
#adilijokowie
82.1K posts

#adilijokowie
@meong699
🅺🅰🅼🅸 🅾🅿🅾🆂🅸🆂🅸 Ayo #salingfollow yg follow berhadiah FB Ruh 212 Terus bergerak dan menggerakkan kebaikan





Lain ladang, lain belalang.. Ungkapan yang cocok untuk menggambarkan teknik bertempur yang dilakukan oleh para pejuang dalam rangka mengusir penjajah AS dari negeri yang diinvasi oleh mereka. Pada video sebelumnya kita sudah melihat cara-cara Taliban memanfaatkan amunisi sisa peninggalan Soviet untuk menghadapi agresi dari AS, sekarang kita akan melihat cara yang berbeda diterapkan oleh para pejuang Iraq. Pada tahun 2008 Sadr City dikepung oleh tentara pendudukan AS, untuk menembus blokade tersebut para pejuang Iraq berniat mengirimkan hadiah spesial. Sebuah paket berupa amunisi yang disulap menjadi roket, barang-barang tersebut merupakan sisa masa kekuasaan Saddam Hussein. Paket lalu dikemas secara rapi lengkap dengan bubble wrap, kemudian dikirim menggunakan truk ekspedisi khusus, dimana truk tersebut ditempatkan pada lokasi tertentu di pinggir jalan tol. Uniknya tidak seperti yang biasa kita saksikan dalam perang di Lebanon Selatan maupun di Gaza, roket para pejuang Iraq diluncurkan menggunakan truk barang. Cara memicu ledakkan juga tidak biasa, yakni dengan membakar truk tersebut sehingga apinya mematik sumbu yang terpasang di belakang roket, akibatnya roket meluncur lembut menuju target berupa sebuah markas militer AS. Berkat penghitungan sudut elevasi yang akurat, probabilitas serangan dapat ditingkatkan secara signifikan. Alhasil markas komando pasukan AS berhasil diledakkan, para serdadu AS pun akhirnya merasakan bagaimana nikmatnya menjadi barbeque tanpa dilumuri saus. Tercatat pada peristiwa tersebut 4 orang tentara AS berhasil dipulangkan ke negaranya dalam kondisi tubuh matang sepenuhnya dan dikemas dengan peti berbalut bendera negaranya. Selain itu belasan tentara AS berhasil dipaksa untuk menikmati sisa umurnya dengan liburan panjang ke negaranya lengkap dengan fasilitas alat bantu berjalan untuk seumur hidupnya. Banyak diantara pasukan AS yang kembali dari medan perang Iraq mengalami depresi berat, beberapa diantaranya bahkan lebih memilih untuk mengakhiri umurnya dengan jalan pintas yang cukup mengenaskan.





















