kaza

1.9K posts

kaza banner
kaza

kaza

@virgblue

gatau mau ngasih bio apa, yaudah bio ini aja

Katılım Haziran 2020
243 Takip Edilen51 Takipçiler
kaza retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir. Dan dia ngomongnya bukan sebagai pembela Nadiem. Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja. Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah: Ahok bilang dengan sangat tegas: pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika. Chromebook itu bukan laptop biasa. Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus. Harganya jauh lebih terjangkau dari laptop konvensional. Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau. Ahok kasih contoh nyata. Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar. Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia. Itu bukan mimpi. Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada. "Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan. Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia." Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat: Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang: "Saya pikir ini sengaja." Logikanya sederhana dan sangat keras. Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai. Lebih sulit dibohongi. Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu. Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa. Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan. MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama. Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana. "Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus, kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?" Yang paling menohok soal survei dan legitimasi: Ahok tidak berhenti di situ. Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas. Pemerintah melakukan survei. Rakyat bilang mereka suka makanan gratis. Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG. Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan. Tapi Ahok membaliknya: kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata. Itu bukan preferensi yang genuine. Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi. "Mereka juga pintar. Dia survei, Pak. Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi." Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun: Ahok tidak membela Nadiem secara personal. Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah: Menteri itu tidak pernah menyentuh anggaran secara langsung. Menteri membuat kebijakan. Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya. Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah: apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit? Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri? PPATK sudah menjawab: tidak ada. Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun. "Saya pikir ya ini soal profesionalisme. Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya." Ahok tidak sedang bicara soal Chromebook sebagai produk. Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa: apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa? MBG memberikan makan hari ini. Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup. Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan. Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
319
11.1K
24K
943.2K
kaza retweetledi
Boy Candra
Boy Candra@dsuperboy·
Setelah membaca berita dapur mbg mau dibikin di Lapas dan pekerjanya napi, digaji. Makin mempertanyakan: skck buat lamaran kerja itu sebetulnya buat apa?
Indonesia
175
5.5K
17.7K
212K
kaza retweetledi
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
Lo buka Netflix. Scroll 30 menit buat nyari film. Akhirnya gak nonton apa-apa. Tidur. Lo buka Shopee mau beli charger. Ada 200 pilihan. Banding-bandingin 2 jam. Beli satu. Besoknya nyesel. Seorang psikolog dari Swarthmore College udah riset kenapa ini terjadi. Dan jawabannya bikin kesel.
