flyhigh

37.1K posts

flyhigh

flyhigh

@longitudinal21

Katılım Eylül 2019
187 Takip Edilen27 Takipçiler
flyhigh retweetledi
່
@55swdc·
prabowo mati, gibran naik, prabowo pidato isinya marah marah, ngebanggain diri dia sendiri, menuhin ego dia, mbg. gibran ntar isi pidatonya ai, asam sulfat, plenger semuanya anjing kayak nyabu.
Indonesia
73
13.6K
47.8K
398.4K
flyhigh retweetledi
A Professional Overthinker
prabowo nih ditanyain soal IHSG anjlok bilangnya "rakyat desa ga main saham", sekarang pas rupiah lagi lemah ngomongnya "rakyat desa nggak pakai dollar". rakyat desa rakyat desa mulu ajg, lu itu presiden bgst, bukan lurah.
Indonesia
513
41K
90.3K
1.7M
flyhigh retweetledi
͔
͔@herculep638·
hukum kita banci! aturan apalagi ini?
͔ tweet media
Indonesia
537
1.1K
2.3K
82.8K
flyhigh retweetledi
Video & Arsip Sejarah
Video & Arsip Sejarah@VideoSejarah·
Pagi 18 Mei 1998, mahasiswa dari berbagai kampus mulai berangkat ke Gedung DPR/MPR, dengan agenda utama menurunkan presiden. 📷 Gamma-Rapho / Getty Images
Video & Arsip Sejarah tweet media
Indonesia
21
360
982
103.8K
flyhigh retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Ini beneran? Kalo iya, berarti emang udah ada benang merahnya. Pantes aja ada yang trauma ampe kemarin nyuruh kabur aja ke Yaman. 😂
Ardianto Satriawan tweet media
Indonesia
140
2K
12.7K
283.7K
flyhigh retweetledi
Gabriel S. Damanik
Gabriel S. Damanik@gabrielstev·
Dengan semua latar belakang kekayaan dan pendidikan keluarga, kok bisa seperti ini ya outputnya. 🤡
Indonesia
74
1.6K
7.3K
292.1K
flyhigh retweetledi
Hendri Satrio #Hensa
Hendri Satrio #Hensa@satriohendri·
Bener gak ni orang desa gak pake dolar? Nah ini kata Prof Ferry Latuhihin. Mari kita diskusikan #Hensa
Indonesia
403
5.3K
13.3K
211.9K
flyhigh retweetledi
𝐍𝐨𝐳𝐞𝐥⚚ノゼル
Purbaya bilang salah satu faktor knp rupiah melemah gara2 sentimen publik yg blg indonesia mau bubar, jd investor2 gamau berinvestasi di indo. Ya gimana sentimen publik ga negatif kalo tiap hari ada aja kebijakan yg gelontorin anggaran triliunan di saat keadaan kyk gini?
Indonesia
222
8.6K
33.9K
313.8K
flyhigh retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
Kapan andy rompas ini di tangkap sang provokasi dan pengadu domba antar umat beragama di Sulawesi Masa iya Manado mau di jadikan Poso dan Ambon sama si rompas hanya gara gara UAS lewat. Udah keterlaluan adu domba ini orang Bubarkan ormas manguni Tangkap andy rompas Jangan biarkan ormas radikal eksis di Republik ini.
Sumatera Adil & Federal tweet media
Indonesia
85
547
1.1K
33.5K
flyhigh retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Prabowo: Saya Bertanggung Jawab Jika Rakyat Kelaparan
tempo.co tweet media
Indonesia
2.6K
937
7.4K
795K
flyhigh retweetledi
JackTheRippler ©️
JackTheRippler ©️@RippleXrpie·
🇺🇸🇨🇳🚨CHINA CONFIRMS THAT PRESIDENT TRUMP LEFT BEIJING EMPTY-HANDED: - NO agreement on Iran. - NO concessions on Taiwan. - NO H200 deal. - NO decision on rare earth trucks. - NO release of Jimmy Lai, and fewer Boeing aircraft orders than expected. It was just a holiday trip…
JackTheRippler ©️ tweet media
English
2.2K
20K
86.6K
3.8M
flyhigh retweetledi
iii_chromatic
iii_chromatic@blue_berets7·
Untuk itulah kenapa saya lebih suka hukum Islam dari pada hukum yg lain nya...
Indonesia
267
2.1K
13.8K
1.7M
