Felly 🌺

7.6K posts

Felly 🌺 banner
Felly 🌺

Felly 🌺

@widiyaleee

No matter, If you Love me or hate me

Katılım Temmuz 2019
59 Takip Edilen67 Takipçiler
Felly 🌺 retweetledi
GENDOET_DJAYENK
GENDOET_DJAYENK@Gendoet3G·
Prabowo: "Kalau mau kabur, kabur aja!" Netizen: Bro, lo yang dulu kabur duluan 1998 sampe 20 tahun di luar negeri. Balik pas udah aman, langsung jadi presiden, trus nyuruh orang kabur.
GENDOET_DJAYENK tweet media
Indonesia
149
2.3K
7.3K
133K
Felly 🌺 retweetledi
Handoko Tjung
Handoko Tjung@handokotjung·
“Hae orang-orang pinter. Bukalah. Buka berita.” The berita:
Handoko Tjung tweet mediaHandoko Tjung tweet media
Indonesia
137
6.3K
12.7K
175.5K
Felly 🌺 retweetledi
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Cuma mau kasih tau: 💵 Dolar AS tembus Rp 17.360 📅 17 Juli jatuh tempo utang Rp 833 T 🏦 Total utang Rp 9.658 T 💰 Bunga utang Rp 599 T 📉 IHSG anjlok ke 7.129 🏭 Harga plastik naik 50% 🔥 Gas LPG non-subsidi naik 18% ⛽ BBM non-subsidi naik 40–60% Stay strong WNI cc: Threads
Indonesia
177
9.2K
20.9K
242.3K
Felly 🌺 retweetledi
¥@N'$
¥@N'$@yaniarsim·
Cuma mau kasih tau : Dollar 17.300 Utang jatuh tempo 833 T Total utang 9.658 T Bunga utang 599 T IHSG anjlok ke 7.129 LPG non subsidi naik 18% BBM non subsidi naik 40-60% Hidup WNI 🇲🇨
¥@N'$ tweet media
Indonesia
149
2.3K
6.6K
96.3K
Felly 🌺 retweetledi
Novie Anwar
Novie Anwar@BarisanOpOsisi·
Pemimpin yang bodoh lahir dari tangan pemilih yang bodoh. (Jenderal Besar Soedirman) Akhir zaman kekuasaan dipegang oleh orang2 bodoh dan zalim. #RipIndonesiaKu
Novie Anwar tweet media
Semplak 1, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
84
3.2K
6.2K
50.1K
Felly 🌺 retweetledi
Fiersa Besari
Fiersa Besari@FiersaBesari·
Negara dirusak secara sistematis, dan kita cuma bisa menonton
Indonesia
788
18.8K
45.3K
850.1K
Felly 🌺 retweetledi
Rani Kancana 🍉
Rani Kancana 🍉@RaniKancana·
Indonesia itu dirusak bukan oleh generasi muda. Tapi oleh generasi tua nya.
Indonesia
362
17.3K
48.8K
605.5K
Felly 🌺 retweetledi
The Reds Indonesia
The Reds Indonesia@The_RedsIndo·
Prabowo ini bikin semua presiden pendahulunya jadinya terlihat bener kerjanya. SBY itu nilainya 3/10, Jokowi 2/10 tapi Prabowo ini beneran 0/10. Nepotismenya gila. Temennya ditunjuk jadi Menhan yang ngurusin koperasi. Ajudannya dijadiiin Seskab. Adiknya dikasih jabatan multifungsi. Ponakannya dikasih Deputi BI. Ekonomi lagi ambruk-ambruknya tapi presidennya macem gini. Hancur total.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Prabowo tunjuk adiknya, Hashim Djojohadikusumo, sebagai Ketua Satgas Taman Nasional

Indonesia
857
24.3K
61.9K
1.6M
Felly 🌺 retweetledi
Raden Nuh
Raden Nuh@RADEN_NUH_·
Nyesaaaaaak bos ! Stop foya2 keluar negeri Rampingkan kabinet, pecat 50 % menteri/ pejabat tinggi Stop MBG goblok itu Tarik kembali uang pajak rakyat di Danantara Hentikan kekuasaan dayang2 SPRI
Raden Nuh tweet media
Indonesia
330
5.8K
16.1K
227.5K
Felly 🌺 retweetledi
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Rangkuman berita hari hari ini 1. Purbaya bilang kita masuk mode survival 2. Prabowo ke Perancis lagi 3. Jenderal jenderal Purnawirawan TNI di undang ke istana 4. TNI latihan tembak rudal di Karimun Jawa. 5. Rupiah melemah 6. Asing banyak keluar dari saham big Banks. Why? Ada apa ini pak gatot? Kita mau perang di Malaka? AS mau blokade kapal kapal China di Malaka? Atau apa pak Gatot?
Indonesia
117
4.4K
20.6K
525.3K
Felly 🌺 retweetledi
Wakgim
Wakgim@gimbot75·
Bang feri ini ya kalo ngomong suka ceplas ceplos gini, gak takut apa ya?
Wakgim tweet media
Indonesia
260
10.6K
36.6K
380.7K
Felly 🌺 retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
419
20.8K
51.7K
1.3M
Felly 🌺 retweetledi
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Gila sih ini ekonomi parah banget, kurs dollar udh 17.300, IHSG turun ke 7rban.. harga semua naik dan ngerasa kok pemerintah seperti diam aja... merasa semua baik baik saja Apa gw doang yg merasa begini ya??
Indonesia
180
2.6K
9.3K
163.6K
Felly 🌺 retweetledi
Leony
Leony@leony_ip·
Gmn kl ternyata doi bukan saking cinta sm Indo, tp saking bencinya jd rela nyapres berkali-kali buat hancurin ni negara wkwk
Indonesia
73
6.7K
39.9K
575.9K
Felly 🌺 retweetledi
| A K |
| A K |@__AnakKolong·
Situasinya sdh mulai mirip "anomali" jelang 98. Semakin salah kelola, ya tinggal menunggu ledakannya. JANGAN KABUR KE YORDANIA LAGI YA.
Indonesia
348
7.6K
33.9K
493.3K
Felly 🌺 retweetledi
飞 #1312
飞 #1312@itsquaileggs·
Warga usulkan pejabat dihukum pancung jika terjadi kebocoran data.
Jejak digital.@ARSIPAJA

Indonesia
108
18.7K
52.2K
677.8K
Felly 🌺 retweetledi
¥@N'$
¥@N'$@yaniarsim·
Aksi Kamisan 23/4/2026 Musuh kita adalah "Prabowo - Gibran"
Indonesia
104
2.5K
8.5K
54.5K
Felly 🌺 retweetledi
salam4jari
salam4jari@salam4jari·
Siapa bilang Indonesia nggak darurat demokrasi?
salam4jari tweet media
Indonesia
48
7.2K
15.9K
148.3K