Hanif | AI For Productivity tweet media
Indonesia
44
2.1K
9.6K
479.9K
kaza retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada wacana yang beredar tentang pemerintah mau mengambil alih 51% saham BCA bank swasta terbesar di Indonesia. Dan sebelum lo bisa menilai wacana itu, lo perlu tahu dulu siapa sebenarnya BCA dan perjalanan panjang yang sudah dilaluinya. BCA lahir bukan dari niat mulia tapi dari kebutuhan bisnis: Tahun 1957. Liem Sioe Liong pendiri Salim Group membangun Bank Central Asia bukan untuk melayani rakyat Indonesia. Tapi karena kerajaan bisnisnya butuh jantung keuangan yang bisa mengalirkan dana ke seluruh jaringan usahanya. Tapi dari kebutuhan itu lahir sesuatu yang lebih besar dari yang direncanakan. BCA dari awal bermain di dua dunia sekaligus: menjadi penyokong utama bisnis-bisnis Salim Group di satu sisi dan melayani segmen retail kecil menengah di sisi lain. Dan sejak tahun 1970-an mereka sudah berani berinvestasi di teknologi komputerisasi ketika bank lain masih manual. Ditambah satu faktor yang tidak bisa diabaikan: kedekatan Liem Sioe Liong dengan Soeharto. Hubungan yang terjalin sejak Soeharto masih di militer di Jawa Tengah ketika Liem sering memasok logistik untuk pasukan Soeharto. Ketika Soeharto naik jadi presiden akses istimewa mengalir ke Salim Group. Krisis 1998 momen yang hampir menghancurkan semuanya: Rupiah jatuh dari Rp2.400 ke lebih dari Rp15.000 per dolar dalam hitungan bulan. Bank-bank yang punya kewajiban dalam dolar tapi pendapatan dalam rupiah neraca mereka hancur. BCA dilanda bank run. Cabang-cabang penuh antrian. ATM kehabisan uang. Semua orang panik menarik tabungan sebelum banknya bangkrut. BCA di ujung tanduk. Pemerintah tidak bisa diam. BCA terlalu besar untuk dibiarkan jatuh to big to fail. Kalau BCA runtuh efek dominonya bisa menghancurkan seluruh sistem perbankan Indonesia. Maka masuklah BLBI Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Dana talangan pemerintah senilai total sekitar Rp147 triliun untuk menyelamatkan bank-bank yang nyaris bangkrut termasuk BCA. BLBI penyelamat atau mega korupsi? Ini adalah bab paling kontroversial dalam sejarah BCA. Secara resmi BLBI adalah dana darurat untuk stabilisasi sistem perbankan. Dan dalam konteks krisis saat itu tanpa BLBI sistem perbankan Indonesia kemungkinan besar benar-benar lumpuh. Tapi BPK menemukan banyak kejanggalan. Audit menunjukkan indikasi penyimpangan yang masif ada dugaan dana talangan tidak sepenuhnya digunakan untuk stabilisasi, melainkan untuk spekulasi valas, membayar utang konglomerat, atau dialihkan ke pihak lain. Untuk kasus spesifik BCA penyimpangan yang sama belum terbukti secara hukum di pengadilan. Tapi narasi bahwa uang rakyat disalahgunakan lewat BLBI tetap menjadi luka yang tidak sembuh sampai hari ini. Dari tangan negara kembali ke Salim dan ini yang kontroversial: Tahun 1998 pemerintah lewat BPPN mengambil alih BCA karena situasi darurat. Tahun 2002 kepemilikan mayoritas BCA dilepas ke pihak swasta melalui Farindo Investment. Yang kemudian diketahui merupakan entitas yang mewakili kepentingan Anthony Salim putra dari Liem Sioe Liong. Singkatnya: BCA diselamatkan oleh uang rakyat lewat BLBI lalu beberapa tahun kemudian dikembalikan ke keluarga yang sama yang dulu menguasainya. Langkah ini kontroversial. Tapi secara finansial dianggap berhasil karena negara berhasil mendapatkan kembali sebagian besar dana talangan yang pernah dikeluarkan. Kebangkitan BCA dan ini yang membuat mereka menjadi apa yang sekarang: Di bawah kepemimpinan baru pasca-krisis BCA melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan kebanyakan bank lain. Mereka tidak mengejar kredit jumbo ke korporasi besar yang berisiko tinggi. Sebaliknya