Analisis Dunia Multipolar

9.4K posts

Analisis Dunia Multipolar banner
Analisis Dunia Multipolar

Analisis Dunia Multipolar

@Multipolar_04

Geopolitik - Indonesia Politik Analisis.

Entrou em Mayıs 2025
521 Seguindo2.9K Seguidores
Tweet fixado
Analisis Dunia Multipolar
Analisis Dunia Multipolar@Multipolar_04·
Penutupan Selat Hormuz bukan cuma bikin harga BBM jadi naik, tetapi ikut memutus pasokan gas alam yang dipakai untuk membuat pupuk nitrogen. Kalau tidak ada pupuk nitrogen, hasil panen jadi turun. Kalau panen turun, akan terjadi kekurangan pangan. Beda dengan minyak, hasil panen tidak bisa ditimbun lama. Dampaknya bukan hitungan tahun, tapi bulan. Dan musim tanam tidak menunggu diplomasi. Tanda-tandanya sudah mulai terlihat. Asia Selatan mulai merasakan kenaikan harga bahan bakar dan pupuk yang berdampak ke harga makanan. Kenya dan banyak negara di Afrika yang sangat bergantung pada impor untuk pertanian, berada di posisi yang paling terdampak terhadap ancaman krisis pangan. Krisis pangan ini tidak akan langsung terlihat besar, tapi muncul pelan-pelan di pasar-pasar di Nairobi dan Dhaka sebelum jadi berita besar di New York. Selat Hormuz bukan cuma jalur penting energi, tapi juga jalur penting untuk pangan. Publik dunia cuma belum menyadarinya doang.
Analisis Dunia Multipolar tweet media
Indonesia
1
1
3
265
Analisis Dunia Multipolar
Analisis Dunia Multipolar@Multipolar_04·
Kopasus elu jadikan sebagai bahan becandaan dan nyari engagement di medsos. Nanti kalo udah kena sikat, baru deh nangis2 minta ampun dan teriak2 HAM.
Indonesia
0
0
0
33
Analisis Dunia Multipolar retweetou
Akuratco
Akuratco@akuratco·
Perdana Menteri terpilih Hungaria, Peter Magyar, menyatakan negaranya wajib menahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika memasuki wilayah Hungaria selama masih berstatus buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC). ICC diketahui telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu pada November 2024 atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Sebagai negara anggota, Hungaria pada prinsipnya berkewajiban melaksanakan perintah tersebut. “Jika suatu negara adalah anggota ICC dan seseorang yang dicari oleh ICC memasuki wilayah kami, maka orang tersebut harus ditahan,” ujar Magyar kepada wartawan, menegaskan komitmennya untuk mematuhi hukum internasional. Sikap ini menandai perubahan dari kebijakan sebelumnya. Pemerintahan lama di bawah Viktor Orban sempat menolak menangkap Netanyahu saat kunjungannya ke Budapest pada April 2025. Magyar juga menyatakan akan menghentikan proses penarikan Hungaria dari ICC paling lambat 2 Juni. Sebelumnya, pemerintah Hungaria mengumumkan rencana keluar dari ICC bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Netanyahu—kunjungan pertamanya ke Eropa sejak surat perintah penangkapan diterbitkan. Menurut laporan Bloomberg, penasihat hukum Magyar menyebut proses keluarnya Hungaria dari ICC belum rampung dan akan dihentikan setelah ia resmi menjabat pada awal Mei. Perubahan kebijakan ini terjadi setelah berakhirnya 16 tahun kekuasaan Orban pada 12 April, menyusul kemenangan telak partai kanan-tengah Tisza yang dipimpin Magyar. Sejumlah analis menilai kepemimpinan baru Hungaria berpotensi menjadikannya mitra yang “lebih kooperatif” di Uni Eropa. Hal ini dinilai dapat membuka jalan bagi pencairan paket pinjaman hingga 105 miliar dolar AS untuk Ukraina. Di sisi lain, pemerintahan baru juga diperkirakan akan melakukan “penyesuaian halus” dalam hubungan dengan Israel, di tengah perubahan arah kebijakan luar negeri Budapest.
Akuratco tweet media
Indonesia
0
4
2
102
Analisis Dunia Multipolar retweetou
Akuratco
Akuratco@akuratco·
