Rizki Adrian

23.1K posts

Rizki Adrian

Rizki Adrian

@rizkiadrian

Surabaya, Indonesia Katılım Haziran 2009
1.6K Takip Edilen651 Takipçiler
Rizki Adrian retweetledi
Rizki Salminen💜
Rizki Salminen💜@tilehopper·
Kesimpulan yang belakangan ini buat gue ga nyaman: udah ga mungkin siapapun presidennya 2029 buat undo MBG dan Koperasi Merah Putih. Ini beda sama IKN dimana pemerintah bisa pura-pura ga punya object permanance. Ini udah makan nyaris 50% APBN tahun ini, high visibility lagi.
Indonesia
50
841
2.8K
82.3K
Rizki Adrian retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
"Indonesia dulu negara paling korup sedunia" adalah understatement. Memangnya, apa sih yang dicuri rezim Soeharto? Uang? Bukan cuma uang. Tanah. Rezim Orba mencuri tanah. Tiap orang mencuri berhektar-hektar bahkan bisa sampai 340.000 hektar. "Old Money" kaya karena mencuri.
zhil tweet media
zhil@zhil_arf

Dwifungsi ABRI dibentuk pada zaman Soekarno tahun 1957, bukan zaman Soeharto. Apa itu Dwifungsi ABRI? Jabatan? UU? Kenyataannya lebih sederhana: uang. "Nasionalisasi 1957" itu maksudnya semua perkebunan cash crop milik perusahaan Belanda disita oleh AD, di semua daerah. Orang AD langsung menduduki jabatan sipil yaitu jabatan di perusahaan perkebunan. Pada saat yang bersamaan, orang AD tetap menduduki jabatan militer. *Inilah* Dwifungsi ABRI. Nasionalisasi perusahaan asing ini bisa terjadi setelah darurat militer (SOB) dideklarasikan di masa PRRI/Permesta pada masa rezim Orde Lama. Darurat Militer memberikan kekuasaan pada pangdam tiap daerah untuk basically melakukan "apapun". Misalnya, menyita aset perkebunan Belanda yang nilainya fantastis dan mengelolanya seolah milik pribadi. Boleh dong. Kan lagi darurat militer. Bebas. Kalau tidak setuju ditembak. Kekuasaan nekolim perusahaan-perusahaan asing Belanda diganti dengan kekuasaan ireng. Londo putih ditukar dengan londo ireng. Ternyata, kelakuan rezim londo ireng malah lebih red flag. Setelah pertukaran pemain, kualitas manajemen tata kelola perkebunan yang disita ternyata (1) sangat asal-asalan dan (2) sangat rampok. Perkebunan dikelola dengan sangat asal-asalan karena ternyata, gerombolan baru yang sombong dan sok tahu ternyata sama sekali tidak terdidik dalam hal manajemen ataupun teknik kehutanan. Mereka hanya terdidik dalam membunuh orang. Akhirnya ngasal saja. "Sangat asal-asalan" dan "sangat rampok" ini adalah salah satu penyebab langsung robohnya output ekonomi komoditas ekspor Indonesia selama 1958-1967, hiperinflasi, kelaparan massal. Merekalah salah satu dalang terbesar kemiskinan ekstrem di dekade itu. Karena mereka bingung dan ngasal dalam mengelola ekonomi kita. Dan rampok. Orang yang kritis terhadap perampokan nasional sekaligus bencana buatan nasional ini, seperti Buya Hamka, ditangkap dan disiksa. Rule of thumb politik adalah, "di mana uangnya?" Ketika Buya Hamka dipenjara dan disiksa, tanya: "di mana uangnya?" Ternyata uangnya di perkebunan Sumatra. --- Salah satu anak setan yang dibentuk rahim basah berdarah Dwifungsi ABRI yang ngasal dan rampok ini adalah Pangdam IV/Diponegoro, Kolonel Soeharto. Saat itu Soeharto berkuasa terhadap perkebunan cash crop Jawa Tengah bersama gerombolan banditnya seperti Sudono Salim dan Bob Hasan. Di Jawa Tengah, gerombolan bandit liar yang diketuai Soeharto ini mencuri kayu bulat, beras, hasil gula, bahkan truk-truk tentara milik negara yang disalahgunakan untuk mengangkut komoditas-komoditas curian itu. Sungguh serakah, truknya ikut dicuri. Sebanyak 200 buah truk milik AD diam-diam dijual Soeharto ke seorang makelar bernama Tek Kiong. Barangkali Soeharto bukan bandit paling cerdas, karena buktinya ia berhasil tertangkap basah oleh PARAN, lembaga antikorupsi yang dibentuk KASAD A.H. Nasution yang panik melihat gilanya open season korupsi pasca nasionalisasi. Bandit yang lebih cerdas barangkali adalah bandit di perkebunan Sumatra dan Sulawesi, yaitu di daerah perang aktif PRRI/Permesta yang kebun-kebunnya merupakan war goal Pusat. Siapakah nama-nama bandit di sana? Tidak jelas. Itu dia. Cerdas. Soeharto juga barangkali bukan bandit terbesar di zaman Orde Lama. Bandit paling besar dan paling rampok sepertinya adalah Ibnu Sutowo, yang