yankie septian retweetledi

Di sudut Desa Pedawang yang sepi, hidup sebuah keluarga yang berhasil menjadikan kemiskinan ekstrem sebagai bentuk seni minimalis. Rumah 4x7 meter berdinding papan kayu lapuk, bukan sekadar tempat tinggal, melainkan instalasi kontemporer berjudul “Menunggu Janji Pemerintah”. Kusmono, sang maestro, bahkan pernah diberi label “Keluarga Miskin” di dindingnya sendiri. Tapi karena bantuan tak kunjung datang, ia hapus cat itu dengan tangan penuh martabat. “Kalau tidak ditulis pun orang sudah tahu,” katanya. Sungguh kelas tinggi: bahkan kemiskinannya pun tak butuh promosi lagi. Sudah masuk desil 1, sudah disurvei, sudah dijanjikan bedah rumah oleh orang penting, namun tetap saja hidup seperti penonton VIP di teater tragedi yang tiketnya gratis, tapi kursinya bolong. Ini bukan sekadar rumah reyot. Ini adalah monumen hidup dari birokrasi yang paling romantis: penuh janji, penuh data, penuh simpati, tapi kosong melompong saat harus menjelma menjadi genteng dan tembok. Selamat, Pak Kusmono.
Anda bukan miskin biasa.
Anda adalah miskin berkelas, yang bahkan pemerintah pun malu untuk menolongnya.
Indonesia
















