కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ
7.9K posts

కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ
@warenkbae
Manunggaling kawula GUSTI
purwokerto Katılım Ekim 2021
6.7K Takip Edilen1.7K Takipçiler
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi

BREAKING: SKANDAL HUKUM INDRAMAYU! KAKI TERDAKWA DIPATAHKAN POLISI, JPU TAKUT HADIRKAN SAKSI KUNCI! 😱
"Saya bukan pembunuh, kaki saya sengaja dipatahkan biar mengaku!"
Itulah teriakan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan 1 keluarga di Paoman, Indramayu. Sambil merangkul wartawan—karena kakinya sudah hancur—Ririn membongkar konspirasi keji yang menghentakkan nurani.
YANG MEMBUAT BANYAK ORSNG TERBELALAK:
1. Sadisnya "Pengakuan" Palsu
Polres Indramayu diduga mematahkan kaki Ririn agar mengaku sebagai pembunuh. Padahal saat pembantaian terjadi, Ririn TIDAK ADA DI TKP. Sidik jarinya ada karena ia bertamu sebelum & sesudah kejadian—bukan saat eksekusi.
2. JPU Kabarkan Ketakutan
Saksi kunci, Priyo Bagus Setiawan, keburu buka suara: Pelaku sesungguhnya adalah Hardi & Yoga, otaknya Aman Yani (motif utang Rp120 juta). Namun Jaksa Penuntut Umum TIDAK MAU menghadirkan Priyo di persidangan. Alasannya? Takut kebongkar bahwa Ririn hanyalah korban salah tangkap!
3. Ironi Mencari Keadilan
Ririn sampai merangkak ke wartawan karena suaranya berusaha dibungkam. Kakinya patah, jiwanya terluka, tapi semangatnya membakar. Ia berani melawan meski tubuhnya hancur.
4. Ancaman Besar:
Jika pria tak bersalah ini dipenjara, maka pembunuh asli masih bebas. Bayangkan, keluarga korban pun tak dapat keadilan sejati.
PERTANYAAN BESARNYA UNTUK POLRES INDRAMAYU & JPU:
"Jika dakwaan Anda benar dan bukti kuat, kenapa takut menghadirkan saksi kunci? Hadirkan Priyo! Biar terang benderang!"
Ririn bukan pembunuh.
Dia hanya tamu yang salah waktu.
Dan kakinya dibayar dengan harga yang terlalu mahal.
Jangan biarkan orang tak bersalah membusuk di penjara sementara para pembunuh sejati tersenyum bebas!
Indramayu butuh jawaban, bukan luka lagi!
Indonesia
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi

Aksi damai mahasiswa di Jayapura pada 27 April 2026 berujung pembubaran oleh aparat. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius tentang ruang kebebasan berpendapat di Indonesia.
Mahasiswa sebelumnya telah menyampaikan pemberitahuan aksi dan menegaskan tujuan mereka: menyuarakan keprihatinan atas situasi kemanusiaan di Papua. Namun, respons di lapangan justru diwarnai tindakan represif dan penangkapan.
Indonesia
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi

Korban lakalantas warga kurang mampu dikibuli @polsek_tallo_08 katanya disuruh nunggu di RS, sudah ditunggu malah anggota nggak ada yang datang dan berujung disuruh lapor ke lantas @polrestabes_makassar usai lapor lantas katanya bukan tugasnya Usai berbagai drama, laporan malah ditulis kecelakaan tunggal, padahal kelalaian dari salahsatu karyawan expedisi.
Indonesia
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi

Bapak ini harus viral, bayangin guru honorer gaji 2juta harus ngayuh sepeda dari Jakbar - Jakut setiap hari demi mengajar karena motornya hilang
🎥: Kompas.com
Indonesia
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi

KALIAN LUAR BIASA!!!
"Berbangga hatilah kalian wahai para orang tua murid & guru yg telah sukses mendidik mereka menjadi anak-anak yg keren!
Dan berbahagialah kalian yg hidupnya banyak dikelilingi oleh orang-orang yg baik!"
#Ngik
Indonesia
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi
కꪊᩏꪹỉꫝ ꪖᦔỉ retweetledi
























