Naj

17.3K posts

Naj banner
Naj

Naj

@hnnjm

Personal account but don't take it too personal

Indonesia Katılım Kasım 2011
686 Takip Edilen499 Takipçiler
Naj retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Gaes pokoknya ati2 kalo nerima nasehat. Soalnya crab mentality di sini serem banget soalnya. Contoh: -> nyuruh kita gausa berteman baik dgn temen kantor, padahal mungkin dianya sendiri yang ga bs berteman atau kebetulan kantornya toxic. -> bilang kalo nyari beasiswa kuliah cuma buat yg kaya2 aja biar kita ga berani nyoba, padahal mungkin dia pernah gagal dan takut insecure kl kita berhasil. Faktanya, byk beasiswa yg dibuka utk siapapun, ga harus org kaya. -> yang lagi rame, ngasi tau kalo IPK dan Organisasi kampus ga penting, padahal bisa jadi karena emang dianya aja yang IPK-nya jeblok dan ga ikut ormawa, padahal ini potensi bgt buat dunia kerja
Indonesia
128
2.7K
11.5K
293.1K
Naj retweetledi
Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi·
Sekali kunjungan diperkirakan menghabiskan anggaran 20M 20 x 48 =960M Hasilnya: Indonesia ke Amerika kena 19% Amerika ke Indonesia 0% Gabung BoP 2 kapal tanker Indonesia tertahan di Hormuz. 3 TNI tewas diserang Israel.
Edy Bayo Regar tweet media
Indonesia
499
9.8K
20.4K
311.9K
Naj retweetledi
TxtdariUGM
TxtdariUGM@Txtdariiugm·
Buat yg mau naikin taraf ekonomi keluarga, saya juga rekomendasiin ambil jurusan stem. Banyak jalur karir dengan ceiling tinggi, skill lebih transferable dan terukur, somehow bisa loncat ‘kelas’ tanpa koneksi. Udah jadi rahasia umum gaji anak stem rata-rata lebih tinggi dgn industri yg variatif dr oil&gas, tech, manufaktur, keuangan. Belajarlah stem agar anak kamu punya privilege bebas milih jurusan kuliahnya 🙂☝🏻
YTTA@aparatur_spill

Buat yang lagi galau jurusan S1, masih belum tahu minatnya di mana, gue highly recommend ambil jurusan saintek. Salah jurusan di saintek lebih baik ketika lulus dibanding salah jurusan di soshum.

