Angga Erlangga
18.4K posts

Angga Erlangga
@Erlanggakids
| Soon | VVIP seat | Madridista | Iluminati |
Bali Katılım Ekim 2009
285 Takip Edilen537 Takipçiler

@mas_veel Habis ini swasembada kedelai gk usa import2 lagi tempe made in indonesia, tinggal gandum ini gmn caranya
Indonesia
Angga Erlangga retweetledi

@Mayu04Mayu @KapudS640 Dia mau numbalin org tp dia jg diem di rumah duduk2 mantau lewat tikok ngapain panas2an resiko kena hantam aparat wkwkkw
Indonesia

@KapudS640 Nyuruh mahasiswa gerak, tp pas dah gerak byk yg bilang anarkis lah, demo bikin macet, ga guna, dan yg kena getah kek kena peluru nyasar, diculik, sekeluarga kena doxing, tuh mahasiswanya, gmn tuh? Kalau mau ngajak gerak ya hrs serempak, ga cuma mahasiswa aja, tp seluruh WNI lah
Indonesia

@LambeSahamjja Gw kena di saham bank lambang kucing, kapok dah ngikutin dia akhirnya cutloss -37%
Indonesia

@LambeSahamjja Emang kalo misal nih salah satu dr 4 faktor gdp ini besar salah? Misal yg nopang cuma investasi doank salah?
Indonesia

