🌌 retweetledi
🌌
775 posts

🌌 retweetledi
🌌 retweetledi

SUMPAH JANGAN SAMPE NYESEL USIA 30an BARU TAU INI 😭😭😭
1.Sering lemes → B12 / B Complex
2.Mudah sakit → Vitamin C
3.Tulang mulai ngilu → Calcium + D3
4.Susah tidur → Magnesium
5.Kulit kering → Vitamin E
6.Jerawatan → Zinc
7.Mata capek → Vitamin A
8.Pusing karena kurang darah → Zat Besi
9.Rambut rontok → B Complex / Zinc
10.Badan gampang capek → B Complex


Indonesia
🌌 retweetledi
🌌 retweetledi
🌌 retweetledi

COBA DEH SESEKALI PAS SELESAI SHOLAT DOANYA MINTA KAYAK Gini....
1. Ya Allah, aku tak punya apapun yang bisa kutunjukan, namun aku berharap engkau menyukai kebaikanku walaupun kebanyakan yang kumiliki adalah dosa
2. Ya Allah, sibuk lah aku dengan kebaikan hingga aku lupa akan kesedihan
3. Ya Allah, jauhkan aku dari rasa lelah hingga aku bersyukur atas keberkahan
4. Ya Allah, jika doa yang kulangitkan terhalang oleh dosa yang perna kulakukan, maka maafkan aku serta hapus lah dosa dosa ku ya Allah
5. Ya Allah, tunjukkanlah kepada hamba seindah apa hidup ini dan semudah apa hidup ini.
6. Ya Allah, jadikanlah ibuku di antara wanita wanita surga
7. Ya Allah, sebelum engkau cabut nyawaku, berilah aku kesempatan agar aku bisa mengasihi makan seluruh anak Indonesia
Indonesia
🌌 retweetledi

Gak sengaja nemu kalimat ini🥹
“Kalau emang jodohnya sama manusia,
semoga dipertemuin sama yang tulus dan baik.
Tapi kalau ternyata jodohnya sama kematian,
semoga akhirnya juga yang paling indah dan baik.”
Kenapa? Karena kadang hidup emang sesingkat dan se random itu. Kita nggak pernah tahu bakal dipertemuin sama siapa, dipisahin kapan, atau cerita ini berhenti di bagian mana. Yang bisa dilakuin cuma jadi versi terbaik dari diri sendiri dan belajar ikhlas sama semua kemungkinan.
Karena pada akhirnya, semua orang cuma lagi jalanin takdirnya masing-masing. Ada yang dipertemukan untuk menetap, ada juga yang cuma datang buat ngasih pelajaran. Jadi selagi masih punya waktu, sayangi orang-orang yang ada, perbaiki diri pelan-pelan, dan jangan lupa nikmatin hidup tanpa terlalu banyak nyakitin hati sendiri.
Semoga langkah kita selalu diarahkan ke hal-hal baik, dan saat waktunya pulang nanti, semoga kita pergi dalam keadaan yang paling tenang dan paling baik.
Indonesia
🌌 retweetledi

Istilahnya “Mental overhead”, yaitu energi otak yang terpakai cuma buat nginget-nginget task yang belum dikerjain.
Kita mikir sesuatu itu butuh lama, padahal kalau langsung dikerjain, kelar dalam 90 detik. Contohnya:
- Bales chat singkat sekedar "oke"
- Bayar bill bulanan
- Cuci piring setiap abis makan
- Buang sampah kalo udah penuh

Indonesia
🌌 retweetledi
🌌 retweetledi

Agatha Christie knew poisons so well, her books have been consulted when diagnosing patients. In 1976, a London infant was dying of a rare illness. Her nurses, having read The Pale Horse, realized she had been poisoned with thallium. Murder mysteries saved her life.
Ramin Nasibov@RaminNasibov
What historical fact sounds fake but is true?
English
🌌 retweetledi
🌌 retweetledi