BCA memusatkan strategi pada retail dan UKM. Transaksi harian masyarakat gaji, belanja, bayar tagihan, cicilan kecil menjadi pasar utama. Strategi ini menghasilkan CASA atau Current Account Saving Account yang mengalir stabil fondasi likuiditas yang luar biasa kuat dan murah. Inovasi terus berjalan: ATM yang terus diperluas, KlikBCA, mobile banking, sistem backend yang andal dan jarang bermasalah. Bukan hanya tampilan yang keren tapi mesinnya benar-benar solid. Dan ada satu hal yang lebih berharga dari semua inovasi itu: reputasi yang dibangun dari krisis 1998. Fakta bahwa BCA bisa selamat dari krisis terburuk dalam sejarah perbankan Indonesia dan uang nasabah tetap aman menjadi iklan gratis yang tidak bisa dibeli dengan uang berapa pun. BCA keluar dari krisis sebagai bank yang lebih kuat, lebih disiplin, dan lebih dipercaya dari sebelumnya. Sekarang wacana pemerintah ambil alih 51% saham BCA: Ini adalah pertanyaan yang sedang ramai dibicarakan. Dan jawabannya tidak sederhana. Dari sisi internal BCA risikonya sangat nyata: BCA selama ini dikenal lincah, efisien, dan fokus pada kepuasan nasabah. Keputusan bisa dibuat cepat karena tidak perlu birokrasi berlapis. Kalau 51% sahamnya dipegang pemerintah risiko pertama adalah birokratisasi. Keputusan yang biasanya cepat bisa tertahan karena harus menunggu persetujuan pejabat atau regulasi tambahan. Risiko kedua: pergeseran strategi. Yang tadinya fokus pada layanan transaksi harian dan pembiayaan UKM yang menghasilkan profit sehat bisa bergeser ke program pemerintah seperti penyaluran KUR dalam jumlah besar. Kalau disalurkan tanpa seleksi ketat kredit macet naik kinerja bank turun Angka-angka kebanggaan investor seperti ROE dan BOPO bisa tertekan. Dan investor tahu cara membaca angka-angka itu. Dari sisi nasabah: Jangka pendek tidak perlu panik. Uang tetap aman karena ada LPS. Layanan tidak akan berubah dalam semalam. Tapi jangka panjang bisa terasa bedanya. Inovasi digital yang selama ini jadi keunggulan BCA bisa melambat. Pelayanan yang terkenal ramah dan cepat berisiko menurun kalau birokrasi terlalu banyak campur tangan. Dari sisi pasar modal dan sinyal ke investor asing: Ini yang paling berbahaya. BCA adalah bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Kalau tiba-tiba diambil alih pemerintah sinyal yang dikirim ke investor global sangat jelas: di Indonesia, perusahaan swasta yang sudah sehat dan berjalan baik pun bisa diambil alih negara kapan saja. Konsekuensinya: capital outflow. Modal asing kabur. Kepercayaan terhadap iklim investasi Indonesia turun drastis. Dan soal uangnya ini yang paling kritis: Untuk mengambil alih 51% saham BCA pemerintah butuh ratusan triliun rupiah. Nilainya fantastis. Pertanyaan yang harus dijawab dengan jujur: apakah lebih worth it menggunakan ratusan triliun uang rakyat untuk membeli saham bank yang sudah sehat dan jalan sendiri atau menggunakan uang itu untuk infrastruktur, sekolah, rumah sakit, dan listrik di desa? BCA sudah menghasilkan keuntungan sendiri. BCA sudah berinovasi sendiri. BCA sudah melayani jutaan nasabah dengan sangat baik tanpa perlu intervensi negara. Pelajaran terbesar dari perjalanan panjang BCA: Di dunia perbankan kepercayaan adalah segalanya. Dan kepercayaan tidak bisa dibeli dengan iklan atau jargon manis. BCA membuktikan ini dengan cara paling keras: mereka jatuh ke titik paling rendah di 1998 tapi justru dari sana mereka membuktikan bahwa uang nasabah benar-benar aman di tangan mereka. Dan dari pembuktian itu lahir loyalitas yang tidak bisa digoyahkan. Kepercayaan yang sudah dibangun selama puluhan tahun dengan track record yang konsisten adalah aset yang jauh lebih berharga dari gedung, teknologi, atau bahkan laba. Dan itulah yang paling berisiko hilang kalau BCA berubah dari bank swasta yang efisien