luthfi

2K posts

luthfi

luthfi

@mpi_luthfi

berangan-angan menjadi communicologist. full-time meowist.

Katılım Haziran 2018
773 Takip Edilen89 Takipçiler
luthfi retweetledi
konde.co
konde.co@konde_co·
Jakarta sudah dikepung lapangan padel. Di balik tren elite itu, ada pekerja perempuan yang diupah rendah dan dilecehkan, toko buku yang digusur, dan perempuan miskin kota yang dipaksa berdamai dengan bisingnya suara padel. Liputan ini merupakan Edisi Khusus Konde.co April 2026. Tim Edisi Khusus Koordinator: Luthfi Maulana Adhari Peliput: Luthfi Maulana Adhari, Kezya Regita Kheista Diynar Periset: Luthfi Maulana Adhari Editor: Luviana Ariyanti konde.co/2026/04/padel-… #Padel #EdisiKhususKonde #PembangunanuntukSiapa
konde.co tweet media
Indonesia
1
122
291
7K
luthfi retweetledi
konde.co
konde.co@konde_co·
“Saya Akan Terus Menuntut Fadli Zon!”: Gugatan Ditolak, Rakyat Tak Henti Bergerak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta secara resmi menyatakan Tidak Diterima (NO) atas gugatan terhadap penyangkalan sejarah perkosaan massal Mei 1998 oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Diucapkan tepat pada Hari Kartini (21/4/2026) lewat e-court, putusan ini menjadi preseden kelam bagaimana ruang peradilan justru mengubur kebenaran di bawah karpet alasan prosedural. Majelis hakim menyatakan gugatan terhadap Fadli Zon tidak dapat diterima karena pernyataannya tidak menimbulkan hak atau kewajiban hukum serta tidak ditujukan kepada individu tertentu, sehingga tidak termasuk objek yang bisa digugat di PTUN. 95 alat bukti, dokumen sejarah, dan kesaksian ahli yang telah dihadirkan susah payah selama enam bulan persidangan dinilai tidak dihargai oleh hakim. Majelis hakim bahkan disinyalir bermanuver manipulatif ketika dalam pertimbangannya malah menyinggung bahwa penyangkalan menteri tersebut adalah bagian dari upaya “pelestarian sejarah”. Tidak terima kebenaran dibungkam oleh teknis administratif, Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Impunitas dengan tegas mengumumkan satu langkah perlawanan selanjutnya: Banding! “Alih-alih memutus murni lewat dalih prosedural, majelis hakim justru terkesan manipulatif dengan mengatakan bahwa penyangkalan perkosaan massal oleh Fadli Zon merupakan bagian dari kewenangannya untuk melestarikan sejarah,” urai Virdinda La Ode Achmad tak habis pikir. Pemutihan sejarah ini membuktikan watak penguasa. “Ini kejahatan berskala dunia, gak bisa ini, dengan satu keputusan administratif, menghilangkan eksistensi dari fakta, itu inti dari satu pemerintahan yang otoriter, bahkan totaliter!” seru Marzuki Darusman. Konde.co mengulas soal gugatan ini melalui artikel ““Perkosaan Massal Mei ’98 Bukan Rumor”: Gugatan Ditolak PTUN, Keadilan untuk Perempuan Dikhianati di Hari Kartini” yang dapat dibaca di website kami. #LawanPemutihanSejarah #LawanImpunitas
Indonesia
4
261
330
48K
luthfi retweetledi
konde.co
konde.co@konde_co·
