vopidia

1.1K posts

vopidia banner
vopidia

vopidia

@seurplenity

Indonesia, Indonesia Katılım Mart 2021
13 Takip Edilen9 Takipçiler
vopidia retweetledi
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 ini ocha yg dicurangin juri itu, dia kayak ketakutan gitu ya 😭😭😭 cr. dari wawancara kompas
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
257
1.4K
33.8K
1.2M
vopidia retweetledi
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
Inilah tampang Andi Hakim Febriansyah & Camelia Rosa. Suami istri pencuri Rp28 miliar dana suci umat Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara, Labuhanbatu, Sumut untuk umroh, bikin cafe mewah, sport center, mini zoo & gaya hidup glamour. Padahal uang tabungan jerih payah jemaat selama 40+ tahun itu untuk gereja, sekolah anak, kesehatan & kesejahteraan. 2019: Andi Hakim, Kepala Kas BNI Aek Nabara, rayu pengurus gereja dengan “BNI Deposito Investment” bunga 8%, padahal bohong besar. Umat percaya, dana mengalir deras ke dia. 2019-2025: Rp28 miliar raib karena Andi cetak bilyet palsu, palsukan tanda tangan jemaat, alihkan ke rekening pribadi, rekening istri Camelia Rosa, & PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera milik mereka. Awal 2026: Jemaat minta cairkan Rp10 miliar, nihil. Bendahara Suster Natalia Situmorang shock berat, pingsan & menangis. Feb 2026: Andi & istri kabur ke Australia 13 Maret 2026: Andi ditetapkan tersangka penggelapan & penipuan oleh Polda Sumut. 30 Maret 2026: Ditangkap di Bandara Kualanamu, Medan saat pulang dari pelarian. Polisi sita semua aset & dalami peran Camelia Rosa. April 2026: Andi masih ditahan Polda Sumut. Penyidikan berlanjut, polisi kejar aliran dana & sita seluruh aset hasil kejahatan. Camelia Rosa masih didalami perannya. BNI tawarkan talangan Rp7 miliar yang ditolak mentah2 oleh jemaat. Suster Natalia & umat tuntut pengembalian penuh Rp28 miliar hasil keringat 1.900 keluarga. -- Semoga seluruh jemaat segera dapat uangnya kembali & suami istri pelaku ini dihukum berat 🙏🏾
Sisters in Danger x Simponi tweet media
Indonesia
1.2K
17.8K
38.7K
2M
vopidia retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.9K
46.9K
102K
11.1M
vopidia retweetledi
irene 🍒
irene 🍒@hancoupshuaa·
bagi carat yg nonton new_ sg, duduk di vip, dan ngerasa vip package-nya hilang, nih dicolong wkwkwk [eng] for carats who watched new_ singapore, sat in VIP, and your VIP package was missing—it got stolen lol. up biar si V ga kebiasaan maling gais wkwk
Indonesia
101
2.6K
14.1K
790K
vopidia retweetledi
Яizal do
Яizal do@afrkml·
#PENTING Izin edukasi pertolongan yg lebih tepat yaa 🙏🏻 Klo kita liat ada org tbtb ga sadar, bisa jd dia serangan jantung, kejang, strok, atau pingsan biasa. Terus gmn cara taunya? Gmn cara bedainnya? Pertolongan pertama utk masing2 gmn? Baca & bookmark utas ini! Kita belajar bareng!!!
🌹🌹𝑅𝐼𝒜 🌹🌹@RakyatBerbisik

"PENCET BAWAH HIDUNG" Jika tiba2 ada seseorang yang mengalami stroke langsung lakukan hal tersebut agar orang tersebut segera sadar ‼️‼️ Jangan ada yang tanya,kalo yang bersangkutan pake gigi palsu ,saya gak tahu ‼️‼️

Indonesia
33
4.6K
20.3K
1.1M
vopidia retweetledi
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 aku nanya gitu gara2 dia katanya mau ke jenjang serius sama aku
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
2.2K
655
21.1K
2.2M
vopidia retweetledi
Nakes Puskesmas
Nakes Puskesmas@NakesPuskesmas·
Konten laknat. Kalau pasien TBC pada berhenti minum obat, bisa2 jadi resisten/kebal obat. Sangat berpotensi jadi TB MDR yg pengobatannya lbh sulit, lbh lama dan obatnya lbh byk, plus penularan yg mkin masif
🌻@sandysquidward

@belindch Skrg dy bikin konten obatin tbc tanpa obat😭 Dengan obat aja org² uda males berobat dn bikin indo jd tbc nomor 1 aplaagi konten bgini ya allah bude wellness ga tkut dosa