Terdakwa kasus pemerasan terkait sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Irvian Bobby Mahendro yang dikenal sebagai “Sultan” Kemnaker, mengungkap bahwa eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel), diduga pernah meminta uang sebesar Rp3 miliar. Uang tersebut disebut untuk penyelesaian surat pemeriksaan terkait sertifikasi K3. Pernyataan itu disampaikan Bobby saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/4/2026). Ia hadir sebagai saksi untuk sejumlah terdakwa, termasuk Noel, Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 (Maret 2025), serta Miki Mahfud dan Temurila dari pihak PT KEM Indonesia. Dalam keterangannya, Bobby menjelaskan bahwa saat itu terdapat surat pemeriksaan terkait sertifikasi K3 dari kejaksaan. Ia menyebut Noel meminta uang sebesar Rp3 miliar yang diistilahkan sebagai “3 meter” untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Akuratco tweet media
Indonesia
0
2
2
93
Analisis Dunia Multipolar retweetou
🇮🇩 Yanti 🇮🇩
Kalian pasti gak menyangka kalau Kanda Bahlil bisa bikin Indonesia mandiri energi!!
Indonesia
30
18
43
2.8K
Analisis Dunia Multipolar retweetou
Ferry Koto
Ferry Koto@ferrykoto·
Maaf ya, ini namanya kalian memaksakan argumen. Kalian merujuk pendapat dan perilaku Teddy yg jabatannya hanya eselon II di @KemensetnegRI, untuk memvonis seluruh Pemerintahan Presiden @prabowo. Ini ibaratnya, kalian memvonis satu perusahaan jelek, karena Satpam atau Front Office yang tidak ramah dalam melayani. Yang asal-asal buat pernyataan, seolah dia Dirut perusahaan tsb. Mestinya, kalian sampaikan keluhan ke pimpinan perusahaan atas perilaku front office/Satpam tersebut, agar bisa ditertibkan. Bukan langsung memvonis perusahaan tsb buruk. Dalam hal pernyataan dan perilaku Teddy, kalian bisa keluhkan ke Mas Pras, Mensetneg, atasannya. -------------- Pemerintahan ini besar sekali, dan punya eselonsi yang merefleksikan tanggungjawabnya sendiri-sendiri terhadap jalannya pemerintahan. Dan Teddy bukan salah satu refleksi itu, dia hanya Sekretaris Kabinet yang saat ini merupakan jabatan eselon II di bawah Setmil, yang berada di Kementerian Sekretariat Negara. Bukan setingkat Menteri. Tugasnya urusan internal administrasi di dalam kabinet, membantu Presiden untuk kelancaran jalannya rapat kabinet, misal. Bukan wajah depan pemerintahan. Apalagi Teddy ini cuma Letkol saat ini, belum punya pengalaman organisasi yang cukup. Jangankan pengalaman mengorganisir pemerintahan yang demikian besar, pengalaman memimpin Batalyon saja belum punya dia. Jadi, salah kalian jika menganggap Teddy adalah refleksi dari pemerintahan Presiden Prabowo. ------------------------ Saran saya, kalian para kritikus, LSM, juga kawan-kawan Pers, mulai lah menempatkan Teddy sesuai jabatannya yang eselon II tersebut. Khusus pada kawan Pers, yang bertanggungjawab paling besar dalam menciptakan panggung bagi Teddy, mulailah waras. Agar memberitakan atau mencari sumber berita terkait kebijakan, program, atau tanggapan pemerintah atas sesuatu hal, langsung kepada K/L terkait. Bukan ke Teddy yang hanya sekretaris Kabinet, yg urusannya internal di dalam kabinet. Walau mungkin di kantor Sekretaris Kabinet itu kalian kirim wartawan yg dapat cuan lebih besar (mungkin lho ya), dapat berbagai fasilitas, dan fasilitas seperti ada kemungkinan diajak perjalanan Presiden. Tapi, tetaplah jaga kewarasan. Mengkoreksi pemerintah, karena eselonsi dan birokrasi yang salah, juga bisa dilakukan pers dengan tidak memberikan panggung berlebihan ke Teddy. Kalau mau tahu pandangan Presiden, kalian bisa tanyakan ke Mas Pras selaku Mensesneg sekaligus Juru Bicara Presiden. Atau mau tahu arah kebijakan/program pemerintahan secara umum, bisa datang ke Bakom yang memang tupoksinya pintu Komunikasi Pemerintah. Jika mau jelas terkait hal teknis, maka datang lah ke Kementerian Teknis sebagai pelaksana kebijakan. Misal soal Perumahan, kalian datang lah ke Maruarar Sirait (Ara), atau @Fahrihamzah. Jangan malah tanya Teddy. Amsiong kita nanti mendengarkan jawabannya seperti soal "inflasi pengamat" ini. ----------------- Mari, kritik lah dgn proposional, dengan jalan tidak memberikan panggung yang tidak proporsional pada pejabat. Salam FK
Watchdoc Documentary@watchdoc_ID

Pada masa Orde Baru di bawah Soeharto, suara dari akademisi, aktivis, hingga media sering kali dibatasi. Hari ini, perhatian publik tertuju pada bagaimana posisi-posisi strategis di dalam pemerintahan diisi, dan apakah keahlian benar-benar menjadi dasar utama?

