Melalui kehadiran pada forum internasional ini, Bakamla RI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dan kerja sama internasional dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta efektivitas pelaksanaan operasi SAR
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Pratikno, M.Soc., Sc., serta dihadiri oleh para pemangku kepentingan nasional dan internasional di bidang pencarian dan pertolongan (SAR).
Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla., menghadiri pembukaan Indonesia International Search and Rescue (IISAR) 2026 yang diselenggarakan di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang.
Forum juga mendorong perubahan paradigma penanganan TPPO dari pendekatan yang bersifat reaktif menjadi preventif, berbasis risiko, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil nyata.
Selama pembahasan, para narasumber memaparkan berbagai tantangan baru, mulai dari munculnya modus online scam, lab scam, hingga meningkatnya risiko perdagangan orang yang dipengaruhi perkembangan teknologi digital dan kondisi sosial ekonomi.
Bakamla RI turut berpartisipasi aktif dalam pembahasan penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) Sub Gugus Tugas Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Tahun 2025–2029 yang diselenggarakan selama dua hari, pada 8–9 Juli 2026, Menteng, Jakarta Pusat.
Melalui penyelarasan ini, Bakamla RI dan TNI berkomitmen memperkuat sinergi kelembagaan dalam mendukung pelaksanaan tugas, fungsi, dan koordinasi di bidang keamanan, keselamatan, serta penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia.
Pembahasan difokuskan pada penyusunan Nota Kesepahaman sebagai payung hukum yang akan menjadi dasar penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada bidang-bidang teknis di masa mendatang.
Bakamla RI menggelar rapat pembahasan Nota Kesepahaman antara Bakamla RI dan TNI di Mabes Bakamla RI. Rapat dipimpin oleh Inspektur Bakamla RI Laksma Bakamla Dr. Burhanuddin dan dihadiri perwakilan Bakamla RI serta TNI guna menyelaraskan substansi kerja sama kedua institusi.
Kegiatan survey dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan selama pelaksanaan pertemuan trilateral antara Bakamla RI, Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA), dan Singapore Police Coast Guard (SPCG).
Kepala Zona Bakamla Barat Laksma Bakamla Bambang Trijanto memimpin jalannya survey lokasi dalam rangka persiapan penyelenggaraan Trilateral Meeting. Survey tersebut dilaksanakan bersama Singapore Police Coast Guard (SPCG) di Batam.
Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama antara Bakamla RI dan INL, khususnya dalam pemanfaatan sistem pesawat nirawak sebagai kebutuhan strategis untuk mendukung pelaksanaan operasi intelijen, pengawasan, dan pengintaian secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla., menerima courtesy call Director International Narcotics and Law Enforcement Affairs (INL) Aqueelah Johnson bersama Program Specialist of INL Moja Nurkalam, di Mabes Bakamla RI, Jakarta Pusat.
Pertemuan ini, kedua pimpinan membahas implementasi kerja sama yang telah dilaksanakan, gagasan baru, dan pengembangan kapasitas. Hal ini menegaskan kedua belah pihak tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan kolaborasi dalam menghadapi tantangan keamanan maritim di kawasan.
Protocol of the Extension of the MoU dan IA ini menjadi salah satu pengantar atau permulaan pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pada Selasa kemarin (7/7).
Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla., bersama dengan Director General Indian Coast Guard Paramesh Sivamani melaksanakan pertemuan 3rd High Level Meeting, di Bali, beberapa waktu silam.
Namun demikian, peningkatan kompetensi bahasa asing, pemahaman budaya internasional, profesionalisme, serta komitmen terhadap kontrak kerja masih perlu terus diperkuat guna meningkatkan daya saing pelaut Indonesia di tingkat global.
Diskusi yang berlangsung interaktif menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Indonesia dinilai telah memiliki modal yang kuat di sektor kemaritiman, khususnya sebagai salah satu pemasok pelaut terbesar di dunia.
Deputi Kebijakan dan Strategi Keamanan Laut Bakamla RI Laksda Bakamla Didong Rio Duta menghadiri Seminar Jalasena Maritime Studies yang diselenggarakan oleh PPAL dengan mengusung tema "Strategi Penguatan Industri Maritim Nasional Menghadapi Dinamika Global", di Jakarta Pusat.