satuJIWA#PNS

70K posts

satuJIWA#PNS

satuJIWA#PNS

@onesoultweet

just a silent reader

Katılım Ocak 2014
758 Takip Edilen469 Takipçiler
satuJIWA#PNS retweetledi
BACOT
BACOT@Xbacottetangga·
Ibu di Bandung Barat Laporkan Pengasuh yang Diduga Aniaya Bayi 7 Bulan dan Curi Uang Rp4,5 Juta Ia menjelaskan bahwa pelaku tidak hanya mencuri uang sebesar Rp4,5 juta, tetapi juga sengaja meninggalkan bayinya sendirian di kamar gelap dan tertutup. “Bayi 7 bulan bisa apa, cuma bisa nangis kejer,” tulisnya. Saat bayi ditemukan, kepalanya sudah lebam dan benjol. Pelaku bernama Witria Windi Putri, berasal dari Bandung Barat. Ibu korban menyatakan sudah membuat dua laporan polisi terkait kasus ini dan meminta agar unggahan tersebut dishare agar tidak ada korban berikutnya. Ternyata sudah banyak korbannya.
BACOT tweet media
Indonesia
17
156
358
68.1K
satuJIWA#PNS retweetledi
Masdos
Masdos@milkpapii·
Menarik melihat langkah SMAN 1 Pontianak. Secara komunikasi publik, mereka sedang melakukan 'Moral High Ground'. Mereka menolak narasi 'ulang lomba' yang justru berisiko merusak mental siswa dan sportivitas. Mereka tidak menyerang MPR, tapi mengunci argumen pada transparansi poin. Sebuah contoh manajemen krisis yang sangat dewasa di level sekolah menengah. Pendidikan bukan cuma soal menang, tapi soal kejujuran sistem
kumparan@kumparan

SMA Negeri 1 Pontianak menegaskan pihaknya menolak untuk ikut ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang diusulkan oleh MPR. Pernyataan sikap tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pontianak, Indang Maryati, melalui unggahan di akun Instagram @smansaptk.informasi pada Kamis, 14 Mei 2026. "SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI," tulis keterangan di unggahan tersebut. Pihak SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan dan menyatakan dukungan penuh kepada tim SMAN 1 Sambas untuk mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional nantinya. Langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh klarifikasi demi terwujudnya pelaksanaan lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel, tanpa adanya maksud untuk menyerang pihak mana pun. "Kami menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan berbagai pihak, serta menegaskan penghormatan terhadap hasil yang telah ditetapkan. Dukungan penuh juga kami berikan kepada perwakilan Kalimantan Barat di tingkat nasional," ungkap mereka. Sejak awal, SMAN 1 Pontianak menegaskan pihaknya tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan menuntut kejelasan terkait hasil poin-poin yang dipersoalkan kepada pihak penyelenggara. Langkah yang dilakukan tidak juga bermaksud untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu. 📸: Dok. Youtube MPRGOID. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | news | oneliner | R176 | E018 #bicarafaktalewatberita #kumparan

