ayy

15.8K posts

ayy banner
ayy

ayy

@wonucing_

caratland Katılım Şubat 2021
292 Takip Edilen129 Takipçiler
ayy retweetledi
ℓouise 🍒
ℓouise 🍒@cheolidoscoups·
all carats rn:
English
6
7.7K
19.2K
138.1K
ayy retweetledi
하니행뵹
하니행뵹@flamehanie·
SHIN PD WAS JUST AS SHOCKED AS WE WERE TO SEE JEONGHAN DANCING AGAIN AND POSTING A DANCE VIDEO 😭🥹 👤HEOL?!!!!!!
하니행뵹 tweet media
English
2
1.9K
8.4K
68.5K
ayy retweetledi
쿱정원
쿱정원@wonubliss·
jeonghaniyoo_n 🩶 #정한
Filipino
83
17.1K
39.9K
846.1K
ayy retweetledi
ℓouise 🍒
ℓouise 🍒@cheolidoscoups·
i’m seeing bulk seventeen dancing to pretty u 😭
English
6
3.3K
11.9K
94.7K
ayy retweetledi
ayy retweetledi
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
Penerbit Berdikari sedang memasak! 🫵🏻👀
MBG Jelek tweet mediaMBG Jelek tweet mediaMBG Jelek tweet media
Indonesia
25
979
5.5K
124.7K
ayy retweetledi
alea
alea@langitluruh·
Orang lebih sibuk ngurusin mahar dan prewed daripada cek kesehatan reproduksi sebelum nikah. Padahal, kista, miom, dan infeksi menular seksual nggak peduli kamu sudah siap menikah atau belum. Hal yang WAJIB dicek sebelum menikah. 💍⚕️
alea tweet mediaalea tweet mediaalea tweet mediaalea tweet media
Indonesia
27
609
2K
44.8K
ayy retweetledi
afinasyif
afinasyif@afinasyif·
sedih.. sedih banget lah udah 6 bulan masih seperti ini dan ini tuh ujung takengon + aksesnya susah dan tentu masih butuh pertolongan untuk jangka panjang! ACEH MASIH PERLU DIPERHATIKAN!🥺💔
afinasyif tweet mediaafinasyif tweet mediaafinasyif tweet media
afinasyif@afinasyif

KONDISI ACEH TERKINI! khususnya daerah ujung Takengon yaitu Desa Reje Payung💔 masih hujan dan ini tuh jembatan untuk menuju desa :’) anw, mobil terakhir masuk desa ini pada tahun 1996 dan baru aja ketika banjir terjadi mobil baru masuk untuk melakukan pertolongan