Ga expect malam ini gw naik ojol.
Dan ternyata bapaknya adalah
driver yang lagi viral karena video dia yang bilang
“Pak Nadiem itu pahlawan ekonomi saya!”
Awalnya gw ga ngeh.
Sampe kita ngobrol ngalur ngidul
dan bahas tentang kasus Pak Nadiem, terus dia bilang…
“Mba tau video yang ngomong itu, itu saya tau mba”
Lhooo gw langsung kaget
Bapaknya cerita kalau udah jadi
driver Gojek dari tahun 2012.
Zaman Gojek belom pake aplikasi.
“Dulu saya malah ngetawain Pak Nadiem mba”
Katanya dulu banyak yang nentang Gojek ini. Belum banyak yang mau jadi driver. Tapi bapaknya masih inget banget waktu Pak Nadiem bilang:
“Nanti Gojek bakal besar.”
Dan ternyata… kejadian.
“Saya dulu tukang ojek pangkalan mba…
kadang sehari dapet penumpang aja susah.
Dapet 25 ribu aja udah syukur.”
“Makanya saya bilang gitu Pak Nadiem tu Pahlawan Ekonomi saya itu nyata dari hati saya mba” sambil suaranya nahan nangis “Saya baru punya anak kembar waktu itu mba. Bingung gimana caranya ngidupin keluarga.”
“Tapi dari Gojek… saya bisa punya penghasilan sampai 500 ribu sehari dulu.”
“Sampai akhirnya saya bisa cicil rumah. Bahkan sekarang punya 2 kontrakan.”
cc:threadudahnyaman



Indonesia
🌌 retweetledi

gue mau cerita tentang temen gue.
sebut aja dia R.
dulu gajinya 7 juta.
dan tiap kali kami ngobrol, dia selalu bilang satu kalimat yang sama:
"Val, nanti kalau gaji gw udah 15 juta, baru deh gw bisa nabung. Baru deh hidup gw beres."
gue dengerin. gue angguk-angguk. gue percaya.
tiga tahun kemudian, gajinya beneran naik.
bukan 15 juta.
17 juta.
gue seneng banget waktu dia kabar. gue pikir sekarang hidupnya udah oke. udah bisa nabung. udah beres kayak yang dia bilang dulu.
sampai kemarin dia chat gue.
"Val, lo bisa pinjemin 500 ribu nggak? Buat nutup tagihan."
gue bengong lama di depan layar HP gue.
kita ketemuan.
gue tanya pelan: "lah kok bisa?"
dia diem sebentar.
terus jawab satu kalimat yang sampai sekarang masih muter di kepala gue:
"Gaji gw naik. Tapi gaya hidup gw naik lebih kenceng."
gue kira dia bercanda.
dia buka notes HP-nya dan nunjukkin ke gue.
gaji: 17 juta.
pengeluaran:
kos: 4 juta. makan dan kopi: 3,2 juta. cicilan HP: 1,1 juta. paylater: 2,4 juta. transport: 1,8 juta. langganan aplikasi: 600 ribu. jajan random: 2 juta. transfer keluarga: 1,5 juta.
sisa?
kadang nol.
kadang minus.
gue tanya: "paylater 2,4 juta itu buat apa aja?"
dia diem bentar.
"ya... barang kecil-kecil doang."
kaos 89 ribu. sepatu diskon. skincare. makan promo. top up game. barang lucu dari live shopping. checkout karena takut stok habis.
satu-satu kelihatannya kecil.
tapi pas digabung, jadi satu monster yang nagih tiap bulan.
yang bikin gue serem bukan belanjanya.
tapi kalimat pembenarnya.
"lagi diskon."
"mumpung murah."
"cuma 30 ribu."
"gratis ongkir."
"bulan depan juga ketutup."
dan dia bilang satu hal yang nusuk banget:
"gw bahkan udah nggak bisa bedain lagi. Gw lagi hemat, atau lagi nyari alasan buat keluar duit."
terus dia ngomong sesuatu yang bikin gue diam lama banget:
"Gw nggak miskin karena nggak punya uang. Gw miskin karena uang gw udah punya tujuan sebelum masuk rekening."
tanggal 25 gajian.
tanggal 26 autodebet.
tanggal 27 bayar cicilan.
tanggal 28 bayar paylater.
tanggal 29 baru sadar:
yang kerja sebulan dia. yang menikmati duluan tagihan.
gue tanya: "jadi yang paling bikin nyesel apa?"
dia jawab:
"Gw pikir gw beli barang. Ternyata gw beli kewajiban."
HP baru = cicilan 12 bulan. barang diskon = tagihan bulan depan. makan enak tiap hari = saldo bocor pelan-pelan. kopi harian = lebih dari sejuta sebulan. paylater = gaji masa depan yang udah dipakai hari ini.
"Gw kerja buat bayar keputusan gw yang kemarin."
coba hitung kasar.
kopi 35 ribu x 22 hari kerja = 770 ribu. delivery food dengan selisih ongkir dan markup 25 ribu x 20 kali = 500 ribu. checkout random 75 ribu x 10 kali = 750 ribu. langganan aplikasi yang jarang dibuka = 300 ribu.
total: 2,3 juta.
itu bukan pengeluaran besar. itu bocor kecil yang pura-pura nggak kelihatan.
sekarang temen gue lagi coba bikin aturan sendiri.
kalau barangnya diskon tapi nggak ada di rencana, berarti tetap mahal. kalau beli karena capek, tunggu besok. kalau checkout cuma karena takut kehabisan, tutup aplikasi 10 menit dulu. kalau cicilan bikin gaji bulan depan terasa sempit, jangan ambil.
dan satu pertanyaan yang dia tempel di layar HP-nya sekarang sebelum checkout apapun:
"Gw butuh ini, atau gw cuma pengin ngerasa hidup gw naik kelas?"
dari cerita dia, gue jadi mikir.
mungkin masalah banyak orang bukan nggak bisa cari uang.
tapi nggak pernah diajarin cara mempertahankan uang.
dari kecil kita diajarin: belajar biar kerja, kerja biar punya uang, punya uang biar bisa beli ini itu.
tapi jarang diajarin: kalau uang udah masuk, jangan langsung dikasih jalan keluar semua.
ini bukan soal hidup pelit.
beli kopi boleh. checkout promo boleh. reward diri boleh.
tapi jangan sampai tiap reward kecil numpuk jadi hukuman besar di akhir bulan.
coba jujur ke diri sendiri:
pengeluaran kecil apa yang paling sering bikin saldo lo bocor?
kopi? makan online? paylater? top up? checkout live?
atau "cuma 50 ribu" yang kejadian 20 kali?
Indonesia
🌌 retweetledi
🌌 retweetledi
🌌 retweetledi

