dinarfuza retweetledi

Guys, Maia Estianty baru ngomong sesuatu
yang menurut gua adalah salah satu
jawaban paling jujur dan paling tidak basa-basi yang pernah keluar dari mulut selebritis Indonesia soal uang dan kerja.
Dia ditanya sudah kaya raya,
suami tajir
anak-anak sukses semua,
kenapa masih ngejer cuan
sampai live shopping tiap hari?
Jawabannya simpel banget tapi sangat dalam.
Dia bilang yang dia takutin
di dunia ini cuma satu hal.
Bukan tua.
Bukan sakit.
Bukan ditinggal orang.
Tapi tidak punya uang.
Itu satu-satunya hal yang genuinely bikin dia takut. Dan dari rasa takut itulah seluruh etos kerjanya lahir bukan karena butuh, tapi karena kecintaan terhadap proses menghasilkan sesuatu dari dirinya sendiri itu tidak bisa digantikan oleh uang dari siapapun termasuk dari suami yang sekaya apapun.
Dan ini yang paling menarik.
Maia bilang kalau Mas Irwan melarang dia kerja dia bilang dengan sangat santai mendingan gua cari yang lain daripada harus berhenti kerja.
Bukan gertakan.
Tapi pernyataan tentang identitas.
Kerja baginya bukan soal finansial.
Kerja adalah cara dia membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa dia capable. Bahwa pencapaiannya adalah miliknya bukan pemberian siapapun.
Ini yang bikin pola hidupnya sangat berbeda dari ekspektasi orang tentang istri orang kaya.
Perawatan ratusan juta per bulan?
Tidak ada.
Shopping tiap bulan?
Hampir tidak pernah.
Tas mewah?
Tidak tertarik.
Maia bilang kalau sepatu masih bisa dipakai dia tidak akan beli yang baru.
Kalau pakaian sudah ada dari suami dia tidak belanja.
Dan kesenangan terbesarnya setiap hari adalah jajan makanan via ojek online. Itu saja.
Tapi di sisi lain dia adalah orang yang kalau dapat uang langsung putar lagi ke usaha.
Filosofinya sangat jelas uang harus bekerja untuk mencari uang.
Bukan disimpan diam di deposito.
Bukan ditaruh di saham atau kripto yang pernah dia coba dan hasilnya rungkat semua.
Tapi diputar di bisnis yang dia pegang sendiri
dia kontrol sendiri
dia pahami dari dalam sampai luar.
Dan dia bilang satu kalimat tentang orang-orang sukses yang dia temui di atas usianya yang menurut gua adalah kalimat paling tepat untuk menggambarkan mentalitas orang yang benar-benar kaya bukan hanya secara finansial.
Dia bilang semua orang sukses yang dia kenal yang uangnya sudah cukup untuk tujuh turunan tetap datang ke kantor.
Tetap mau kerja.
Bukan karena butuh uangnya.
Tapi karena sudah tidak bisa tidak kerja.
Kerja sudah jadi bagian dari cara mereka bernafas.
Dan di umur 50 tahun Maia bilang dia tidak punya batas produktif.
Sampai menutup mata.
Karena baginya diam itu bukan istirahat diam itu stres.
Intinya guys orang yang benar-benar tidak takut miskin bukan yang sudah punya banyak dan santai-santai.
Justru yang paling tidak takut miskin adalah yang sudah terlalu terlatih untuk tidak bisa berhenti menghasilkan.
Dan itu bukan tentang keserakahan. Itu tentang identitas.

Indonesia

