Indonesia
22
3.9K
8.1K
133.3K
ayy retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada berita dari Lombok Tengah yang menurut gue paling menggambarkan ironi terbesar dari kebijakan ekonomi Prabowo sekarang. 150 karyawan Alfamart kehilangan pekerjaan. Bukan karena perusahaannya bangkrut. Bukan karena kinerjanya buruk. Bukan karena ada kesalahan dari karyawannya. Tapi karena pemerintah daerah menutup paksa 25 gerai ritel modern dengan alasan melanggar Peraturan Daerah tentang penataan pasar rakyat. Dan ini yang paling miris: Rudi karyawan Alfamart di Kopang datang ke kantor Bupati bukan untuk melawan. Dia datang meminta solusi. "Jangan sampai kami menjadi pengangguran baru. Sekarang ekonomi semua sulit, semua harga sudah naik, kebutuhan makin tinggi. Sementara pekerjaan kami tidak ada karena ditutup." "Cari kerja sulit, Pak. Kami banyak yang hanya tamatan SMA." Kalimat itu "cari kerja sulit, Pak" menurut gue adalah kalimat paling menyayat yang bisa diucapkan oleh seseorang kepada penguasa yang harusnya melindungi mereka. Dan ini konteks yang lebih besar yang harus dipahami: Penutupan Alfamart dan Indomaret di Lombok Tengah ini tidak terjadi di ruang kosong. Ini terjadi di tengah narasi besar tentang Koperasi Desa Merah Putih program andalan Prabowo yang salah satu tujuannya adalah memastikan koperasi desa bisa menjalankan fungsi perdagangan ritel di desa-desa. Artinya sederhana: gerai ritel swasta yang sudah ada ditutup supaya ruangnya bisa diisi oleh koperasi yang terafiliasi dengan program pemerintah. Bukan karena ada masalah dengan pelayanannya. Bukan karena ada keluhan dari konsumen. Tapi karena ada kepentingan yang lebih besar yang membutuhkan ruang itu. Dan ini yang paling pedas: 150 karyawan kehilangan pekerjaan. Kalau setiap karyawan punya keluarga dengan 2-3 orang tanggungan ada sekitar 300-450 orang yang terdampak langsung dari satu kebijakan penutupan di satu kabupaten kecil. Dan ini baru satu kabupaten. Lombok Tengah. Dengan 25 gerai yang ditutup. Berapa kabupaten lain yang sedang atau akan melakukan hal yang sama di seluruh Indonesia atas nama program yang sama? Dan ini yang paling mengerikan sebagai pesan kepada semua pelaku usaha: Kalau lo punya usaha di Indonesia sekarang dan tiba-tiba ada program pemerintah yang membutuhkan ruang bisnis yang sama dengan yang lo jalankan negara bisa menutup usaha lo kapan saja. Bukan karena lo salah. Bukan karena lo melanggar hukum yang berlaku sejak awal. Tapi karena ada Perda yang bisa diaktifkan atau diterapkan secara selektif ketika dibutuhkan. Investor asing yang sudah komplain ke Prabowo soal kepastian regulasi ini adalah contoh nyata kenapa mereka takut masuk. Hari ini Alfamart. Besok siapa? Dan sambungkan ini dengan kondisi yang lebih besar: Badai PHK sedang mengintai. Rupiah di Rp17.700. Lapangan kerja tidak tumbuh. Dan di tengah semua itu ada kebijakan yang menambah 150 pengangguran baru di satu kabupaten kecil dengan alasan penataan pasar. Prabowo bilang: "Kalau tidak beres copot. Sederhana." Tapi 150 orang yang tidak beres hidupnya bukan karena kesalahan mereka sendiri tidak punya siapapun yang bisa mereka copot. Negara yang seharusnya memberi rasa aman bagi rakyat yang bekerja keras justru menjadi sumber ketidakpastian yang paling besar. Karyawan Alfamart itu tidak meminta banyak. Mereka hanya minta bisa tetap bekerja. Minta jangan dijadikan pengangguran baru di tengah kondisi ekonomi yang sudah sulit. Dan jawaban yang mereka dapat adalah: datang ke kantor Bupati mengantri memohon dengan harapan ada yang mendengar. Itulah posisi rakyat kecil di Indonesia sekarang. Bukan warga negara yang dilindungi. Tapi pemohon yang berharap penguasanya bermurah hati.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
506
6.7K
13.7K
478.8K
ayy retweetledi
Mas Hara
Mas Hara@Hnirankara·
Kalian mau tau gak tololnya pemerintah itu apa? Di Papua dibikin program swasembada pangan, tapi yang ditanam padi sedangkan makanan pokok orang Papua itu sagu. Kalau emang niatnya mau swasembada pangan, yang diperbanyak itu tanaman yang menghasilkan sagu karena sagu termasuk salah satu pangan. Tapi nyatanya apa? Yang ditanam padi, sedangkan warlok Papua gak terbiasa nanem padi. Nah yang lebih bikin kesel tuh, di Papua juga bakal ditanamin sawit, jagung, dan tebu. Alasannya? ENERGI BARU TERBARUKAN tapi malah buka lahan baru dengan membabat hutan. Yang jadi pertanyaan tuh, kenapa harus buka lahan baru? Kenapa gak manfaatin lahan gambut yang sebenernya bisa direkayasa ulang buat nanem sawit, jagung, dan tebu?
Indonesia
76
6.6K
15.7K
156.5K
ayy retweetledi
jung chaeyeon feed
jung chaeyeon feed@j_cyfeed·
THE ORIGINAL ENDING FAIRY THAT STARTED IT ALL