menjadi BUMN yang birokratis. Wacana pengambilalihan 51% saham BCA oleh negara terdengar nasionalistis. Tapi kalau dikaji lebih dalam — risikonya sangat besar dan manfaatnya sangat tidak jelas. BCA bukan perusahaan yang sedang bermasalah yang perlu diselamatkan negara. BCA adalah bank yang sudah sehat, efisien, inovatif, dan menghasilkan keuntungan tanpa perlu intervensi pemerintah. Mengambil alih yang sudah berjalan baik bukan nasionalisme. Itu adalah intervensi yang bisa merusak sesuatu yang sudah bekerja dengan sangat baik. Dan sejarah sudah pernah membuktikan sekali ketika BCA di bawah kendali negara di 1998 yang terjadi adalah restrukturisasi darurat yang penuh kontroversi, bukan bank yang semakin sehat.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
32
74
275
28.2K
kaza retweetledi
Anu
Anu@SosmedAnu·
Anu tweet media
ZXX
199
1.4K
46.4K
1.5M
kaza retweetledi
szzzh
szzzh@konglostocks·
Sini sini aku jelasin pake bahasa sederhana buat yang belum paham Kenapa ini menjadi trigger warning buat perekonomian Indonesia? Just simple Perbankan itu masih jadi salah satu big caps di Indonesia, artinya kalau sektor utamanya aja carut marut begini artinya trust investor ke pasar modal dalam sentimen negatif. Setelah bulan lalu IHSG koreksi karena perang USA & Iran hari ini IHSG memerah karena nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dollar
@buywle

Hancur sudah semua mimpi dan harapan

Indonesia
114
6.1K
22K
930.5K
kaza retweetledi
vyooo
vyooo@vyowiz_·
Nemu kata kata cantik banget dan MasyaAllah : "Kenapa kita butuh sholat 5 kali sehari ? Karena tak ada satu pun di dunia ini yang rela bertemu denganmu lima kali sehari, dalam keadaan senang, sedih, susah, patah hati atau kuat, kecuali Allah." Such a beautiful reminder 🥺
Indonesia
26
7.3K
20.7K
225.4K
kaza retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini baru keluar dan gue rasa ini salah satu berita paling penting soal MBG yang perlu semua orang tahu. BGN beli 21.000 motor listrik untuk program MBG. Tanpa laporan ke DPR. Tanpa persetujuan Kemenkeu. Dan kantornya distributor motor itu belum jadi. Baca lagi. Kantornya belum jadi. Tapi motornya sudah ada di Indonesia. Kronologi yang perlu lo tahu: 2025 Menkeu Purbaya sudah menolak pengadaan motor listrik ini. Secara resmi. Diblokir. 2026 BGN tetap beli. 21.000 unit. Sudah masuk ke Indonesia. Komisi IX DPR tidak pernah dikonsultasi. Tidak pernah dapat laporan. Tidak pernah diminta persetujuan. Kalau disampaikan ke kami di sini, pasti akan kami tolak, kata Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris. Dan ini yang paling bikin gue speechless. Charles bilang dia nonton video dari salah satu media dan yang dia lihat adalah: kantor distributor motor listrik itu belum selesai dibangun. Tapi di dalamnya sudah disiapkan satu SPPG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang akan beroperasi di sana. Terjemahannya: motor sudah dibeli, distributor sudah ditunjuk, l okasi SPPG sudah disiapkan semua sebelum kantornya selesai dibangun. Something fishy, kata Charles. Dan gue setuju. Pertanyaan yang harus dijawab: Satu siapa yang beli? BGN beli 21.000 unit motor listrik. Dari merek apa? Importir mana? Harganya berapa per unit? Total anggarannya berapa? Dua dari anggaran mana? Kalau Kemenkeu sudah blokir di 2025 dari mana uangnya keluar di 2026? Ada pos anggaran yang tidak terpantau? Tiga siapa distributornya? Kantornya belum jadi tapi sudah jadi distributor resmi pengadaan pemerintah itu bisa terjadi hanya kalau ada yang melindungi di belakang. Empat kenapa motor listrik untuk program makan bergizi gratis? SPPG adalah satuan dapur kepala dapurnya butuh motor untuk apa? Untuk koordinasi antar lokasi? Oke, mungkin. Tapi 21.000 unit? Tanpa laporan ke DPR? Ini bukan soal motor listriknya. Ini soal tata