shin

10.3K posts

shin banner
shin

shin

@sshinchain

clinophile, bibliophile, cinephile, autophile, & melophile

she/her Katılım Mart 2021
327 Takip Edilen178 Takipçiler
shin retweetledi
🐰⚔️
🐰⚔️@rruonans·
twinnie zhan zhao and huo linglong 🐱🐰
🐰⚔️ tweet media🐰⚔️ tweet media🐰⚔️ tweet media🐰⚔️ tweet media
English
0
117
283
4.6K
shin retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Rupiah Anjlok ke Level 17.600 per Dolar AS, Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar AS "Rupiah begini, dolar begitu. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan?"
tempo.co tweet mediatempo.co tweet media
Indonesia
4K
15.5K
51.2K
3.6M
shin retweetledi
PINO
PINO@sebijipenyu·
Sebuah perbedaan Omongan Orang Pinter Vs Omongan Orang Tantrum
Indonesia
509
23.1K
54.5K
1.4M
shin retweetledi
Eve
Eve@claaudyf·
pada nyangka ga si? kalimat “rakyat di desa ga butuh dollar” bakal keluar dari mulut seorang presiden.. padahal itu kalimat yang biasa dikeluarin oleh mulut buzzer yg ga berpendidikan. jujur aja my expectation was low but what the helly?? kedelai 90% aja import, dan dia bisa bisanya ngomong “orang desa ga pake dollar”
Indonesia
231
20.1K
48.4K
514.2K
shin retweetledi
manar
manar@corgibobohuu·
GET HIM OUT OF HENGDIAN I BEG AND GIVE HIM A MODERN DRAMA NOWWW
English
2
828
4.7K
148.4K
shin retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri. Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas. Bukan slip of the tongue. Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan: Mau dolar berapa ribu kek kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar. Yang pusing yang suka ke luar negeri. Ini bukan candaan. Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya. Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini. Dan apa yang terjadi setelahnya. Zimbabwe ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat: Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat. Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir. Hasilnya? Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7 sextillion persen per tahun di 2008. Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti. Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam. Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam. Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi. Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali. Venezuela ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs: Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil. Yang penting ada subsidi. Yang penting ada program sosial. Hasilnya? Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018. Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi. Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya. Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung. Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun. Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan: Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar. Tapi benarkah demikian? Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat. Harganya ditentukan dalam dolar. Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik. Harga tempe naik. Harga tahu naik. Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka. Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor. Harganya dalam dolar. Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor. Harganya dalam dolar. Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India. Harganya? Dalam dolar. Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik. Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar. Dan inilah yang paling miris: Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat. Padahal kepercayaan itulah yang membuat rupiah bisa stabil. Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk. Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita. Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar? Sinyal apa yang dikirim ke investor asing? Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah? Bandingkan dengan pemimpin yang serius: Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya. Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan. Hasilnya? Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar. Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah. Bukan karena Singapura kaya alam. Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya. Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin. Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah. Rakyat desa tidak pegang dolar. Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar. Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar. Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar. Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya. Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli. Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya. Semoga kita tidak sampai di sana. Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
839
16.9K
28.1K
1M
shin retweetledi
txtdrimedia
txtdrimedia@txtdrimedia·
"saya mau ke rumah sakit dulu" "saya yakin Tuhan ga akan diam" 🥲
Indonesia
241
5.5K
32.4K
402.2K
shin retweetledi
🐰⚔️
🐰⚔️@rruonans·
even in wuxia drama she can show how good her hair is
English
3
195
1.3K
42.2K
shin retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys lu pada tau gak, ada driver ojol yang cerita dan ini justru bikin banyak orang makin campur aduk lihat kasus Nadiem Makarim sekarang. Katanya: “Dia itu bos saya. Dulu beliau hadir dan buka banyak peluang rezeki buat jutaan orang. Saya salah satu yang ngerasain langsung.” Kalimat itu sederhana, tapi ngena banget. Karena buat banyak driver Gojek, sosok Nadiem bukan cuma figur startup di berita bisnis. Ada yang cerita bisa bayar kontrakan tiap bulan karena orderan Gojek. Ada yang bisa nyekolahin bahkan nguliahin anaknya dari hasil narik bertahun-tahun. Ada yang bantu biaya pengobatan orang tua. Ada yang tadinya kerja serabutan gak jelas, lalu punya penghasilan harian yang lebih pasti. Bahkan waktu pandemi banyak orang kehilangan kerja formal, tapi masih ada yang bertahan karena narik dan nganter makanan. dan ketika nadiem sekarang terkena isu yang tidak enak mereka bingung apa yang bisa mereka lakukan bahkan kabarnya ada beberap driver yang bersedia menggantikan posisi beliau jika memang haruz di penjara
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
143
2.6K
16.5K
517.3K
shin retweetledi
𝝑𝝔
𝝑𝝔@byamarachi·
𝝑𝝔 tweet media
ZXX
22
10K
31.7K
306.2K
shin retweetledi
۶۟ৎ
۶۟ৎ@roshieverse·
This beauty..we need her in more wuxias
English
10
682
2.8K
70.2K
shin retweetledi
☾
@untamedyouths·
me in july
☾ tweet media☾ tweet media
English
4
148
1.3K
36.2K