Indonesia
35
247
2.8K
530.7K
Naj retweetledi
bib new edition
bib new edition@BangBib4·
Jadi begini warga yang Budiman dan budiwati menurut data BMKG ( bar mangan kudu guyon ) Tak jelaskan sedikit kenapa petani lebih memilih membuang hasil panen nya daripada memberikan ke orang lain yang kalian anggap lebih bermanfaat ,karena ini efeknya jangka panjang ,jadi jangan hakimi petani yang melakukan hal tersebut Saya kasih tahu sebab dan alasannya Saat panen melimpah, pasokan banjir tapi permintaan tidak ikut naik , harga bisa jatuh sangat rendah,saya kasih contoh ,misalnya harga Rp5.000–Rp15.000 per keranjang besar, sementara biaya keranjang + tali saja sudah Rp9.000–Rp11.000, Membuang lebih murah daripada memanen, mengangkut, dan menjual karena Biaya panen tenaga kerja+ transportasi ke pasar sering lebih besar daripada uang yang diterima.alias petani tambah merugi Memberikan Gratis Justru Bisa Merusak Harga Lebih Parah (Efek Pasar Jangka Panjang) Kalau petani bagi-bagi gratis dalam jumlah besar, masyarakat atau pedagang akan mengharapkan harga murah/gratis di masa depan. Ini membuat harga di pasar sulit naik kembali, bahkan saat pasokan normal. Petani rugi berkepanjangan karena pasar "terbiasa" dapat barang murah. Membuang sebagian hasil bisa mengurangi pasokan di pasar membantu harga stabil atau naik sedikit di kemudian hari,meski ini bukan solusi ideal. Biaya Logistik dan Penanganan yang Tinggi untuk Donasi Hasil tani seperti sayur dan buah sangat mudah busuk ,umur simpan pendek, butuh pendingin Memberikan gratis memerlukan akan biaya lagi Panen manual (biaya tenaga kerja). Pengemasan yang layak. Transportasi ke tempat distribusi (masjid, panti asuhan, atau kota). Petani kecil biasanya tidak punya infrastruktur itu. Kalau dipaksakan, biayanya bisa lebih besar daripada nilai barangnya. Di daerah terpencil, akses pasar saja sudah susah, apalagi distribusi donasi. Tidak Ada Pembeli Tetap atau Infrastruktur Penyimpanan Banyak petani bergantung pada tengkulak atau pasar lokal. Saat harga anjlok, tengkulak pun enggan beli. Tidak ada gudang pendingin skala kecil yang murah , barang cepat rusak kalau ditahan. Memberi gratis dalam volume besar juga tidak realistis karena orang yang mengambil biasanya terbatas, sementara hasil panen bisa puluhan ton. Petani Harus Tetap Hidup dan Bayar Hutang Petani punya biaya tetap pupuk, bibit, sewa lahan, hutang ke tengkulak/bank, kebutuhan keluarga. Kalau terus rugi karena bagi gratis, mereka tidak bisa tanam musim berikutnya bisa bangkrut total. Membuang adalah cara "mengurangi kerugian lebih besar" agar bisa bertahan untuk musim depan. Dalam case ini contoh timun itu dibuang disungai ituungkin hanya sebagian saja ,karena mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk pengolahan lahan untuk ditanami kembali dan mengurangi kerugian dari mengeluarkan biaya transportasi Petani bukan mau membuang hasil kerja kerasnya. Mereka terpaksa karena ekonomi yang keras,biaya > pendapatan, plus risiko merusak pasar jangka panjang kalau dibagikan gratis secara masif. Ini masalah struktural pertanian Indonesia , fluktuasi harga, ketergantungan tengkulak, infrastruktur lemah, dan rantai pasok yang tidak fleksibel. Solusi jangka panjang hilirisasi (olahan makanan), koperasi petani yang kuat, gudang penyimpanan, kontrak langsung dengan buyer besar, atau program pemerintah yang serap surplus saat panen raya. Tanpa itu, fenomena ini akan terus berulang setiap musim panen melimpah. Paham ya sampai disini ,atau ada tambahan lagi ?
Nakula@03__nakula

Pedagang membuang Timun ke sungai karena murah dan gak laku. Padahal kalo disumbangkan ke panti² asuhan atau pesantren pasti pada mau, gak mubazir kek gini. 🥹

Indonesia
455
5.2K
19.9K
1.2M
Naj retweetledi
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Misalnya kamu datang ke penjahit untuk dibuatkan gaun pengantin. Kamu sepakat di harga 1jt, pengerjaan 10 hari. Di hari ke 7 ternyata gaunnya sudah selesai. Kamu protes, "Lah, katanya 10 hari?" "Kalo gitu bayarnya nggak 1jt dong, kemahalan nih!" Begitulah kira-kira analoginya.
loid forger 。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。@KemenperinRI

Soal kasus Amsal Sitepu kejaksaan menjelaskan karena ketidaksesuaian kegiatan dengan RAB. Menurut kalian gimana guys? Apakah pernyataan kejaksaan ini valid?

Indonesia
224
2.5K
6.3K
258.8K
Naj retweetledi
Mas Agung 🇵🇸
Mas Agung 🇵🇸@gajelaslonyet·
Fun fact ini orang itu bener-bener dibenci se instansinya. Kaya jd bahan omongan kalo anggota yang lain pd nongkrong diluar & merasa haram kalo disamain sm ini orang.
Mohamad Guntur Romli@GunRomli