flyhigh retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, lu pada tahu enggak ada yang baru terjadi di Indonesia yang menurut gue gila banget? Bukan soal rupiah. Bukan soal korupsi triliunan. Bukan soal pejabat mewah. Ini soal Josepha Alexandra siswi SMAN 1 Pontianak yang viral beberapa waktu yang lalu ada cerita dari keluarga beberapa waktu setalah pulang dari lomba itu banyak nomor asing masuk ke WhatsApp-nya. Pesannya begini: "Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG, jika tidak kami akan layangkan somasi." Seseorang atau sekelompok orang yang tidak mau diketahui identitasnya, mengancam anak SMA lewat WhatsApp. Minta dia hapus video. Ancam somasi. Siswi SMA. Diancam somasi. Karena mempertanyakan ketidakadilan di lomba cerdas cermat. Dan ini yang paling menyayat hati dari seluruh kejadian ini: Josepha stres berat. Hari-hari tidur terus. Pendiam. Berubah drastis. Dan di tengah semua tekanan itu dia bertanya kepada kakaknya: "Kak, apa aku harus minta maaf? Katanya aku yang bikin gaduh..." Baca itu sekali lagi. Anak yang diperlakukan tidak adil yang diancam lewat WhatsApp oleh pihak tak dikenal malah bertanya apakah dia yang harus minta maaf. Karena sistem berhasil membuatnya merasa bahwa dia yang salah. Bahwa dia yang bikin masalah. Bahwa keberaniannya mempertanyakan ketidakadilan adalah sebuah kesalahan yang perlu dimintakan maaf. Dan sementara Josepha stres di rumah apa yang dilakukan juri yang kontroversial itu? Status WhatsApp-nya bocor ke publik. Isinya: "Nggak akan bikin gue jatuh!" Orang yang keputusannya dipermasalahkan pamer kekayaan di status WhatsApp. Sementara anak yang mempertanyakannya stres dan tidur terus di rumah. Ini bukan soal menang kalah lomba: Ini soal apa yang terjadi ketika seorang anak muda Indonesia berani bersuara. Josepha tidak melakukan apa-apa yang salah. Dia mempertanyakan keputusan yang tidak konsisten. Itu bukan bikin gaduh. Itu adalah hak dasar setiap peserta dalam kompetisi apapun di seluruh dunia. Tapi di sini itu direspons dengan ancaman. Dengan intimidasi. Dengan pesan WhatsApp dari nomor asing yang memintanya diam. Dan pertanyaan yang belum dijawab sampai sekarang: Siapa yang mengirim pesan ancaman itu? Dari nomor asing. Mengatasnamakan siapa? Dengan kewenangan apa untuk melayangkan somasi? Kalau memang tidak ada yang salah dalam lomba itu kenapa harus ada ancaman? Kenapa video harus dihapus? Kenapa tidak cukup dengan klarifikasi terbuka? Yang minta video dihapus adalah orang yang takut video itu terus ditonton. Yang takut kebenaran terus beredar. Josepha hafal konstitusi sampai tidur komat-kamit. Dia mempelajari nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dengan serius dan penuh dedikasi. Dan pengalaman pertamanya mempraktikkan nilai-nilai itu di hadapan lembaga negara adalah ini: ancaman WhatsApp dari nomor tak dikenal. Tekanan untuk diam. Pertanyaan di dalam hatinya apakah dia yang harus minta maaf. Kalau anak sekecil Josepha saja sudah diajarkan bahwa kejujuran itu berbahaya kita tidak perlu heran kenapa generasi berikutnya memilih untuk tidak peduli. Kita yang mengajarkan mereka untuk tidak peduli. Dengan cara seperti ini. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan berita Liputan6.com 16 Mei 2026. Kasus masih dalam proses penanganan MPR RI. Identitas oknum yang melakukan intimidasi belum diungkap resmi.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
280
2.8K
7K
307K