vopidia
1.1K posts

vopidia retweetledi
vopidia retweetledi

OH ,,Dah mulai ANCAM2 nih 📌📌
Netijen tahu kok harus ngapain‼️‼️
@prabowo
@DPR_RI
@bang_dasco
@puanmaharani_ri


Indonesia
vopidia retweetledi

Inilah tampang Andi Hakim Febriansyah & Camelia Rosa.
Suami istri pencuri Rp28 miliar dana suci umat Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara, Labuhanbatu, Sumut untuk umroh, bikin cafe mewah, sport center, mini zoo & gaya hidup glamour.
Padahal uang tabungan jerih payah jemaat selama 40+ tahun itu untuk gereja, sekolah anak, kesehatan & kesejahteraan.
2019: Andi Hakim, Kepala Kas BNI Aek Nabara, rayu pengurus gereja dengan “BNI Deposito Investment” bunga 8%, padahal bohong besar. Umat percaya, dana mengalir deras ke dia.
2019-2025: Rp28 miliar raib karena Andi cetak bilyet palsu, palsukan tanda tangan jemaat, alihkan ke rekening pribadi, rekening istri Camelia Rosa, & PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera milik mereka.
Awal 2026: Jemaat minta cairkan Rp10 miliar, nihil. Bendahara Suster Natalia Situmorang shock berat, pingsan & menangis.
Feb 2026: Andi & istri kabur ke Australia
13 Maret 2026: Andi ditetapkan tersangka penggelapan & penipuan oleh Polda Sumut.
30 Maret 2026: Ditangkap di Bandara Kualanamu, Medan saat pulang dari pelarian. Polisi sita semua aset & dalami peran Camelia Rosa.
April 2026: Andi masih ditahan Polda Sumut. Penyidikan berlanjut, polisi kejar aliran dana & sita seluruh aset hasil kejahatan. Camelia Rosa masih didalami perannya.
BNI tawarkan talangan Rp7 miliar yang ditolak mentah2 oleh jemaat. Suster Natalia & umat tuntut pengembalian penuh Rp28 miliar hasil keringat 1.900 keluarga.
--
Semoga seluruh jemaat segera dapat uangnya kembali & suami istri pelaku ini dihukum berat 🙏🏾

Indonesia
vopidia retweetledi

Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia
vopidia retweetledi
vopidia retweetledi

#PENTING
Izin edukasi pertolongan yg lebih tepat yaa 🙏🏻
Klo kita liat ada org tbtb ga sadar, bisa jd dia serangan jantung, kejang, strok, atau pingsan biasa.
Terus gmn cara taunya? Gmn cara bedainnya? Pertolongan pertama utk masing2 gmn?
Baca & bookmark utas ini! Kita belajar bareng!!!
🌹🌹𝑅𝐼𝒜 🌹🌹@RakyatBerbisik
"PENCET BAWAH HIDUNG" Jika tiba2 ada seseorang yang mengalami stroke langsung lakukan hal tersebut agar orang tersebut segera sadar ‼️‼️ Jangan ada yang tanya,kalo yang bersangkutan pake gigi palsu ,saya gak tahu ‼️‼️
Indonesia
vopidia retweetledi
vopidia retweetledi

Konten laknat. Kalau pasien TBC pada berhenti minum obat, bisa2 jadi resisten/kebal obat. Sangat berpotensi jadi TB MDR yg pengobatannya lbh sulit, lbh lama dan obatnya lbh byk, plus penularan yg mkin masif
🌻@sandysquidward
@belindch Skrg dy bikin konten obatin tbc tanpa obat😭 Dengan obat aja org² uda males berobat dn bikin indo jd tbc nomor 1 aplaagi konten bgini ya allah bude wellness ga tkut dosa
Indonesia
vopidia retweetledi
vopidia retweetledi
vopidia retweetledi
vopidia retweetledi
vopidia retweetledi
vopidia retweetledi

3 bulan kerja di pengolahan makanan di jepang, standar higienisnya emang gak kaleng-kaleng. mau ke toilet aja kadang males karena harus lewat proses cleaning (sanitasi) lagi. istirahat 45 menit, 10 menitnya habis buat bebersih 😭
pernah bikin geger satu pabrik. tebukuro (sarung tangan) tiba-tiba robek pas kerja. aku di bagian sortir keripik kentang yang baru keluar dari penggorengan, suhunya panas jadi emang gampang robek.
waktu itu shift malam. sadar robeknya jam 21.00, langsung buru-buru lapor operator.
diinterogasi kira-kira robeknya jam berapa. akhirnya ditarik perkiraan sekitar jam 19.00.
masalahnya robeknya sampai bolong dan potongannya gak ketemu. dikhawatirkan masuk ke dalam kemasan.
akhirnya produksi dihentikan. semua produk dari jam 19.00–21.00 dibongkar buat nyari potongan sarung tangan itu.
ribuan kemasan dibongkar. jangan tanya keadaan mentalku saat itu. rasanya pengen menghilang dari bumi 😭
komat-kamit dzikir minta keajaiban biar ketemu… tapi nihil 😭
untung gak jadi musuh line produksi, tapi emang sejak hari itu langsung di pindah line 😭
kalo nanya kemasan yang dibongkar itu apakah di re-pack? enggak ya, jadi gomi (sampah) biasanya buat makan ternak khususnya babi.
intinya standar food safety di jepang gak kaleng-kaleng 😭
rela rugi banyak demi sebuah kualitas
Cakrawalá Nusantará@Urrangawak
Intip standar higienis SPPG Jepang
Indonesia
vopidia retweetledi

cacing bulu kuda ini bener² ngeri ya kalo dipikir-pikir.
bayangin, dia jadi parasit di dalam tubuh si belalang sembah dan secara perlahan makanin organ-organnya si belalang.
kalo telat dibantu ntar si cacing bulu kuda bisa memanipulasi si belalang untuk lompat ke air dan tenggelam.
bayangin, sampe bisa memanipulasi korbannya dan bikin lompat ke air.
setelah lompat ke air, nanti si cacing bakalan keluar dan bereproduksi. gila. untung manusia gabisa dijadikan inangnya.
Interesting STEM@InterestingSTEM
This image depicts a praying mantis being manipulated by a horse hair worm , a parasitic organism known for influencing it’s host behavior
Indonesia
vopidia retweetledi
vopidia retweetledi
vopidia retweetledi
vopidia retweetledi

vopidia retweetledi
