Indonesia
9
11
34
3.5K
Analisis Dunia Multipolar
Analisis Dunia Multipolar@Multipolar_04·
Seperti yang sudah beberapa kali Saya sampaikan, yaitu Great RESET di kawasan ASEAN pada tahun 2027 nanti. Pintu masuknya adalah konflik antara China VS Taiwan. Jadi krisis energi global yang sekarang ini sedang terjadi karena konflik antara Iran, Amerika dan Israel, krisis yang sama akan terjadi juga di kawasan ASEAN karena konflik antara China VS Taiwan di Laut China Selatan.
Sputnik@SputnikInt

🚨 Why the Strait of Malacca could be next global chokepoint after Hormuz An adviser to Iran’s supreme leader Mojtaba Khamenei warns of “a chain-reaction response” in more critical shipping lanes — and he mentioned Malacca specifically Here's why: 🔸 The Strait of Malacca is an narrow bottleneck (2.8 km at the narrowest point) that connects the Indian Ocean to the South China Sea (and thus the Pacific) 🔸 Handles roughly 30% of global maritime trade 🔸 Carries 23–25M barrels of oil per day, representing ~30% of all seaborne oil trade globally 🔸 Supplies ~80% of 🇨🇳China’s crude oil imports (China alone takes nearly half of the oil passing through) 🔸 Vital for Japan, South Korea, Taiwan, and other East Asian economies that import oil & LNG from the Middle East Any disruption would force ships to take much longer and far more expensive alternative routes around Indonesia, causing immediate spikes in global oil prices, shipping costs, and supply chain chaos — especially hitting China’s energy security