Indonesia
73
1.8K
3.2K
105.3K
vopidia retweetledi
YAPPINGFESS
YAPPINGFESS@yappingfess·
EH ADA GILA GILANYA REKAM MEDIA JATOH DITANGAN ABG GORENGAN, nyawit nih rs dokumen rahasia gini bukannya dimusnahin malah dikiloin yap! cr: meimeilika on threads
YAPPINGFESS tweet media
Indonesia
582
4.1K
35.3K
2.3M
vopidia retweetledi
Debi Friska
Debi Friska@debifriskaa·
ternyata tempat curhat paling aman itu emang ke cowok sendiri ya. jangankan disebar, diinget aja engga :)
Indonesia
521
1.4K
11.1K
385.9K
vopidia retweetledi
Debi Friska
Debi Friska@debifriskaa·
pilihlah orang yang ga bakal ngebiarin satu haripun berlalu tanpa obrolin sesuatu sama lo
Indonesia
211
583
2.2K
51K
vopidia retweetledi
zee
zee@zevasptri·
dulu gua mikir dalam suatu hubungan komunikasi adalah kuncinya. dan akhirnya gua sadar kalo pemahaman adalah kuncinya. "its's all about understanding" kita bisa mengkomunikasikan semua hal yg kita mau, tapi kalo mereka ga paham sama kita "it's silent chaos".
Indonesia
39
1.3K
3.1K
91.6K
vopidia retweetledi
Random Thread
Random Thread@randomable_·
HAH⁉️
Random Thread tweet media
126
270
4.1K
267.7K
vopidia retweetledi
🐢💨
🐢💨@Kkuuroo___·
3 bulan kerja di pengolahan makanan di jepang, standar higienisnya emang gak kaleng-kaleng. mau ke toilet aja kadang males karena harus lewat proses cleaning (sanitasi) lagi. istirahat 45 menit, 10 menitnya habis buat bebersih 😭 pernah bikin geger satu pabrik. tebukuro (sarung tangan) tiba-tiba robek pas kerja. aku di bagian sortir keripik kentang yang baru keluar dari penggorengan, suhunya panas jadi emang gampang robek. waktu itu shift malam. sadar robeknya jam 21.00, langsung buru-buru lapor operator. diinterogasi kira-kira robeknya jam berapa. akhirnya ditarik perkiraan sekitar jam 19.00. masalahnya robeknya sampai bolong dan potongannya gak ketemu. dikhawatirkan masuk ke dalam kemasan. akhirnya produksi dihentikan. semua produk dari jam 19.00–21.00 dibongkar buat nyari potongan sarung tangan itu. ribuan kemasan dibongkar. jangan tanya keadaan mentalku saat itu. rasanya pengen menghilang dari bumi 😭 komat-kamit dzikir minta keajaiban biar ketemu… tapi nihil 😭 untung gak jadi musuh line produksi, tapi emang sejak hari itu langsung di pindah line 😭 kalo nanya kemasan yang dibongkar itu apakah di re-pack? enggak ya, jadi gomi (sampah) biasanya buat makan ternak khususnya babi. intinya standar food safety di jepang gak kaleng-kaleng 😭 rela rugi banyak demi sebuah kualitas
Cakrawalá Nusantará@Urrangawak

Intip standar higienis SPPG Jepang

Indonesia
291
6.3K
34.6K
1.5M
vopidia retweetledi
Arcana lagi Open Order | Asta Ebrahim
cacing bulu kuda ini bener² ngeri ya kalo dipikir-pikir. bayangin, dia jadi parasit di dalam tubuh si belalang sembah dan secara perlahan makanin organ-organnya si belalang. kalo telat dibantu ntar si cacing bulu kuda bisa memanipulasi si belalang untuk lompat ke air dan tenggelam. bayangin, sampe bisa memanipulasi korbannya dan bikin lompat ke air. setelah lompat ke air, nanti si cacing bakalan keluar dan bereproduksi. gila. untung manusia gabisa dijadikan inangnya.
Interesting STEM@InterestingSTEM

This image depicts a praying mantis being manipulated by a horse hair worm , a parasitic organism known for influencing it’s host behavior