diberikan kendali atas Permina pada tahun 1957 (yang lalu berganti nama jadi Pertamina). Harus diingat bahwa alasan *utama* Jepang menjajah Indonesia tahun 1942 adalah karena mencari sumber daya migas pasca embargo Amerika. Setelah kita merdeka, seluruh bisnis migas raksasa ini malah jatuh dalam kekuasaan Dwifungsi ABRI di bawah keserakahan Ibnu Sutowo yang sekaligus merangkap sebagai penjahat gangster Mafia Tanjung Priok. Gatot Taroenamihardja, jaksa yang mau mengusut Ibnu Sutowo, tiba-tiba dilindas truk di jalan sampai kakinya harus diamputasi. Setelah PRRI/Permesta ditumpas, gelombang-gelombang nasionalisasi lainnya dilancarkan pada perusahaan asing milik selain Belanda yang sebelumnya tak tersentuh. Perampokan dan miskelola semakin parah selama masa Konfrontasi 1963-1965 pasca penyitaan perusahaan-perusahaan Amerika dan Inggris dan pengusiran para manajer and engineernya. Aset-aset produksi komoditas yang disita itu ikut dirampok habis dan dikelola asal-asalan. Keruntuhan ekonomi Indonesia pun semakin ekstrem, apalagi ketika dicombo dengan (1) kematian Djuanda yang meninggalkan kekosongan IQ pemerintahan dan (2) bencana politik luar negeri Soekarno yang mengakibatkan isolasi internasional. Setelah Soeharto jadi presiden, model sistem perampokan kolonial yang ia bangun di Jawa Tengah kemudian malah diterapkan secara formal dan teratur di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Inilah Dwifungsi ABRI. Kontrol Dwifungsi ABRI terhadap Indonesia diamankan dengan kekerasan bersenjata sampai level desa lewat sistem Kodam-Kodim-Korem-Koramil yang ada. Jawa dirampok *dan* luar Jawa dirampok. Uang yang dihasilkan diambil. Inilah Dwifungsi ABRI. Inilah Orde Baru. --- Dwifungsi ABRI adalah rangkap jabatan fungsi militer dengan jabatan fungsi pengamanan produksi uang. Bisnis milik keluarga Soeharto dan struktur mafia nasionalnya diamankan dengan kekuatan senjata Dwifungsi ABRI. Di Kalimantan, Bob Hasan sampai mendapatkan julukan sebagai "Raja Hutan". Uang yang dihasilkan bos mafia hutan nasional ini tentu fantastis. Kelakuan Bob Hasan si Bandit Hutan ini terus berlangsung sampai ia malah ditunjuk jadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Maret 1998, yaitu di tengah kepanikan krismon. Dari posisi ini, Bob Hasan berkuasa terhadap seluruh industri dan seluruh perdagangan dan seluruh ekspor impor yang ada di Indonesia, setidaknya selama 2 bulan. Meanwhile, *40%* tanah di seluruh Timor Timur malah dirampok langsung secara pribadi oleh keluarga Cendana yang saat itu telah menjadi the Lord of Crime di Indonesia. Tanah milik penduduk Timor Timur dicuri keluarga Cendana dan penduduknya ditembak. Sepertiga populasi Timor Timur mati dibantai. Orang yang membantai Timor Timur sangat menyeramkan. Misal, dulu santer seorang komandan gila psikopat melakukan pembantaian bersenjata di daerah Kraras di Timor Timur. Seluruh populasi Kraras termasuk anak kecil dan bayi habis dibantai. Menurut atasannya yang resah, A.M. Hendropriyono, tes psikologi komandan itu menunjukkan "G4 alias gila". Anehnya, si gila pembunuh berantai itu malah dibiarkan asyik melanjutkan perburuan manusia untuk dibantai di Timor Timur. Di Aceh lebih seram lagi karena gerombolan bandit yang menduduki Aceh selama DOM bukan hanya mencuri kayu bulat atau menyiksa penduduk atau berburu manusia atau mencuri cadangan migas Aceh, melainkan juga menanam narkoba seperti kartel Pablo Escobar di Kolombia. Tujuannya adalah uang. Aceh luluh lantak, tetapi seluruh Sumatra dan Indonesia juga ikut rusak karena narkoba. Uang dari perkebunan Sumatra dan Sulawesi, uang dari perkebunan Jawa Tengah, uang dari Kalimantan, uang dari Timor Timur, uang dari migas dan kayu bulat dan narkoba Aceh, uang dari seluruh Indonesia, semua uangnya diamankan di bawah kekerasan bersenjata Dwifungsi ABRI. Inilah Dwifungsi ABRI. --- Hari ini, banyak sekali orang yang entah bagaimana punya lahan sawit, tebu, karet, dll sebanyak ribuan bahkan ratusan ribu hektar bahkan jutaan hektar. Dapatnya kapan coba? Kapan belinya? Uangnya dari mana? Kok bisa sih, tiba-tiba ratusan ribu hektar di Aceh atau Kalimantan jadi punyanya si ini dan si itu? Memangnya itu tanah dulunya punya bapak lo?