Indonesia
143
4.7K
21.1K
888.4K
satuJIWA#PNS retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri. Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas. Bukan slip of the tongue. Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan: Mau dolar berapa ribu kek kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar. Yang pusing yang suka ke luar negeri. Ini bukan candaan. Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya. Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini. Dan apa yang terjadi setelahnya. Zimbabwe ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat: Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat. Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir. Hasilnya? Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7 sextillion persen per tahun di 2008. Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti. Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam. Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam. Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi. Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali. Venezuela ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs: Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil. Yang penting ada subsidi. Yang penting ada program sosial. Hasilnya? Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018. Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi. Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya. Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung. Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun. Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan: Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar. Tapi benarkah demikian? Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat. Harganya ditentukan dalam dolar. Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik. Harga tempe naik. Harga tahu naik. Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka. Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor. Harganya dalam dolar. Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor. Harganya dalam dolar. Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India. Harganya? Dalam dolar. Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik. Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar. Dan inilah yang paling miris: Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat. Padahal kepercayaan itulah yang membuat rupiah bisa stabil. Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk. Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita. Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar? Sinyal apa yang dikirim ke investor asing? Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah? Bandingkan dengan pemimpin yang serius: Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya. Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan. Hasilnya? Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar. Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah. Bukan karena Singapura kaya alam. Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya. Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin. Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah. Rakyat desa tidak pegang dolar. Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar. Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar. Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar. Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya. Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli. Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya. Semoga kita tidak sampai di sana. Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
841
16.7K
27.8K
977.4K
satuJIWA#PNS retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada nama yang menurut gue perlu dibahas lebih serius dari yang selama ini dibahas media. Letkol Teddy Indra Wijaya. Sekretaris Kabinet. Bukan menteri. Bukan jenderal bintang empat. Tapi dalam konteks kebebasan pers dan kontrol informasi di pemerintahan Prabowo dia adalah satu nama yang paling banyak disebut oleh para jurnalis yang berbicara di balik anonimitas. Apa yang terjadi di bencana Sumatra dan di mana Teddy masuk: Akhir November 2025. Banjir dan longsor menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. BMKG sudah memberikan peringatan delapan hari sebelumnya. Tidak ada rapat darurat. Tidak ada langkah antisipasi dari pemerintah pusat. Saat bencana meluas Prabowo tetap menjalani agenda seperti biasa. Rapat soal koperasi. Ketemu Menteri Kelautan. Menerima Ratu Belanda. Baru di tanggal 27 November setelah 72 orang meninggal dan 54 orang hilang rapat penanganan bencana digelar. Dan per Januari 2026, korban tercatat 1.199 orang meninggal dan 114 orang hilang. Di tengah semua itu ada wartawan bernama Rina yang dikirim liputan ke Aceh. Lebih dari tiga minggu di lapangan. Dia melihat beras menumpuk di posko tapi tidak disalurkan. Seorang pria yang istrinya harus diamputasi tapi tidak bisa karena tidak ada alat. Orang-orang yang