Indonesia
285
2.1K
21.6K
1.4M
vopidia retweetledi
Kiaaa🕊️
Kiaaa🕊️@berburushopee·
ini bener bgt sih, usahain jangan terlalu banyak pikiran atau memendam sesuatu sendiran ya!!
Kiaaa🕊️ tweet media
Indonesia
748
13.3K
47.1K
917.7K
vopidia retweetledi
( ◕◡◕)っ
( ◕◡◕)っ@kaptenAmercia·
SUNGKEM sama kang boong affiliate🙏 As a dentist I’m telling you for such a thing like this can only get done by teeth bleaching. Produk manapun gak akan bisa menaikkan warna gigi sejauh ini. Bulan puasa kok tipu-tipu maluu ihh🤢
( ◕◡◕)っ tweet media
Indonesia
140
802
8K
459.2K
vopidia retweetledi
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
Makasih sudah mengusahakan aku 💚
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
73
80
2.8K
60.3K
vopidia retweetledi
Ustadz cing
Ustadz cing@masnya_mocha·
Nah, tapi aneh nya, banyak yang berpikir dengan narasi "semakin merintih (sakit/omong sakit) si wanita maka semakin semangat si prianya", padahal itu malah menyakiti dan beresiko meninggalkan trauma apa yang lu tonton tidak sama dgn sexedu yg sebenarnya 🥲
Dr. Ose Etiobhio@osemagnum

DYSPAREUNIA (PAINFUL SEX) LETS TALK ABOUT PAINFUL SEX WITHOUT SHAME BECAUSE SEX IS NOT MEANT TO HURT IT IS MORE COMMON THAN YOU THINK. READ. SHARE. REPOST When Pleasure Hurts: A Woman’s Body Is Speaking, and We Must Listen There is a story many women carry quietly, and it begins in a bedroom and ends in silence. It is the story of pain where pleasure is expected, and of endurance where joy should live. Dyspareunia is the name medicine gives to painful sex, and yet the experience itself has existed long before we learned to label it. As a gynaecologist, I say this without apology and without whispering: sex is not meant to hurt, and when it does, the body is not being dramatic, it is being honest. According to the guidance of the Royal College of Obstetricians and Gynaecologists(RCOG), painful sex should never be dismissed, because pain is often a message, and messages deserve interpreters, and interpreters deserve time. Sometimes the pain waits at the doorway of the vagina, like a guard refusing entry, and sometimes it hides deep inside the pelvis, like a secret with sharp edges. Superficial pain may come from dryness, from infections, from conditions of the vulva, and from the quiet hormonal changes of menopause or breastfeeding, when oestrogen slips away like a lover who forgot to say goodbye. Deep pain, however, may whisper the names of heavier things: endometriosis, pelvic infections, fibroids, ovarian cysts, or adhesions, and these are not small matters, even when they are spoken of in small voices. But the body does not live alone, it shares space with memory and fear and culture. And so pain is not always only physical. Anxiety tightens muscles. Past trauma writes itself into tissue. Relationship stress creeps into nerves. Cultural shame sits heavily on the pelvis. The muscles clench not because they are stubborn, but because they are afraid. This is why silence is dangerous, and why secrecy delays healing. Many women think, This is normal, and so they endure. And endurance becomes habit. And habit becomes harm. Painful sex erodes self-esteem, strains love, dulls desire, and leaves emotional bruises that cannot be seen on a scan, yet they are real, and they are heavy. It is also important to name things properly, because language shapes understanding. Dyspareunia means intercourse is possible, but painful, often because something medical can be found and treated. Vaginismus, on the other hand, is when the vaginal muscles tighten without permission, when the body says no even if the mind says yes. Dyspareunia says, 'Something hurts.' Vaginismus says, 'I am protecting you.' And sometimes, they walk together, hand in hand, pain and fear, feeding each other. Care, when it is done well, begins with listening, and continues with gentle examination, and then with tests when needed, and imaging when the pain lives deep. Treatment may look like lubricants or vaginal oestrogen for dryness, antibiotics for infections, hormonal therapy for endometriosis, physiotherapy for tense pelvic muscles, and counselling when fear or trauma is part of the story. This is not indulgence; it is medicine. This is not weakness; it is wisdom. So let us say it clearly, and say it loudly, and say it without embarrassment: painful sex is common, and medical, and treatable. You are not broken. You are not abnormal. You are not overreacting. Your body is speaking, and it is speaking in the language of pain, and pain is a language we must learn to understand. Because pleasure should not require suffering, and love should not demand endurance, and silence should never be the price a woman pays for intimacy.

Indonesia
89
2.5K
29.4K
1.8M
vopidia retweetledi
MinDos
MinDos@dosenkesmas·
Setuju.
MinDos tweet media
Indonesia
146
453
2.5K
449.7K