Dimas maulana

7.8K posts

Dimas maulana banner
Dimas maulana

Dimas maulana

@dimas_mysf

Katılım Şubat 2017
290 Takip Edilen100 Takipçiler
Dimas maulana retweetledi
The Economist
The Economist@TheEconomist·
Its president, Prabowo Subianto, must stop trying to squelch opposition in the legislature, media and civil society. Dissent that cannot find an outlet in politics will spill onto the streets economist.com/leaders/2026/0…
English
226
5K
8.6K
520.4K
Dimas maulana retweetledi
TxtdariUGM
TxtdariUGM@Txtdariiugm·
The Economist di artikel ini blak-blakan bilang kalo prabowo dikelilingi "flock of flatterers" (kumpulan para penjilat) -flock: sekumpulan besar kawanan domba -flatterers: penjilat yang suka memuji berlebihan demi cari muka/keuntungan ya emang sih
TxtdariUGM tweet media
The Economist@TheEconomist

Its president, Prabowo Subianto, must stop trying to squelch opposition in the legislature, media and civil society. Dissent that cannot find an outlet in politics will spill onto the streets economist.com/leaders/2026/0…

Indonesia
24
1.5K
3.3K
110.3K
Dimas maulana retweetledi
fahri salam
fahri salam@fahrisalam·
“Kamu dari TVRI harusnya enggak boleh bertanya seperti itu,” kata Teddy. “Siapa yang nyuruh kamu?” Bagaimana Seskab Teddy mengatur arus informasi Istana dan mengancam wartawan plus petinggi media. Artikel lanjutan dari serial 'Dead Press Society", baca: projectmultatuli.org/bencana-inform…
Indonesia
472
17.1K
34.2K
2.2M
Dimas maulana retweetledi
Reuters
Reuters@Reuters·
Indonesia rupiah hits new record low; president downplays day-to-day impact of currency weakness reut.rs/4dOdhHX reut.rs/4dOdhHX
English
148
2.8K
3.8K
252.3K
Dimas maulana retweetledi
jakartalk
jakartalk@Jakartalk·
Di hadapan prabowo, harga gas pun langsung turun drastis. Wajar jika beliau selalu yakin kalau Indonesia baik-baik saja.
jakartalk tweet media
Indonesia
2.6K
13K
47.7K
2.3M
Dimas maulana retweetledi
Dimas maulana retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
🇮🇩 1 Wakil Presiden 🇮🇩 49 Menteri 🇮🇩 59 Wakil Menteri 🇮🇩 580 Anggota DPR 🇮🇩 152 Anggota DPD 🇮🇩 2.120 Anggota DPRD Provinsi 🇮🇩 17.610 Anggota DPRD Kabupaten/Kota TOTAL: 20.571 ORANG. 20.571 pejabat yang digaji pake uang rakyat.… SERIUSAN ga ada SATUPUN yang merasa pidato Prabowo bermasalah? Terus rakyat disuruh percaya negara ini diisi orang-orang kompeten? cc:albertsutopo
Indonesia
353
9.1K
21.4K
423.4K
Dimas maulana retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
"Rezim aman di pemilu berikutnya karena MBG dan Kopdes mengenyangkan perut elite di daerah blabla" Gw mau liat seberapa "aman" rezim "di daerah" ketika dollar 60.000, lalu Pertalite 30.000, lalu harga beras naik 3x, dan seterusnya akibat miskelola ekonomi ngawur dan rampok.
tempo.co@tempodotco

Rupiah Anjlok ke Level 17.600 per Dolar AS, Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar AS "Rupiah begini, dolar begitu. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan?"