Guys, Ferry Irwandi baru merilis video yang menurut gue paling berbahaya untuk reputasi Purbaya sebagai Menteri Keuangan.
Bukan berbahaya karena mengandung fitnah.
Tapi berbahaya karena menggunakan matematika.
Dan matematika tidak bisa dibantah dengan narasi.
Tidak bisa dibantah dengan wawancara di TV One.
Tidak bisa dibantah dengan bilang "Anda tidak mengerti ekonomi."
Matematika hanya bisa dibantah dengan matematika yang lebih benar.
Apa yang Purbaya klaim:
Pertumbuhan ekonomi 5,61%
adalah capaian yang membanggakan.
Fundamental kita kuat.
Konsumsi yang menjadi komponen terbesar bukan government spending yang menggerakkan pertumbuhan itu.
Kalimat Purbaya yang paling terkenal soal ini: pertumbuhan 5,61% tidak digerakkan oleh belanja pemerintah yang besar.
Konsumsinya 54,36% jauh lebih besar dari government spending yang hanya 6,72%.
Kedengarannya masuk akal.
Sampai Ferry Irwandi membuka spreadsheet dan mulai menghitung.
Dan inilah yang sebenarnya terjadi dan ini yang membuat gue berhenti:
Ferry tidak membantah bahwa konsumsi lebih besar dari government spending secara persentase komposisi GDP. Itu benar.
Tidak ada yang menyangkal itu.
Yang Ferry bantah adalah logika yang digunakan Purbaya untuk menarik kesimpulan.
Karena yang penting bukan porsi komposisi tapi kontribusi persentase poin terhadap pertumbuhan.
Dan ketika dihitung dengan benar:
Konsumsi menyumbang 2,94 persen poin dari 5,61%. Investasi menyumbang 1,79 persen poin.
Government spending menyumbang 1,26 persen poin.
Sekarang pertanyaannya:
government spending naik berapa persen untuk menghasilkan kontribusi 1,26 persen poin itu?
21,81%.
Kenaikan tertinggi dalam sejarah modern republik ini. Dalam 10 tahun terakhir range normalnya antara 3 sampai 6 persen. Tidak pernah 21,81%.
Dan Ferry Irwandi melakukan sesuatu yang sangat mematikan:
Dia menghitung counter faktual.
Pertanyaannya: kalau government spending tumbuh normal sesuai rata-rata 10 tahun terakhir yaitu 4,8% bukan 21,81% berapa pertumbuhan ekonomi kita yang sesungguhnya?
Dengan akuntansi: 4,63%.
Dengan ekonometrika memasukkan multiplier effect dari konsumsi dan investasi yang ikut terpengaruh: antara 4,23% sampai 4,43%.
Bukan 5,61%.
Tapi sekitar 4,2 sampai 4,6 persen.
Dan ini yang paling mematikan dari seluruh analisis Ferry:
Purbaya bilang 5,61% adalah salah satu yang tertinggi. Perlu dirayakan. Perlu dibanggakan.
Ferry Irwandi berkata dengan sangat dingin:
"Kalau government spending-nya normal ini bukan salah satu yang paling tinggi.
Ini salah satu yang paling buruk."
Selama 10 tahun terakhir dengan government spending yang normal pertumbuhan 4,2 sampai 4,6% itu ada di bawah rata-rata historis Indonesia.
Jadi yang sedang dirayakan Purbaya setelah dibedah sebenarnya adalah pertumbuhan di bawah rata-rata yang dimanipulasi tampilannya dengan belanja negara yang tidak berkelanjutan.
Dan ini yang bikin gue benar-benar tidak bisa tidur:
Dari mana uang belanja pemerintah yang naik 21,81% itu?
Pendapatan negara naik 10%.
Belanja naik 31,8%. Defisit Q1 saja sudah Rp240 triliun ditutup dengan utang tambahan Rp258 triliun.
Artinya: pertumbuhan 5,61% yang dirayakan itu sebagian besar dibeli dengan utang. Bukan dihasilkan dari aktivitas ekonomi organik rakyat.
Dan utang itu harus dibayar. Dengan bunga. Oleh generasi yang sekarang masih sekolah.
Rakyat yang tabungannya turun dari Rp3 juta ke Rp1,5 juta yang kelas menengahnya menyusut dari 57 juta ke 46 juta tidak merasakan pertumbuhan itu.
Karena pertumbuhan itu bukan untuk mereka.
Pertumbuhan itu adalah angka di kertas yang dibiayai dari kantong masa depan anak-anak mereka.
Dan sementara Ferry Irwandi membuktikan ini dengan ekonometrika:
Purbaya tetap keliling media bilang fundamental kita kuat. Gubernur BI mengganti definisi stabilitas supaya rupiah yang di Rp17.600 bisa disebut stabil. Presiden bilang "mau dolar berapa ribu kek." Dan Ketua Komisi XI DPR bilang yang terdampak orang kaya saja.
Market tidak percaya. D
olar tetap ngacir.
IHSG tetap ambruk.
Investor asing terus kabur.
Karena market membaca data bukan narasi.
Dan yang paling telak dari Ferry Irwandi:
"Kalau memang ada yang salah dari matematika saya mohon dikoreksi.
Dengan keilmuan yang benar.
Pak Purbaya kan sering ngaku ekonom.
Tentu ekonom tidak bernarasi.
Tentu Menteri Keuangan tidak beropini.
Jawablah dengan data."
Sampai hari ini belum ada jawaban dengan data.
Yang ada hanya wawancara di TV One.
Narasi tentang fundamental kuat.
Dan kalimat yang menurut Ferry sendiri tidak perlu direspons tapi tetap menggelikan: "
Anda tidak mengerti ekonomi."
Sementara rupiah terus melemah. Defisit terus melebar. Dan orang yang disebut tidak mengerti ekonomi itu punya 2,3 juta subscriber yang menonton matematikanya dan tidak ada satu pun angka yang bisa dibantah.
Purbaya bilang pertumbuhan 5,61% adalah bukti fundamental kuat.
Ferry Irwandi membuktikan dengan ekonometrika bahwa tanpa government spending yang naik 21,81% angka itu tidak akan tercapai.
Dan kalau spending-nya normal pertumbuhannya salah satu yang paling buruk dalam satu dekade.
Ini bukan soal siapa yang lebih pintar. Ini soal siapa yang jujur dengan data.
Dan ketika Menteri Keuangan memilih cherry picking angka untuk membuat kondisi terlihat lebih baik dari kenyataan bukan hanya dia yang menanggung akibatnya.
Yang menanggung akibatnya adalah rakyat yang tidak tahu bahwa pertumbuhan yang dirayakan itu sebagian besar adalah utang yang sedang dicicilkan ke masa depan mereka.