Indonesia
24
613
1.6K
118.3K
Rizki Adrian retweetledi
Rizki Adrian retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Cobain aja bang, bkn maksud nakut2in tapi cobain aja dulu: - beli tanah 1 hektar - macul tanah 1 hektar - ngasih pupuk tanah 1 hektar - nanem bibit taneman 1 hektar - perawatan taneman 1 hektar - nunggu panen 3-4 bulan, berharap cuaca mendukung, ga ada hama, ga ada org buang janin (real, ada petani yg sedih krn lahannya jadi TKP pembuangan mayat bayi) - jual ke tengkulak, berharap harga fair, atau ga ada kebijakan impor komoditas
JazEe | Web 3 Thinker@JazEWeb3

Kenaapa ga mau jadi petani sih? Nanti 10 tahun lagi siapa yg jadi petani

Indonesia
90
402
2.4K
173.2K
Rizki Adrian retweetledi
versace
versace@trunkszoldyck·
KOMDIGI Strikes Again! Postingan isu Andre Yunus terbungkam Setelah dikejutkan dengan berita rating IGRS yang melakukan rating asal-asalan, kini saya dikejutkan dengan salah satu postingan dari Eko Juniarto yang menunjukkan sebuah postingan instagram yang hanya bisa di akses dengan menggunakan VPN karena telah di blokir oleh pihak Instagram atas permintaan KOMDIGI. Saya coba membuka link tersebut tanpa menggunakan VPN dan hasilnya memang benar, saya tidak bisa melihat isi postingan dari link tersebut akibat di blokir oleh KOMDIGI (Komedi Digidaw). Namun setelah saya cek menggunakan VPN, ternyata isinya merupakan sebuah berita tentang kasus Terror Air Keras Andre Yunus yang meng-highlight ke-16 terduga tersangka lapangan yang melakukan terror tersebut. Menurut saya, ini merupakan sebuah langkah komdigi untuk melakukan pengontrolan internet secara massif dengan cara membungkam kritik, fakta, dan juga opini yang membuat citra nama aparat menjadi jelek. Namun sejujurnya saya juga khawatir masalah seperti ini bisa saja terjadi pada sosial media lain seperti twitter, facebook, dan sosial media lainnya. Jadi untuk kedepannya berhati-hatilah dalam memposting sesuatu, karena sekarang pemerintah memiliki kekuatan untuk membungkam siapapun yang mencoba mengusik mereka. Bagi yang mau mampir bisa klik link dibawah: instagram.com/p/DWjIP-pkVrn/ Bagaimana menurut kalian?
versace tweet mediaversace tweet mediaversace tweet media
Indonesia
77
2.4K
4.1K
102.9K
Rizki Adrian retweetledi
kiv z
kiv z@triwul82·
ALARM DARURAT: APBN TEKOR Rp240 TRILIUN! Selamat Datang di "Jurang Fiskal" Indonesia. Kabar buruk pagi ini: Menkeu Purbaya mengumumkan APBN per Maret 2026 defisit Rp240,1 Triliun. Lonjakan tekor mencapai 140% dibanding periode yang sama tahun lalu. Apakah ini awal dari kebangkrutan fiskal? Mari kita bedah. Utas ; oleh Tim Gantangan. cnnindonesia.com/ekonomi/202604…
kiv z tweet media
Indonesia
772
3.5K
8.2K
386.6K
Rizki Adrian retweetledi
saiful mujani
saiful mujani@saiful_mujani·
