Tidak menjual waktu untuk uang 5. Bangun tidur kapanpun kamu mau
Indonesia
44
395
2.1K
24.9K