-

14.8K posts

- banner
-

-

@dependentbeing

inactive Entrou em Mayıs 2022
349 Seguindo2.3K Seguidores
Tweet fixado
-
-@dependentbeing·
✨ Menyatukan yang Berserak: Sebuah Kompilasi Utas ✨
Indonesia
1
14
56
0
- retweetou
ega
ega@fluoxetan·
astagfirullah. padahal sudah saya jelaskan dengan baik sebelumnya, tapi narasinya terus dipelintir. perlu saya luruskan dari awal. saya menyebut kamu zionist itu bukan tanpa dasar. itu merujuk pada pola narasi kamu sendiri. kamu berulang kali: -mengkerdilkan gerakan perlawanan palestina dengan sebutan teroris dan pendukungnya juga sama teroris. “penyepong k*ntol hamas” “lont* hamas” -menggambarkan palestina seolah tidak “noble” dibanding israel -meremehkan dan mendiskreditkan gerakan boycott itu bukan posisi netral. itu framing yang konsisten merugikan palestina. awal saya reach out kamu itu baik-baik. karena saya lihat kamu diserang, dan sebagai sesama perempuan saya khawatir. bahkan saat kamu minta untuk take down post dan tidak ikut memperkeruh saat diserang. itu sudah saya lakukan, dan saya juga memilih tidak melanjutkan konflik. tapi sekarang kamu malah membuka lagi dengan framing yang tidak sesuai fakta. pertama, soal doxxing. definisi doxxing itu jelas. menyebarkan informasi pribadi tanpa consent. saya tidak pernah share akun ig saya di platform ini. kamu yang mencari, mengaitkan, lalu membahasnya di ruang publik. itu pelanggaran privasi. kedua, soal foto tanpa hijab. itu bukan sekadar “konten publik”. dalam konteks saya sebagai muslimah, itu bagian dari kehormatan pribadi. menyebarkan atau membahasnya tanpa izin tetap termasuk harassment. ketiga, soal “aggressor”. kamu sudah punya jejak digital panjang dengan handle kamu yang sering dirujak dalam isu israel palestina. ini bukan kejadian tiba-tiba bisa cek sendiri @therahmalogy @heymusafir (jejak lama) @InvestigasiChnl @izichann keempat, soal narasi rasis. saya tidak pernah menyerang etnis secara random. konteksnya kritik terhadap ideologi dan stance tertentu. kamu memotong konteks lalu menggiring opini seolah itu serangan ke suku secara keseluruhan. kelima, soal tuduhan saya memulai serangan personal. yang terjadi justru sebaliknya. saya dilabeli radikal, terrorist, bahkan kondisi mental saya dijadikan bahan serangan. itu sudah masuk bullying personal. keenam, soal inkonsistensi. saya tidak pernah mempermasalahkan gaya hidup kamu. yang saya kritik adalah sikap publik kamu yang kontradiktif terhadap palestina. ketujuh, soal narasi “two state solution”. kamu selalu bilang ingin solusi berimbang. tapi isi tweet kamu dominan mendemonisasi palestina. tidak ada proporsi yang sama terhadap penjajahan. itu bukan posisi netral. kedelapan, soal komunikasi. saya sudah memilih menyelesaikan secara private. tapi kamu membuka lagi ke publik dengan framing yang menyerang karakter saya. ini eskalasi. saya tidak ingin konflik ini berlanjut. tapi saya tidak akan diam ketika fakta dipelintir. cukup sampai di sini. bisa lihat sendiri
ega tweet mediaega tweet mediaega tweet mediaega tweet media
Indonesia
3
7
23
540
- retweetou
Renovatio
Renovatio@RenovatioOnline·
Professor Syed Muhammad Naquib Al-Attas was a significant thinker whose ideas diagnosed and addressed the spiritual malaise of the world today. Many consider him an embodiment of wisdom who will be sorely missed. @renovatioonline Editor-in-Chief @sh_hamzayusuf shares a heartfelt eulogy. youtube.com/watch?v=ZNxV3y… The thread below features articles that draw on Al-Attas work:
YouTube video
YouTube
Renovatio tweet media
English
2
25
89
2.5K
- retweetou
Nathaniel Rayestu
Nathaniel Rayestu@rayestu·
Nonton Bocor Alus kemarin dobel ngerinya: 1. Ngeri kok aparat intelijen dipake buat neror warga sipil 2. Ngeri juga dipikir2 kerjaan intelijen kita bisa cepet bgt kebongkar sama sipil dan media, kalo perang lawan negara lain beneran gmn ya
Indonesia
69
1.6K
5.2K
60.2K
- retweetou
Bilal Fahrur Rozie
Bilal Fahrur Rozie@BilalFahrur·
Jadi Islam itu memiliki pemahamannya yang khas tersendiri. Entah orang lain mau bilang itu patriarkis atau bias gender. Sehingga para ulamanya juga tidak perlu repot untuk menyetarakan dalil-dalil agama dengan pemahaman di luar Islam. Tdk perlu ada penafsiran ulang ayat atau hadits supaya terkesan sesuai dengan agenda-agenda feminits. Itulah Islam yang autentik dan bukan Islam yang harus ngikut pemahaman barat.
dev🌿@hist0riann