📢Setelah 22 Tahun, RUU Perlindungan PRT Resmi Disahkan Menjadi Undang-Undang di Hari Kartini!✊🏼 Dua dekade lebih rakyat berjuang, mendesak pemerintah untuk mengesahkan RUU PPRT. Setelah 22 tahun berlalu, Pemerintah secara resmi mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi undang-undang di Hari Kartini, 21 April 2026, pukul 11.28, hari ini. Ketua DPR RI, Puan Maharani hari ini bersama pemerintah mengesahkannya dalam Rapat Paripurna Tingkat 1 DPR RI. “RUU PPRT mulai hari ini sah menjadi UU.” Sejak 20 April 2026 kemarin, Panja DPR RI menggelar pleno rapat kerja pengambilan keputusan Tingkat 1 rencana pengesahan RUU PPRT secara maraton. Ketua Panja RUU PPRT yang dipimpin Bob Hasan, selanjutnya membahas Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang diajukan pemerintah kepada DPR, yaitu sebanyak 409 pasal DIM pada DPR RI. Sejumlah materi yang terdapat dalam UU PPRT yang disahkan hari ini ini memuat 12 bab dan 37 pasal, yang di dalamnya juga mengatur hak dan jaminan kepastian hukum negara mengakui PRT sebagai pekerja. Koordinator JALA PRT, Lita Anggraini menyatakan, bahwa UU PPRT ini selain memperjuangkan pengakuan, juga menjadi langkah penting perlindungan bagi para PRT untuk menuju situasi kemanusiaan yang beradab. Momen ini menjadi sejarah baru bagi para pekerja rumah tangga. Namun, perjuangan belum usai. Setelah UU ini disahkan, tahap selanjutnya adalah membuat peraturan di bawah UU. DPR RI memberikan waktu selama setahun dalam menyusun peraturan di bawah UU. Terus kawal! Sebab, implementasi UU PPRT harus berpihak pada para PRT dan benar-benar menjamin hak-hak dengan berlandaskan keadilan. 📷 Laras Ciptaning Kinasih/Konde.co #KawalSampaiLegal #RUUPPRT #UUPPRT
konde.co tweet media
konde.co tweet media
Indonesia
4
870
1.1K
119.5K
luthfi retweetledi
konde.co
konde.co@konde_co·
Banjir yang membawa buaya ke kolong rumah hanyalah satu tanda dari krisis yang lebih besar di Morowali Utara. Kerusakan gambut, hilangnya tanah tani, dan kekerasan terhadap perempuan setelah pembangunan sawit juga nikel merampas ruang hidup mereka. konde.co/2026/03/dikepu… Liputan ini didukung oleh Asosiasi LBH APIK Indonesia. *Konten ini diunggah ulang dengan penyesuaian identitas dan foto narasumber atas pertimbangan keamanan, atas permintaan pendamping dari Asosiasi LBH APIK. #PerempuanMorowali #Sawit #TambangNikel #PembangunanuntukSiapa
konde.co tweet media
Indonesia
1
189
291
5.3K
luthfi retweetledi
konde.co
konde.co@konde_co·
“Pelaku-pelaku kejahatan (pelanggaran HAM masa lalu), masih berkeliaran. Apakah sebegitu kebalnya?” Wiwin Haryono, ibu dari Ita Martadinata memberikan kesaksiannya dalam Sidang Gugatan Penyangkalan Fadli Zon terkait Perkosaan Mei 1998 di PTUN Jaktim, Kamis (5/2/2026). Dalam persidangan, dia menceritakan kejadian yang menimpa anaknya pada tahun 1998. Ia diperkosa dan dibunuh, tanpa peradilan sampai saat ini. Wiwin menolak diam, dia bersaksi dan menuntut penyangkalan sejarah perkosaan Mei 1998. Selain Wiwin sebagai saksi, hadir pula ahli yaitu Ketua Komnas Perempuan (Maria Ulfah Ansor) dan Sejarawan (Andi Achdian). 📸Nurul Nur Azizah/Konde.co #lawanpemutihansejarah
konde.co tweet mediakonde.co tweet media
Indonesia
41
3.4K
8.2K
559.6K
luthfi retweetledi
konde.co
konde.co@konde_co·
