Phunsukh Wangdu

93.3K posts

Phunsukh Wangdu banner
Phunsukh Wangdu

Phunsukh Wangdu

@mazpermadi

Bergerak secepat angin, bersembunyi sesunyi hutan, menyerang segarang api, dan bertahan sekokoh gunung

Yogyakarta, Indonesia Katılım Mart 2010
2.3K Takip Edilen1K Takipçiler
Phunsukh Wangdu retweetledi
habibi tucker
habibi tucker@fionaapel·
kucing ibukota lebay banget liat sawah dikit langsung distory pake lagu lily chou chou
habibi tucker tweet media
Indonesia
40
1.9K
16.2K
126.9K
Phunsukh Wangdu retweetledi
matthew ˎˊ˗
matthew ˎˊ˗@melloncallin·
Man.
matthew ˎˊ˗ tweet media
297
4.2K
54.2K
1M
Phunsukh Wangdu retweetledi
Sierra
Sierra@vouzmoex·
kucing laknatttt gw lagi mandi blengsek😩
Sierra tweet media
Indonesia
387
699
11.7K
134.7K
Phunsukh Wangdu retweetledi
Phunsukh Wangdu retweetledi
Brando Tendo
Brando Tendo@TendoBrando·
@ysexy Ya kali nanya rupiah kapan menguat
Indonesia
11
58
1.8K
148.6K
Phunsukh Wangdu retweetledi
Pangeran
Pangeran@pangeransiahaan·
Seorang hooligan London mengamuk. Konon footage langsung dari Budapest
Indonesia
796
4.9K
16.2K
724.8K
Phunsukh Wangdu retweetledi
mpin.
mpin.@perlucuan·
emaknya kerepotan ngejar bocah bocah bangor. lucu banget 😭🤏🏻
Pensil Ajaib@PensilAajaib

Indonesia
52
2.3K
16.1K
392.1K
Phunsukh Wangdu retweetledi
Duygu Figen
Duygu Figen@duygufigen18·
KADINLAR stres altındayken oksitosin yani halk arasında bilinen aşk veya sevgi hormonu DÜŞER bu yüzden kadınlar stres altındayken sarılmak, ilgi görmek, dokunulmak ister. Yalnız kalmak istemez. ERKEKLER ise stres altındayken testosteron YÜKSELİR kadınların aksine yalnız kalmak ister. Sorun çözme moduna geçer. Mağarasına çekilir, sessizliğe gömülür. Konuşmak istemez, sarılmak istemez. Çözüm bulana kadar yalnızlık onun zırhıdır. Aynı olay. İki farklı biyolojik çözüm.
Türkçe
183
1K
10.2K
767.2K
Phunsukh Wangdu retweetledi
Fathan
Fathan@veefathan·
@beeeemooooo Setuju kecuali ke statement gaada pengocok pasif karena faktanya ada pengocok pasif alias dikocokin
Indonesia
8
28
441
17.3K
Phunsukh Wangdu retweetledi
Justine Moore
Justine Moore@venturetwins·
Me using Claude Opus 4.8 to rename a file
English
1.7K
9.4K
75.6K
44M
Phunsukh Wangdu retweetledi
A. Ainur Rohman
A. Ainur Rohman@ainurohman·
Udah bener Como fokus jd entitas bisnis profesional yg sustain dan profitable. Bukan jadi "panti asuhan" dan hobi melakukan gimmick2 berkedok pembinaan. Lagian saran kok disuruh komunikasi dgn salah satu pemilik paling dibenci oleh fans sendiri krn merusak struktur klub. Aneh banget.
Wunderkid.id: Info Sepakbola Usia Muda Indonesia@wunderkid_id

POV: Lu & Sirkel lu terlalu "Elitis" untuk komunikasi dengan Konglomerat asal negara Asia Tenggara Lainya membahas mengenai bagaimana kontribusi ke Sepakbola Negara lewat kepemilikan klub sepakbola di Eropa. Mereka kalau mau komunikasi dengan keluarga Srivaddhanaprabha (Leicester City FC) atau Peter Lim (Valencia), mereka bisa bertanya mengenai bagaimana Kingpower Group membentuk Tim Leicester City "Fox Hunt Project" dimana sejumlah pemain muda Thailand potensial berlatih di Fasilitas Sepakbola milik Leicester City FC & menjalani pendidikan formal di kota Leicester selama 30 bulan serta mendatangkan pesepakbola berpaspor eropa yang "bisa" perkuat Timnas Thailand seperti Thanawat Suengchitthawon & duo James. Atau mereka bisa nanya trend Youth Development sepakbola Spanyol ke Peter Lim dimana beberapa klub La Liga membentuk "International Youth Team" seperti Program Garuda Select atau Bayern World Squad sebagai wadah pemain non paspor UE untuk merasakan ekosistem sepakbola usia muda Spanyol. Bahkan di Spanyol mereka sampai membentuk Tim C atau D untuk mengakomodir lulusan dari "International Youth Team". Praktik ini pun lumrah di Sepakbola Usia Muda Jerman. Namun, karena tidak adanya komunikasi makanya keluar statement seperti ini.........