Indonesia
19
131
558
17.3K
Dimas maulana retweetledi
Nix aja
Nix aja@cemeNix7·
@MariaAlkaff_ Cuma ngingetin aja klo pembuat skenario busuk masih di pelihara 👮 Jateng Jadi se absurd apapun skenario nya mereka ga ngaruh dan masyarakat di paksa buat percaya
Nix aja tweet media
Indonesia
1
1
11
320
Dimas maulana retweetledi
Maria A. Alkaff
Maria A. Alkaff@MariaAlkaff_·
Ada klarifikasi nih gaessss Katanya lelaki ini warga sipil murni, bukan anggota Unit Intel Kodim 0718/Pati. Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh pria dalam video tersebut, Muhammad Burhanuddin, guna meredam spekulasi yang berkembang di media sosial. Ia juga menegaskan bahwa hubungan antara TNI dan Polri di Kabupaten Pati tetap berjalan baik dan solid. —- Klarifikasi kok masih pake topi dan masker? 😂 Sementara petugas baik coklat maupun ijo, malah tertib 😝 Nyantai banget ya, pakek kaos seprovokatif itu, eh pas diamankan malah berfoto-foto… Coba mahasiswa… 🫢
Maria A. Alkaff@MariaAlkaff_

Waduuhhh…!! 😱😱 Video viral memicu sorotan publik setelah terlihat seorang pria melakukan aksi vandalisme dengan menulis kata-kata kasar terhadap polisi saat demonstrasi di Pati. Kontroversi makin berkembang karena pria tersebut mengenakan kaus bernada provokatif dan di akhir video terlihat berpose di depan logo “Unit Intel Kodim 0718/Pati”. Temuan itu memunculkan spekulasi di media sosial terkait dugaan infiltrasi atau provokasi dalam aksi massa. Publik pun mempertanyakan netralitas aparat serta meminta klarifikasi resmi dari pihak terkait guna mencegah penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Sc: thebidn

Indonesia
77
70
119
13.1K
Dimas maulana retweetledi
Bad News From Indonesia
[AGAIN] The Economist lagi-lagi 'memasak' Indonesia. Berdasarkan rangkuman kami, mereka mengkritisi defisit naik, investor minggat, rupiah melemah, oposisi nyaris habis, militer makin masuk sipil, sampai nostalgia paket lengkap Sukarno x Soeharto DLC edition. Program makan gratis disebut ambisius. Masalahnya, yang ikut diet malah APBN. Yg dulu takut Indonesia terlalu liberal sekarang mungkin bisa tenang. Karena menurut The Economist, kita justru sedang melaju ke arah “guided democracy” dengan buff otoritarianisme. Lucunya, pemerintah sering bilang kritik asing itu bias. Tapi pasar, investor, rating agency, sampai media internasional mulai ngomong hal yang mirip. Kalau semua alarm dianggap musuh negara, nanti yg tersisa cuma sirene. Gimana menurut kalian?
Bad News From Indonesia tweet media
The Economist@TheEconomist

The most obvious departure from Indonesia’s recent norms has been its president’s lavish spending. Register for free to learn how two massive projects are risking the country’s stability economist.com/briefing/2026/…

Indonesia
17
996
2.9K
75.7K
Dimas maulana retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Gw kasih tau ketakutan terbesar rezim: massa akar rumput turun massal kayak 1998 karena harga impor BBM naik, karena dollar 50.000. Masalahnya kas negara tuh kosong karena semua uangnya sudah habis dicuri MBG dan Kopdes. Tidak ada uang untuk subsidi BBM. Panik tuh Purbaya.
zhil tweet mediazhil tweet media
zhil@zhil_arf