English
15
24K
74.7K
2.9M
ayy retweetledi
Ryan Hart
Ryan Hart@thisdudelikesAI·
A PhD student at Stanford noticed her classmates were asking AI to write their breakup texts. So she ran a study. It got published in Science, one of the most selective journals in the world. What she found should make every person who uses ChatGPT for advice deeply uncomfortable. Her name is Myra Cheng, and the study she ran with her advisor Dan Jurafsky tested 11 of the most widely used AI models on Earth, including ChatGPT, Claude, Gemini, and DeepSeek, across nearly 12,000 real social situations. The first thing they measured was how often AI agrees with you compared to how often a real human would agree with you in the same situation. The answer was 49% more often, and that number is not about warmth or politeness. It means that in nearly half of all situations where a real human would have pushed back, told you that you were wrong, or offered a more honest perspective, the AI simply told you what you wanted to hear instead. Then they pushed harder. They fed the models thousands of prompts where users described lying to a partner, manipulating a friend, or doing something outright illegal, and the AI endorsed that behavior 47% of the time. Not one model out of eleven. Not a specific version of one product. Every single system they tested, including the ones you are probably using right now, validated harmful behavior nearly half the time it was described. The second experiment is the part that should genuinely disturb you. They had 2,400 real participants discuss an actual interpersonal conflict from their own life with either a sycophantic AI or a more honest one, and the people who talked to the agreeable AI came out of the conversation more convinced they were right, less willing to apologize, less likely to take responsibility, and measurably less interested in making things right with the other person. They were also more likely to use AI again for advice in the future, which is exactly the mechanism Cheng and Jurafsky identified as the most dangerous part of the whole finding. The AI is not just telling you what you want to hear. It is training you, one conversation at a time, to need less friction, expect more agreement, and become slightly less capable of handling a situation where someone pushes back on you, and you are enjoying every second of it because it feels more honest than most conversations you have had in months. Jurafsky said it in a single sentence after the paper came out. Sycophancy is a safety issue, and like other safety issues, it needs regulation and oversight. Cheng was more direct about what you should actually do right now. She said you should not use AI as a substitute for people for these kinds of things. That is the best thing to do for now. She started the research because she was watching undergraduates ask chatbots to navigate their relationships for them. The paper she published proved that the chatbot was making those relationships quietly worse, and the undergraduates had no idea it was happening because the AI felt more honest than any human in their life had been in months.
Ryan Hart tweet media
English
614
9.9K
36.4K
10.1M
ayy retweetledi
Zeemer
Zeemer@zeemer2746·
Nemu bapak ini di fesnuk lagi jualan soft copy materi pembelajaran bahasa Jepang yang beliau susun. Real aseli guru bahasa Jepang, karena beliau buka les juga. Siapa tau ada yang butuh, bisa langsung kontak bapaknya atau mampir ke fesnuknya beliau
Zeemer tweet media
Indonesia
222
18.8K
67K
1.4M
ayy retweetledi
⁽̨̡ ¨̮ ⁾̧̢🌻
⁽̨̡ ¨̮ ⁾̧̢🌻@KyeomsBaekery·
ai this, ai that… but nothing will ever beat dokyeom sitting at a baseball game while the sunlight kisses his face like the universe itself is hopelessly in love with him
English
8
4.9K
20.9K
184K
ayy retweetledi
Sistha
Sistha@sisthaaaaa·
“Rakyat kita bermimpi untuk hidup layak.” Orang mah mimpi tuh keliling dunia, sekolah tinggi sampai S3 atau jadi profesor, punya penghasilan 3 digit perbulan… untuk hidup layak DOANG kok harus BERMIMPI tuh berarti negaranya gagal wok
akun hewan | tapi bukan@akunhewan

nih guys dengerin, jadi rakyat ga usah bermimpi bisa kaya raya 🫵🤣 kata presiden, rakyatnya tidak bermimpi utk mengalami kehidupan yg kaya raya banyak2 bersyukur deh jd wni, masih hidup dan bisa makan udah bagus 😂

Indonesia
183
19.2K
37K
665.3K
ayy retweetledi
ayy retweetledi
Vee_ranghae
Vee_ranghae@shingibangi1317·
🍒 "Gua juga mau ngunjungin Uji di barak, cuma dia bilang 'dia gak mau repot nulis formulir kunjungan, ketemuan aja nanti pas liburan.'" Ji??😭😭 Semangat terus deh wamilnya😭😭
Indonesia
33
2.6K
17.1K
224.9K