40 pelajaran hidup dari Raditya Dika yang bikin gue diem setelah dengernya.
1. Gak apa-apa jadi orang aneh.
2. Jangan gosipin orang!
3. Kita gak sepenting itu buat orang lain.
4. Usahakan minimalis!
5. Kerja ringan kalau dicicil.
6. Kerja ringan kalau barengan.
7. Ide ada kalau dicatat.
8. Belajar dari yang terbaik.
9. Belajar dari yang tidak punya pengalaman.
10. Melamun adalah bagian dari proses kreatif.
11. Waktu ada kalau kita ciptakan.
12. Pakai uang untuk membeli waktu.
13. Jangan lupa bermain-main!
14. Punya hobi baru adalah cara termudah untuk merasa seru lagi.
15. Fokus ciptakan core memory yang indah!
16. Jangan membuat keputusan waktu sedih, marah atau galau!
17. Belajar bilang ‘iya’ ke hal yang kita bilang ‘tidak’.
18. Belajar berani berkata ‘tidak’.
19. Main game adalah cara termudah untuk kabur ke dunia lain.
20. Dikritik berarti punya ruang untuk tumbuh.
21. Jalan kaki min. 30 menit sehari.
22. Selalu tepat waktu!
23. Takut biasanya datang dari ketidaktahuan.
24. Menyesal lebih seram dari rasa takut.
25. Kalau ada yang ganjel, ngomong aja.
26. Semua orang punya keahliannya sendiri.
27. Tahu bahwa kita gak bisa semuanya.
28 Beli barang buat diri sendiri.
29. Belajar sabar.
30. Reputasi datang dari tindakan.
31. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
32. Baca buku adalah cara terbaik untuk masuk ke pemikiran orang lain.
33. Dengerin podcast sesuai minat.
34. Selalu belajar dimanapun dan kapanpun!
35. Investasi terbaik adalah pendidikan.
36. Storytelling adalah skill paling berguna.
37. Orang yang gasuka kita, kadang ga ngerti kita.
38. Investasi yang baik adalah investasi yang membosankan (duit)
39. Pastikan perjalanannya sama menyenangkannya sebagaimana tujuannya.
40. Hiduplah dengan cinta!
Ternyata dewasa tuh bukan soal paling sukses tapi paling bisa nerima hidup aja 😔

Indonesia
🌌 retweetledi

👩🏻: tadi aku tidur sama baby, km ngeliatin ga? #pertanyaanwanita #ekspektasirendah
🙋🏻♂️: aku foto!!
👩🏻: MANA?? *gak nyangka*
🙆🏻♂️: aku foto ber-3
👩🏻: kamu selfie? 🥹
💁🏻♂️: ngga, sama Kukus HAHAHAHA my girls 🥰