Rule of thumb politik adalah, "uangnya di mana?" Dari sini jelas bahwa "Soeharto jatuh berkat didemo mahasiswa" adalah narasi sesat. Narasi itu tidak menjawab pertanyaan, "uangnya di mana?" "Indonesia merdeka karena kita bergerilya" juga adalah narasi yang tidak lengkap. Uangnya di mana? Setelah 1945, Belanda ingin masuk lagi ke Indonesia karena satu tujuan yaitu uang. Uangnya ada dalam bentuk kayu bulat, karet, migas, kopra, tembakau, dan kopi. "NICA masuk membonceng Sekutu." Apa tujuan NICA masuk? Uang. Pada saat itu Belanda sangat butuh uang karena luluh lantak pasca Perang Dunia II. Agresi Militer I fokusnya adalah merebut dan mengamankan sumber uang, terutama perkebunan cash crop Jawa Barat. Perang gerilya yang dilancarkan TNI dan dikomandoi Jenderal Sudirman membuat Belanda tidak bisa mendapatkan uang dari perkebunan kita. Gerilyawan kemerdekaan menculik dan membunuh mandor kebun, membom rel, dan merampok truk. Rakyat dan para petani perkebunan memusuhi Belanda dan mendukung gerilyawan Republik. Tentara Republik menyerang sumber uang Belanda. Produksi perkebunan luluh lantak selama perang kemerdekaan. Tujuan perang penjajahan Belanda, yaitu memulihkan suplai uang, gagal total. Perjuangan kemerdekaan Indonesia di jalur diplomasi juga berhasil membuat Amerika mengancam memotong suplai uang Marshall Plan yang sangat dibutuhkan Belanda. Konferensi Meja Bundar 1949 berjalan mulus karena Belanda masih mendapatkan apa yang dia cari, yaitu uang, lewat kontrol kepemilikan atas perkebunan cash crop dan pemindahan utang Hindia Belanda ke Indonesia. Hindia Belanda lepas? Siapa peduli. Yang penting uang. Indonesia pun merdeka sepenuhnya pada 27 Desember 1949. Uang, uang, uang. Bom uang, hancurkan uang, negosiasikan uang, ciptakan uang, distribusikan uang. Inilah politik. Indonesia merdeka karena berhasil berstrategi uang. Kejatuhan Soeharto juga sama. Pada 15 Mei 1998, siapapun bisa melihat bahwa Soeharto, Tutut, Bob Hasan, Pangkostrad, dan anggota-anggota inti dinasti Cendana telah gagal total dan sudah mustahil untuk bisa memulihkan ekonomi Indonesia. Krisis ekonomi sejak 1997 telah membuat orang kehilangan uang. Konglomerat kehilangan uang. Jenderal kehilangan uang. Orang partai kehilangan uang. Bahkan preman kehilangan uang. Semua orang kehilangan uang bahkan bangkrut. Semua orang itu ngamuk-ngamuk terhadap Soeharto yang tua, pikun, sakit, kolot, panik, bingung, dan kehabisan ide akan bagaimana menyetop api krisis ekonomi dan kerusuhan yang semakin membakar uang yang ada di Indonesia hingga tidak bersisa. Tidak mungkin mengembalikan "stabilitas politik" dengan membantai mahasiswa yang berdemo, karena demo massal hanya bakal makin ekstrem. Ekonomi pun akan semakin hancur dan uang semakin musnah. Apabila pembantaian pendemo terjadi, IMF dan asing juga akan cabut dan Indonesia akan jadi negara pariah seperti Korea Utara. Uang asing akan hilang. Padahal, Indonesia sangat butuh uang asing IMF untuk memulihkan ekonomi dan menyelamatkan uang. Untuk menyelamatkan uang, tidak ada cara lain kecuali menelan pil pahit, membubarkan Orde Baru, dan melakukan Reformasi. Kalkulasi elite politik menjadi jelas. Reformasi = Uang. Tidak Reformasi = Tidak ada uang. Siapapun arsitek-arsitek yang menginginkan Reformasi, mereka jelas sangat berhasil melakukan cipta kondisi sampai kalkulasi ini bisa-bisanya tercipta. Inilah contoh berpolitik yang sukses: cipta kondisi. Elite politik akan bergerak sendiri sesuai keinginan hati kita, seperti boneka wayang. Golkar terang-terangan mencabut dukungannya lewat pernyataan terbuka yang dibacakan Ketua DPR/MPR, Harmoko. Menteri-menteri mencabut dukungannya dan mundur massal serentak. Aktivitas pemerintahan lumpuh total. ABRI mencabut dukungannya. Panglima ABRI, Wiranto, datang ke rumah Soeharto dan menyatakan bahwa ia "tidak lagi dapat menjamin keamanan pribadi Soeharto". Kalau ada gerombolan orang marah yang datang ke rumah Soeharto dan membantai habis Soeharto dan keluarganya dengan golok, ups, sori tapi ABRI sudah tidak bisa apa-apa lagi. Mati aja lu. Soeharto pun langsung mundur. --- Kalau kamu mau bikin demo besar-besaran, targetnya jelas: sumber uang rezim. Ciptakan kondisi di mana menerima tuntutanmu adalah opsi terbaik untuk menyelamatkan uang. 17+8 pasti gagal karena tidak ada konsekuensi apabila diabaikan. Tidak ada ancaman terhadap uang. Jadinya ya diabaikan lol. Reformasi berhasil karena konsekuensi penolakan Reformasi adalah krisis berlarut --> uang hilang. Hari ini, apa sumber uang rezim yang bisa ditarget? Ya mana gw tau. Tapi banyak opsi. Misal: mogok massal. Kalau karyawan sumber-sumber uang rezim mogok massal, aparat mau apa? Menembak karyawannya? Mogok massalnya pun berubah dari sementara jadi selamanya, karena karyawannya mati dibantai. Perusahaan bangkrut dan uangnya hilang. Mogok massal kemungkinan sangat tidak cukup tho, karena sumber uang rezim yang sesungguhnya adalah sawit dan tambang. Somehow, aliran sumber uang ini harus dipotong. Baik dengan menduduki suatu tempat secara fisik, atau lewat suatu konspirasi politik. Kejatuhan rezim Shah Reza Pahlavi di Iran pada 1979 adalah contoh paling jelas dan dramatis. Karyawan perusahaan migas Iran melakukan mogok massal. Produksi dan ekspor migas seluruh negara distop oleh karyawan yang berdemo. Dana harian operasional pemerintahan termasuk untuk gaji polisi dan tentara pun lenyap. Rezim sang Shah langsung jatuh. Uang. Politik adalah uang. Uang bisa diukur secara angka. Ketika mengancam, ancamlah uang. Ketika menyerang, seranglah uang. Ketika bernegosiasi, tawarkanlah uang. Apabila demo tidak menyentuh sumber uang, tidak ada gunanya.