Indonesia
0
0
1
24
Analisis Dunia Multipolar retweetou
antaranews.com
antaranews.com@antaranews·
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan penggunaan jalur diplomatik untuk meredakan ketegangan, karena “perang bukan untuk kepentingan siapa pun”. "Sambil melawan ancaman, setiap jalur rasional dan diplomatik harus digunakan untuk mengurangi ketegangan," kata Pezeshkian seperti dikutip oleh kantor berita pemerintah Iran, IRNA, Senin. 🔽🔽🔽 Baca selengkapnya: m.antaranews.com/berita/5534521…
antaranews.com tweet media
Indonesia
1
1
7
339
GHOSTBUSTERS
GHOSTBUSTERS@potrzayed·
Apa kabar Pak @msaid_didu , klo berita ini ga benar langsung somasi dong 😂
GHOSTBUSTERS tweet mediaGHOSTBUSTERS tweet media
Indonesia
16
11
36
2.7K
GHOSTBUSTERS
GHOSTBUSTERS@potrzayed·
Kelakuan orang kalah pilpres dan ingin berkuasa membutakan mata hati .. MIRIS 🤦
Indonesia
16
17
50
2K
Analisis Dunia Multipolar
Analisis Dunia Multipolar@Multipolar_04·
@harsono__ Kalo memang bisa produksi BBM sendiri karena bahan-nya sangat banyak tersedia di dalam negeri, maka kurangi atau stop impor adalah jalan yang terbaik. Apalagi kalo bisa ekspor juga. Makin lebih baik lagi.
Indonesia
1
0
1
11
ℍ𝕒𝕣𝕤𝕠𝕟𝕠 🚴‍♀️🚴‍♀️
Indonesia ingin berhenti bergantung pada solar impor dan mulai menggunakan energi buatan sendiri. Sawit yang selama ini hanya dijual sebagai bahan mentah kini diarahkan menjadi bahan bakar nasional. Jika B50 berjalan sukses, Indonesia bukan hanya menghemat impor, tetapi juga menjadi salah satu negara dengan program biofuel terbesar di dunia. Indonesia Stop Impor Solar Mulai 1 Juli, Mulai Terapkan B50 share.google/RsgOBgKTDkOHeq…
Indonesia
1
0
2
19
Tekarok 007
Tekarok 007@tekarok007·
Barusan lihat video, ada anak lulus SMA melamar kerja tapi di tes perkalian "3x5 = ?" tidak bisa jawab. Jadi bingung, kualitas guru-guru di SD, SMP dan SMA itu bagaimana sih sekarang? Kok bisa lahirkan siswa-siswa bahkan tidak bisa perkalian gini?
Indonesia
8
3
11
414
Analisis Dunia Multipolar
Analisis Dunia Multipolar@Multipolar_04·
@potrzayed Dari masa pilpres 2024 khan emang maunya mereka duet 02 kena diskualifikasi. Jadi Saya udah gak heran dengan wacana Mereka yang sekarang ini. Dan betul banget. Target utama Mereka adalah Mas Wapres Gibran.
Indonesia
0
1
1
24
GHOSTBUSTERS
GHOSTBUSTERS@potrzayed·
Teriakan Impechment atau pemakzulan terhadap Pak Prabowo Subianto tidak datang tiba-tiba, ada ketakutan...dan semua di rancang untuk mematikan karir politik trah Solo. Sayangnya dukungan rakyat ke Pemerintah/ Pak Prabowo Subianto terlalu kuat...
Indonesia
1
4
9
186
Analisis Dunia Multipolar
Analisis Dunia Multipolar@Multipolar_04·
Lah itu bukan konten lucu2an bang. Tapi beneran asli kayak gitu. Tetangga saya buka warung, anaknya sekolah SMA dan pacarnya tiap hari datang ke rumah dibiarkan saja oleh orang tuanya. Pas saya belanja seharga 35ribu, lalu Saya kasih uang 100ribu, tapi anaknya gak tahu berapa harus kembalian uangnya. Semiris itu. Kesalahan bukan pada Guru, melainkan Orang Tua dan muridnya sendiri. Kalo mau ditelusuri lebih jauh adalah kebijakan dari kemendikbud yang mengharuskan semua siswa sekolah harus naik kelas dan lulus sekolah. Gak perduli apakah muridnya bodoh atau pintar.
Indonesia
1
0
0
28
Tekarok 007
Tekarok 007@tekarok007·
@BLBbaru Aku kita kemarin cuma konten lucu-lucuan aja, buat nyindir pemerintah. Ternyata itu konten real buat nyindir kualitas guru-guru di sekolah sekarang.
Indonesia
2
0
1
59
Analisis Dunia Multipolar
Analisis Dunia Multipolar@Multipolar_04·
@DS_yantie Maaf, tetapi bukankah mereka juga yang waktu dulu sering banget membela Pemerintah?? Bukankah kelompok Buzzernya saat itu berafiliasi dengan mereka juga??
Indonesia
1
0
1
46
Analisis Dunia Multipolar
Analisis Dunia Multipolar@Multipolar_04·
Kalo Kamu percaya dengan informasi yang seperti ini, artinya Kamu tidak percaya dengan kuasa Tuhan, maupun apa yang sudah tertulis dalam kitab suci. Sangat besar kemungkinan kamu pun adalah penyembah vaksin dan parno banget kpd virus covid.
Analisis Dunia Multipolar tweet media
Indonesia
0
1
3
55
Analisis Dunia Multipolar
Analisis Dunia Multipolar@Multipolar_04·
🇨🇳🇮🇩🇦🇺 Seorang nelayan Indonesia membongkar jaringan mata-mata bawah laut China. Tanpa sengaja, nelayan tsb menarik alat sensor berbentuk torpedo sepanjang 3,7 meter dari Selat Lombok. Alat ini dibuat oleh lembaga riset China (710 Research Institute), yang merupakan bagian dari perusahaan kapal milik negara. Ini bukan sekadar “kejadian memancing biasa”, tetapi memberi gambaran tentang apa yang diam-diam sedang dibangun oleh China selama ini. Selat Lombok adalah jalur laut dalam yang penting dan kemungkinan akan dipakai oleh kapal selam nuklir AUKUS untuk menuju Laut China Selatan. Dan China diduga memasang alat pemantau di jalur ini. Sensor akustik seperti ini digunakan untuk melacak suara kapal selam, merekam pola, kecepatan, dan kedalaman. Dari aktivitas tsb, Militer China akan tahu kapal apa saja yang lewat, kapan, dan bagaimana pergerakan dari kapal yang melintas.
Analisis Dunia Multipolar tweet mediaAnalisis Dunia Multipolar tweet media
Indonesia
0
2
2
62
Analisis Dunia Multipolar
Analisis Dunia Multipolar@Multipolar_04·
Sewaktu wanita ini mengucapkan halal darah Jokowi sambil memperagakan seperti potong leher, apakah dirinya tidak sadar kalo ucapan dan aksinya itu bisa menyebabkan dirinya berhadapan dengan hukum?? Kamu boleh tidak sepakat dalam berpolitik karena Indonesia ini adalah negara demokrasi. Tetapi Kamu harus tetap waras dan kepala dingin. Kamu jangan sampai mengedepankan emosi sesaat yang pada akhirnya bisa bikin dirimu sendiri menjadi sengsara. Kalo ada pendukung Jokowi yang melaporkan wanita ini ke Bareskrim, pasti wanita ini akan tamat riwayat karena bukti videonya sangat viral di medsos.
Analisis Dunia Multipolar tweet media
Indonesia
0
1
2
41