lavender
2.5K posts

lavender retweetledi
lavender retweetledi
lavender retweetledi
lavender retweetledi

"Ada pengurus makan bergizi, tapi backgroundnya serangga. Ada yang main domino dengan pembalak hutan liar, tapi Menteri Kehutanan. Ada yang mengurus aneka urusan luar negeri, tapi bacgroundnya militar. Ada yang mengurus manajemen kabinet, tapi pokoknya ada."
Jejak digital.@ARSIPAJA
Seskab Teddy: "Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi, banyak sekali pengamat. Ada pengamat beras, tapi dia background-nya bukan di situ. Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri. Dan pengamat-pengamat itu, datanya tidak sesuai fakta. Datanya keliru,”
Indonesia
lavender retweetledi
lavender retweetledi
lavender retweetledi

Bayangkan kamu Jerome Polin.
YouTuber sukses dengan jutaan followers, lalu memutuskan terjun ke bisnis teh kekinian bernama Menantea.
Dalam waktu singkat, brand-nya meledak.
Banyak orang berbondong-bondong mau jadi mitra.
Modal Rp125–400 juta per outlet, janji balik modal cepat.
Tapi siapa sangka, mimpi indah itu berakhir tragis.
A Thread ~👇
Txt dari Kuliner@txtdrkuliner
Seluruh outlet Menantea milik Jerome dan Jehian akan berhenti beroperasi tanggal 25 April 2026
Indonesia
lavender retweetledi

lavender retweetledi

Presiden Tua Bangka dan Operasi Intelijen
Di tengah chaos kebijakan Indonesia pasca Pilpres 2024, sosok Prabowo Subianto, yang kini menjabat sebagai presiden, menjadi target utama amarah rakyat karena kebijakannya yang dinilai bertentangan dengan semangat reformasi. Pada usia 73 tahun, Prabowo memimpin negara dengan latar belakang militernya sebagai pelanggar HAM, serta dengan kontroversi yang tidak pernah surut.
Pertemuan Prabowo dengan pemred-pemred melalui wawancara di Hambalang pada 6 April 2025, yang disiarkan oleh beberapa media, salah satunya Narasi Newsroom, menjadi titik balik yang kembali memicu keresahan publik. Dalam wawancara tersebut, Prabowo tampak kehilangan arah, seolah-olah ia kekurangan informasi penting, bahkan untuk isu sekrusial RUU TNI yang sedang mengguncang stabilitas sosial.
Publik pun mulai bertanya-tanya, bagaimana bisa seorang presiden, yang seharusnya memiliki akses tidak terbatas ke informasi negara, bisa tampil begitu tidak siap? Keresahan ini diperparah oleh fakta bahwa telepon seluler Prabowo selalu dipegang oleh ajudannya, Teddy Indra Wijaya, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kabinet.
Spekulasi liar pun bermunculan, apakah Prabowo sedang menjadi target operasi intelijen yang dirancang untuk "mengunci mati" dan melemahkan posisinya sebagai presiden?
Di balik semua ini, ada benang merah yang mengarah pada dinamika politik yang jauh lebih dalam, melibatkan Joko Widodo Jokowi, rival Prabowo dalam dua Pilpres sebelumnya, yang kini diyakini memiliki pengaruh besar atas kemenangan Prabowo pada Pilpres 2024. Teddy dulunya adalah orang kepercayaan Jokowi yang kini berada di lingkaran terdekat Prabowo, sehingga memunculkan dugaan bahwa ada operasi intelijen yang sengaja menjadikan Prabowo sebagai boneka politik, sementara agenda Jokowi dan oligarki di belakangnya terus berjalan.
-Sebuah Esai Konspirasi-

Indonesia
lavender retweetledi
lavender retweetledi

Orang miskin itu kurang rajin apa?
Tukang panggul di pasar bekerja dari Subuh sampe sore tapi tetap ga kaya. Petani yg ga punya sawah juga bekerja dari pag sampe sore.
Kita harus akui kalo pekerja upah Indo ga bisa dikategorikan layak dibandingkan dgn biaya hidup
Kai 海@sorejhvi
Kalau gaji kecil, mau diputer2, tetap begitu aja. Last time gue kerja di Jkt tuh sbg auditor dngn gaji 8-12 jt tapi tetap tabungan gue ga nembus 50 juta pdhl udah invest ke saham dan reksadana. Bukan soal hobi jajan, indon ini yg apa2 serba mahal dan kebutuhan makin banyak.
Indonesia
lavender retweetledi
lavender retweetledi
lavender retweetledi
lavender retweetledi
lavender retweetledi
lavender retweetledi
lavender retweetledi

Memakzulkan Prabowo-Gibran sulit karena koalisi besar pemerintah. Ada cara lain?
#TempoPlus

Indonesia
lavender retweetledi
lavender retweetledi


