bagi saya program unggulan presiden adalah gentong babi semua seperti diungkapkan film dirty vote @BivitriS @zainalamochtar @feriamsari mbg, koperasi desa, sekolah rakyat, danantara, perluasan wilayah teritorial tni, semuanya gentong babi. dibuat untuk mobilisasi pemilih menjelang pemilu 2029. pemilu nanti adalah pemilu otokratik, bukan pemilu demokratik. harus dihentikan politik gentong babi ini.
Indonesia
228
1.5K
3.4K
122.6K
Rizki Adrian retweetledi
Ravio Patra
Ravio Patra@raviopatra·
Gambar 1: Feed @magdaleneid di IG ada berita investigasi TAUD tentang 16+ pelaku percobaan pembunuhan Andrie Yunus. Gambar 2: Beritanya hilang dari feed Magdalene kemarin. Gambar 3: Notifikasi jika klik berita itu dari link yang ada sebelumnya. Apa yang coba disembunyikan?
Ravio Patra tweet mediaRavio Patra tweet mediaRavio Patra tweet media
Indonesia
29
2.2K
3.2K
231.2K
Rizki Adrian retweetledi
Bhagavad Sambadha
Bhagavad Sambadha@fullmoonfolks·
Iring2an truk tengtara gitu kan emang hampir pasti ngebut dan ugal2an. Kenapa? Ya karena bisa dan ngga ada konsekuensinya
Indonesia
102
2.7K
7.4K
119.4K
Rizki Adrian retweetledi
Dandhy Laksono
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono·
Di depan CCTV di tengah kota, dengan enteng nyiram air keras atau ngelindes orang lalu kabur begitu saja. Apa yang membuat kita berpikir yang terjadi tanpa CCTV di pedalaman Papua adalah cerita sebaliknya tentang kepahlawanan, dan bukan horor yang lebih mengerikan?
Dandhy Laksono tweet media
Indonesia
48
2.6K
4.2K
45.1K
Rizki Adrian retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Kasih tau kekuatan netizen Guys, lu pada tau gak ini kejadian bener-bener bikin miris… Seorang ibu meninggal dunia setelah terserempet iring-iringan truk TNI di jalan. Dari kesaksian warga di lokasi, kronologinya cukup jelas dan bikin geleng kepala. Awalnya korban lagi naik motor seperti biasa. Tiba-tiba dari belakang ada iring-iringan truk tentara (sekitar 3 sampai 5 unit) yang melaju cukup cepat sambil klakson terus. Korban sudah berusaha minggir ke pinggir jalan, bahkan saksi bilang posisi mereka sudah ngalah. Tapi masalahnya, iring-iringan ini seperti lagi ngebut atau ngejar kendaraan di depan. Salah satu truk akhirnya nyenggol motor korban dari samping/belakang, bukan sekadar mepet tapi sampai bikin korban jatuh. Begitu jatuh: Korban langsung terpental dan nyungsep di jalan Posisinya masih dekat motor Kondisinya langsung mengenaskan di tempat Saksi yang juga ikut jatuh bilang kalau kejadian itu cepat banget mereka udah minggir tapi tetap kena. Yang bikin makin nyesek: - Ini bukan satu kendaraan, tapi iring-iringan besar (beberapa truk sekaligus) - Korban itu cuma pengendara biasa yang udah berusaha ngalah - Tapi tetap jadi korban karena situasi di jalan yang nggak terkendali Kalau ditarik garis besar: Ada iring-iringan kendaraan besar (militer) Jalan dipakai dengan kecepatan tinggi Pengendara sipil sudah mengalah Tapi tetap terjadi senggolan fatal Dan sampe sekarang belum ada kejelasan kasusnya gimana media juga kagak ada yang beritain cuma liputan 6 doang nih yang angkat