mengaku sudah siap bunuh diri karena tidak kuat lagi. Rina melakukan siaran langsung. Dia tumpahkan semua yang dia lihat. Dan Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet menonton siaran itu dari Jakarta. Lalu Teddy menghubungi pemilik media tempat Rina bekerja. Mengamuk. Dan meminta pemimpin redaksi media itu diganti. Bukan insiden tunggal ini pola: Wartawan lain bernama Indira yang dikirim ke Padang mengalami hal serupa. Setelah dia melapor bahwa bantuan belum datang dan pemerintah belum terlihat atasannya langsung menelepon. "Next, jangan sebut kalau belum ada bantuan masuk, ya." "Tapi memang belum ada bantuan. Faktanya begitu." "Cerita soal dampaknya aja. Tapi jangan kasih tahu kalau bantuan belum masuk." Indira akhirnya siaran langsung di depan sebuah ekskavator yang membersihkan sisa longsor bukan karena ada kemajuan nyata, tapi karena itu satu-satunya hal yang bisa terlihat seperti "pemerintah bekerja." "Maksa banget," kata Indira. Teddy dan pola Orde Baru yang sangat familiar: Project Multatuli yang menginvestigasi ini menarik perbandingan yang sangat tepat dan sangat tidak nyaman. Di era Orde Baru tidak ada larangan tertulis soal apa yang boleh dan tidak boleh diberitakan. Yang ada adalah telepon. Pejabat atau perwira militer tertentu menelepon petinggi redaksi untuk memberi arahan, teguran, atau larangan atas isu tertentu. Tidak perlu SK. Tidak perlu aturan resmi. Cukup satu telepon dari orang yang tepat dan seluruh redaksi paham apa yang harus dilakukan. Apa yang dilakukan Teddy? Persis sama. Menelepon pemilik media. Mengamuk. Meminta pemred diganti. Tanpa surat resmi. Tanpa proses hukum. Cukup satu telepon. Yang paling ironis Teddy adalah simbol harapan yang berubah menjadi simbol yang lain: Banyak yang dulu berharap besar pada sosok militer muda yang masuk lingkaran dalam Prabowo. Ada harapan bahwa generasi baru perwira akan membawa cara kerja yang berbeda. Lebih profesional. Lebih terukur. Yang kita saksikan sekarang adalah seseorang yang menggunakan posisinya sebagai Sekretaris Kabinet posisi administratif, bukan posisi keamanan untuk mengontrol arus informasi tentang kegagalan pemerintah dalam menangani bencana. Bukan mengontrol berita palsu. Bukan melawan disinformasi. Tapi meminta media tidak memberitakan bahwa bantuan bencana belum datang saat bantuan memang belum datang. Dan Teddy tidak merespons pertanyaan dari Project Multatuli: Pertanyaan dikirim ke nomor pribadinya dan ke email resmi humas Setkab. Tidak ada respons sampai artikel diterbitkan. Tidak ada klarifikasi. Tidak ada bantahan. Hanya diam. Ketika seorang Sekretaris Kabinet bisa menelepon pemilik media dan meminta pemimpin redaksi diganti hanya karena wartawannya melapor bahwa bantuan bencana belum datang itu bukan soal satu orang yang arogan. Itu adalah sistem yang memang dirancang untuk memastikan bahwa rakyat hanya mendengar apa yang penguasa mau mereka dengar. Dan sistem seperti itu pernah kita kenal. Namanya Orde Baru. Dan kita butuh 32 tahun untuk keluar dari sana. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan investigasi Project Multatuli dalam serial Dead Press Society. Semua nama wartawan disamarkan untuk melindungi sumber. Teddy Indra Wijaya tidak merespons pertanyaan yang diajukan sampai artikel diterbitkan.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
259
5.2K
9.4K
405.2K
satuJIWA#PNS retweetledi
Kang Dien Wae
Kang Dien Wae@KangDien_Wae·
Ini perbudakan modern terhadap anak 16 tahun. RM dipaksa kerja 7 bulan di kafe Nganjuk dengan gaji Rp1,5 juta/bulan, lalu dicekik denda hingga utang Rp4 juta. Anak dijadikan budak dan diperas habis-habisan. #KeadilanUntukRM harus ditegakkan SEKARANG. Pemilik kafe & semua pelaku wajib diproses maksimal dengan UU Perlindungan Anak dan UU TPPO. Tanpa ampun. Tanpa kompromi. Anak bukan komoditas. Eksploitasi anak adalah kejahatan. Kita pantau. Kita desak. Tidak akan diam.💪 #StopEksploitasiAnak
Indonesia
86
1.5K
3.4K
401.6K
satuJIWA#PNS retweetledi
txt from tiktok
txt from tiktok@txtfromtiktokkk·
🚨Bejad!! Ini Wajah Pelaku Pemerkosa Mahasiswi Asal Nunukan, Kaltara Yang Berkuliah Di Makassar 🚨 Jajaran Polsek Tamalate Polrestabes Makassar kini bergerak melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang diduga melarikan diri usai kejadian. “Hari ini kami masih melakukan upaya untuk cari dan tangkap pelakunya,” kata Kapolsek Tamalate, Kompol H. Muh. Thamrin, S.E., M.M., kepada wartawan, Selasa (12/5/2026). Kapolsek mengungkapkan pihak kepolisian juga telah melakukan visum terhadap korban serta memeriksa sejumlah saksi guna mendalami rangkaian kejadian di lokasi. “Saat ini korban telah kami minta keterangannya, maupun saksi-saksi di TKP,” ujarnya. Berdasarkan keterangan saksi bernama Asti selaku pemilik rumah kontrakan, terduga pelaku diketahui menyewa rumah tersebut selama tiga hari sejak Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 08.00 WITA
txt from tiktok tweet mediatxt from tiktok tweet media
txt from tiktok@txtfromtiktokkk