cieee bilang aja emng Pro sama patriarki dan gak mendukung kesetaraan wkwk. Dia gatau aja kalau ada feminisme Islam, salah satu tokohnya Buya Husein Muhammad yang mendirikan Fahmina Institute dan beliau merekonstruksi dalil2 agama yang bias gender.

Indonesia
8
44
177
6.9K
- retweetou
hikari || 7A Term. Bratang - Stasiun Psr Turi
pas udah dijadikan tersangka kok baru ngomong akan membuka ruang dialog? 😇 berarti kalo kasus Amsal Sitepu enggak viral, enggak bakal kepikiran buat memfasilitasi ruang dialog?
Kementerian Ekonomi Kreatif RI@ekraf_ri

Kami di Kementerian Ekonomi Kreatif memahami kekhawatiran publik terkait kasus pengadaan video profil desa yang melibatkan pegiat ekonomi kreatif, Amsal Sitepu. #NewEngineofGrowth #Ekraf

Indonesia
22
2K
3.9K
51.7K
- retweetou
ᧁꪖꪀ
ᧁꪖꪀ@_e_g_a_n_·
Bro, ngajarin gue ginian 😭. Waktu case Wirdan aja gue sampe clash sama sebagian moots di sini Dan klu lu blm tau, gue ini selalu potensial bersitegang sama 'sesama' di sini, with the same tone. Ga perlu projecting dr in-group lain yg memble soal kultur otokritik
ᧁꪖꪀ tweet mediaᧁꪖꪀ tweet mediaᧁꪖꪀ tweet mediaᧁꪖꪀ tweet media
punk babe@pevensierai

Eh tp jujur dr hati gw yg terdalam, makasih nasihatnya, i’ve been trying to use less “lonte” word lately karena gw juga sadar penggunaan kata lonte dan perek emang problematik 😊 tolong call out juga pengikutmu yang gampang ngelonte-lontein perempuan lain di luar sana