“Membunuh, membunuh, membunuh. Itu mereka punya keluarga, gimana jadi ibunya yang mengandung seperti saya, ayahnya yang membesarkan anak itu (Ita Martadinata). Bukan anak saya aja, anak semua yang ada di Indonesia, saya mewakili ibu-ibu yang anaknya terbunuh” Wiwin Haryono, ibu dari Ita Martadinata memberikan kesaksiannya dalam Sidang Gugatan Penyangkalan Fadli Zon terkait Perkosaan Mei 1998 di PTUN Jaktim, Kamis (5/2/2026). Ita Martadinata Haryono adalah relawan kemanusiaan yang pada saat itu masih duduk dibangku SMA. Ita menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan akibat aktivitasnya dalam membantu korban Mei 1998. Selain Wiwin sebagai saksi, hadir pula ahli yaitu Ketua Komnas Perempuan (Maria Ulfah Ansor) dan Sejarawan (Andi Achdian). Gugatan terhadap Fadli Zon ini dilakukan oleh Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Impunitas ke PTUN Jakarta pada Kamis (11/9/2025). Gugatan ini terkait pernyataan Fadli yang dinilai menyangkal pemerkosaan massal Mei 1998 dan mendelegitimasi kerja Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mei 1998. Objek gugatan adalah pernyataan Fadli Zon yang dirilis Kementerian Kebudayaan pada 16 Juni 2025. Saat itu, Fadli menyebut, laporan TGPF hanya berisi angka tanpa dukungan bukti yang kuat dan mengingatkan agar tidak “mempermalukan bangsa sendiri” dalam membicarakan peristiwa Mei 1998. Koalisi menilai pernyataan Fadli Zon bertentangan dengan sejumlah aturan, antara lain UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dan UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. 📸Nurul Nur Azizah/Konde.co #lawanpemutihansejarah
konde.co tweet mediakonde.co tweet mediakonde.co tweet mediakonde.co tweet media
Indonesia
1
949
1.7K
31.5K
luthfi retweetledi
Kurdistan
Kurdistan@Kurdistan_C·
The massive demonstrations continue in the city of Sulaymaniyah on the fourth day in support of the resistance in West Kurdistan (Rojava)
English
14
225
1.4K
13K
luthfi retweetledi
konde.co
konde.co@konde_co·
[‼️🤔Sederet Kejanggalan dalam Penangkapan Laras Faizati] ⏳Sebuah Utas. Dalam keterangannya yang terbaru, Laras Faizati mengaku bahwa ia diberi obat kedaluwarsa saat sakit dan diejek oleh polisi saat mendengar kabar ibunya sedang sakit.  Sejak awal penangkapan, ada banyak sekali kejanggalan dalam konteks penangkapan Laras. Apa saja kejanggalan-kejanggalan itu? Simak utas ini sampai habis.
konde.co tweet media
Indonesia
1
10
8
420
luthfi retweetledi
Soe Tjen Marching
Soe Tjen Marching@SoeTjenMarching·
Mohon viralkan: penangkapan aktivis lingkungan Arlan Dahrin. Dan baru2 ini, wartawan Royman Hamid juga ditangkap. youtube.com/watch?v=RXxXGd…
YouTube video
YouTube
Indonesia
20
4.8K
6.4K
147.8K
luthfi retweetledi
konde.co
konde.co@konde_co·
Tahun 2025 adalah musim penangkapan. Konde.co mencatat setidaknya 7.677 orang ditangkap dan 42 orang mengalami penghilangan paksa. Di edisi khusus ini, Konde.co mengetengahkan cerita para perempuan yang menolak diam, dan memutuskan untuk mencari keadilan. Liputan ini merupakan edisi khusus perempuan akhir tahun 2025. Tim Edisi Khusus Koordinator: Luthfi Maulana Adhari Peliput dan periset: Luthfi Maulana Adhari Editor: Luviana Ariyanti dan Nurul Nur Azizah  konde.co/2025/12/edisi-… #KiamatDemokrasi #BebaskanSeluruhTapol #BebaskanKawanKami
konde.co tweet media
Indonesia
1
10
11
716
luthfi retweetledi
ayas ⸝⸝•ᴗ•⸝⸝
ayas ⸝⸝•ᴗ•⸝⸝@aromapetrikorr·
polisi ngedatengin diskusi bukunya Konde tentu bukan karena menimbulkan keramaian, tapi karena isi bukunya ngebongkar kebusukan pemerintah: bagaimana penguasa & pengusaha bekerja sama untuk merenggut ruang hidup masyarakat adat.