Indonesia

@Hasbil_Lbs @prabowo Sudah saatnya pake produk dalam negeri, hidupkan produksi²
Indonesia
Angga Erlangga retweetledi

Saya sepakat apa yang disampaikan Presiden @prabowo, kurs dollar hari ini tidak terlalu berdampak di desa. Kenapa? berdasarkan data yang ada, impor bahan konsumsi misalnya, buah, daging, baju dan sepatu, ponsel, laptop, kosmetik dan skincare, angkanya baru 9%. Kecuali pada kedelai, 90% impor.
Justru kurs dollar hari ini, menguntungkan ekspor Indonesia. Nilai total ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 282,91 miliar (meningkat 6,15% secara tahunan). Kinerja ini memberikan surplus neraca perdagangan sebesar USD 41,05 miliar.
Saya percaya, semua selalu diperhatikan secara detail, semua salalu bekerja keras menjaga keseimbangan, dan yang terpenting ekonomi kita tetap tumbuh diatas 5% ditengah dinamika global.
Demikian opini pribadi saya 🙏

Indonesia

@Strategi_Bisnis Kalo rusuh bukannya memperburuk keadaan? Gk masi gk bisa mencerna apakah dg rusuh bisa memperbaiki keadaan? Bukannya lebih baik demo di kedutaan amerika suruh stop perang?
Indonesia

Libur panjang - ternyata harga minyak dunia tembus USD 105. US Yield mendadak naik tajam kembali. Dollar index menguat
Senin, rupiah maybe bisa tembus 17.800
IHSG bakal makin crash.
Bahaya ini, kalau minyak dunia tembus USD 110.
Krisis rupiah bisa terjadi.
Deja Vu 1998.
Kuncinya : selat Hormuz. Selama belum dibuka, harga minyak dunia tetap akan liar.
Dan polanya berulang :
Harga minyak naik >> US Yield naik >> Dollar menguat >> Rupiah makin crash >> IHSG makin jebol.
Rupiah makin parah karena :
- Setiap kenaikan harga minyak dunia bikin APBN makin jebol (krn subsidi BBM naik tajam).
- Setiap kenaikan dollar, bikin hutang RI makin tinggi dan akhirnya beban hutang APBN juga makin meroket.
- Bunga hutang RI dalam dollar juga naik, harus bersaing dengan US Yield yg tinggi (dan jauh lebih aman).
Tekanannya dobel dobel :
- Hutang RI dalam dollar makin mahal sebab bunga naik
- Hutang RI dalam dollar makin mahal sebab rupiah makin anjlok
- Ditambah beban subsidi minyak makin meroket
Di saat yg sama defisit APBN sudah amat tinggi di kuartal 1 2026.
Pasar takut APBN akan makin jebol di kuartal 2 dan 3, saat beban subsidi minyak naik tajam (gegara harga minyak dunia yg naik pesat).
To be honest : mulai ada perasaan self fulfilling prophecy. Maksudnya : rupiah makin anjlok karena semua beban di atas. Dan saat rupiah makin anjlok, beban di atas makin berat. Akhirnya rupiah makin anjlok tanpa batas. Ngeri kalau lingkaran setan ini terjadi.
Kebijakan MONETER BI kurang ada impak bagi penguatan rupiah secara signifikan, kalau sumber utama tak diatasi. Yakni kebijakan fiskal yang terlalu boros.
Solusi cepat untuk hadapi KRISIS RUPIAH :
- pangkas anggaran MBG hingga 60% - 70%
- subsidi BBM dikurangi 30% (sembari dorong transportasi EV).
- kurangi anggaran kopdes : 50%.
Devil's Advocate harus berani muncul di hadapan pak Presiden. Bilang baik-baik : pak, ini risikonya jika fiskal tak dibenahi.
Indonesia

@bardanslm Gk si karena gw tau harga crude oil udh diatas 100$, lebih baik harganya mahal drpd gk ada stock
Indonesia

@monstreza Rusak 1 generasi mala di kasianin sdm2 gini bgt duh
Indonesia

Dari semua narasi bela Nadiem, ini yang paling goblok.
Ghozy Ul-Haq@ghozyulhaq
Beliau mungkin ada salahnya waktu jadi Menteri, tapi jangan lupa beliau udah berjasa: - Buka pekerjaan buat jutaan driver - Ningkatin penghasilan ratusan ribu mitra kuliner - Traktir kita dgn diskon2 Yet beliau diperlakukan kayak gitu. Maybe kita terlalu jahat ke Nadiem
Indonesia