kelola yang berantakan dari program yang anggarannya Rp71 triliun per tahun. Kalau pengadaan motor saja bisa bypass Kemenkeu, bypass DPR, masuk diam-diam, dan kantornya belum jadi apa lagi yang bisa bypass dengan cara yang sama? Dan ini yang paling menyakitkan: Program MBG lahir dari niat mulia memberi makan anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi. Itu niat yang tidak bisa diperdebatkan kebenarannya. Tapi niat mulia yang dieksekusi dengan tata kelola yang kotor ujungnya bukan anak-anak yang kenyang. Ujungnya distributor motor yang belum punya kantor yang panen. Dan yang rugi? Sama seperti biasa. Rakyat yang bayar pajak. Dan anak-anak yang harusnya dapat makan bergizi tapi anggaran programnya habis di jalan. Senin 13 April 2026 BGN dipanggil Komisi IX DPR. Dan gue harap DPR kali ini tidak cuma memanggil tapi benar-benar minta jawaban yang konkret dan transparan. Karena kalau rapat Senin itu berakhir dengan jawaban normatif dan tidak ada yang dipecat atau diselidiki berarti kita semua tahu ceritanya akan ke mana.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.1K
15.8K
31.4K
1.3M
kaza retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Ferry Irwandi baru ngomong sesuatu yang gua rasa perlu banget didengar terutama buat kalian yang lagi bingung ngejar apa di hidup ini. Ferry bilang hal yang bikin gua mikir keras. Worst advice yang pernah dia terima katanya adalah "keluarlah dari zona nyaman." Dan ini bukan sekadar kontra-narasi biar kelihatan beda ini ada logikanya yang sangat solid. Pikirin deh. Berapa banyak dari kita yang sebenernya hidupnya belum nyaman sama sekali masih struggle bayar kosan, masih bingung soal kerjaan, masih ngerasa stuck tapi tiap hari dibombardir sama quote "keluar dari zona nyaman"? Zona nyaman mana yang mau dikeluar-keluarin kalau nyamannya aja belum ketemu? Ferry bilang yang bener itu bukan "keluar dari zona nyaman" tapi "temuin dulu kenyamanan lo." Karena kalau lo sekarang stuck, bosen, ngerasa terbelenggu itu bukan zona nyaman. Itu zona ketidaknyamanan yang lo toleransi terlalu lama. Dan yang perlu lo lakukan bukan keluar dari situ dengan cara dramatis tapi sadar bahwa lo emang belum nyaman dan mulai cari kenyamanan yang sebenarnya. Ini juga nyambung sama keputusan Ferry keluar dari PNS Kementerian Keuangan. Orang dari luar bilang "wah berani banget keluar dari zona nyaman." Padahal menurut Ferry sendiri dia keluar justru karena tidak nyaman. Conflict of interest antara pekerjaannya dan kontennya makin besar, dan bertahan berarti memaksakan diri di situasi yang makin lama makin tidak sehat buat dirinya. Dan yang paling gua respect dari Ferry adalah cara dia ngambil keputusan besar itu. Bukan impulsif, bukan ikut-ikutan tren quit your job yang viral di TikTok. Dia hitung dua tahun sambil jalan bareng income dari konten sudah stabil belum, pivot-nya ke mana, cost benefit analysis-nya gimana, konsultasi sama orang tua, konsultasi sama istri. Baru keluar dengan kepala dingin dan hati yang tenang. Intinya guys hidup bukan tentang seberapa dramatis lo berani ambil risiko. Hidup tentang seberapa jelas lo tahu apa yang beneran bikin lo nyaman dan seberapa terukur langkah lo untuk sampai ke sana. Keberanian bukan berarti loncat tanpa perhitungan keberanian adalah tetap melangkah meski sudah hitung semua risikonya dan tetap milih jalan yang paling masuk akal buat hidup lo.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
24
581
2.8K
128.4K
kaza retweetledi
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
Kamis nyepi Jumat muhammadiyah Sabtu NU Minggu kebaktian (gereja) Senin MBG 💚
Indonesia
495
7.4K
52.3K
778.3K
kaza retweetledi
Han🍀
Han🍀@0xhanyfa·
PERNAH NGGAK DIBILANG, “LO KELIATAN LEBIH MUDA DARI UMUR ASLINYA? ” itu bukan cuma soal kulit atau genetik. Bisa jadi itu...