🚨MAHASISWI ASAL NUNUKAN KALTARA, DISEKAP & DIPERKOSA SELAMA 3HARI MODUS LOKER 🚨

Indonesia
13
510
686
159.1K
satuJIWA#PNS retweetledi
Dravenwe
Dravenwe@DravenweX·
Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif. Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah. Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi. Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS. Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional. Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri. Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨
Dravenwe tweet mediaDravenwe tweet media
Indonesia
294
7.8K
20.3K
1.1M
satuJIWA#PNS retweetledi
Miss Anonymous
Miss Anonymous@Zahra_02_·
Ga mungkin mereka buka lapak judol di negara ini kalo ga ada orang dalam yang terima keuntungan. Siapakah dia?🤔
Miss Anonymous tweet media
Indonesia
0
1
3
83
satuJIWA#PNS retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Pada 13 Mei 1998, kerusuhan sistematis meluas secara kompak dan terjadwal dari sejumlah titik yang disebar merata di Jabodetabek. Padahal, para pendemo lagi sembunyi di kampus karena takut sniper pasca Trisakti. Terus, siapa yang rusuh di luar sana? Aparat hilang tiga hari. Jakarta sepi dari tentara. Tentara pasukan Kostrad, Kodam Jaya, dan Kopassus yang harusnya ada di Jakarta kompak hilang selama tiga hari berturut-turut. Bos-bos mereka yaitu Pangkostrad, Pangdam Jaya, dan Pangkopassus juga tidak ada di Jakarta. Akibat kekosongan ini, tidak ada yang melindungi warga ketika gerombolan preman berjumlah besar merongrong masuk ke rumah warga di kampung, sadis memukuli ibu-ibu penghuni rumahnya dengan benda tumpul sampai rusak, membunuhnya, memerkosanya, mencuri sofa dan TV dan lemarinya, membakar rumahnya, lalu pindah ke rumah berikutnya. Perempuan random dalam jumlah ratusan diseret keluar oleh gerombolan preman buas dan diperkosa beramai-ramai di jalanan. Orang yang mencoba melindungi mereka dipukuli dan dibunuh massa preman. Pemerkosaan massal, pencurian, pembunuhan, pembakaran, penyiksaan, teror, dan pembantaian sadis berdarah melanda setiap daerah Jakarta dengan merata, rapi, teratur, dan berjadwal. Ada salah satu preman perusuh yang ditanya asalnya dari mana. Dia menjawab: Tasikmalaya. Ternyata, ada pihak yang mengumpulkan dan mengangkut segerombolan besar preman jalanan sepertinya dari Tasikmalaya ke Jakarta dengan truk. Setelah diturunkan di lokasi kerusuhan, ia disuruh membakar gedung, memerkosa, mencuri, dan merampok rumah dan toko penduduk Jakarta. Laporan yang lain seperti dari AsiaWeek menemukan gerombolan preman, maling, bandit, dan penyamun dari daerah yang lain. Ada yang dari Lampung. Ada yang dari Timor Timur, dikumpulkan dan dibawa dengan pesawat kargo ke Jakarta sebelum kerusuhan. Preman-preman yang ini juga dibawa pakai truk ke lokasi pemerkosaan dan pembantaian massal manusia di tengah kota Jakarta, dan menerima instruksi dari walkie talkie. Ini baru dua laporan saja.
zhil tweet mediazhil tweet media
zhil@zhil_arf

"Siapa dalang Mei 1998" adalah framing yang kurang lengkap. Ada satu lagi: "Siapa gagal mencegah Mei 1998?" Siapa yang ilang? Siapa PENGECUT yang kabur? Tentara digaji dan dihormati karena mereka bersumpah melindungi rakyat, meski harus mati. Pengecut cengeng dipecat aja.

Indonesia
16
679
1.3K
37.6K
satuJIWA#PNS retweetledi
satuJIWA#PNS retweetledi
satuJIWA#PNS retweetledi
トンロー太郎
トンロー太郎@thonglor_taro·
🇯🇵These are photos of a Japanese pedophile, “Herpes looking for a place to show off,” who travels to Jakarta, Indonesia, engages in child prostitution, spreads sexually transmitted diseases by doing bareback creampie, and impregnates underage girls. Let's make him world famous!
トンロー太郎 tweet mediaトンロー太郎 tweet mediaトンロー太郎 tweet mediaトンロー太郎 tweet media
ペドハンター谷岡@hunter_tnok

🇯🇵A Japanese man calling himself “Herpes looking for a place to show off” traveled to Indonesia, bought prostitution from a 15-year-old middle school girl, did bareback creampie, and gave her herpes. He expressed his joy, saying, “I did it! (My plan to give everyone herpes).”🇮🇩

English
60
6.9K
11.1K
680.2K