Seskab Teddy sebut nama Kaisar & Putera Mahkota Jepang kyak nyebut nama teman-teman dia di kujungan resmi kenegaraan. Orang ini paham sopan santun diplomatik gak sih? Pdhal dlm dunia diplomasi, protokol bukan sekadar formalitas basa-basi; ia bahasa penghormatan antarnegara. Mengabaikan gelar resmi kepala negara asing, terutama monarki dgn sejarah panjang sprt Jepang, merupakan bentuk kecerobohan komunikasi yg sangat serius & memalukan. Kaisar Jepang: His Majesty (HM) Emperor Naruhito (Yang Mulia Kaisar Naruhito). Di Jepang, beliau juga disebut sebagai Tenno Heika. Putra Mahkota Jepang: His Imperial Highness (HIH) Crown Prince Akishino (Yang Mulia Putra Mahkota Akishino)--tidak dipanggil lagi nama lahirnya: Fumihito. Penggunaan nama langsung terhadap simbol tertinggi negara sahabat oleh seorang Seskab adalah cermin dari dangkalnya literasi diplomatik. Sebagai pejabat tinggi yg melekat pada lingkar utama kekuasaan, Seskab Teddy seharusnya memahami bahwa setiap kata yg keluar dari mulutnya membawa beban representasi negara. Menyebut nama Kaisar Naruhito tanpa embel-embel "Yang Mulia" bukan sekadar menunjukkan keakraban yg dipaksakan, melainkan arogansi linguistik yang memalukan. Di panggung internasional, ketidakmampuan membedakan cara bicara di warung kopi dgn forum kenegaraan adalah sinyal ketidaksiapan mental & intelektual dlm mengemban tugas birokrasi tingkat tinggi. Tindakan ini merendahkan marwah diplomasi Indonesia & mempertontonkan defisit etika yg nyata. Jika seorang Seskab gagal menguasai tata krama dasar protokoler, hal itu memberikan kesan bahwa pemerintahan kita dikelola oleh individu yg tidak menghargai kedaulatan budaya bangsa lain. Diplomasi menuntut presisi, bukan sekadar gaya; dan dalam kasus ini, Seskab Teddy telah gagal memberikan rasa hormat yg menjadi hak dasar mitra internasional kita.

Indonesia
254
4.6K
35.4K
1.3M
Naj retweetledi
Sammy Notaslimboy
Sammy Notaslimboy@NOTASLIMBOY·
Kalau Anies atau Ganjar presidennya, gua protesnya ke mereka.
Rrrrr@fatkur_munir

@NOTASLIMBOY Bahkan Anis dan Ganjar pun bkal SM...tp mungkin mafia bnyak yg suka KLO merke JD. KRNA TK SE tegas wowo

Indonesia
59
4K
20.5K
336.2K
Naj retweetledi
Hendro Wijonarko
Hendro Wijonarko@hendrowijonarko·
@iTatya Dengan dia punya bnyak spot light/screen time di media aja udah aneh, padahal dia (Si Buna) cuman sekretaris kabinet. Harusnya sih memang semua & masing2 mentrilah yg harus lebih bnyak speak-up di media (walau sbenarnya para mentrinya Wowo-Fufufafa ini pun sering pada blunder jg)
Indonesia
9
325
6.9K
174.1K
Naj retweetledi
Tya 🌻
Tya 🌻@iTatya·
Soalnya si Teddy pernah ✨ngambek besar✨ di Perancis krn ga dibolehin masuk ke ruangan sama pihak Perancis krn ✨bukan siapa-siapa✨
Ferry Koto@ferrykoto

Min @KemensetnegRI, ini saya bertanya murni ya. Berbasis protokoler dan kapatutan pertemuan pemimpin dua negara. Kepala Negara. Ini kan acara resmi undangan Kaisar Jepang ya. Artinya undangan Kepala Negara pada Kepala Negara. Tapi yg mengganjal saya, itu Mas Teddy duduk sebagai apa di meja? Posisi terhormat yang Perdana Menteri Jepang saja tidak akan ambil jika itu pertemuan dua kepala negara (CMIIW). Kedua, Mas Teddy itu hanya eselon 2 di Setneg kan? Masih ada di rombongan yang jauh di atas itu, eselon 1 bahkan Menteri hingga Menko. Kenapa koq malah eselon 2 yang di sebelah kanan Presiden? Kalau putra Presiden, itu wajar dalam jamuan kenegaraan, apalagi memang Pak Prabowo saat ini masih sendiri, wajar duduk bersama Kaisar mendampingi bapaknya di jamuan kenegaraan. Coba jelaskan agar tidak jadi isu, bukan hanya nasional juga International. Mungkin bisa dicek di protokoler Kemenlu, apa pernah kejadian seperti ini. Terimakasih jika dijelaskan.