Indonesia
3
7
73
3.3K
- retweetou
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
💚 hasil nabung susah payah 7 bulan 😭 for the first time in my life punya tabungan 2 digit, nggak telat kan diumur 24?😭😭 aku doain yg belum punya tabungan bisa nyusul cepettt. semoga rezeki kita tahun ini dateng banyakkk dari berbagai arahh aamiin
Tanyarl 💚 tweet media
Indonesia
528
395
17.3K
448.9K
- retweetou
M.S
M.S@MalaakSafa·
The only difference between your family sleeping in peace and my family waking up to bombs is your geographical luck
English
205
11.2K
71.4K
842K
- retweetou
Ray
Ray@TheSpecialRay·
Diatas qashwa, ditengah padang ararah dihadapan lebih dari 100 ribu orang. Rasulullah ﷺ menyampaikan khutbatul wada'. "Maka yang hadir hendaknya menyampaikan kepada yang tidak hadir karena terkadang yang disampaikan lebih mengerti dari yang mendengar langsung" Turunlah ayat terlampir, Sungguh agama ini telah sempurna. Para sahabat memahami ayat ini dengan sangat serius. Karena jika agama telah sempurna, maka setiap konsep baru yang mencoba “memperbaiki” agama justru perlu dipertanyakan. Apakah ia benar bagian dari Islam? Atau sekadar ide yang dipaksakan masuk? Hari ini kita sering mendengar istilah baru: “Islam progresif.” “Islam liberal.” “Atau bahkan: feminisme Islam.” Istilah-istilah ini terdengar menarik. Namun pertanyaannya sederhana: Apakah generasi terbaik umat ini pernah mengenalnya? Para sahabat wanita seperti: - Aisyah binti Abu Bakar -Khadijah binti Khuwailid -Ummu Salamah Mereka adalah wanita paling mulia dalam sejarah. Namun kita tidak menemukan mereka menuntut “feminisme dalam Islam”. Karena mereka memahami satu hal: Kemuliaan dalam Islam tidak diukur dengan standar ideologi manusia. Islam telah menetapkan hak dan kewajiban laki-laki serta perempuan dengan hikmah yang sempurna. Kadang tidak sama. Tetapi tidak pernah zalim. Perbedaan dalam syariat bukan diskriminasi melainkan bagian dari keadilan Allah. Masalah muncul ketika standar yang dipakai bukan lagi wahyu. Tetapi standar ideologi modern. Ketika itu terjadi, syariat mulai diukur dengan pemikiran manusia. Padahal seharusnya pemikiran manusia yang tunduk kepada wahyu. Karena itu para ulama selalu mengingatkan: Keselamatan umat ini terletak pada dua perkara: 1. Al‑Qur'an 2.As-sunnah Selama umat berpegang pada keduanya, mereka tidak akan tersesat. Ideologi datang dan pergi mengikuti zaman tetapi wahyu tidak berubah. Yang menyelamatkan manusia bukan mengikuti arus pemikiran baru, melainkan kembali kepada pemahaman generasi terbaik umat ini. Di Arafah hari itu para sahabat berkata: "Kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, dan menasihati umat." Dan demi Allah, cukup dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah, tanpa mencampur adukkan ideologi manusia, seorang muslim akan selamat. -Blok M, 11 syawwal 1447 H, Ray.
Ray tweet media
dev🌿@hist0riann

cieee bilang aja emng Pro sama patriarki dan gak mendukung kesetaraan wkwk. Dia gatau aja kalau ada feminisme Islam, salah satu tokohnya Buya Husein Muhammad yang mendirikan Fahmina Institute dan beliau merekonstruksi dalil2 agama yang bias gender.

Indonesia
3
14
32
1.3K
- retweetou
Cak Nadi
Cak Nadi@mnadielmadani7·
Feminisme emg gak perlu, kok, dlm Islam. Klo mau memperjuangkan hak perempuan, cukup pake ajaran Islam aja. Gak perlu impor feminisme. Jadinya malah ngerusak dan g sejalan dgn Islam.
dev🌿@hist0riann

cieee bilang aja emng Pro sama patriarki dan gak mendukung kesetaraan wkwk. Dia gatau aja kalau ada feminisme Islam, salah satu tokohnya Buya Husein Muhammad yang mendirikan Fahmina Institute dan beliau merekonstruksi dalil2 agama yang bias gender.

Indonesia
3
52
239
5.1K
- retweetou
ᧁꪖꪀ
ᧁꪖꪀ@_e_g_a_n_·
Sudahlah. Mau si Miw benar, salah, agak benar, agak salah, poin sy soal putus siklus KS ga gugur. Kamu sbgai korban atau penyintas KS yg pernah dipanggil "lon*e" masa reproduksi kultur verbal abuse ke perempuan lain jg Saya sandingkan 2 tweet bawah makin terlihat menyedihkan ga
ᧁꪖꪀ tweet media
punk babe@pevensierai

Owala cara mainnya selalu sama ya. Ada yang kontra -> dicari ss lama orang tsb tanpa menunjukkan konteks -> “menang argumen” WKKWKWKW. Gaya argumen anak SD. Padahal saya sudah bilang, feel free buat membawa argumen lain, tapi gak usah sok-sokan membawa “penyintas KS” —

Indonesia
0
32
278
10K
- retweetou
ᧁꪖꪀ
ᧁꪖꪀ@_e_g_a_n_·
Pengalaman kamu dkk valid, tp anecdotal, bkn general rule. Jgn abaikan trigger yg bisa saja beragam dgn reduksi konteks "ciuman brutal"nya. Masyarakat jg pny norma implisit di public space, tau malu. Ga patut jg adhom fitnah terselubung gini. Mau putus siklus KS gimana klu gini
ᧁꪖꪀ tweet media
punk babe@pevensierai

Kalau kamu kontra, bawa argumen lain. Keep penyintas KS out of your fucking mouth if you’re a part of judgmental society which plays a greater role in triggering trauma responses in victims of sexual abuse.

Indonesia
6
71
572
17.4K
- retweetou