thia𓇢𓆸

18.1K posts

thia𓇢𓆸 banner
thia𓇢𓆸

thia𓇢𓆸

@haruydw

fan acc | @eaJPark @day6official @XH_official

Katılım Mart 2020
784 Takip Edilen548 Takipçiler
thia𓇢𓆸 retweetledi
harry fajri
harry fajri@harry_fajri·
Mohon di up gais karna media belum ada berita in tentang kejadian ini. Kebakaran besar terjadi di jalur pipa gas menyusul ledakan pagi ini di Gampong Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Indonesia.
Indonesia
27
11.5K
20.6K
219.9K
thia𓇢𓆸 retweetledi
cozy 🕷️
cozy 🕷️@cozyaltruis·
Kenapa pemimpin negara boleh lansia, tapi kerja corporate 30an dianggap ngga produktif? Dan kenapa ngelamar kerja harus pake SKCK? sedangkan banyak pejabat negara aja mantan napi
Indonesia
375
27.4K
60.1K
632.9K
thia𓇢𓆸 retweetledi
TxtdariUGM
TxtdariUGM@Txtdariiugm·
ini pidatonya bagus banget serius. mimin coba bantu rangkumin isi pidato yang 11 menit yg isinya daging semua ini >Anies buka pidatonya dengan nostalgia kecil. Dia cerita UGM jadi tempat emosional buat dia karena area GSP dulu lapangan bola tempat dia main waktu kecil. buat dia hadir di wisuda UGM bukan cuma acara formalitas aja tapi semacam pulang ke tempat yg punya banyak memori. >Lanjut dia, wisuda memang jadi hari yg luar biasa untuk banyak org, tapi besoknya semua bakal balik ke realita. menurut dia ujian hidup yg sebenarnya bukan terjadi di momen spesial kayak wisuda tapi justru di hari-hari normal yg dijalanin terus-menerus.
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan

Hari wisuda ini istimewa. Besok hari-hari biasa. Namun, ujian yang sesungguhnya adalah di hari-hari biasa ke depan. Itulah pesan yang kami sampaikan saat pulang ke UGM untuk melepas wisudawan sekaligus menyambut mereka bergabung ke Kagama.

Indonesia
105
3.3K
14.1K
746.5K
thia𓇢𓆸 retweetledi
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
Innalillahi... 😭 Saat listrik mati total di Sumatera kemarin malam, ada 2 remaja meninggal dunia & 1 remaja kritis karena keracunan asap genset. 1. Haikal Arya Kamil, 15 tahun (meninggal) 2. Gibran Arrasyid, 15 tahun (meninggal) 3. Burhanuddin Hakim, 16 tahun (kondisi kritis di RS) Kronologi:
Indonesia
106
7.7K
24.8K
886.1K
thia𓇢𓆸 retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Awal mulanya joget, Lalu lempar kemeja yang dipake dari atas panggung, Kemarin minta mobil kaca, Ini dadah dadah di depan orang demo.. Sudah dulu main idol idolannya Pak. Urusan negara masih banyak.
🇮🇩 мαԃαм ԃнєησк 🇵🇸@Kopipait__78

Mereka,para guru itu lagi demo pak 😭😭bukan jumpa fans.Malah dadah . Kalau cuma penhen dadah- dadah di mobil gitu ikut karnaval aja pak, ga usah jd presiden!!!!!!!!

Indonesia
132
2K
5.9K
125.6K
thia𓇢𓆸 retweetledi
Indonesian Pop Base
Indonesian Pop Base@iPopBase·
Sumatra has been hit with another major blackout.
Indonesian Pop Base tweet media
English
808
17.4K
50.1K
3.7M
thia𓇢𓆸 retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
Stop.....✋️✋️✋️⚠️⚠️⚠️ Buka mata kalian wak TOP 5 Daftar Pemilik Perusahaan Penghancur Hutan di Papua 1. Keluarga MARTIAS FANGIONO 🌴 Menguasai hampir jutaan hektar lahan di Papua 2. Anthony Salim 🌴Menguasai ratusan ribu hektar 3. Seung Eun-ho 🌴Menguasai ratusan ribu hektar 4. Jimmy Widjaja 🌴Menguasai puluhan ribu hektar 5. Rosna Tjuatja 🌴Menguasai puluhan ribu hektar Yang paling sakitnya beberapa perusahaan penghancuran hutan tersebut terdaftar di luar negeri, yang artinya hutan kita di hancurkan pajaknya untuk bangun negara luar.
Sumatera Adil & Federal tweet mediaSumatera Adil & Federal tweet media
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera

KELUARGA SERAKAH PENGHANCUR HUTAN PAPUA Banyak mata menyorot Haji Isam, tapi sedikit yang menyoroti salah satu pelaku utama kerusakan hutan Papua, dialah MARTIAS FANGIONO SEKELUARGA. Beberapa Kasus pernah menimpa si serakah ini, tapi selalu lolos. Ah, kalian pasti sudah tahu alasannya... orang berduit memang punya cara. 1. Kasus Korupsi Izin Sawit & Kayu di Kaltim (2004–2007) Total kerugian negara :Rp 1,2Triliun 2. Dugaan Penggelapan Pajak & Lahan Hutan Ilegal (2024–2025) Total kerugian negara : Rp 1,4 triliun 3. Proyek di Papua (Sawit & Food Estate) dan Deforestasi Besar-besaran via Shadow Companies Total kerugian negara: TAK TERHITUNG SANGKING BANYAKNYA Dan masih banyak kasus lainnya, aku tak berani sebut, Awak akut di buru🥲

Indonesia
225
10.8K
22K
566.7K
thia𓇢𓆸 retweetledi
🍅
🍅@thisarchived·
orang jepang kerja, bangun jam 7, jam 8 masih commute dan sarapan, jam 9 baru masuk, jam 5 sore pulang tenggo. orang indo masuk jam 8, bangun jam 5 pagi, masih bisa kesiangan. bukan karena orang indo yang males tapi segala hal disini gak bisa efisien
K.H.@KSubktkn

Sebagian orang menuduh orang indo males2 san, kerja tidak disiplin, seenaknya. Lah lah lah, justru yang paling keras keja itu ya manusia indonesia. Bangun jam tiga belanja ke pasar, pulang masak sebelum subuh harus sudah matang, selesai subuh orang pada sarapan. Ini manusia-

Indonesia
137
11.6K
45.1K
943.8K
thia𓇢𓆸 retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
KELUARGA SERAKAH PENGHANCUR HUTAN PAPUA Banyak mata menyorot Haji Isam, tapi sedikit yang menyoroti salah satu pelaku utama kerusakan hutan Papua, dialah MARTIAS FANGIONO SEKELUARGA. Beberapa Kasus pernah menimpa si serakah ini, tapi selalu lolos. Ah, kalian pasti sudah tahu alasannya... orang berduit memang punya cara. 1. Kasus Korupsi Izin Sawit & Kayu di Kaltim (2004–2007) Total kerugian negara :Rp 1,2Triliun 2. Dugaan Penggelapan Pajak & Lahan Hutan Ilegal (2024–2025) Total kerugian negara : Rp 1,4 triliun 3. Proyek di Papua (Sawit & Food Estate) dan Deforestasi Besar-besaran via Shadow Companies Total kerugian negara: TAK TERHITUNG SANGKING BANYAKNYA Dan masih banyak kasus lainnya, aku tak berani sebut, Awak akut di buru🥲
Sumatera Adil & Federal tweet mediaSumatera Adil & Federal tweet media
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera

Sekarung beras cukup untuk menghidupi keluarga yang punya rasa syukur. Tapi jutaan hektar hutan papua tidak cukup untuk satu keluarga yang serakah. Ini jawabannya 👇