Indonesia
🌌 retweetledi

Pakde gue barusan tulis ini di group keluarga. Buat alm mamih gue ( bude gue ) pas baca langsung nangis kejer bgt kebayang sekangen apa beliau sama almh istri tercintanya,
yg berduaan mulu dr 40 tahun yg lalu ( karna gak punya anak ) lalu tbtb di tinggal meninggal semendadak itu di pagi hari tgl 7 Januari 2025. Bantu alfatiha utk almh mamihku ya. Endang Eko Widianti binti Abdulrachma
cc:threadpenoykio


Indonesia
🌌 retweetledi
🌌 retweetledi

gue mau cerita sesuatu yang kejadian siang tadi.
hal kecil. tapi bikin gue nangis di dapur sendirian.
dari tadi gue laper. cemilan habis. males keluar.
terus gue denger suara dari luar. sayup-sayup. kayak orang jualan sesuatu tapi nggak jelas jualannya apa.
kepo. gue tungguin dari balik jendela.
beberapa menit kemudian lewatlah seorang kakek. kira-kira 65 tahunan. bawa dagangan roti. gue panggil.
kakeknya nyebut rasa satu-satu. gue pilih coklat keju. bayar. selesai.
gue balik masuk rumah. pintu belum sempet gue tutup.
dan tiba-tiba kakeknya bilang sesuatu yang bikin gue berbalik.
"Mbak maaf... punya nasi putih nggak? Boleh minta sedikit? Saya sakit perut dari pagi belum makan."
tangannya gemetar waktu ngomong itu.
gue berdiri sebentar. tenggorokan gue langsung berasa penuh.
tanpa banyak mikir gue langsung ke dapur. ambilin nasi. ambil lauk yang ada. sambal. beliin minum air putih.
gue taruh semuanya di depan kakeknya.
dan dia makan.
lahap banget.
gue berdiri di situ nggak bisa ngomong apa-apa.
nggak lama suami gue pulang.
dia liat ada kakek duduk di depan rumah kami.
"Itu siapa?"
gue ceritain semuanya.
suami gue diam sebentar.
matanya merah.
dia mewek.
laki-laki ini yang susah banget nangis, mewek di depan gue gara-gara cerita kakek jualan roti.
gue malah jadi ikutan nangis.
suami gue keluar. ngobrol sama kakeknya. nanya-nanya pelan.
dan ini yang bikin gue makin nggak kuat.
kakek itu baru dua minggu merantau ke sini. jauh banget dari kampung halamannya di Jawa. beliau nebeng ngekos sama temannya. nekat berangkat karena di Jawa jualannya nggak pernah laku, dan nggak ada yang mau ngurus beliau di sana.
sendirian. di kota orang. umur segitu. jualan roti keliling.
waktu kakeknya mau pamit lanjut jualan, suami gue inisiatif kasih uang pegangan.
kakeknya nolak.
"Nggak usah, nggak usah."
suami gue maksa pelan-pelan. kakeknya tetap nolak.
terus kakeknya bilang satu hal yang bikin gue langsung masuk kamar buat nahan nangis:
"Kalau mau bantu, boleh minta baju bekas aja yang sudah nggak dipakai. Baju saya cuma ini."
yang dipakainya keliatan lusuh. kusut. kayak udah lama banget nemenin beliau kemana-mana.
gue bongkar lemari suami. cariin baju yang masih layak. pilih beberapa.
dan uang yang tadi ditolak kakeknya, gue selipkan diam-diam di dalam lipatan bajunya.
biar nggak bisa dikembaliin.
kakeknya pamit.
gue berdiri di pintu nonton beliau jalan pelan-pelan sambil bawa dagangannya lagi.
dan gue mikir:
mungkin memang Allah yang bikin gue kepo sama suara jualan itu tadi. mungkin memang bukan kebetulan gue lagi di jendela pas kakeknya lewat. mungkin memang siang itu kakeknya harus makan dulu sebelum lanjut jalan.
gue nulis ini bukan buat pamer kebaikan.
gue nulis ini karena gue malu sama diri gue sendiri yang tadi lagi rebahan sambil ngeluh nggak ada cemilan.
sementara di luar, ada kakek yang jualan dari pagi dengan perut kosong dan tangan gemetar.
semoga dagangan kakek laris.
semoga beliau sehat terus.
semoga beliau nggak pernah kelaparan lagi.
aamiin. 🤲
Indonesia













