Johan Woda

224.2K posts

Johan Woda

Johan Woda

@woda_johan

BERJUANG DEMI NKRI

Katılım Aralık 2020
4.2K Takip Edilen4.3K Takipçiler
Johan Woda retweetledi
herwin
herwin@bangherwin·
Danantara mulai diyakini jadi salah satu penyebab seretnya perputaran uang di level masyarakat menengah bawah. Keuntungan BUMN yang dulu lebih banyak beredar ke pasar, sekarang justru ditampung untuk ekspansi investasi. Uang tetap ada. Tapi muternya bukan di kantong rakyat.
Indonesia
35
284
627
24.6K
Johan Woda retweetledi
Opposisi6890
Opposisi6890@Opposisi6890·
Jika nadiem Makarim dianggap telah merugikan negara, apa kabar perusak negara ini @jokowi
Opposisi6890 tweet media
Indonesia
204
3.5K
8.1K
88.4K
Johan Woda retweetledi
Anak ogi
Anak ogi@Anak__Ogi·
Byk yg bilang Ahok itu dipenjara Krn dia China dan minoritas, pdhl bukan tapi karna dia jujur dan bangun sistem yg transparan. Nadiem buktinya. Dia Islam dan keturunan Arab, tapi dipenjara juga Krn dia Jujur dan bangun sistem yg transparan. Intinya semakin kalian jujur, idenya bikin banyak keran yg ditutup krn pengadaan2 ga penting, istilah Ahok dulu dana siluman dll maka siap2 disingkirkan dan dihancurkan agar ga ada lagi orang seperti kalian yg berani masuk ke pemerintahan. Dan yg terakhir klo sistem pemerintahan atau pendidikan makin bagus maka para bajingan ga bisa ngatur negara dan rakyat lagi, betul ga? Makanya jgn diam.
Anak ogi@Anak__Ogi

MENGAPA NADIEM HARUS di-KPK-kan Namaku Kandilo’. Guru biasa. Mengajar di sekolah kecil di pelosok Toraja. Sekolah yang kalau hujan deras, suara seng atap lebih nyaring daripada suara guru di kelas. Kadang listrik mati. Kadang sinyal hilang. Kadang kapur tulis habis sebelum bulan berganti. Saya sudah lama jadi guru. Sudah melihat banyak menteri pendidikan datang dan pergi. Ganti kurikulum. Ganti istilah. Ganti slogan. Tapi di sekolah kami, sering kali yang berubah hanya spanduk di dinding kantor. Dulu kami di kampung terbiasa pasrah. Dana sekolah datang entah kapan. Barang datang entah dari mana. Kadang jumlahnya tidak sesuai cerita di atas. Kepala sekolah bingung. Guru bingung. Orang tua murid lebih bingung lagi. Tapi semua dianggap biasa. “Memang begitu dari dulu.” Lalu datang era Nadiem Makarim. Awalnya saya juga ragu. Anak muda kota. Bekas pengusaha. Apa dia tahu susahnya sekolah di gunung? Apa dia pernah lihat murid jalan kaki satu jam hanya untuk belajar? Ternyata ada yang berubah pelan-pelan. Bukan gedung mewah. Bukan pidato besar. Tapi sistem mulai terbuka. Kami mulai bisa melihat data. Dana BOS mulai lebih jelas. Penggunaan anggaran lebih ketat. Banyak hal mulai masuk aplikasi. Awalnya kami para guru tua mengeluh. Ribet. Susah. Belajar lagi. Tapi lama-lama kami sadar: justru karena semuanya tercatat, orang mulai sulit bermain-main. Dulu kalau ada barang datang ke sekolah, kami hanya tanda tangan. Tidak tahu harga sebenarnya. Tidak tahu prosesnya bagaimana. Sekarang semuanya punya jejak. Ada laporan. Ada pengawasan. Ada transparansi. Pelan-pelan budaya takut mulai pindah. Bukan guru yang takut. Tapi mereka yang selama ini nyaman di ruang gelap. Saya ingat pertama kali sekolah kami dapat perangkat digital. Anak-anak kampung senangnya bukan main. Mereka pegang laptop seperti memegang jendela ke dunia lain. Ada muridku yang pertama kali melihat peta dunia bergerak di layar. Matanya berbinar. Saya masih ingat itu. Memang tidak semua berjalan mulus. Internet kami sering hilang. Guru-guru banyak yang belum siap. Tapi setidaknya ada usaha bergerak maju. Ada rasa bahwa sekolah kampung juga diperhatikan. Bahwa anak-anak desa juga punya hak mengenal dunia digital. Sayangnya, perubahan selalu punya musuh. Semakin sistem terbuka, semakin banyak orang gelisah. Saya ini cuma guru kampung. Tapi saya tahu satu hal: orang yang hidup dari sistem yang kacau pasti tidak suka kalau semuanya jadi transparan. Sebab kalau semua terang, permainan jadi sulit. Makanya saya sedih melihat Nadiem Makarim seperti diburu habis-habisan. Seolah-olah semua yang ia lakukan salah. Padahal kami di bawah ini merasakan sendiri ada sesuatu yang mulai berubah. Tidak sempurna, iya. Tapi bergerak. Yang paling saya takutkan bukan soal satu orang menteri jatuh. Yang saya takutkan: orang-orang baik setelah ini jadi takut masuk memperbaiki pendidikan. Takut dicurigai. Takut dikriminalisasi. Takut dilawan oleh mereka yang terganggu kenyamanannya. Dan kami di kampung akhirnya kembali begini lagi. Menunggu spanduk baru. Menunggu slogan baru. Tapi aku, si Kandilo' akan komitmen pada satu hal, bahwa korupsi yang paling berbahaya adalah mencuri masa depan anak-anak. Salam pembebasan Kandilo' Kisah guru diatas sama seperti kesaksian para saksi di pengadilan. Semoga dibaca @habiburokhman @BennyHarmanID