Indonesia
109
608
2.4K
220.6K
Phunsukh Wangdu retweetledi
United Focus Indonesia
United Focus Indonesia@utdfocusid·
Grup Djarum sering dipertanyakan soal komitmen mereka terhadap sepak bola Indonesia. Salah satu kritik yang paling sering muncul adalah kenapa Como nggak pernah mengorbitkan pemain Indonesia. Jawabannya simpel: mereka terhalang regulasi. Serie A punya aturan ketat soal pemain non-EU. Setiap klub hanya boleh mendaftarkan maksimal 2 pemain non-EU per musim, di semua kelompok umur. Mirwan Suwarso sendiri ngasih gambaran yang cukup jelas soal dilema ini: “Let’s say Como ambil anak Indonesia umur 16 tahun, maka jatah yang tersisa untuk slot non-EU di tim utama tinggal 1, yang biasanya diisi pemain Brasil, Argentina, Uruguay atau Afrika yang secara pengalaman sudah terbukti.” Artinya, kalau Como pakai satu slot buat pemain muda Indonesia, mereka harus rela mengorbankan satu slot untuk pemain berpengalaman yang bisa langsung berkontribusi di Serie A. Buat klub yang lagi berjuang membangun reputasi di level tertinggi Italia, itu bukan trade-off yang mudah. Yang menarik, Mirwan juga meluruskan satu hal. Meski slot pemain non-EU jadi penghalang, bukan berarti Como menutup pintu buat orang Indonesia sama sekali. Justru sebaliknya, Grup Djarum melalui Mirwan Suwarso memilih jalur lain: mengorbitkan pelatih muda, analis, dan staf profesional Indonesia ke dalam struktur klub. “Kita lebih memilih untuk memberikan banyak kesempatan pada pelatih dan analis. Ada salah satu analis kita orang Indonesia, anak Bandung. Kurniawan juga pernah jadi asisten pelatih di sini. Dari tim media sosial dan tim produksi juga banyak dari Indonesia, kurang lebih ada 11 orang anak Indonesia yang saat ini berada dalam tubuh tim.” Jadi bukan nggak ada kontribusi untuk Indonesia. Jalurnya beda aja, bukan lewat lapangan, tapi lewat ruang analisis, ruang pelatihan, dan balik layar. Jadi sebelum nuduh Group Djarum nggak cinta Indonesia, mungkin worth it buat pahami dulu sistemnya. Nggak semua hal bisa diselesaikan dengan niat baik kalau regulasinya nggak mendukung.
United Focus Indonesia tweet media
United Focus Indonesia@utdfocusid