Indonesia
428
5.8K
29.5K
1.3M
kaza retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys gw mau cerita tentang sesuatu yang jarang dibahas secara serius. BJ Habibie menjabat presiden cuma 17 bulan. Dan banyak orang mengenang dia cuma sebagai ilmuwan pesawat terbang yang romantis sama Ainun. Padahal dia melakukan sesuatu yang secara ekonomi hampir tidak masuk akal. Waktu Habibie naik jadi presiden Mei 1998 kondisi Indonesia sudah dalam kondisi kritis total. Rupiah di angka Rp16.800 per dolar. Seperempat rakyat Indonesia di bawah garis kemiskinan. Bank-bank kolaps. Orang antri panjang untuk tarik uang karena takut banknya tutup besok. Perusahaan-perusahaan bangkrut karena utang dolarnya tiba-tiba membengkak seiring rupiah jatuh. Dan dunia internasional tidak percaya sama Indonesia sama sekali. Dalam 17 bulan Habibie balik rupiah dari Rp16.800 ke Rp7.000-an. Hampir setengahnya. Dalam waktu kurang dari dua tahun. Gimana caranya? Pertama dia beresin perbankan duluan. Karena dia paham tidak ada kepercayaan ekonomi yang bisa dibangun kalau sistemnya sakit. Bank-bank yang masih bisa diselamatkan direstrukturisasi. Yang sudah terlalu parah ditutup. Dan dari proses ini lahir Bank Mandiri gabungan empat bank pemerintah bermasalah yang sekarang jadi salah satu bank terbesar Indonesia. BCA juga diselamatkan di era ini sebelum akhirnya dibeli konsorsium yang di dalamnya ada Grup Djarum. Kedua dia pisahkan Bank Indonesia dari pemerintah. Ini krusial. Karena selama BI masih bisa disetir presiden investor asing tidak akan percaya bahwa kebijakan moneter Indonesia itu serius dan independen. Habibie undangkan itu tahun 1999. Untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia bank sentral benar-benar independen secara hukum. Ketiga dia negosiasi dengan IMF dan dapat pinjaman 43 miliar dolar. Tapi yang menarik dia tidak sepenuhnya nurut sama IMF. IMF minta subsidi BBM dan listrik dicabut. Habibie menolak tegas. Alasannya sederhana di tengah krisis yang sudah sepedas ini, kalau subsidi dicabut sekarang yang hancur adalah daya beli rakyat paling bawah. Dan tanpa daya beli ekonomi tidak akan pulih dari akar rumput. Itu keputusan yang butuh nyali. Karena menolak syarat IMF waktu itu bukan hal yang gampang secara politik. Keempat dia stabilkan politik. Karena investor asing tidak akan masuk ke negara yang kondisi politiknya kacau. Habibie bebasan pers. Izinkan pemilu 1999. Lahirkan undang-undang partai politik yang mengakhiri monopoli Golkar selama 32 tahun. Dan kelima dia selamatkan sektor swasta strategis. Astra hampir kolaps waktu itu karena beban utang dolar yang membengkak. Sinar Mas juga sama. Habibie intervensi lewat BPPN dan program restrukturisasi utang. Perusahaan-perusahaan itu berhasil diselamatkan dan sekarang masih jadi pemain besar di ekonomi Indonesia. Dan utang IMF yang dia ambil itu lunas lebih cepat dari jadwal. Dilunasi di era SBY tahun 2006. Gw cerita ini bukan untuk nostalgia. Tapi karena sekarang rupiah lagi di Rp17.000-an. Defisit APBN hampir jebol. Harga minyak naik karena perang Iran. Dan banyak orang bingung mau pegang apa. Habibie membuktikan bahwa kondisi yang kelihatannya tidak mungkin diperbaiki bisa diperbaiki. Tapi dengan syarat keputusannya diambil berdasarkan data dan logika. Bukan gengsi. Bukan pencitraan. Bukan ketakutan dikritik. Dan yang paling penting dia tahu mana yang harus diselesaikan duluan sebelum yang lain.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
299
4.5K
11K
236.4K