Indonesia
49
1.1K
3.3K
327.3K
Johan Woda retweetledi
narkosun
narkosun@narkosun·
Jaksa penuntut Nadiem Makarim ga paham stock split 😌 Harus dijelaskan dengan bahasa bayi. Lha pantes saja tuntutan segitu besarnya, 27 tahun penjara. Lha wong kompetensi jaksa seperti ini. 🥺
Indonesia
219
1.1K
3.5K
164.6K
Johan Woda retweetledi
K.Wijono
K.Wijono@KWijono·
Seremoni panen jagung rasa medan perang, lengkap dengan kawalan tank baja biar ulat grayak ( rakyat jelata) pada gemeteran. Cara mau panen jagung Presiden Prabowo di Tuban hari ini sangat keren, gagah dan bikin negara2 lain ciut nyalinya.
Indonesia
23
44
80
7.7K
Johan Woda retweetledi
Dandhy Laksono
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono·
Mati lampu saat PESTA BABI di kampus Uniska, Banjarmasin. Begitu juga di UIN Pekanbaru dan STIK Banda Aceh. Kawan-kawan penyelenggara nobar skala besar, sebaiknya pakai genset. Thanks dan hormat untuk inisiatifnya.
Dandhy Laksono tweet media
Indonesia
45
655
2.5K
24.2K
Johan Woda retweetledi
Endless Story
Endless Story@xendless_s·
Prediksi beliau tepat sasaran terus ya 🙂‍↕️
Indonesia
231
8.7K
37K
527.8K
Johan Woda retweetledi
ᶜⁱᶜᵃᵍ ᵈⁱ ᴰⁱⁿᵈⁱⁿᵍ
Lahan yang sejak lama dijanjikan untuk pembangunan rumah sakit daerah, kini justru berdiri bangunan Kopdes Merah Putih (KDMP). Padahal, lokasi itu sudah masuk RPJMD resmi Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk RSUD Sukalarang. Masyarakat enam desa sudah bertahun-tahun menunggu akses kesehatan yang layak. Tapi anehnya, sebelum izin resmi keluar, pembangunan KDMP malah lebih dulu berjalan
Indonesia
2
15
22
462
Johan Woda retweetledi
Demokrasi Rasa Nepotisme
Demokrasi Rasa Nepotisme@Bambangmulyonoo·
APBN defisit penyebabnya karena MBG.....
Indonesia
42
555
1.3K
35.9K
Johan Woda retweetledi
𝐎𝐦𝐉_𝙹³ռɢɢօtȶ
Jeritan suara Rakyat Aduan dan Pengakuan penjual pertalite eceran yang seolah dijebak Suaminya di Tahan dan polisi meminta uang sebanyak Rp 50 juta untuk bisa bebas
Indonesia
1
31
29
798
Johan Woda retweetledi
liaa
liaa@liaasister·
