calc retweetledi
calc
4.3K posts

calc retweetledi

everyone i present to you buku yang sangat eye opening. dari design piano hingga urban planning dibahas di buku ini

neohistoria Indonesia@neohistoria_id
Ayo, pelan-pelan... Sedikit lagi. Sedikit lagi kamu akan menyadari bahwa dunia begitu menguntungkan pria... hehe
Indonesia
calc retweetledi
calc retweetledi

Lagi rame kasus grup wa mahasiswa UI mau berpendapat dari sisi medis khususnya psikologi, karena saya bukan polisi moral 😆
Kenapa banyak cowok bisa nyaman ngomongin perempuan secara objektifikasi di grup privat?
Karena ada yang namanya “disinhibisi online”.
Saat merasa aman, anonim, dan “cuma di grup”, otak kita jadi lebih berani ngeluarin sisi yang biasanya ditahan.
Ditambah lagi efek peer pressure.
Di otak, ini berkaitan dengan sistem reward:
• Dapet respon “haha”, “anjir”, “setuju”
• Dianggap lucu, dianggap bagian dari circle
• Dopamin naik.
Lama-lama, perilaku itu “dipelajari” sebagai sesuatu yang menyenangkan dan normal.
Masalahnya?
Kalau terus diulang, ini bisa mengarah ke desensitisasi.
Empati ke perempuan turun.
Perempuan gak lagi dilihat sebagai manusia utuh… tapi jadi objek.
Ini bukan hal sepele.
Dalam banyak studi psikologi, objektifikasi yang terus-menerus bisa jadi pintu awal ke:
• Pelecehan verbal
• Pelecehan seksual
• Bahkan kekerasan seksual
Jadi ini bukan cuma “becandaan cowok”.
Ini soal pola pikir yang dibentuk pelan-pelan… sampai batasnya jadi kabur.
Makanya penting banget buat sadar:
Kalau kalian cuma bisa bonding dengan cara merendahkan orang lain, itu bukan bonding.
Itu conditioning.
Dan kalau dibiarkan, dampaknya bukan cuma ke orang lain…
Tapi ke cara otak memandang manusia..
Indonesia
calc retweetledi
calc retweetledi
calc retweetledi
calc retweetledi

Bukan pertama kali. Noh Aurelie broken strings cuma berakhir jadi template dan audio lelucon "Mamah kacamata. Udahlah. Yang waras."
marvele🍉@myourbaee
bener-bener menyayangkan kasus yg berdampak ke banyak sekali orang direduksi jadi hiburan & tontonan belaka. ini bukan ajang “seru-seruan” atau “lucu-lucuan”. ini kasus nyata dengan korban yg juga nyata parahnya, ini malah jadi ruang untuk perilaku-perilaku diskriminatif:”))
Indonesia
calc retweetledi
calc retweetledi
calc retweetledi
calc retweetledi
calc retweetledi
calc retweetledi
calc retweetledi
calc retweetledi
calc retweetledi
calc retweetledi
calc retweetledi

she’s the realest mom out there

WELCOME TO BLACK TWlTTER @blacktwiterthrd
i love parents who don’t play about their kids like omg
English




