Indonesia
589
7.7K
44.5K
2.8M
Naj retweetledi
💖Jiraselling – Jastip & Persod Korea 🇰🇷
harga plastik naik banget asli, soalnya kebetulan sodara aku ada yang produksi kue dan beli plastik. imbasnya, bubblewrap juga ikutan naik. capek banget jujur karena orang-orang dzolim bikin dunia kacau ini, semua orang dan aspek kena imbasnya. plz jangan lagi ngomong kalo politik ga ngaruh sama kehidupan ya. sekecil urusan plastik yang dianggap remeh aja naik tapi bikin pusing buat semua.
Nana 🍒 ☽̶☾@spring_cherry27

Abis ditelfon anak toko, ngasi tau harga plastik yg biasa buat wadah pakan naik. Yang biasanya 32rb sekarang 45rb. Dia nanya apa harga pakannya dinaikin aja? Gue dengan kesadaran penuh jawab “gak usah, ganti aja ama kresek biasa gak usah pake plastik itu sampai harganya normal”

Indonesia
29
2.5K
6.8K
131.3K
Naj retweetledi
Naj retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys menurut Jusuf Kalla, kebijakan WFH/WFA yang katanya buat hemat BBM yang bakal dilakuin pemerintah prabowo itu sebenarnya nggak tepat sasaran. Kenapa? Karena energi yang dipakai di kantor itu mayoritas listrik, AC, lampu dan listrik di Indonesia, khususnya Jakarta & Jawa Barat, masih didominasi PLTU berbahan batu bara, bukan BBM. Jadi mau kerja di rumah atau di kantor, konsumsi BBM secara nasional nggak banyak berubah. Yang lebih aneh lagi, masalahnya BBM, tapi solusinya malah WFH. Padahal kalau mau serius hemat BBM, harusnya fokus ke transportasi: paksa penggunaan angkutan umum batasi kendaraan pribadi atau dorong sepeda di daerah. Lah ini? Orang tetap pakai listrik di rumah, bahkan bisa jadi lebih boros karena AC dan alat elektronik nyala seharian. Jadi bukannya hemat, bisa aja cuma mindahin beban energi dari kantor ke rumah. Jadi pertanyaannya sekarang ini beneran solusi hemat energi… atau cuma kebijakan biar keliatan doang?
Lambe Saham tweet media
Indonesia
554
8.4K
25.9K
690.7K
Naj retweetledi
txtdaritaxpayer
txtdaritaxpayer@txtdaritaxpayer·
Khamenei meninggal telat kirim ucapan belasungkawa. Ada TNI peacekeeper meninggal, sampai sekarang juga ga bikin statement apa2. Ini Presiden beneran telat nerima info terupdate dari orang sekitar atau takut karena pelakunya sobat BoP?
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. We are outraged. An Indonesian peacekeeper is murdered. Another is fighting for his life. Israel bombed the base where they served. This is clearly not an accident, nor a collateral damage. This is Netanyahu’s regime showing, once again, that they don’t care about international law, about UN personnel, and about the lives of those who dedicate themselves to peace. Indonesia has gone above and beyond. We have sent over 1,200 of our troops to serve under the UN flag. The Indonesian government also joined the Board of Peace to push for a just and lasting resolution in the Middle East. We extended our hand in good faith. Yet the answer to that good faith is a bomb dropped on our soldiers’ base. They spat on every effort Indonesia has made for peace. But let us be honest, this is not surprising. Netanyahu’s regime has shown time and again that they are indifferent to the world’s calls for restraint. They ignore UN resolutions. They strike UN facilities. They kill civilians, journalists, aid workers, and now peacekeepers. No one is off-limits. No one is safe. Sadly, it keeps going because the world keeps allowing it. To the UN Secretary-General, we appreciate your condemnation and your condolences. But words are not enough anymore. The UN must move beyond statements. Concrete, enforceable, and urgent action is what this moment demands. The credibility of the UN is on the line. If the world body cannot protect its own peacekeepers, what exactly is it protecting? To the nations of the world, now is the time to act together. Push for accountability. Refer those responsible to international courts. Enforce the rules that you all signed up to uphold. International law is only as strong as the willingness of nations to defend it. That willingness has been tested over and over again by Netanyahu’s regime. For countless of times, the world has failed the test. Do not let this death be forgotten in a news cycle. Do not let this become just another statistic in a long list of violations. Demand justice. Demand accountability. Make clear that those who attack UN peacekeepers will face real consequences. Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam.

Indonesia
151
5.2K
18.3K
317.9K