kaza retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys Prabowo baru saja digugat di PTUN Jakarta. Bukan oleh partai oposisi. Bukan oleh politisi. Tapi oleh koalisi masyarakat sipil CELIOS, AJI, WALHI, Indonesia for Global Justice, dan beberapa organisasi lainnya. Gugatannya soal apa? Perjanjian dagang Indonesia-Amerika yang Prabowo tanda tangani tanggal 19 Februari 2026 tanpa persetujuan DPR. Tanpa partisipasi publik yang bermakna. Namanya Agreement on Reciprocal Trade atau ART. Dan ini bukan gugatan receh. Pasal yang dilanggar sudah jelas. Pasal 11 UUD 1945 presiden mau bikin perjanjian internasional soal perdamaian, perang, atau perdagangan harus minta persetujuan DPR dulu. UU Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional pasal 2 dan 10 juga dilanggar. Sebelum gugatan ini masuk CELIOS sudah kirim surat keberatan resmi ke Presiden tanggal 23 Februari. Berdasarkan undang-undang Presiden punya 10 hari kerja untuk merespons. Batas waktunya 9 Maret 2026. Tidak ada respons. Tidak ada tanggapan. Tidak ada tindakan apapun. Diam total. Dan diam itu dalam hukum administrasi negara — bukan berarti tidak ada masalah. Justru sebaliknya. Diam itu memperkuat landasan gugatan. Dua hari setelah batas waktu habis gugatan resmi didaftarkan ke PTUN Jakarta. Koalisi juga minta provisi agar PTUN menunda pelaksanaan ART selama proses sidang berlangsung sampai ada putusan berkekuatan hukum tetap. Bhima Yudhistira dari CELIOS bilang sesuatu yang perlu digarisbawahi. ART bukan perjanjian dagang biasa. Ini perjanjian yang secara fundamental mengubah arah kebijakan ekonomi Indonesia dari kedaulatan nasional menuju ketergantungan struktural pada kepentingan Amerika Serikat. Dan ini perlu dikaitkan dengan yang sudah gw bahas sebelumnya. Mahkamah Agung Amerika sendiri sudah memutuskan bahwa Trump tidak berwenang menentukan tarif dagang tanpa persetujuan Senat. Artinya fondasi hukum dari sisi Amerika juga bermasalah. Malaysia sudah batalkan perjanjian serupa setelah putusan itu keluar. Bilang terang-terangan — perjanjiannya tidak ada lagi. Dan sekarang Indonesia punya dua masalah sekaligus. Dari dalam perjanjian ditanda tangani tanpa prosedur konstitusional yang benar. Digugat di PTUN oleh masyarakat sipil. Dari luar fondasi hukum perjanjian itu dari sisi Amerika juga sudah digugurkan pengadilannya sendiri. Perjanjian yang dari dua sisi hukumnya bermasalah. Dan tidak ada satu pun penjelasan publik yang transparan dari pemerintah soal manfaat konkretnya bagi rakyat Indonesia. Feri Amsari sudah bilang ini dari awal kalau presiden tidak patuh konstitusinya sendiri dan tidak ada yang bisa mengawasi karena DPR koalisinya satu suara yang hilang bukan sekadar prosedur. Yang hilang adalah jaminan bahwa keputusan sebesar ini diambil dengan akuntabilitas yang seharusnya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
544
11.3K
27.9K
589.6K
kaza retweetledi
unmag
unmag@unmagnetism·
sahur terakhir🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹 semoga kita semua ketemu ramadan lagi tahun depan🥹🥹🥹🥹
Indonesia
436
8K
29.6K
358.9K
kaza retweetledi
miw.
miw.@lilaccountz·
masjid nabawi saking fullnya, ada temen kakak gue yg lg itikaf disana ga keluar keluar masjid udh 3 hari. karena sekali keluar, belum tentu bisa dapet shaf di dalem masjid lagi😭 “emang ga mandi?” di dalem tuh full ac guys. dinginnnn. “makannya gimana?” saking berlimpahnya makanan disana (since bulan ramadhan semua org berlomba lomba untuk sodaqoh ngasih makanan utk buka puasa), sampe sampe gaperlu lg makan karena dari buka-sahur full makanan + air zam zam 24/7 selalu ada. the real itikaf😭☝️✨
إمارة منطقة المدينة المنورة@imarat_almadina

توافد جموع المصلين إلى #المسجد_النبوي قبل صلاة المغرب، ليلة 29، في أجواء إيمانية مفعمة بالخشوع والسكينة.

Indonesia
208
3.2K
29.1K
985.9K
kaza retweetledi
Bad Run
Bad Run@siolleeee·
3 Film ini bisa mengubah cara saya melihat hidup. Btw nomer 1 paling favorite.
Bad Run tweet media
Indonesia
49
395
1.9K
144.9K
kaza retweetledi
Afrizal Rizal
Afrizal Rizal@zein_7770·
Ibadah terpanjang itu bukan hanya pernikahan, tapi berbaik sangka pada Takdir Allah
Balikpapan Tengah, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
64
16.7K
40K
1.2M