Indonesia
303
12.9K
26.5K
1.9M
thia𓇢𓆸 retweetledi
thia𓇢𓆸 retweetledi
eaJ¹ᐟ
eaJ¹ᐟ@eaJPark·
For everyone that's lost, afraid, hurt or confused, it's okay. We all are. It'll take time but we'll be okay. I promise.
English
2.9K
53.5K
77.6K
0
thia𓇢𓆸 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, DPR baru saja mengusulkan sesuatu yang menurut gue paling sempurna menggambarkan betapa jauhnya jarak antara para wakil rakyat dengan kenyataan rakyat yang mereka wakili. Di tengah rupiah Rp17.700. Di tengah badai PHK yang mengintai. Di tengah guru honorer yang digaji Rp1,5 juta per bulan. Di tengah anggaran pendidikan yang dipotong 44% untuk MBG. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra mengusulkan: Alokasi APBN 2027 untuk membangun 1.000 layar bioskop di desa. Gue perlu berhenti sejenak dan baca ulang itu: Seribu Layar Bioskop Di desa. Dari APBN. Dari uang pajak rakyat. Di 2027. Dan ini yang paling menggelikan: Alasannya mulia. Untuk mendukung rumah produksi kecil di daerah. Untuk menampilkan potensi dan budaya lokal. Untuk memberi akses sinema kepada rakyat desa. Tapi ada satu pertanyaan yang tidak pernah dijawab dalam rapat itu: Rakyat desa yang gajinya di bawah UMR dengan harga bahan pokok yang terus naik mau beli tiket bioskop pakai uang apa? Dan ini datanya yang harus dihadapkan langsung: 88% kepala rumah tangga Indonesia tidak punya pendidikan S1. IQ rata-rata Indonesia 78,9 hampir juru kunci dunia. Skor PISA Indonesia peringkat 69 dari 81 negara. 50% pegawai Indonesia pernah mengalami stunting waktu kecil yang artinya perkembangan otak mereka terganggu sejak masa paling kritis. Guru honorer yang seharusnya menjadi satu-satunya harapan untuk memutus rantai kebodohan struktural ini — digaji Rp1,5-2,8 juta per bulan. Di bawah UMP. Di bawah standar hidup layak. Dan anggaran pendidikan yang seharusnya mengurus semua ini dipotong 44% untuk program makan siang. Tapi DPR punya solusi: Bukan 1.000 sekolah baru di daerah terpencil yang belum punya akses pendidikan layak. Bukan rekrut 100.000 guru berkualitas dengan gaji Rp40 juta per bulan yang total biayanya hanya Rp50 triliun atau 7% dari anggaran pendidikan yang ada. Bukan perpustakaan desa. Bukan laboratorium sains. Bukan akses internet untuk sekolah-sekolah yang masih mengajar dengan papan tulis kapur. Tapi bioskop. Dan ini logika yang paling sederhana: Dr. Tirta sudah bilang: rakyat yang pintar adalah ancaman bagi penguasa yang tidak kompeten. Karena rakyat yang pintar akan mempertanyakan kebijakan yang tidak ada gunanya. Ahok sudah bilang: kebodohan struktural bukan kebetulan. Ini by design. Tidak ada pemerintah otoriter yang ingin punya warga yang benar-benar cerdas. Mahfud MD sudah bilang: demokrasi tidak akan berhasil sebelum pendapatan per kapita mencapai 5.500 dolar. Rakyat yang masih miskin dan tidak berpendidikan pasti menjual suaranya. Dan sekarang alih-alih memperbaiki pendidikan yang bisa mengubah semua itu DPR mengusulkan membangun bioskop. Rakyat yang tidak pintar tapi punya bioskop jauh lebih mudah dihibur. Jauh lebih mudah dialihkan perhatiannya. Jauh lebih mudah diberi sesuatu yang kelihatan seperti pemberian tanpa benar-benar mengubah kondisinya. Dan ini yang paling menohok: Orang desa yang gajinya Rp2-3 juta per bulan yang harga kedelai dan telurnya sudah naik karena rupiah melemah yang anaknya sekolah dengan guru yang mau resign karena gajinya tidak cukup untuk makan Tidak butuh bioskop. Mereka butuh guru yang digaji layak supaya anaknya tidak tumbuh dengan IQ 78. Mereka butuh sekolah yang layak supaya anaknya bisa bersaing. Mereka butuh sistem pendidikan yang mengajarkan berpikir kritis bukan menghafal untuk ujian. Karena bioskop tidak mengubah nasib. Bioskop hanya menghibur orang yang nasibnya tidak berubah. Dan angkanya bicara sendiri: 1.000 layar bioskop dengan asumsi biaya pembangunan, peralatan, dan operasional bisa menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah dari APBN. Uang yang sama bisa dipakai untuk: menggaji 25.000 guru berkualitas selama satu tahun penuh. Atau membangun ratusan perpustakaan desa dengan koleksi buku yang memadai. Atau memberikan beasiswa bagi ribuan anak desa yang putus sekolah karena tidak mampu. Tapi yang diusulkan adalah bioskop. DPR bukan Dewan Perwakilan Rakyat. DPR adalah Dewan Penghibur Rakyat. Rakyat tidak dirancang untuk pintar karena rakyat yang pintar tidak bisa dihibur dengan bioskop. Rakyat yang pintar akan tanya: kenapa anggaran pendidikan dipotong tapi ada uang untuk bioskop desa? Kenapa guru digaji Rp1,5 juta tapi ada dana untuk layar sinema? Kenapa stunting masih 21% tapi kita bahas distribusi film nasional? Dan pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih berbahaya bagi mereka yang duduk di kursi DPR daripada rakyat yang diam di depan layar bioskop desa sambil lupa bahwa hidupnya tidak berubah.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