Mirwan Suwarso, Presiden Como 1907, dalam wawancara terbarunya bareng Helmy Yahya, cerita kalau ia membangun Como pakai konsep Moneyball: pendekatan manajemen tim olahraga yang dipopulerkan Billy Beane di awal 2000-an. Idenya simpel tapi revolusioner, pakai analisis statistik untuk nemuin pemain yang undervalued di pasar, terus bangun tim kompetitif dengan budget terbatas. Konsep ini biasanya jadi andalan klub-klub kecil yang nggak bisa bersaing di bursa pasar melawan klub-klub tajir. Di Premier League, Brentford dan Brighton adalah dua contoh paling terkenal yang berhasil jalanin filosofi ini. Yang bikin menarik, Mirwan nggak cuma belajar teorinya doang. Dia ngaku pernah ketemu langsung sama Billy Beane untuk bekerjasama soal ini, dan juga sama Tony Bloom, pemilik Brighton, buat pelajarin sistemnya dari orang-orangnya langsung. Habis itu, dia sama timnya mulai bedah sistem tersebut, menganalisa apa yang bagus, apa yang kurang, sebelum akhirnya bikin versi Moneyball mereka sendiri. Prinsipnya satu: semua keputusan sepak bola harus berbasis data. Tapi Mirwan juga menegaskan satu hal penting: Como dibangun di atas sistem, bukan individu. Siapapun yang duduk di kursi pelatih nggak boleh jadi figur yang nggak tergantikan. Makanya, ia bentuk yang namanya “Dewan Sepak Bola” yang terdiri dari head of recruitment, head of development, head of football strategy, head of performance, tim pelatih, perwakilan pemilik, sport director, sampai tim keuangan. Semua keputusan sepak bola harus lahir dari kesepakatan bersama. Nah, konsep ini paling keliatan nyata di proses rekrutmen pemain Como. Mirwan Suwarso menjelaskan prosesnya yang berlapis dan cukup ketat. Mulai dari tim rekrutmen yang nyaring kandidat berdasarkan data. Kalau lolos, nama itu diterusin ke tim scouting buat dikonfirmasi langsung, apakah datanya akurat atau nggak, gaya mainnya cocok sama filosofi tim atau nggak. Kalau cocok, lanjut ke tahap behavior analysis, di mana sikap dan karakter si pemain dinilai. Baru setelah itu diserahin ke tim keuangan buat ngecek apakah nilai pasarnya masuk budget atau nggak. Kalau semua tahap itu udah dilalui, baru deh nama-nama kandidat yang lolos diserahin ke tim pelatih, biasanya 5-6 nama. Tim pelatih bebas milih siapapun dari daftar itu. Tapi kalau mereka punya kandidat sendiri di luar daftar, nama itu tetap bisa diajukan, dengan syarat harus ikutin seluruh proses rekrutmen dari awal juga. Melihat betapa sistematisnya Como dijalankan, proses rekrutmen yang ketat, semua diselaraskan dengan visi pelatih, dan ujungnya bermuara pada hasil nyata di lapangan, rasanya nggak heran kenapa mereka bisa bicara banyak musim ini di Serie A. Dan untuk kita sebagai orang Indonesia, ada kebanggaan tersendiri melihat klub yang paling dibicarakan belakangan ini, pemiliknya adalah orang Indonesia. 🥹❤️

Indonesia
242
577
3.6K
525.7K
Phunsukh Wangdu retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Izin menjelaskan ya 𝗗𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗻𝘀𝘁𝗿𝘂𝗮𝘀𝗶 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗲𝘁𝗿𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗺𝗲𝗺𝗯𝘂𝗻𝘂𝗵 𝘀𝗽𝗲𝗿𝗺𝗮. Ini adalah mitos yang beredar luas. Sperma yang masuk ke dalam vagina saat haid masih dapat bertahan hidup dan bergerak menuju serviks atau leher rahim, di mana lingkungannya lebih mendukung. Meskipun darah haid bersifat asam dan mengandung sel imun, sperma yang sehat dapat dengan cepat meninggalkan vagina dan bertahan di saluran reproduksi wanita hingga 3–5 hari. 𝗣𝗿𝗶𝗻𝘀𝗶𝗽 𝗱𝗮𝘀𝗮𝗿𝗻𝘆𝗮 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗸𝗲𝗵𝗮𝗺𝗶𝗹𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗷𝗶𝗸𝗮 𝘀𝗽𝗲𝗿𝗺𝗮 𝗯𝗲𝗿𝘁𝗲𝗺𝘂 𝘀𝗲𝗹 𝘁𝗲𝗹𝘂𝗿 (𝗼𝘃𝘂𝗺) 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗹𝗲𝗽𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗮𝘁 𝗼𝘃𝘂𝗹𝗮𝘀𝗶. Ovulasi biasanya terjadi sekitar hari ke-14 pada siklus haid 28 hari, bukan saat haid. Sperma yang berada di tubuh wanita bisa bertahan hingga 5 hari. Nah tapi bila ovulasi terjadi lebih awal, misalnya pada siklus menstruasi pendek, atau siklus mentruasinya tidak teratur, sperma dari hubungan seks saat haid masih berpotensi untuk membuahi sel telur. 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝘀𝗲𝗰𝗮𝗿𝗮 𝘂𝗺𝘂𝗺, 𝗺𝗲𝘀𝗸𝗶𝗽𝘂𝗻 𝗿𝗶𝘀𝗶𝗸𝗼𝗻𝘆𝗮 𝗿𝗲𝗻𝗱𝗮𝗵, 𝗻𝗮𝗺𝘂𝗻 𝗧𝗜𝗗𝗔𝗞 𝗡𝗢𝗟. Semoga bermanfaat! Sumber: -Timing of Sexual Intercourse in Relation to Ovulation - Effects on the Probability of Conception, Survival of the Pregnancy, and Sex of the Baby -Pregnancy risk during menstrual cycle: misconceptions among urban men in India
아두라💞💜@Aduradara61049

If a guy ejaculates inside a girl while she’s on her period, does the menstrual blood neutralize the sperm or can it still lead to pregnancy?

Indonesia
6
82
566
42.5K