ayas ⸝⸝•ᴗ•⸝⸝ tweet mediaayas ⸝⸝•ᴗ•⸝⸝ tweet mediaayas ⸝⸝•ᴗ•⸝⸝ tweet media
konde.co@konde_co

Diskusi buku “Pembangunan untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” yang diterbitkan Konde.co bersama Marjin Kiri dan didukung Trend Asia di Yogyakarta pada Senin, (22/12) 2025, didatangi oleh aparat kepolisian sebanyak dua kali—sebelum dan saat acara berlangsung. Permintaan izin keramaian tidak memiliki dasar hukum yang tepat. Diskusi adalah hak warga negara, bukan kegiatan yang berada di bawah rezim perizinan aparat keamanan. Diskusi buku tidak termasuk kegiatan yang wajib diberitahukan—atau dalam bahasa polisi “diizinkan” kepada kepolisian berdasarkan undang-undang. Polisi yang terus berada di lokasi dan mengawasi jalannya diskusi hingga selesai menunjukkan praktik pengawasan berlebihan terhadap kegiatan diskusi dan kebebasan berekspresi. Intimidasi ini menciptakan rasa takut dan berbahaya karena menormalisasi gagasan bahwa kegiatan berpikir kritis, membaca, dan berdiskusi harus berada di bawah pengawasan aparat negara. Jika dibiarkan akan tercipta preseden berbahaya yang membuat setiap diskusi, bedah buku, atau forum-forum sipil lainnya dianggap wajib meminta izin kepolisian, yang bertentangan dengan prinsip negara demokratis dan jaminan HAM. Buku “Pembangunan untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” (2025) yang diterbitkan oleh Konde.co bersama Marjin Kiri dan Trend Asia mendokumentasikan pengalaman perempuan di berbagai wilayah Indonesia yang terdampak pembangunan nirpartisipatif, bertujuan membawa cerita perempuan sebagai pengetahuan politik yang menantang narasi pembangunan arustama yang maskulin, teknokratis, dan kolonial. Peristiwa ini adalah pembungkaman terhadap pengetahuan kritis dari pengalaman perempuan akar rumput, mengulang logika kolonial yang memandang suara perempuan, warga kampung, dan komunitas terdampak sebagai ancaman yang harus diawasi, bukan sebagai subjek politik yang sah. Kami menolak segala bentuk intimidasi dan pengawasan berlebihan di ruang diskusi. Negara seharusnya menjamin ruang aman bagi pertukaran gagasan, bukan justru mempersempitnya.

Indonesia
3
609
1.5K
41K
luthfi retweetledi
konde.co
konde.co@konde_co·
Diskusi buku “Pembangunan untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” yang diterbitkan Konde.co bersama Marjin Kiri dan didukung Trend Asia di Yogyakarta pada Senin, (22/12) 2025, didatangi oleh aparat kepolisian sebanyak dua kali—sebelum dan saat acara berlangsung. Permintaan izin keramaian tidak memiliki dasar hukum yang tepat. Diskusi adalah hak warga negara, bukan kegiatan yang berada di bawah rezim perizinan aparat keamanan. Diskusi buku tidak termasuk kegiatan yang wajib diberitahukan—atau dalam bahasa polisi “diizinkan” kepada kepolisian berdasarkan undang-undang. Polisi yang terus berada di lokasi dan mengawasi jalannya diskusi hingga selesai menunjukkan praktik pengawasan berlebihan terhadap kegiatan diskusi dan kebebasan berekspresi. Intimidasi ini menciptakan rasa takut dan berbahaya karena menormalisasi gagasan bahwa kegiatan berpikir kritis, membaca, dan berdiskusi harus berada di bawah pengawasan aparat negara. Jika dibiarkan akan tercipta preseden berbahaya yang membuat setiap diskusi, bedah buku, atau forum-forum sipil lainnya dianggap wajib meminta izin kepolisian, yang bertentangan dengan prinsip negara demokratis dan jaminan HAM. Buku “Pembangunan untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” (2025) yang diterbitkan oleh Konde.co bersama Marjin Kiri dan Trend Asia mendokumentasikan pengalaman perempuan di berbagai wilayah Indonesia yang terdampak pembangunan nirpartisipatif, bertujuan membawa cerita perempuan sebagai pengetahuan politik yang menantang narasi pembangunan arustama yang maskulin, teknokratis, dan kolonial. Peristiwa ini adalah pembungkaman terhadap pengetahuan kritis dari pengalaman perempuan akar rumput, mengulang logika kolonial yang memandang suara perempuan, warga kampung, dan komunitas terdampak sebagai ancaman yang harus diawasi, bukan sebagai subjek politik yang sah. Kami menolak segala bentuk intimidasi dan pengawasan berlebihan di ruang diskusi. Negara seharusnya menjamin ruang aman bagi pertukaran gagasan, bukan justru mempersempitnya.