879
7.7K
14.8K
645.6K
thia𓇢𓆸 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada berita dari Lombok Tengah yang menurut gue paling menggambarkan ironi terbesar dari kebijakan ekonomi Prabowo sekarang. 150 karyawan Alfamart kehilangan pekerjaan. Bukan karena perusahaannya bangkrut. Bukan karena kinerjanya buruk. Bukan karena ada kesalahan dari karyawannya. Tapi karena pemerintah daerah menutup paksa 25 gerai ritel modern dengan alasan melanggar Peraturan Daerah tentang penataan pasar rakyat. Dan ini yang paling miris: Rudi karyawan Alfamart di Kopang datang ke kantor Bupati bukan untuk melawan. Dia datang meminta solusi. "Jangan sampai kami menjadi pengangguran baru. Sekarang ekonomi semua sulit, semua harga sudah naik, kebutuhan makin tinggi. Sementara pekerjaan kami tidak ada karena ditutup." "Cari kerja sulit, Pak. Kami banyak yang hanya tamatan SMA." Kalimat itu "cari kerja sulit, Pak" menurut gue adalah kalimat paling menyayat yang bisa diucapkan oleh seseorang kepada penguasa yang harusnya melindungi mereka. Dan ini konteks yang lebih besar yang harus dipahami: Penutupan Alfamart dan Indomaret di Lombok Tengah ini tidak terjadi di ruang kosong. Ini terjadi di tengah narasi besar tentang Koperasi Desa Merah Putih program andalan Prabowo yang salah satu tujuannya adalah memastikan koperasi desa bisa menjalankan fungsi perdagangan ritel di desa-desa. Artinya sederhana: gerai ritel swasta yang sudah ada ditutup supaya ruangnya bisa diisi oleh koperasi yang terafiliasi dengan program pemerintah. Bukan karena ada masalah dengan pelayanannya. Bukan karena ada keluhan dari konsumen. Tapi karena ada kepentingan yang lebih besar yang membutuhkan ruang itu. Dan ini yang paling pedas: 150 karyawan kehilangan pekerjaan. Kalau setiap karyawan punya keluarga dengan 2-3 orang tanggungan ada sekitar 300-450 orang yang terdampak langsung dari satu kebijakan penutupan di satu kabupaten kecil. Dan ini baru satu kabupaten. Lombok Tengah. Dengan 25 gerai yang ditutup. Berapa kabupaten lain yang sedang atau akan melakukan hal yang sama di seluruh Indonesia atas nama program yang sama? Dan ini yang paling mengerikan sebagai pesan kepada semua pelaku usaha: Kalau lo punya usaha di Indonesia sekarang dan tiba-tiba ada program pemerintah yang membutuhkan ruang bisnis yang sama dengan yang lo jalankan negara bisa menutup usaha lo kapan saja. Bukan karena lo salah. Bukan karena lo melanggar hukum yang berlaku sejak awal. Tapi karena ada Perda yang bisa diaktifkan atau diterapkan secara selektif ketika dibutuhkan. Investor asing yang sudah komplain ke Prabowo soal kepastian regulasi ini adalah contoh nyata kenapa mereka takut masuk. Hari ini Alfamart. Besok siapa? Dan sambungkan ini dengan kondisi yang lebih besar: Badai PHK sedang mengintai. Rupiah di Rp17.700. Lapangan kerja tidak tumbuh. Dan di tengah semua itu ada kebijakan yang menambah 150 pengangguran baru di satu kabupaten kecil dengan alasan penataan pasar. Prabowo bilang: "Kalau tidak beres copot. Sederhana." Tapi 150 orang yang tidak beres hidupnya bukan karena kesalahan mereka sendiri tidak punya siapapun yang bisa mereka copot. Negara yang seharusnya memberi rasa aman bagi rakyat yang bekerja keras justru menjadi sumber ketidakpastian yang paling besar. Karyawan Alfamart itu tidak meminta banyak. Mereka hanya minta bisa tetap bekerja. Minta jangan dijadikan pengangguran baru di tengah kondisi ekonomi yang sudah sulit. Dan jawaban yang mereka dapat adalah: datang ke kantor Bupati mengantri memohon dengan harapan ada yang mendengar. Itulah posisi rakyat kecil di Indonesia sekarang. Bukan warga negara yang dilindungi. Tapi pemohon yang berharap penguasanya bermurah hati.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
506
6.7K
13.7K
478.1K
thia𓇢𓆸 retweetledi