Menyebut terlalu boros , media asing soroti kebijakan Pak Prabowo yg di nilai merusak keuangan & demokrasi . Media ternama asal Inggris , The Economist , melaporkan secara kritis arah kebijakan Pak Prabowo. Ternyata di luar negri juga ada yg memperhatikan, bagaimana boros nya kebijakan sekarang ini . Gimana gak boros , setiap hari habis kan uang triliunan untuk MBG , belum lagi pembangunan koperasi merah putih yg ugal-ugalan . Belum lagi keseringan plesir ke luar negri , yg nginepnya di hotel yg bertarif 200 juta 🤦‍♂️
liaa tweet media
Indonesia
165
5.7K
13.9K
147.9K
Johan Woda retweetledi
Nda ! 🧳
Nda ! 🧳@Naandaa27·
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris (F-PDIP), mengusulkan agar pemerintah menanggung 100% iuran BPJS Kesehatan bagi seluruh masyarakat. Buat beli motor trail utk SPPG aja mampu kok, masa utk membiayai kesehatan masyarakat ga mau ?! Menyala pak Charles !!
Nda ! 🧳 tweet media
Indonesia
406
3.5K
11.4K
205.6K
Johan Woda retweetledi
Rizmaya
Rizmaya@_Rizmaya__·
Apa yg publik lihat dari kasus Nadiem Makarim ini banyak sekali kejanggalan kalau ini kasus korupsi, faktanya Nadiem tidak pernah menerima uang, tidak pernah berupaya memperkaya diri melalui kebijakan, bahkan secara finansial Nadiem yg justru menurun kekayaannya semenjak menjadi menteri dan tidak ada mens rea. Dalam kasus ini kerugian negara juga sama sekali tidak terbukti. Sehingga publik menyimpulkan bahwa kasus Nadiem Makarim ini terkesan Lemah, Rapuh dan Dipaksakan.
Indonesia
80
686
2.2K
38K
Johan Woda retweetledi
Dinie 🌻
Dinie 🌻@twuicei·
Astaghfirullah,,, ayah kandung c4bul1 b0c4h 10 tahun di Lampung 😡😡😡😡😡😡😡
Indonesia
763
1.7K
14K
814.5K
Johan Woda retweetledi
Jeni_Ly again
Jeni_Ly again@Jelli_cent·
Semacam gada orang lain.. Punya banyak kasus tp msh mencalonkan diri sbg ketua KONI Ya dia ga salah Krn persyaratan mjd ketua yg lemah.. Heran, bener2 negri ini pemaaf ya 😓
Indonesia
18
78
215
29.8K
Johan Woda retweetledi
Jeni_Ly again
Jeni_Ly again@Jelli_cent·
Gus Yazid atau Ahmad Yazid, Terdakwa kasus TPPU dalam korupsi BUMD Cilacap mengamuk usai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang "Itu wakil Panglima TNI, Panglima harus diperiksa, Menhan diperiksa. Menteri Keuangan diperiksa. Kenapa aset negara tidak didaftarkan? Kenapa?" Ga mungkin diperiksa... Aman mereka... Makanya berurusan dg pejabat aplg klo ada hubungannya dg "maling" mending hati2... Pasti tumbalnya yg rendahan... 🥱
Indonesia
13
119
247
13K