Ang
9.5K posts

Tweet fixado
Ang retweetou

MALANG – Peringatan Hari Buruh Internasional di Balai Kota Malang, Jumat (1/5/2026), berubah liar. Jalanan tak hanya dipenuhi orasi, tapi juga dentuman musik hardcore-punk yang menggantikan pengeras suara formal sebagai medium perlawanan.
Sejumlah kolektif seperti Hektar, Glich, DC Threat, dan The Reackless tampil langsung di tengah massa. Aksi ini bukan hiburan, melainkan protes atas menyempitnya ruang berekspresi.
Performer Ciwen Ilusi menyebut panggung jalanan ini sebagai upaya merebut kembali ruang publik. “Biasanya gigs di ruang tertutup, sekarang kita bawa ke jalan. Ini soal kebebasan bersuara yang makin dipersulit,” ujarnya.
Menurutnya, perizinan acara musik kian berbelit, sehingga ruang publik harus dikembalikan sebagai milik bersama. Meski baru pertama digelar di tengah demonstrasi, aksi ini melibatkan jaringan kolektif independen yang selama ini bergerak di ruang alternatif.
Respons massa pun positif. Buruh dan mahasiswa memberi ruang, bahkan mengapresiasi kehadiran musik sebagai bagian dari aksi.
Seluruh peralatan dikumpulkan secara swadaya tanpa sponsor. Konsep “gigs di jalan” sendiri dirancang sekitar sepekan sebelum May Day.
Di tengah tensi demonstrasi, musik hadir sebagai medium yang lebih liar dan sulit dibungkam. May Day Malang tahun ini tak hanya soal tuntutan buruh, tapi juga perebutan ruang publik dengan volume maksimal.
Korlap Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Zaki, menilai musik perlawanan memberi energi baru dalam aksi. “Selain orasi, kita juga dengarkan musik dari kawan-kawan kolektif,” katanya.
Laporan: Kontributor Malang Raya Media I Jumat, 1 Mei 2026
Indonesia
Ang retweetou

Buruh selalu diidentikan dengan karyawan pabrik, padahal mau guru, dosen, dokter, perawat, ASN, PNS, dan semua orang yang bekerja untuk orang lain dan memperoleh upah adalah buruh.
Kenapa yang aksi demo besar-besaran biasanya karyawan pabrik? Ya karena jumlah mereka lebih banyak dalam satu wilayah.
Maka, berterima kasihlah pada karyawan-karyawan pabrik yang mau turun ke jalan, karena beberapa tuntutan mereka bisa dirasakan oleh semua buruh.
arekgerak@arekgerak
Aku, Kamu, Kita, Kalian adalah BURUH! #MAYDAY #MAYDAY2026 #ArekGerak
Indonesia

Ang retweetou
Ang retweetou
Ang retweetou

Banyak orang sebenarnya lagi silent struggle, kelihatannya aja baik-baik saja.
Masih main, masih ketawa, masih jalan ke sana sini, bahkan masih muncul di story orang lain. Tapi di dalamnya, bisa jadi mereka lagi capek banget, lagi nahan banyak hal sendirian.
Jadi, lebih baik kita jangan gampang menilai dari yang kelihatan aja. Kadang orang yang paling “ramai” justru yang paling lelah.
Coba lebih pengertian sama orang lain. Kita nggak pernah benar-benar tahu seberat apa hari yang mereka jalani hari ini.
Indonesia
Ang retweetou
Ang retweetou

setiap prabowo pidato naik ke mimbar kiamat maju satu hari

i-Pop HQ@iPopHQ
Prabowo says “smart” people are free to leave if they believe the nation is moving toward a “dark age”: “Matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur, kabur saja. Kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman. Silakan. Mau kabur ke mana. Hei orang-orang pintar, bukalah berita, lihatlah kita ditempatkan sebagai tempat yang paling aman di dunia sekarang. Kabur saja deh. Iya, kabur saja, biar kita enggak gaduh.” (nasional.kompas.com/read/2026/04/2…)
Indonesia
Ang retweetou
Ang retweetou
Ang retweetou
Ang retweetou
Ang retweetou
Ang retweetou

@BigAlphaID Soal yang terbaik kami kalah, soal yang terburuk kami nomor satu 😭
Indonesia
