konde.co tweet media
Indonesia
11
424
484
128.9K
luthfi retweetledi
Project Multatuli
Project Multatuli@projectm_org·
Film ini menjadi perantara kisah seorang aktivis masyarakat adat yang menelusuri pahit-manis hidup mempertahankan hutan adatnya dari gempuran perusahaan bubur kertas ekstraktif PT Toba Pulp Lestari di Sumatra Utara. Dan hari ini, setelah bertahun-tahun hutan adat dirampas, banjir besar melanda Sumatra Utara. Gelondongan kayu-kayu ikut terbawa arus air. Film karya Moses Parlindungan Ompusunggu @mp_ompusunggu ini dapat ditonton selengkapnya di kanal YouTube Project Multatuli. #MotherlandMemories #FilmDokumenter #ProjectMultatuli
Indonesia
4
765
1.6K
38.2K
luthfi retweetledi
konde.co
konde.co@konde_co·
“Saya adalah seorang rakyat dan perempuan yang melihat (dan merasakan) ketidakadilan.” “Bukankah kritik saya seharusnya menjadi refleksi yang digunakan untuk perbaikan sistem bukan malah untuk memenjarakan (kriminalisasi)?” Begitulah tanya Laras yang terucap saat momentum akhir ahli menyampaikan keterangannya, di ruang sidang di PN Jakarta Selatan, Senin (8/12). Laras bersama para kuasa hukumnya sejak pukul 10.00 WIB hingga lebih dari pukul 15.00 WIB, hadir di PN Jaksel bersama para saksi dan ahli. Saksi berasal dari koordinator aksi pada 29 Agustus 2025 dan ahli kebebasan berekspresi dari Rocky Gerung. #BebaskanKawanKami 📸📹Jurnalis Konde.co, Nurul Nur Azizah, melaporkan dari lokasi.
konde.co tweet mediakonde.co tweet media
Indonesia
44
3.7K
7.7K
1.2M
luthfi retweetledi
luthfi retweetledi
konde.co
konde.co@konde_co·
Kalau bisa ngisi rapor buat setahun pemerintahan Prabowo-Gibran, berapa nilai yang bakal kalian kasih? 🧐 Mari meluncur ke artikel Edisi Khusus Konde.co Oktober 2025: “Rapor Merah Satu Tahun Prabowo-Gibran dari Perspektif Gender: Wajah Negara Menjauhi Perempuan” lalu coba fitur interaktifnya untuk tahu berapa skormu! konde.co/2025/10/rapor-… Selamat mencoba! Intip dong, berapa nilainya? Naik kelas atau enggak, tuh? 👀 #SatuTahunPrabowoGibran #SatuTahunPraGib #EdisiKhususKonde
konde.co tweet media
Indonesia
3
50
67
43.2K
luthfi retweetledi
Earth Hippy 🌎🕊️💚
Earth Hippy 🌎🕊️💚@hippyygoat·
SUDAN IS SUFFERING 919 days since the nightmare began in Sudan. Over 150,000 killed, 11 million displaced, and 50,000 missing including thousands of women and children. ITS ALL ABOUT LAND GOLD AND OIL‼️
English
421
8.5K
14.1K
363.6K
luthfi retweetledi
Maria Magdalena 🌻
Maria Magdalena 🌻@toketriot·
Bareng ibu-ibu warga Petamburan, aku ikut melawan dan mengusir aparat dari pemukiman. Suara teriakan bercampur dengan asap gas air mata yang menyengat. Tubuh-tubuh perempuan maju paling depan dengan keberanian melindungi rumah, keluarga, dan anak-anak mereka.
Indonesia
272
13.6K
22.9K
869.2K