Lambe Saham tweet media
Indonesia
610
7K
13.9K
1.7M
Rizki Adrian retweetledi
Rizki Adrian retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Pelajar SMK mengirim surat kepada Presiden, ia menolak menerima MBG dan meminta jatah makan MBG miliknya diberikan untuk kesejahteraan guru. Para pelajar kita, ada yang pikirannya tajam dan halus perasaannya. Rafif Arsya, anda membuat sejarah. 🔥🔥🔥🔥🔥
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
611
23.2K
51.8K
595.2K
Rizki Adrian retweetledi
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
HAHAHAHA Sepanjang Maret, rupanya kami sudah mendapatkan 3x surat cinta dari 'kementerian paling kerja' se-kabinet merah putih, kemkomdigi. Tentu saja kali ini akan kami ABAIKAN. Surat peringatan ini hanya akan kami pertimbangkan jika dikirim sendiri oleh si meutia hafid! 🫵🏻🙂 Tweet mana saja yang mendapatkan peringatan melalui surat cinta komdigi? Silakan disimak baik-baik. 🤏🏻 #NegaraPemberangus
MBG Jelek tweet mediaMBG Jelek tweet mediaMBG Jelek tweet mediaMBG Jelek tweet media
Indonesia
120
2.9K
10.2K
285.1K
Rizki Adrian retweetledi
Kr
Kr@karirfess·
Breaking: Pemerintah berencana merekrut ASN/CPNS khusus untuk menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, aka lebih dulu mengevaluasi kebutuhan pegawai di tiap kementerian/lembaga dan memprioritaskan posisi yang paling mendukung agenda utama pemerintah, meski jumlah pastinya masih belum ditentukan.
Kr tweet mediaKr tweet media
Indonesia
185
133
691
98K
Rizki Adrian retweetledi
umbies biasa
umbies biasa@ASN_TELADAN·
Warga sepertinya banyak lupa bahwa kebijakan WFH ASN ini adalah PERINTAH dari para MENTERI bukan permintaan dari segelintir atau kelompok dari ASN.
Indonesia
37
817
2K
47.9K
Rizki Adrian retweetledi
Iran Embassy in Indonesia
Iran Embassy in Indonesia@IraninIndonesia·
Menindaklanjuti permintaan dari masyarakat Indonesia untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Iran, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia telah membuka rekening resmi donasi. Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi individu, institusi, maupun organisasi yang ingin menunjukkan solidaritas dan dukungan nyata kepada masyarakat Iran. Seluruh donasi yang diterima akan digunakan untuk mendukung upaya rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah-wilayah yang terdampak. Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian, empati, dan solidaritas yang tulus dari masyarakat Indonesia. Setiap kontribusi adalah simbol persaudaraan dan nilai kemanusiaan yang luhur. 📍 Informasi rekening resmi: Bank: BRI Nama Rekening: Embassy of the Islamic Republic of Iran Nomor Rekening: 020601002438302 #Donasi #KedubesIran #Iran #IndonesiaIran
Iran Embassy in Indonesia tweet media
Indonesia
579
5.2K
11.4K
603.8K