Indonesia
18
513
1.7K
46.7K
Dimas maulana retweetledi
Kapten Haddock
Kapten Haddock@SeekHustle·
Kalau @TheEconomist udah seaktif ini, sepertinya udah jadi alarm yg sangat keras. The economist nih bukan media biasa yg gampang dibeli ya capt. Ini media kredibel dari UK yg fokus pembahasannya emang terkait urusan global, politik, bisnis, keuangan, sains, dan teknologi, serta terkenal dengan pandangan redaksinya yang sangat menjunjung tinggi perdagangan bebas dan globalisasi. Berdasarkan penilaian lembaga pemantau media independen seperti Media Bias/Fact Check dan Ad Fontes Media, publikasi dari media tsb konsisten mendapatkan peringkat "High Factual Reporting" (Pelaporan Fakta Tinggi) dengan rekam jejak pemeriksaan fakta yang bersih. Mereka juga punya tim riset khusus yang bertugas memverifikasi setiap angka, grafik, dan klaim sebelum artikel diterbitkan. Jadi, awas aja kalau bilang ini antek² asing suruhan soros 🙃
Chart Investor Saham IHSG,USA,Crypto@TradingDiary2

dalam 1 jam the economist @TheEconomist pagi pagi udah keluarin 2 serangan 😅what is this ? ada apa ini?

Indonesia
54
4.3K
11K
166.9K